183 rreshtat e parë.
LIMA HARI LALU
Ayah, aku bisa merasakan Iblis di kota ini juga.
Ya. Aku bisa menciumnya.
Keisuke, sebelah sini!
Apa itu Iblis, Ayah?
Aku menemukan wanita!
Ayah!
Keisuke, pergi ke suatu tempat sebentar!
Jangan, kita harus melacak para Iblis!
Kumohon, Keisuke!
Astaga! Kau seram!
Tidak!
Hei, Nona, mari bersenang-senang!
Kita harus membantunya!
Tunggu!
Kita bisa melakukan ini atau itu.
Mari bersenang-senang!
Apa? Manusia?
Apa?
Apa maumu?
Ayo sembunyi!
Ayo ikuti dia, Keisuke!
Baik!
Itu dia.
Baiklah, mari kita periksa ruangan itu.
Baik!
Tunggu, Keisuke!
Apa?
Iblis?
Tapi aku tidak merasakan haus darah dari mereka.
Bukan itu saja.
Seolah-olah kekuatan hidup mereka hilang,
seperti cangkang kosong.
Selain itu, lihat betapa banyaknya mereka.
Jadi, anak itu melakukan ini sendirian?
Kalau begitu, apa tujuan akhirnya?
Awas!
Sial!
Ayah!
Sudah kuduga kalian mengikutiku.
Sial!
Aku sama sekali tidak bisa merasakannya!
Hikari, mungkinkah ini...
Ya. Sepertinya begitu.
Keturunan Keluarga Goshikidori.
Peristiwa yang tidak terduga.
Bagaimana kau tahu?
Aku mendengarnya dari atasan.
Sepertinya mereka punya pertanyaan untukmu.
Mereka bisa memahamiku?
Apa kalian berdua Iblis?
Iblis?
Bukan.
Kami Setan.
Yang terpilih.
Setan?
Nomor 31, Nomor 56, Tangkap dia!
Lumayan.
Kurasa
aku akan menghiburmu sedikit.
Hei, ayolah. Kita tidak boleh membunuh mereka.
Maaf.
Aku bisa melawan Iblis...
Namun, kurasa aku tidak bisa menang melawan para Setan itu.
Apa yang akan kau lakukan?
Lari. Keisuke.
Tangkap dia!
Aku berjanji akan kembali untukmu, Ayah.
Bertahanlah!
Sial! Bagaimana aku akan menyelamatkannya?
Aku tidak bisa melakukan ini sendirian. Aku butuh bantuan.
Keisuke...
Sebenarnya kau punya kakak tiri.
Namanya Keiji.
Mungkin akan tiba saatnya kalian bertarung berdampingan.
Benar! Aku punya kakak!
Tapi bagaimana cara menemukannya?
Hei, lihat ayam ini!
Ini gila...
Dia meledakkan kepala Iblis itu!
Apa-apaan ini? Dia luar biasa!
Sepertinya dia terlihat di Kota Midorino kemarin.
Itu pasti...
Kota Midorino berjarak tiga gunung.
Dia? Aku melihatnya di dekat stasiun.
Lelaki berahi itu.
Kami baru saja kencan grup dengannya tempo hari!
Buang-buang waktu saja, ya?
Akhirnya aku menemukanmu.
Kakak...
(EPISODE 8 TIDAK SEMUA BULU PUNYA LAGU)
309, 310, 311,
312, 313, 314,
315, 316...
315, 316,
- Bahkan jika aku pergi... - 317, 318, 319.
itu tidak akan mengubah apa pun.
320...
Makanlah agar kau bisa tumbuh besar dan kuat!
323...32!
Ayah... Aku sangat merindukanmu.
Kau sudah sadar!
Syukurlah!
Kau baik-baik saja sekarang.
Kau harus tetap diam, lukamu belum sepenuhnya sembuh.
Benar. Aku pingsan.
Kau yang merawatku sampai sembuh?
Aku tidak berbuat banyak, aku hanya menemanimu.
Menemaniku?
Terima kasih banyak!
Aku sangat bersyukur!
Terima kasih banyak!
Apa anak ini...
Tidak terbiasa bicara dengan wanita?
Baiklah.
- Terima kasih banyak! - Begini...
Jangan! Kau harus lebih banyak istirahat!
Aku baik-baik saja!
Aku sudah merasa lebih baik!
Tapi kau harus tetap diam dan beristirahat lagi.
Mungkin itu yang terbaik.
Pria yang lucu!
Kakak!
Sial, berhentilah bermain-main.
Pertama, kau memanggilku Kakak. Lalu kau pingsan selama dua hari.
Setelah bangun, kau berahi?
Kau salah paham, Keiji!
Aku hanya...
Kurasa kau salah orang.
Aku tidak punya adik.
Jadi, siapa kau?
Namaku Keisuke. Aku adik tirimu.
Adik
tiri?
Sebaiknya kau tidak berbohong. Kau punya bukti?
Kita pernah bertemu saat kecil.
Dia...
Tunggu!
Ini untukmu, Sari.
Wah! Kau membuat ini untukku?
Apa ini cocok untukku?
Itu... Ya, lumayan.
Terima kasih, Sayang.
Tebak siapa?
Aku penasaran siapa dia?
Entahlah!
Kau benar-benar menipunya! Bagus, Keiji!
Ayah! Ayah mengadukanku!
Ayah parah!
Aku sangat menyayangi Ayah!
Aku mau jalan-jalan, Bu!
Hati-hati dengan kucing liar!
Ayo, naik ke punggungku!
Itu suara Ayah!
Ayah!
Hore! Lebih tinggi!
Ayah?
Siapa itu?
Apa yang dia lakukan dengan Ayah?
Hei.
Kau dari sekitar sini?
Kau mau bermain?
Kau bocah yang waktu itu!
Aku baru tahu kemudian bahwa kita berkerabat.
Kakak, aku kemari karena butuh bantuanmu.
Ayah disandera oleh beberapa Iblis.
Maukah kau membantuku menyelamatkannya?
Aku tahu kau sedang dalam perjalanan melawan Iblis.
Ayah memberitahuku.
Bagaimana dia bisa tahu?
Musuh kita kuat. Aku butuh bantuanmu, Kakak.
Aku tahu permintaan ini mungkin terdengar tak berperasaan,
tapi aku harus menyelamatkan Ayah, apa pun yang terjadi.
Kumohon, Kakak!
Aku menolak.
Kenapa?
Dia ayah kandungmu, bukan?
Aku tidak ada hubungannya dengan pria itu.
Ayah!
Ayah!
Ayah! Jangan pergi!
Sayang...
Ayah!
No comments yet. Be the first to leave one.