Mistari 200 ya kwanza.
Baghdad, April 2004
Tentara AS-Sekutu telah setahun berperang. Saddam Husein ditangkap dan akan diadili.
Semua WN. India di Irak telah dievakuasi dan dipulangkan.
Demikian pernyataan Pemerintah India
Oh, apel kecil itu telah membuat kami semua sengsara
Satu gigitan merenggut hak kami untuk tinggal di sana dengan teman dan lawan
Kami harus pergi / Kami Adam dan Hawa kehilangan tanah
Sakit persalinannya menghasilkan sejuta belenggu dan taman?
Taman berbatu dan berpasir
Mereka membuat ular malang itu jadi penjahat, ya?
Baju barumu telah tiba
Apa lagi yang kau pesan?
Permen
Ayah juga membawa permen
Semuanya beres sayang
Jangan terlalu merepotkan ayahmu
Minta saja pada Ibu.
Pergi sana ketuk pintunya
Berapa lama lagi ayah mandi?
Berapa lama lagi Ayah mandi? Kita tak boleh telat hari ini.
Semua yang membaca doa ini untuk Dewa Hanuman akan diberkati.
Seperti kata Mereka sendiri
Katakan salam sejahtera Wahai Dewa
Ayo.. hari ini ultah Chintu. Selamat ulang tahun untukmu.
Permen!
Bagi kepada teman kelasmu
Dengar, jangan terlalu merepotkan ibumu, paham?
Ayah di sini 'kan? Kita akan rayakan ultah dengan meriah.
Berapa permen yang harus dibagi?
Berapa banyak?
Secukupnya saja, agar Ayah dan Ibu bisa menikmatinya juga malam ini?
Masing-masing dua, sayang
Dan jika ada sisa, kita masukan ke dalam balon.
Dan saat balonnya meletus, maka permennya berjatuhan.
Dan kue?
Kue? Haruskah ayah menggunakan mata batin?
Oh, aku lihat kuenya!
Kue yang sangat cantik
Dan juga lezat.
Kuenya menunggu kakakmu pulang sekolah untuk mengambilnya.
Apa ini?
Hadiah dari Wahid
Ini hadiah?
Wahid yang keluyuran di jalan
Aku sering melihatnya di gang dekat bank
Ini Wahid yang memberimu tangan Saddam sebagai hadiah 'kan?
Dia anak yang nakal
Ayo kita buang
Buang?
Dia datang malam ini?
Ibu akan bicara dengannya
Bagaimana jika orang melihat ini?
Berapa teman yang kau undang?
Dua puluh lima.
Dua puluh lima
Chintu
Kau sudah minta restu nenek?
Pergilah jangan buat dia menunggu.
Kau suruh dia undang banyak orang?
Aku menyuruhnya mengundang 50 orang, kita perlu menebus ultah tahun lalu.
Chintu! Mari sini
Apa yang kau perbuat sepanjang hari ini?
Sampai baru sekarang meminta restu nenek?
Ayah yang mengingatkanku
Lihat apa yang kakakmu berikan untukmu
Dia banyak merencanakan bawa ke sini, aku harus memberitahumu.
Nenek aku seharusnya tidak tahu, kejutan akan lebih menyenangkan.
Oya, ini bagian menyenangkannya
Lihat apa yang ditulisnya.
Jangan memaksa Ibu dan Ayah tentang kue ultah.
Aku akan membawanya sepulang sekolah
Jangan terus membuka kulkas untuk mencarinya
Jangan menyetuhnya sebelum waktunya memotong
Jangan kalap membuka kado sebelum waktunya
Atau kau akan kupukul
Sudahlah, lupakan catatan kakakmu ini.
Dia mengancam cucuku, dia tidak tahu apa-apa.
Jika dia pulang, aku akan marahi
Akhirnya mereka menelpon
Oh, ini temannya Chintu.
Halo
Hari ini tidak sekolah, Chintu!
Tapi kakakku sudah berangkat
Semua orang sudah dipulangkan
Ada apa Chintu?
Siapa itu, sayang?
Ada apa? Katakan.
Sekolah tutup hari ini
Tapi kakakmu sudah berangkat
Mereka semua sudah dipulangkan
Aku harus memeriksanya / Coba telpon dulu
Tidak tersambung.. / Tidak bisa?
Biar kucoba..
Ini...
Tidak bisa, bahkan tidak berdering
Coba hubungi Pak Mahdi?
Ayah sudah menjanjikan ini dari sebulan lalu
Aku akan merayakan ultah dengan meriah
Kakak merencanakan kejutan untukku
Nenek akan membuat puding beras
Ibu akan membelikanku baju baru
Sekali lagi, ultahku akan berantakan.
Andai saja kami kembali ke rumah di India
Saat aku masih bayi
Kami tinggal di Bihar.
Ayah adalah penjual filter air
Paman Girish adalah bosnya
Dia membawa filter air murah dari Nepal, untuk ayah jual di India
Lalu suatu hari, Paman mengetahui di Irak mengalami krisis air bersih
Ia lalu bertekad membantu orang-orang di sana
Murah dan bagus, jadikan itu slogan penjualan
Itu akan memikat semua orang
Paham?
Begitulah Ayahku sampai di...
Baghdad
Kala itu situasinya berbeda
Penguasanya adalah Saddam Hussein
Dia tinggal di istana yang megah.
Jika dia tidak menyukai sesuatu, maka itu akan dilarang.
Untuk semua orang
Tapi sehebat-hebatnya Saddam tak bisa melakukan yang Ayahku lakukan.
Untuk mendapatkan air bersih untuk semua orang
Ceritanya menyebar jauh dan luas.
Beres, Madan
Kapan aku datangkan keluargamu?
Bos, bisakah kau datangkan Ibu mertuaku juga?
Dia bisa membantu merawat anak-anakku
Begitulah kami sampai ke Irak.
Nenek adalah penggemar Ayah setelah itu
Itu karena Ayah membuat dia naik pesawat untuk pertama kalinya
Tapi ada yang tidak suka dengan kebahagiaan kami.
Paman Amerika yang hebat
Beberapa hari sebelum ulang tahunku, ia memberi perintah kepada tentaranya
Sehingga, ultahku...
dibatalkan...
Cepat-cepat Ayah pergi ke kedutaan
Apa ini? Ini Paspor Nepal?
Berpura-pura menjadi orang India, paspormu mengatakan kau orang Nepal.
Bos, adakah cara untuk membantu kami pulang?
Luar biasa, mereka menjadikanmu orang Nepal, kau bahkan tidak tahu
Kenapa ayahku disalahkan? Lagipula ini ulah Paman Amerika.
Dia sangat menikmatinya
Hingga memutuskan untuk meninggalkan pasukannya.
Sejak itu, mereka juga terjebak di sini.
Terlupakan.
Aku yakin itu ada, perkakas favorit istriku.
Tolong jangan ceritakan kejadian tadi di depan Chintu.
Paham? / Paham.
Tepat waktu untuk ultah Chintu
Assalamu alaikum Pak Mahdi!
Wa'alaikum salam warahmatullah wabarakatu.
Aku di dekat sekolah saat bom
Pesawat tempur
Terima kasih, Pak Mahdi
Apa kabar saudara?
Di luar parah?
Sangat parah, Saddam itu ular kecil Amerika itu ular besar.
Kau ambil kuenya, Lakshmi?
Kue?
Tak ada kue di Baghdad hari ini.
Tolong jangan keras-keras, Paman Mahdi.
Semua toko tutup, Ayah.
Semoga Allah merahmatinya
Pembuat kue tewas, tokonya hancur.
Anak-anak masuk makan semua kue di atas mayat pembuat kue.
Toko langganan kita?
Apa yang kupesankan tadi?
Ceritakan apa yang terjadi
Bintang hari ini, Cahaya mata kita.
Selamat ulang tahun sayang.
Mana kuenya, sayang? / Namaste Nenek
Coba kulihat kuenya / Kuenya belum ada, Ma.
Di luar sangat kacau, Lakshmi?
Ya, tapi aku dan Paman Mahdi punya rencana B.
Tapi mata batin Ayah sudah melihat kue itu sangat enak 'kan?
Mata batin ayah tidak jeli saat ini
Beritahukan apa rencana B mu?
Beritahu mereka rencana kita.
Bu, Paman bilang ada oven tua di dalam gudang.
Jadi kenapa tidak buat kue Chintu di rumah?
Ibu dan kakakmu yang akan buat, kita tahu bagaimana selera Chintu.
Teman-temanmu akan melahapnya
Ayah akan memasang dekorasi yang indah
Kau seharusnya tidak berbohong, berpikirlah sebelum berbicara.
Chintu, tidak ada yang akan menghentikan pestamu.
Ya, berpikir optimis agar semua menjadi baik.
Kakak, kapan kueku siap? / Sebelum temanmu datang!
Ayo tersenyumlah, semua kan baik saja.
Ucapkan terima kasih / Terima kasih!
Senter
Agak sempit di sini
Kau saja
Oke, masuklah.
Aku yang masuk? / Ya.
Di sana...
Dekat dinding...
Barangnya ada di dekat dinding
Mana ovennya?
Warna pink, kardus besar. Ada?
Kau lihat?
No comments yet. Be the first to leave one.