Mistari 200 ya kwanza.
EPISODE 4 KOTA MENJELANG PESTA PERBURUAN KESATRIA
Masih mempelajari Sihir Kuno?
Tidak lelah, ya?
Kakek.
JELMAAN ARWAH LELUHUR ARNOLD GUSTAF LAKES ADLER, KAISAR KE-29
Inti dari ilmu sihir tidak dapat diurai bahkan setelah bertahun-tahun.
Sebagai hasil dari mempelajari ilmu sihir, tubuh Kakek kerasukan setan.
Arwah Kakek terkunci di dalam buku. Kakek tetap tidak kapok.
Tidak menyangka aku bisa lengah seperti itu.
Kakek ini sungguh santai.
Setelah tubuh dirasuki setan, Kakek meneror Ibu Kota Kekaisaran.
Itu sebabnya bangsawan dilarang menggunakan Sihir Kuno.
Aku harus merahasiakan bahwa aku bisa menggunakan Sihir Kuno.
Cobalah berpikir dari sudut lain.
Karena aku terkunci di dalam buku itu, kau bisa mempelajari Sihir Kuno, 'kan?
Topeng Perak koleksiku sangat membantu, 'kan?
Baiklah.
Dasar cucu tidak tahu terima kasih.
Ada sesuatu yang perlu dibicarakan, 'kan? Cepat bicara.
Adikku terseret ke dalam perebutan takhta.
Kalau berbakat, cepat atau lambat dia akan terseret juga.
Begitulah hakikat perebutan takhta.
Kalau menjadi musuh, mereka bisa menghabisinya terang-terangan.
Aku pun berkali-kali menjadi sasaran upaya pembunuhan.
Faktanya, kakak sulungmu...
Siapa nama Pangeran Pertama yang meninggal itu?
Wilhelm.
Kemungkinan besar, Wilhelm juga
dibunuh oleh salah satu saudaramu.
Dia gugur di medan perang.
Ayahanda juga tidak dapat menemukan bukti pembunuhan apa pun.
Aneh, Putra Mahkota yang digadang-gadang akan lebih dulu memperebutkan takhta
justru gugur di medan perang.
Kalau adikmu Leonard pergi berperang,
kau bersedia mempertaruhkan nyawamu untuk melindunginya, 'kan?
Tentu saja.
Itulah jawabannya.
Pasti banyak yang berpikir demikian.
Kalau masih gagal melindunginya,
pasti ada konspirasi di baliknya.
Kalau melihat sejarah perebutan takhta, itu bukan hal yang luar biasa.
Kalau memang tidak menemukan bukti pembunuhan,
pelakunya pasti terlalu licik,
atau Kaisar sendiri yang terlibat.
Kalau begitu,
aku harus menganggap semua yang terjadi setelah ini memiliki konspirasi.
Tentu saja.
Kakek, apakah ada sihir yang mengendalikan monster?
Masalah sihir, ya?
Akhir-akhir ini, monster makin banyak di kekaisaran ini.
Aku ragu ada seseorang yang mengendalikan mereka.
Kalau beberapa ekor, sihir bisa digunakan untuk mengendalikan.
Namun, tidak ada sihir yang bisa mengendalikan monster dalam skala besar.
Begitu rupanya.
- Namun, kalau pakai alat, bisa saja. - Alat?
Alat Sihir Kuno.
Ini adalah alatnya.
Hamelin.
Tergantung pada kekuatan sihir dari penggunanya,
seruling ini dapat memanggil monster dari wilayah yang luas.
Begitu rupanya.
Sebenarnya, Pesta Perburuan Kesatria akan diadakan.
Keluarga kerajaan akan memimpin pasukan kesatria.
Menarik juga.
Johannes memang punya ide menarik.
Apa imbalannya?
Duta Besar Berkuasa Penuh.
Dalam situasi saat ini, aku dan Leo tidak boleh kalah.
Namun, kalau Seruling Hamelin sampai di tangan musuh,
kami tidak punya peluang untuk menang.
Kira-kira siapa?
Namun, kalau dia mau mengambil risiko membawa monster ke negara ini,
dia pasti tidak akan puas dengan posisi Duta Besar Berkuasa Penuh.
Semoga dijauhkan.
Sepertinya hal ini bukan lagi sekadar tentang memenangkan persaingan.
Ada cara lain mengatasi Seruling Hamelin?
Tidak ada pilihan selain menghancurkannya.
Selama itu mengeluarkan gelombang suara yang hanya bisa didengar monster,
sangat sulit untuk menghentikannya.
Artinya,
bersungguh-sungguh dalam Pesta Perburuan Kesatria tetap sia-sia?
Namun, lawannya pun sama.
Bukankah jumlah monster mulai bertambah
sebelum Pesta Perburuan Kesatria diumumkan?
Begitu rupanya.
Jadi, mereka memang berniat menggunakan monster
meski tidak ada Pesta Perburuan Kesatria!
Kau tahu aku Arnold Lakes Adler, 'kan?
Tentu saja.
Aku tidak menyangka mereka bertindak secepat ini.
Jangan khawatir. Aku tidak akan membunuhmu.
Baiklah, terima kasih.
Sayangnya, kau tidak akan bisa ikut serta dalam Pesta Perburuan Kesatria.
Begitu rupanya.
Gara-gara Elna, aku tiba-tiba malah dianggap sebagai calon juara.
Namun, aku tidak akan membiarkannya begitu saja.
Kenapa tidak bergerak?
Atau tidak bisa bergerak?
Apa yang telah kau lakukan?
Penghalang?
Bukankah kau pangeran tidak berguna?
Jangan khawatir. Aku tidak akan membunuhmu.
Namun, kau harus menjawab beberapa pertanyaan.
Siapa yang membantumu menyerbu Istana Pedang Kekaisaran?
Jangan meremehkanku.
Aku lebih baik mati daripada mengungkap orang yang membayarku.
Inilah peluangnya. Serang!
Serang siapa?
Aku telah menangkap tiga orang.
Tinggal dia seorang.
Apa?
Bagus.
Jadi? Siapa yang membayarmu?
Meski kau menyiksaku...
Aku tidak akan melakukan hal kejam seperti itu.
Maafkan aku!
Aku tidak mengatakan apa pun!
Aku tidak membocorkan apa pun!
Putri Zandora!
Sepertinya Zandora sangat keras terhadap bawahannya.
Mengendalikan orang dengan rasa takut,
memang begitulah caranya.
Namun, kalau mereka bertindak sekarang,
artinya Zandora tidak terlibat dalam hal monster.
Kalau begitu...
Gordon? Eric? Atau mungkin...
Siapa dalang sebenarnya?
Apa yang harus aku lakukan terhadap mereka?
Kurung mereka.
Mungkin mereka masih berguna nantinya.
Baik.
Pangeran Arnold.
Ketika Elna merundung...
Maaf, melatih Tuanku dengan keras,
lokasi Pesta Perburuan Kesatria telah diumumkan.
Di mana?
Seperti yang diduga,
kota terbesar di timur kekaisaran ini,
yang paling terkena dampak monster,
Keel.
DUA MINGGU KEMUDIAN KEEL, TIMUR KEKAISARAN ADRASIA
Hei, Para Kesatria! Besok adalah harinya!
Semoga berhasil di Pesta Perburuan Kesatria!
Kami sudah lama menderita karena monster!
Balaskan dendam kami!
Ayo, cepat! Habisi semuanya!
Katanya, Kaisar sudah tiba kemarin.
Bisa melihat Baginda sekali saja sudah cukup!
Semua pangeran dan putri kerajaan juga sudah tiba di Keel.
- Aku ingin bertemu mereka. - Tidak mungkin kau bisa bertemu.
Kenapa?
Tidak, cincinku...
Di mana aku menaruhnya?
Habislah, Ibu pasti mengomel.
Anehnya...
Dengan kacamata ini?
Ada sedikit sihir di dalamnya.
Dengan kacamata itu,
orang yang tidak mengenalmu akan melihatmu sebagai gadis biasa.
Bukankah aku memang gadis biasa?
- Coba pakai. - Baiklah.
Bagaimana?
Kau tidak akan menarik perhatian orang.
Namun, benarkah Tuanku tidak keberatan?
Maksudmu?
Aku yang mengajak Tuanku keluar.
Namun, belakangan ini, Tuanku bekerja terlalu keras.
Aku pikir Tuanku harus beristirahat sebentar.
Tidak perlu khawatir.
Kau ingin melihat-lihat kios, 'kan? Aku temani.
Terima kasih.
Kita pergi ke semua toko, 'kan?
Tampaknya mustahil.
Kita bisa!
Kalau begitu, kita usahakan.
Baiklah.
Kenyangnya.
Sudah tidak sanggup lagi.
Kalau ingin pergi ke semua kios, kau sebaiknya mencicipi saja.
Kalau tidak menghabiskan makanannya, orang yang memasak akan sedih.
Benar juga.
Kata-katamu sama sekali tak seperti anak dari keluarga Duke.
Pangeran Al mungkin selalu menyelinap dari istana sejak kecil untuk bermain.
Aku tidak pernah punya kesempatan itu.
Aku hanya bisa melihat anak-anak seusiaku
bersenang-senang di kedai dari jauh.
Aku sangat ingin menjadi seperti mereka.
Namun, aku tidak ingin makan lagi.
Aku sangat ingin pergi ke semua kedai...
Jangan memaksakan diri.
Melihat-lihat kios pun sudah cukup menyenangkan.
Rupanya bisa menikmati festival seperti itu juga?
Ya.
Setelah istirahat sejenak, kita jalan lagi.
Kalau kita banyak berjalan, nanti lapar lagi.
Baiklah.
Sepertinya mereka tidak sedang melihat-lihat kios.
Sepertinya ada urusan?
Mereka juga ditemani kesatria.
Bahkan kemarin Leo sibuk menjelajahi desa dan kota di sekitar Keel.
No comments yet. Be the first to leave one.