Mistari 200 ya kwanza.
Kenapa seperti itu?
Kenapa tekanan darahnya seperti ini?
Bukankah itu karena hipovolemia?
Ini 70/40.
Hubungi Profesor Choe In Hyeok untukku!
Juga ahli jantung! Bukankah seharusnya kita memberinya obat-obatan?
Cepat panggil Bedah Umum!
Tolong, cepat, cepat!
Tanpa Profesor di sini, kita harus bagaimana?
Sekarang atrial fibrilasi!
Letakkan gelnya. Cepat!
Charge!
Charged.
Minggir!
1, 2, 3. Kejut!
Belum.
Gel.
200 Joules.
Charged.
Minggir!
1, 2, 3. Kejut!
Hei!
Sedang apa kau sekarang?
Hentikan sekarang juga!
Itu kembali normal.
Tekanan darahnya 160.
Apa sih yang kau lakukan tadi?
Dia mengalami atrial fibrilasi.
Tekanan darahnya mendadak turun.
Atrial fibrilasi? Dan bukan fibrilasi ventrikel? (fibrilasi ventrikel - kontraksi otot jantung yang berbahaya memutus darah ke organ)
Ya. Itulah mengapa kami melakukan defibrilasi dua kali. (fibrilasi ventrikel - kontraksi otot jantung yang berbahaya memutus darah ke organ)
Sekarang, sudah kembali ke irama normal. (fibrilasi ventrikel - kontraksi otot jantung yang berbahaya memutus darah ke organ)
Dan tekanan darahnya juga kembali normal.
RS ini mau berubah menjadi apa, memiliki dokter magang ceroboh seperti ini?
Kau dokter magang bahkan tidak memberitahukan kami,
dan ingin melakukan prosedur besar?
- Apa kau menghubungi Kardiologi? - Ya.
- Bagaimana Bedah Umum? - Kami sudah menghubungi mereka.
Kau tak bisa menunggu mereka?
Ya, tapi tiba-tiba tekanan darahnya turun...
Seharusnya ada lebih dari satu penyebab.
Kau tahu penyebabnya?
Katakan alasan mengapa seorang pasien yang tidak pernah fibrilasi atrium tiba-tiba sekarang mengalaminya.
Ya.
Hipoksia, anemia, kekurangan magnesium
dan lainnya seperti air- ketidakseimbangan elektrolit--
Serta, volume plasma tidak cukup dan sebagainya.
Ada begitu banyak penyebab...
Kenapa?
Saat ia mengalami atrial fibrilasi,
tekanan darahnya mendadak turun,
tapi setelah kami defibrilasi dia dua kali, ritmenya kembali ke sinus,
dan tekanan darahnya juga kembali normal.
Ketika tekanan darahnya turun,
aku pikir aliran darah ke otak dan organ tidak akan tercukupi.
Dan untuk mengetahui penyebab lainnya akan memakan waktu, jadi...
Mengapa anak-anak melakukan hal seperti ini?
Meskipun aritmia terjadi, sepertinya sudah ditangani dengan baik.
Dan semuanya ternyata baik-baik saja.
Tapi bukankah ini kasus dimana pengobatan harus diawasi?
Atas dasar apa dokter magang bisa membuat keputusan penting sendiri?
Lihat kondisi pasien!
Seperti pasien sakit kritis!
Keduanya juga dokter bersertifikat nasional.
Para dokter ini telah membuat keputusan yang tepat dan menanganinya dengan benar.
Ada Ahli Jantung di RS ini, serta peraturan dan pedoman.
Sebagai seonbae, apa yang kau lakukan tidak mengajari mereka?
"Ternyata baik-baik saja. Walaupun berbahaya, kau melakukannya dengan baik "
Jika kita membiarkannya seperti itu,
saat sesuatu yang buruk terjadi, siapa yang akan mengurusnya?
Mereka baru saja datang setelah diberitahu.
Dan Kardiologi belum juga datang.
Ketika kondisi pasien memburuk tepat di depan mata mereka,
dan inilah dokter yang ada disekitar beserta peralatan,
haruskah mereka masih keras kepala mengikuti aturan dan pedoman tersebut?
Meskipun mereka sudah membuat keputusan yang salah,
ini tidak seperti mereka sudah memberinya pengobatan yang akan membahayakan dirinya.
Ini juga merupakan langkah yang tepat.
Jika itu bukan serangan jantung, tapi atrial fibrilasi,
bukankah pasien akan sulit bernapas?
Jadi, jika kau harus, bukankah defibrillator yang harus digunakan terlebih dahulu?
Apakah pasien mainanmu?
Kami akan perhatikan lain kali.
Kami seharusnya berpikir lebih jernih. Kami minta maaf.
Sebaiknya berhati-hati.
Sementara kau memeriksa dia, aku akan membawa mereka keluar untuk makan.
Terserah!
Ayo.
Bagaimana status pasien sekarang?
Dia dalam kondisi kritis. Kami tidak bisa bersantai dulu.
Dia mengalami atrial fibrilasi tadi,
dan kami menanganinya dengan beberapa langkah darurat.
Siapa yang akan melakukan operasi ketiga?
Akankah operasi ketiga menjadi yang terakhir?
Aku dengar operasi pertama dilakukan oleh orang lain.
Akankah dilakukan oleh orang itu?
Ini akan dilakukan oleh seseorang yang sesuai.
Kami masih menangani DIC-nya. (DIC - Disseminated Intravascular Coagulation; ketidakseimbangan serius dalam pendarahan dan pembekuan)
Oh... Kau tahu apa itu DIC? (DIC - Disseminated Intravascular Coagulation; ketidakseimbangan serius dalam pendarahan dan pembekuan)
Dari kepala sampai kakinya,
pada dasarnya tidak ada yang terpengaruh.
Bisakah pasien seperti ini diselamatkan dengan hanya satu dokter?
Salah satu upaya interdisipliner diperlukan untuk ini.
Profesor, maafkan aku.
Tidak perlu menyesal.
Sebagai seorang dokter, kau sudah membuat keputusan yang tepat.
Kau sudah berhasil menanganinya tanpa ragu-ragu, dan pasien baik-baik saja sekarang.
Bagaimana kau bisa memutuskannya sangat cepat?
Itu perasaan dan langsung menuju ke UGD.
Bagi kami, tidak ada pasien lain kecuali Pak Won Guk.
Itu sebabnya kami sudah hafal segala sesuatu tentang Pak Won Guk.
Meskipun begitu, apa yang dikatakan oleh Ketua Gim Min Jun benar.
Karena tanda-tanda vital stabil,
prioritaskan pada penyebab dan obat-obatannya, mengerti?
Ya.
Kalian shift apa?
- Shift sore. - Shift sore.
Ayo makan.
Ya.
Kenapa?
Halo, ini Humas, Gim Yu Jeong.
Apa? Dokumenter?
Penyiar berita tentang segmen dokumenter medis
menyatakan ketertarikannya untuk melakukan syuting pada pasien Pak Won Guk,
meliputi operasi ketiga.
Dalam cukup banyak cerita, jika masa kritis pasien berakhir,
akan sangat bermanfaat bagi citra rumah sakit.
Saat kita dalam masa mengajukan penawaran untuk Pusat Trauma,
mendapatkan perhatian nasional pada RS kita dan pasien
melalui program siaran merupakan suatu kesempatan yang tidak akan datang kembali.
Mereka mau merekam operasi?
Ya.
Siapa yang akan melakukan operasi?
Ketua Gim, kau yang akan melakukannya?
Meskipun ini akan diputuskan oleh Ketua Gim Min Jun,
jika kita menempatkan Profesor Choe In Hyeok untuk operasi,
akankah dia menyetujui syuting?
Selama kita bisa menyelamatkannya, tidak peduli siapa yang akan melakukan operasi.
Tapi kita juga harus siap gagal.
Jika ia tidak bisa diselamatkan, perlukah dipublikasikan keluar?
Bagaimana kesempatannya bertahan?
Sekarang, setelah trombosit sudah ditransfusikan,
sebentar lagi dia bisa menjalani operasi.
Membiarkan dia masuk ke ruang operasi bukan masalahnya, kan?
Sebaliknya apakah dia bisa bertahan hidup jika operasi ini dilakukan.
Meskipun tidak seluruh usus kecil, sudah cukup untuk mengangkat sebagian, kan?
Kau bilang dilakukan Whipple? (Whipple - Prosedur untuk menghilangkan kepala pankreas, usus kecil, sepertiga dari perut)
Saat ingin memulainya pasien sudah kritis. (Whipple - Prosedur untuk menghilangkan kepala pankreas, usus kecil, sepertiga dari perut)
Jadi kau tidak percaya diri! (Whipple - Prosedur untuk menghilangkan kepala pankreas, usus kecil, sepertiga dari perut)
Baiklah, maka diskusi ini berakhir!
Aku pergi dulu. Aku harus pergi ke ICU untuk memeriksa kondisi pasien.
Bukankah itu aneh?
Kenapa?
Jadi dia mau mereka syuting atau tidak?
Aku pikir dia mau, jika pasiennya selamat.
Jadi, jika kemungkinan besar pasien meninggal, dia akan melarangnya?
Aku masih merasa ini agak aneh.
Dia terus bertanya siapa yang akan melakukan operasi.
Jadi dia mau Ketua Gim melakukannya atau tidak?
'Lakukan jika kau bisa menyelamatkannya, jika tidak menyerah saja' itu yang dikatakannya.
Sepertinya Choe In Hyeok juga tidak menjamin akan berhasil.
Tapi, jika Choe In Hyeok yang melakukan operasi,
ia akan bersikeras melakukannya walaupun jika tingkat kegagalannya lebih tinggi.
Bukankah sulit menebak apa yang akan terjadi disini?
Biarkan Ketua Gim Min Jun yang memutuskannya sendiri.
Masyarakat berharap itu Choe In Hyeok.
Dan kami sudah akan ke arah itu.
Bukan ceritanya Choi In Hyeok yang mereka inginkan. Yang mereka inginkan berita utamanya.
Tentang kondisi kritis pasien, jika kita tidak menahan dan mengungkapkannya kepada mereka,
masyarakat akan menarik kesimpulan yang tepat.
Mereka akan mengasihani bila pasien meninggal. Tetapi jika ia bertahan hidup, maka akan dianggap sebagai pahlawan.
Dalam hal ini, nantinya jika kita mengatakan bahwa Choe In Hyeok telah mengundurkan diri
dan telah pergi ke RS lain, menurutmu apa yang akan terjadi?
Jika dia pergi setelah operasinya gagal,
mereka tidak akan berpikir selain karena dia bertanggung jawab secara moral.
Tapi jika dia pergi setelah menyelamatkan pasien,
itu mungkin akan merusak citra RS.
Kita akan memikirkannya lagi setelah itu.
Kenapa? Kau tidak senang dengan siarannya?
Maka, kita akan membatalkannya.
Meskipun siaran dan publisitasnya baik, pasien yang dikirim ke RS kita
perlu diselamatkan terlebih dulu.
Kita harus menempatkan dokter yang memiliki kesempatan yang lebih tinggi untuk menyelamatkannya
dalam operasi itu.
Aku mengerti.
Permisi, Profesor. Aku dengar kau akan ke Libya.
Benarkah?
Kenapa? Kau mau ikut?
Ya, mungkin... aku bisa pergi juga.
Tapi bagiku, daripada rakyat Libya, orang negara kita lebih penting.
Negara kita punya banyak tempat yang membutuhkan orang-orang seperti Anda, Profesor. Ya, kan?
Kebutuhan dan keinginan tidaklah sama.
Di negara kita tidak ada tempat yang menginginkan seorang dokter sepertiku.
Kita sudah punya banyak utang. Siapa yang masih menginginkanku?
Itu akan terjadi cukup mengganti lokasinya. Situasinya akan terulang kembali.
Negara kita juga adalah tempat yang membutuhkan Pusat Trauma, bukan?
Untuk hal-hal yang dibutuhkan, biayanya sangat banyak.
Pusat Trauma atau helikopter yang kau butuhkan, Professor, ...
semuanya akan menjadi sangat mahal.
Tetapi jika kau bersabar sedikit lagi -
No comments yet. Be the first to leave one.