Mistari 200 ya kwanza.
Studio Ghibli, Nippon Television Network, Dentsu, Hakuhodo DYMP, Walt Disney Japan, Mitsubishi, Toho dan KDDI mempersembahkan
ANGIN BERHEMBUS
Sang angin berhembus! Kita harus berusaha untuk hidup.
Ambroise Paul Toussaint Jules Valery (1871-1945) adalah seorang penulis dan penyair dari Perancis.
Ini majalahnya.
Boleh saya meminjamnya?
- Itu berbahasa inggris. - Saya punya kamusnya.
- Bagus, bawa saja. - Baik.
- Hentikan. - Pergi sana!
Sebaiknya kau pergi.
Jiro...
Berhentilah menindas.
Sepertinya kau jadi pahlawan.
Aku terpeleset dan jatuh.
- Berkelahi tidak menyelesaikan masalah. - Aku tahu.
Pergilah ambil kudapanmu.
Baik.
Ah, kakak sudah pulang!
Kakak, ayo kita ambil bambunya.
Kakak!
Aku mau bambu.
Kakak sudah berjanji padaku.
Aku ada PR.
Itu bukan PR.
Ini majalah berbahasa inggris.
Kumisnya aneh.
Dia itu perancang pesawat terkenal dari Italia.
Namanya Caproni. Di sini tertulis dia seorang bangsawan.
- Ah, wajah kakak ada lukanya. - Biarkan saja.
Lukanya harus diberi obat merah.
Kau bisa diam tidak?
Kakak, kau sedang apa?
Kau tidak boleh naik ke atas sini.
Kakak tidak pakai kacamata.
Memandang bintang-bintang bisa memperbaiki pandanganku.
- Ibu akan memarahimu. - Bintang jatuh!
Ada lagi.
Cantiknya. Lihat? Ada lagi.
Banyak sekali.
Aku anak Jepang.
Aku kira ini mimpiku.
Ini adalah mimpiku, kau tahu.
Ini mimpiku juga.
Mimpimu?
Dengar, bocah Jepang. Kau pikir kita sedang berbagi mimpi ini?
Ini aneh.
Anda adalah Count Caproni, iya kan? Senang bisa berjumpa dengan anda.
Menarik. Benar, ini sebuah mimpi. Dunia ini adalah sebuah mimpi.
Selamat datang di kerajaanku.
Aku merasa terhormat.
Lihat mereka.
Mereka akan membom kota musuh. Kebanyakan dari mereka tidak akan kembali.
Tapi sebentar lagi perang akan berakhir.
Naiklah, bocah Jepang.
Ini mimpiku. Saat perang usai, aku akan membuat benda ini.
Ia sempurna, bukan?
Kita terbang.
Bukannya bom yang dia bawa, tapi penumpang.
Tentu saja kita tidak boleh naik kemari...
tapi mimpi itu menyenangkan. Kita bisa pergi ke mana saja.
Ayo, ikuti aku. Kau bisa berjalan di sepanjang sayap pesawat.
Lihatlah.
- Dia cantik, kan? - Benar, luar biasa.
Dia akan membawa seratus penumpang melintasi samudera Atlantik.
Caproni-san? Aku mau bertanya.
Menurut anda apakah aku bisa menjadi perancang pesawat terbang?
Aku tidak bisa menjadi pilot. Mataku rabun jauh.
Dengar, bocah Jepang.
Aku juga bukan pilot. Aku bahkan tidak tahu caranya terbang.
Menerbangkan pesawat itu mudah.
Tapi aku seorang pembuat pesawat terbang. Seorang insinyur penerbangan!
Baik!
Dengarkan aku, bocah Jepang.
Pesawat terbang bukan alat untuk perang. Juga bukan mesin pembuat uang.
Pesawat terbang adalah sebuah mimpi indah.
Seorang insinyur merubah mimpi menjadi kenyataan.
Baik!
Selamat tinggal. Kita akan berjumpa lagi.
Jiro-san, kau seharusnya tidur di kamar.
Kau mengagetkan Ibu. Ibu dengar kau berbicara dengan seseorang.
Ibu, aku mau menjadi seorang insinyur penerbangan.
Begitu? Mimpi yang indah.
Pesawat terbang adalah sebuah mimpi indah. Itu yang dia katakan padaku.
Aku ingin membuat pesawat terbang yang indah.
Nyonya yang di sana. Silahkan ambil tempat dudukku.
Permisi.
Silahkan.
Anginnya menyegarkan.
Nona, topimu nanti terbang.
Jangan khawatir.
Awas!
Kau tidak apa-apa?
Safe! Aman
Nice play. Main cantik
Terima kasih.
"Le vent se lève."
"Il faut tenter de vivre."
"Le vent se lève. Il faut tenter de vivre."
"Sang angin berhembus! Kita harus berusaha untuk hidup"
Gampa bumi.
Lokomotifnya akan meledak!
- Kenapa? - Kaki dia.
Coba lihat.
Sa-sakit.
Kinu, bertahanlah.
Kakinya patah. Dia tidak akan bisa berjalan.
Nona, lokomotifnya. Selamatkan diri anda.
Kau ini bicara apa.
Jangan bicara hal bodoh.
Koperku.
Nah, tahan sedikit.
Dia tidak bisa berjalan. Kalian tinggal di mana?
- Di Ueno. - Aku akan mengantar kalian.
- Angin. - Ayo.
- Bagaimana dengan barang-barangmu? - Bukan barang penting.
Maafkan aku, maafkan aku.
Bertahanlah!
Ayo.
Ini bajuku. Masih baru belum dipakai.
Buka mulutmu.
Sumurnya hampir kering. Kau juga?
Terima kasih.
Kebakarannya tidak sampai ke Ueno.
Aku akan ke universitas. Kalau kalian?
Aku akan membawa orang dari rumah.
Aku ikut denganmu.
- Kinu-san, tolong jaga ini. - Baik.
- Kami akan segera kembali, jangan khawatir. - Baik.
- Tolong jaga koperku. - Baik!
- Terima kasih banyak. - Aku serahkan dia kepada kalian.
Tapi siapa nama anda?
Dia pria yang sangat baik. Iya kan?
Jiro! Kau memilih hari yang tepat untuk kembali.
Seberapa buruk keadaannya?
Tidak tahu, seluruh sisi timur terbakar.
Hanya ini yang sanggup kami selamatkan.
Ada rokok?
Pintu terbang? Hebat sekali. Mereka belum akan bisa menghentikan apinya.
Tokyo habis sudah.
Dia sungguh-sungguh membuatnya. Caproni-san punya mimpi yang hebat.
Hentikan kameranya!
Anginya berubah. Berhembus kemari.
Apakah anginnya masih berhembus, bocah Jepang?
Iya, angin ribut.
Kalau begitu kau harus tetap hidup. "Le vent se lève."
"II faut tenter de vivre."
Jiro, kau ikut?
Semua bangunan baru semuanya bermodel kuno.
Jalanannya lebih luas.
Bahkan pesawat terbangnya belum berubah.
Selamat datang!
Jiro, kau makan makarel lagi?
Rasanya enak.
Setiap hari hal yang sama. Makan siang yang sama, materi kuliah yang sama.
Kimi-chan, boleh aku minta telur?
Kekuatan barat semuanya membangun pesawat dari logam.
Sekali-kali makanlah daging celeng.
Kita tertinggal sepuluh tahun lebih.
Apa?
Indah, kan?
Lihatlah lekukannya yang indah.
Kau makan ikan makarel karena ingin melihat tulangnya?
Ayo cepat habiskan. Setelah ini kita ke kedai kopi.
Jiro rajin sekali.
Tulang ikan.
Apakah Horikoshi-san sudah kembali?
Jiro!
Honjo, dengar ini.
NACA memiliki standar lekukan seperti tulang ini.
NACA (National Advisory Commitee for Aeronautics) atau Komite Nasional Penasehat Ilmu Penerbangan adalah badan federal Amerika yang merupakan cikal bakal dari NASA.
Apa orang Amerika makan makarel juga?
Jiro, ada paket untukmu.
Seorang wanita memberikan ini untukmu.
Kau tadi sedang keluar, jadi dia menitipkannya padaku.
Begitu. Terima kasih.
Jiro-san. Itu hadiah dari kekasihmu?
Kau punya rokok? Aku minta satu.
- Jiro-san! - Biarkan dia pergi.
- Selamat datang. - Aku pulang.
Tamumu sudah menunggu. Seorang gadis.
Eh, ah iya.
Kakak kemana saja, bodoh?!
Kayo, maaf.
Aku benar-benar lupa.
Dasar!
- Ibu mana? - Di rumah paman.
- Apa ibu akan menginap? - Cuma satu malam.
Kau sudah besar, Kayo. Dan makin cantik saja
Kakak sangat kejam. Tidak pernah pulang!
Ah, mataharinya sudah mulai tenggelam.
Aku sudah bilang kalau kau akan bermalam. Ayo, kita naik kapal api kecil.
Dia pasti sangat menyukai kakak.
Yang benar, sudah dua tahun berlalu.
Apa kakak tidak mencoba menemui dia lagi?
Tentu saja. Aku pernah ke sana sekali.
Kebakarannya berhenti tepat di jalan rumah dia.
Lihat? Itu dermaganya.
Apa kau kedinginan?
Tidak apa-apa. Aku tidak pernah mengira kalau Tokyo akan pulih secepat ini.
Boleh aku tinggal bersama kakak?
No comments yet. Be the first to leave one.