Maelezo ya toleo

Mushoku Tensei Jobless Reincarnation 1-11 COMPLETE IQIYI
Maoni na MarBot
Retail from iQIYI.

Lebo

other
Yamechapishwa tarehe: 2021-06-01
Upakuaji: 138
Wenye Ulemavu wa Kusikia: No

Hakikisho la manukuu ya Indonesian

Mistari 176 ya kwanza.

Anda masih sadar? Bisa dengar saya?

Pria berusia 30-an tanpa identitas ditemukan tertabrak truk

- Parah sekali. - Dia sudah tak terselamatkan.

dan sedang dalam kondisi tidak sadar.

Korban kehilangan banyak darah.

Pengemudi truk selamat.

Oh iya, aku ditabrak truk.

Dua anak SMA di TKP masih hilang dan sedang dalam proses pencarian.

Kami membutuhkan bantuan. Ganti.

Apa tiga remaja itu selamat?

Pasien ini berat. Hati-hati!

Tentu saja.

Karena aku mengurung diri dan makananku diantar ke kamar selama 20 tahun.

Hm?

Anda tahu ini di mana?

Berisik, ah. Enggak perlu keras-keras.

Hah? Apa itu?

- Tekanan darah menurun! - Siapkan transfusi darah!

Bisa dengar saya? Siapa nama Anda?

Bisa bicara?

Oh, aku mati, ya?

Ya sudahlah. Toh hidupku buntu sejak lama.

Tapi seenggaknya aku ingin melepas status perjaka.

Ah, silau banget.

Ternyata aku masih hidup.

Hei, siapa dia?

Serius? Dia bisa mengangkatku yang seratus kilo lebih?

Eh, mau apa kau? Hentikan, jijik!

Apa-apaan, sih, dia?

Kenapa pipi Nona jadi merah begitu?

Wah! Teteknya gede!

Kalian bicara bahasa apa?

Terus ini di mana? Bukan rumah sakit?

Ini orang sedang apa, sih? Aku sedang luka parah, lo.

Tapi nona ini cantik sekali. Mungkin orang Eropa.

Kalau enggak waspada, nanti aku remas tetekmu, lo.

Sepertinya aku terlahir kembali.

Enggak kusangka khayalan itu sungguh ada.

Paul dan Zenith. Mungkin usianya masih 20-an awal.

Dari mataku yang berumur 34 tahun, mereka masih bocah.

Aku iri dengan mereka yang bikin anak di usia segini.

Namun, mantap sekali bisa menyusu perempuan cantik secara gratis.

Mungkin karena dia ibuku, jadi aku enggak terangsang.

Rudy!

Kamu di mana?

Rudeus?

Sepertinya namaku adalah Rudeus.

Setelah setengah tahun, aku bisa memahami bahasa mereka.

Mungkin daya ingatku tajam karena masih muda.

Dia Lilia, pembantu kami.

Dia punya aset luar biasa.

Hayo, Rudy!

Kamu tidak boleh berkeliling sendirian.

Ini bukan untuk dipakai di kepala.

Ada apa, Lilia?

Nyonya Zenith, mungkin saya agak lancang.

Tuan Rudeus terlihat seperti kerasukan.

Tidak, bukan apa-apa.

Tolong jangan bilang yang tidak-tidak.

Dia masih anak-anak. Wajar belum tahu celana dalam.

Bukan begitu.

Pemandangan yang indah. Aku pernah melihat foto seperti ini.

Mungkin benar ini di Eropa, ya?

Tapi rasanya terlalu pelosok.

Belum ada listrik dan gas? Zaman apa ini?

Kalau terlahir kembali, ingin, dong, pegang komputer lagi.

Lo, kok?

Dia sedang apa?

Ah, celaka!

Rudy!

- Rudy! - Tuan Muda!

Kamu baik-baik saja?

Kalau kepala terbentur, lebih baik jangan banyak digerakkan, Nyonya.

Terjatuh pun tidak menangis.

Cup cup.

Untuk jaga-jaga, mama beri mantra agar rasa sakitnya terbang jauh, ya.

Pangan berlimpah merupakan kuasa Yang Maha Agung.

Hei, lelucon macam apa ini? "Buang rasa sakit" versi negara ini?

Berikanlah kekuatan untuk bangkit bagi mereka yang kehilangan kekuatan.

Ayah dan ibuku alay, ya?

Suami pendekar, istri pendeta, 'gitu?

Healing.

Bagaimana? Sakitnya sudah hilang, 'kan?

Mama dahulu seorang petualang, lo.

Ada apa?

Aku dengar suara keras.

Sayang, Rudy jatuh dari meja dan kepalanya terbentur.

Tenang, dong. Anak kecil pasti pernah jatuh sekali dua kali.

Kalau jatuh, akan lebih baik kalau dia terluka.

Jangan-jangan tempat ini...

Tapi aku khawatir kalau dia terluka parah, lalu aku tidak bisa menyembuhkannya.

Buktinya sudah jelas.

Tidak apa-apa.

Tempat ini bukan Bumi, tapi dunia lain.

Dunia pedang dan sihir.

Tangan dan kakiku sudah lebih stabil.

Ilmu sihir, ya?

Sihir.

Monyet pun akan kegirangan setelah mendengar kata itu.

Aku ingin cepat-cepat mencobanya sendiri.

Namun, yang bisa aku lakukan masih terbatas.

Buku, ya?

Buku di rumah ini cuma ada lima.

Mungkin di dunia ini harga buku mahal atau keluarga Paul enggak gemar membaca.

Sangat mengherankan bagiku yang punya ribuan buku.

Ya, semuanya novel ringan, sih.

Tidak bisa kubaca. Aku harus belajar baca dulu.

Satu tahun berlalu.

Meski hanya lima buku, tapi terkadang Paul membacakannya untukku

sehingga aku bisa membaca hurufnya.

Apa ayahku itu yakin bahwa aku bisa memahami isi buku ini?

Tapi buku ini sungguh menarik.

"Buku Panduan Ilmu Sihir."

Aku pernah membaca hal yang sama di duniaku sebelumnya.

Misalnya, sihir dapat diaktivasi dengan mantra dan lingkaran sihir,

tapi mantra lebih lazim digunakan sekarang, dan lain-lain.

Sepertinya ada latar belakangnya sendiri.

Apalagi, aku tertarik dengan sumber daya sihir seseorang

yang sudah ditentukan sejak terlahir.

Aku jadi ragu.

Sepertinya DNA-ku sendiri enggak menjamin.

Dicoba dulu saja, deh.

Naungan tirta agung akan selalu datang bagi mereka yang membutuhkan.

Berikanlah arus segar di tempat ini.

Water Ball.

Bukankah seharusnya bisa terbang?

Sekali lagi.

Sama seperti berlatih kombinasi jurus gim tarung.

Fokus dan bayangkan terus menerus, lalu lepaskan.

Aku belum merapal mantranya, 'kan?

Bagaimana bisa?

Lo? Daya sihirku cuma segini?

Aduh, Rudy.

Pipis dulu kalau mengantuk, lalu tidur di ranjang, ya.

Sempak!

Masa aku dikira mengompol di usia tua.

Sialan

Lo?

Setelah mencoba beberapa kali, aku paham.

Buku itu membohongiku.

Semakin sering menggunakan sihir, daya sihir akan semakin bertambah.

Sihir pun dapat dipakai tanpa merapal mantra.

Inikah maksud jangan mencerna mentah-mentah apa yang tertulis?

Tapi kalau bisa dilakukan dengan mudah, kenapa mantra harus dirapal?

Mungkin saja mantra adalah cara mengaktifkan sihir secara otomatis.

Wahai Milis Agung yang mengawasi dari jauh, kami berterima kasih atas berkah pangan

yang engkau berikan untuk tetap hidup.

Enggak perlu susah-susah membayangkan,

semua bisa terlaksana hanya dengan baca mantra.

Selamat makan!

Kalau benar, keuntungannya banyak.

Pertama, mudah untuk diajarkan.

Berhubung hanya dengan mengucap,

semua diajarkan secara turun temurun dan merapal mantra menjadi wajib hukumnya.

Kedua, mudah digunakan.

Karena sihir serangan dipakai saat pertempuran,

Dengan demikian, Pelgeuse mengajak dua belas pengikutnya ke tempat Dewa iblis Laplace.

jauh lebih cepat membaca mantra daripada fokus sambil memejamkan mata.

Rudy, waktunya tidur.

Ah, Sayang! Aku tidak kuat lagi!

Malam masih panjang!

Ah, Sayang~!

Masih misteri kenapa jumlah daya sihirku bertambah.

Mungkin karena selalu aku latih.

Mungkin ada batas daya sihir yang bisa ditambah dari berlatih.

Enggak, mungkin aku terlalu cepat untuk menyimpulkan.

Benar, mungkin dengan bertambahnya usia, daya sihir pun ikut bertambah.

Atau daya sihir bisa bertambah pesat saat digunakan dalam masa balita.

Atau mungkin ini bakat khususku?

Ah, senang sekali rasanya!

Aduh, tenang sedikit.

Kalau teoriku benar, yang harus aku lakukan hanya satu.

Terus berlatih sampai batas masa pertumbuhan.

Sip!

Tapi bagaimana caranya agar sihir ini terbang?

Apa?

More Indonesian subtitles for Mushoku Tensei: Jobless Reincarnation

Maoni

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left