Mistari 200 ya kwanza.
- Adaptasi dari Retail oleh - * H@w-to-kiLL *
David 72 Sam 3, David 72 Sam 3, ganti.
Ini David 72 Sam 3.
Ada 927, Denver, Springfield Street, pembuangan industri.
David 72 Sam 3, berikan waktu kedatangan untuk 927?
Entahlah. Coba minta unit lain untuk mengamankan lokasi.
David 72 Sam 3, diterima, keluar.
- Mobil bisa taruh sana. - Sudah jalan. Di mana?
Di pembuangan.
- Seseorang dari LA sudah tiba. - Sudah?
- Ya, Pak. - Sedang apa dia?
Dia menunggumu. Sudah cukup lama,...
...lalu, dia pergi untuk melihat sendiri.
Kuharap tak apa-apa.
Tentu saja tak masalah. Jika beruntung, aku bisa pulang.
- Ada informasi apa? - Seorang tunawisma.
Mereka menggorok lehernya.
- Siapa kau? - Trimble.
Urusanmu apa, Trimble?
Ayahnya manajer. Dia menembak tikus di sini, lalu temukan mayat.
Bersiaplah, karena kau akan terkejut.
Mereka menggoroknya dari kuping ke kuping.
- Kau mau membuat pernyataan? - Tidak sekarang. Terima kasih.
- Kau sudah bawa itu? - Kuharap aku tak mengganggu.
Silakan saja. Apa yang kau dapat?
Si tua ini bunuh diri.
Tak bisa kutemukan pisaunya.
Mereka menyayat lehernya.
Bisakah kau berdiri di belakang pita? Dan minta ayahmu untuk matikan api.
Itu ilegal.
Entah apa yang membuat dia melakukan itu?
- Jangan ganggu aku, Travis. - Tidak, Pak.
- Di mana pisaunya? - Aku tak tahu.
Kurasa pasti sudah tergeser buldoser.
Kau akan butuh bantuan untuk mencarinya.
Kau sudah dengar, cari pisaunya.
Kau juga, cepat bergerak!
- Sudah periksa sakunya? - Belum, Pak. Aku baru mulai hari Senin.
Aku cuma turis.
Selamat datang di Eureka.
Sudah berapa lama dia seperti ini?
Satu atau dua minggu. Pasti pakai minyak tanah. Baunya seperti diesel.
- Tn. Blattis dari koran lokal. - Hei.
- Kau yakin bunuh diri? - Ada uji cobanya.
Apa maksudnya?
Menyayat lehermu sendiri, kau akan gugup, kau akan ragu.
Dia mencoba tiga kali, di sisi kiri bawah leher.
Sampai dia berani melakukannya.
Ada anjing mati di sini.
Cari pisaunya! Venables, apa koroner sudah menelepon?
Ya, Pak. Dia terlambat.
Baik, Tuan-tuan, aku pergi dari sini.
Sampai jumpa nanti, Freddy T.
Bagaimana bisa orang mati kehilangan pisau?
Bagaimana dengan si anak, Ross?
Sial.
Tentu saja, anak itu.
Travis. Temukan anak itu dan ambil pisaunya.
Dia akan berbohong, tapi dia membawanya, jadi ambil saja.
Cepat kau mulai. Apa yang kau lihat?
- Kurasa kutemukan sesuatu yang buruk - Apa maksudmu buruk?
Kurasa aku menemukan tangan.
Kau benar. Itu tangan.
Bagaimana menurutmu?
Kupikir kau akan di sini seharian.
Berapa lama lagi kita di sini? Tak akan ada temuan baru.
Kita coba sejam lagi. Apa anjing-anjing itu sudah dipotret?
- Anjing-anjing? - Ada dua anjing.
Keduanya harus dipotret.
Ada kutang di sini, Sersan. Kelihatannya ada darah.
- Baiklah aku datang. - Sial.
Koroner bertanya apakah tunawisma itu bisa dibawa.
Ya, dia bisa pergi.
Kupikir aku akan ikut dia. Satu cara aku bisa keluar dari sini.
Senang bersamamu, Ross.
Senang kau kembali, Dik.
POLISI
- Kau butuh payung? - Ya, terima kasih. Bantu aku.
- Ini normal? - Selalu hujan antara Oktober hingga Juni.
- Berapa lama kau kenal Freddy? - Ross?
- Dia sersanku saat aku baru mulai. - Dia yang memberimu pekerjaan?
Dia lakukan jika bisa.
Dia sudah lama mengusahakanku kemari.
- John. - Hei, Pak.
- Selamat datang. - Terima kasih.
- Kehujanan. - Benar. Terima kasih.
Sersan Serato, Taylor, dan Travis kurasa sudah kau kenal.
- Kita bertemu sebentar lagi. - Travis, bantu aku.
Bawa keluar sisa barangnya dari mobil.
Hei, Travis, jangan dihilangkan.
Dapat pisaunya, Sersan?
Tidak, tapi aku punya teori.
Anak itu bilang dia tak mengambilnya.
- Mungkin dia berbohong. - Ya.
Apa benar kau menemukan tangan?
Apa di situ?
- Wawancara selesai, Blattis. - Ayolah, Pak.
Jika itu sensitif, katakan saja. Aku tak mencatat.
Kami menemukan potongan tubuh. Belum tahu dari mana. Mungkin sampah RS.
Kami akan mulai memeriksanya. Sekarang kau sudah sama tahunya.
- Pria atau wanita? - Itu tangan wanita.
Terima kasih atas kejujuranmu.
Bantu aku, jangan masukkan ini ke koran. TPA itu menampung puluhan tempat.
Kami bahkan tak tahu jika dari sini. Sampai jelas, jangan sampai tersebar.
- Apa itu beku? - Ayolah, Michael, keluar.
Dia baru mau masuk. Kami sudah beri tahu semua.
Jika ada kabar, kau yang pertama.
- Kenapa dia tanya apakah ini beku? - Aku tak tahu kenapa.
Jangan cemaskan semua ini. Di saat kau kembali, semua hilang.
Kau mengagetkanku! Lihatlah dirimu. Kau terlihat tampan.
Bisa panaskan tiga piza?
Aku tak mau memberi dia piza. Aku sudah lama tak melihatnya.
Makan malamnya lain kali, Sayang. Ini hanya mampir, aku punya sejam.
- Bobby. - Bobby keluar. Ada apa?
Jumat malam di Balai Kota. Aku bisa menakuti si Gendut.
- Obsesi baru Freddy. - Siapa itu?
Seorang penipu dengan pantat sebesar Afrika.
- Jadi, malam ini dia mengaku? - Malam ini jika beruntung.
- Tidak untukku. - Apa maksudmu? Aku buka untukmu.
- Ini Prancis, - Bukan, dari California.
Lebih bagus lagi.
- Berikan soda diet. Aku sedang diet. - Sejak kapan kau minum itu?
Sejak dia mulai terlihat tampan.
Abaikan dia, John. Kau terlihat tampan.
- Bagaimana rumahmu? - Lumayan.
- Apa maksudmu? - Kurang bagus di siang hari.
Pejamkan mata saja sampai selesai dicat. Kau akan suka.
- Ini daerah yang indah. - Begitu yang kudengar.
Hai. Ini Mike Blattis, Eureka News. Aku sedang tak di kantor, tapi...
Ada yang bisa antarkan ini untukku?
- Tentu, akan kuurus. - Bagus, terima kasih.
- Dapat sesuatu, Sersan? - Ya.
Kau tahu hal aneh dari tangan itu? Kurasa tadinya dibekukan.
- Dibekukan? - Ya. Apa itu artinya untukmu?
- Hei, apa kabar? - Hei.
Ayolah, Venables, kau polisi. Harusnya kau selalu punya jawaban.
- Begini, Pak. - Begini apa?
Beberapa tahun lalu ada pembunuhan yang sangat buruk.
Bukan di daerah kita, tapi ke Selatan. Seorang gadis tanpa kepala dan tangan.
- Kau tak membacanya? - Tidak.
Itu sangat parah.
40 sampai 50 detektif mengerjakannya, tak bisa mengenalinya.
Tak pernah temukan kepala dan tangannya.
Mungkin orang gila simpan tangannya di pembeku.
Dan dia berpikir untuk membuangnya sekarang.
- Di mana bisa kutemukan berkas itu? - Di sana jika ada sesuatu.
Berada di bawah nama John Taylor. Kurasa kodenya Jennifer.
- Apa benar dibekukan, Sersan? - Tidak. Baru mati dua minggu.
- Kau temukan keanehan? - Tidak.
Lihat. Satu, dua, tiga.
Empat, lima.
Enam, tujuh, yang panjang ini, delapan.
Sembilan, sepuluh.
Kuhitung ada 11 luka di tangan. Dan mungkin ada empat di sana.
Aku menghitung yang di tanganku. Aku punya 5.
Aku berusia 37 tahun. Gadis ini baru 18 tahun.
- Kenapa dia punya banyak luka? - Entahlah.
Itulah pertanyaannya.
Jadi. Kenapa kau tak beri tahu aku soal Jennifer?
Kau tahu aku akan tahu.
Itu tak terpecahkan. Mereka menghabiskan $500.000 yang menghasilkan kebuntuan.
Bicaralah dengan Taylor. Dia kerjakan kasus itu.
- Sudah. Apa masalahnya? - Ini.
Dia pikir kau mencuri promosinya.
- Sebenarnya kau sedang apa, John? - Ini cara berhenti merokok.
Itu metode yang menarik. Itu pasti membantu gejala putus rokok.
Ini teknik yang kubaca. Isap 60 batang sehari, kau beli tiga pak.
Buang satu batang, isap 59. Hari kedua, buang dua batang, isap 58.
Kenapa tak kau buang semua dan berhenti?
Karena itu ritual. Kau harus lalui itu.
- Kau mau nasihatku? - Mungkin.
Carilah putri petani berdada sangat besar.
Dan tinggalkan itu. Buang ke Sacramento, John.
Aku merasakan ada kesedihan.
John.
- Sudah semua, kecuali lantai. - Terima kasih, Marge. Kau baik.
Sayang,...
...jangan lupa keretanya. Ayo, Bobby, bantu aku di sini.
Baiklah, aku datang.
- Aku sekarat. - Ayo.
- Baiklah. Cukup. Aku lelah. - Kau harus berhenti merokok.
- Jika aku bisa, kau bisa. - Bagaimana kau bisa, Pak Tua?
Aku bertaruh satu dolar.
Satu dolar? Itu tak ada harganya.
Baiklah, aku bertaruh 50 dolar.
Lima puluh dolar?
Kita sepakat.
JB, Ronzo. Ingat kutang yang kau kirim kepadaku? Aku dapat hasilnya.
Pertama, darah di bra-nya adalah darah manusia, dan termasuk jarang.
AB negatif dan itu langka.
Kedua, darah dari kutang cocok dengan darah...
...dari tangan.
Ketiga, jika kau butuh yang lainnya, jawaban resmi kami umat Kristen...
...di Los Angeles adalah peduli setan.
Dan beri aku bebek hasil berburu, ya?
Sekarang kau mau apa, Prajurit?
Mau menggali Jennifer.
Apa itu?
Ini pembesaran laser dari ujung jari.
Ini sangat menggangguku. Kau lihat goresan ini?
No comments yet. Be the first to leave one.