Sinbad

Sinbad

Pakua Manukuu ya Indonesian

Msimu wa 1

Maelezo ya toleo

Sinbad S01E02 HDTV x264-tastetv
Maoni na betepe
Visit IDFL.us don't forget to vote

Lebo

HDTV
hdtv
x264
HD
Yamechapishwa tarehe: 2012-07-17
Upakuaji: 37
Wenye Ulemavu wa Kusikia: Yes

Hakikisho la manukuu ya Indonesian

Mistari 179 ya kwanza.

- Saudara! - Jamil!

Jamil!

Saat kau mengambil seseorang dariku jadi aku mengambil seseorang darimu.

Itu salahmu hingga dia mati. Ini kutukanku.

Jika mereka menangkapmu, mereka akan membunuhmu. Kita harus pergi sekarang!

- Kau menolong nyawa kami. - Sinbad akan membayar perbuatannya.

Ini sebuah tali, bukan kalung mutiara. Tarik itu!

Dan kau seorang juru masak, bukan seorang kapten.

Dan kau, dokter kecil.

Apa yang kau tunggu? Sebuah panggilan tertulis?

- Tidak, aku pikir-- - Jangan berpikir! Lakukan! Bekerja sama!

Hanya Providence yang kau punya. Belajarlah bekerja keras.

- Lebih dari itu, belajar mencintainya. - Ayolah!

- Aku bilang tarik! - Ya.

- Sini, biar kau bantu. - Ah, itu bagus. Itu bagus.

- Bersama-sama - Sekarang ikat dia.

- Tidak. Tidak! Seperti yang aku tunjukkan. - Sebuah simpul tetaplah simpul, benar 'kan?

Tidak. Sebuah simpul bukan cuma simpul biasa.

Di laut, hidupmu bisa saja bergantung pada ini.

Sekarang, ayo coba lagi.

- Makanan! Kau harus makan. - Ah, akhirnya.

Harus tetap menjaga tenagamu. Jika kau ingin menjalankan kapal ini.

Kita harus menemukan pelabuhan yang layak

- Azila. Bukankah dari sana kau berasal? - Bharuch lebih dekat.

Apa, kau pemimpin kita sekarang?

- Bharuch lebih dekat. - Bagus.

Lebih cepat kita sampai di sana, lebih cepat kami pergi.

Tapi ini sebuah pertualangan... Seperti di buku. Apa kau tidak pikir?

Kita tidak memiliki kesamaan.

- Kalian semua selamat dari badai. - Dia benar.

Kita semua melalui jalan yang berbeda.

Lihatlah, apa yang terjadi dengan selera petualangmu? Huh?

- Itu, kawanku, adalah kebebasan! - Petualangan sebaiknya disimpan di buku.

Sebelum kita pergi kemana saja,

kita harus berlabuh untuk air dan pasokan.

Dari bagan ini Kurasa itu pulau Sindh.

Berdasarkan ini,

negara itu menjadi tak berpenghuni dan sekarang dihuni hanya oleh serigala.

Ha! Serigala atau tidak, kita tetap pergi berlabuh besok.

Ah! Saudaraku tercinta, kau tepat pada waktunya untuk pembukaan besar.

Ini akan menjadi warisanku. Suatu tempat belajar, ilmu pengetahuan, kecantikan--

Kota yang paling modern di dunia.

Saat kau bermain dengan mainanmu, pembunuh putraku lepas dari genggamanku.

Cukup gunakan penjaga istana Putar kota ini terbalik, jika kau ingin.

- Sinbad sudah kabur. - Seseorang pasti tahu di mana. Keluarganya?

Yang mulia, jika kau mau menyetujui penggunaan sihir...

Dan siapa kamu yang berani berbicara dengan Emir Basra?

Hilangkan dia dari tempat kami.

- Dia berkata kalau-- - Akbari...

Ilmu hitam dapat memakan jiwa manusia.

Kau sudah cukup tersesat.

Semua yang manusiawi mungkin akan dilakukan.

Bersabarlah, saudaraku.

Kita akan menemukan Sinbad, tepat waktu, dimana pun dia berada.

- Kau bisa menemukan Sinbad. - Master--

Jawab aku.

Beribu-ribu maaf. Kehawatiranku tidak ada sebelum kesedihanmu.

- Itu bisa dilakukan, tapi-- - Lalu lakukan apa yang harus dilakukan.

Gunakan ilmu hitam.

- Saudaramu sebaiknya waspada. - Bawa dia padaku.

Aku hanya pelayanmu.

Bagaimana kau bisa di sini?

Tidak apa-apa. Tidak apa-apa.

Ayo... Aku akan membuka nadimu.

Ha-ha-ha-ha!

Bangun!

Mereka hanya anak-anak!

- Belati milik ayahku! - Shh, jangan sekarang!

Ini berharga!

Keluar. Sekarang!

- Apa ini? - Tidak ada.

Hei!

Atas dosa-dosamu, kau tidak bisa menginjakkan kaki di daratan

untuk lebih dari satu siklus matahari.

Inilah kutukanku.

Ayo. Pergi!

Apa yang terjadi dengan Cook?

Siapa dia?

Masalah.

Apa yang sedang kau tunggu? Pujian?

Tidak pernah, Yang mulia.

Laki-laki, majulah.

Ayo! Sekarang!

Bukan kau. Mundur.

Yang kuning langsat.

Kurung sisanya.

- Bawa orang utaranya! Kurung yang lain. - Ayo.

- Dan siapa kau? - Diamlah, atau kau mati!

Tinggalkan dia! Aku Razia,

Ratu dari Pencuri Air (water thieves).

- Siapa kau? - Dia bukan siapa-siapa, Yang Mulia!

Aku tahu yang aku lakukan. Aku Sinbad!

Apa aku pernah mendengarmu?

Ha! Pernah atau tidak, kau tidak akan pernah melupakanku.

Aku akan membawanya. Dia punya selera humor...

dan janji yang dijaga.

Beri mereka makanan! Hanya roti untuk saat ini.

Kau melakukannya dengan baik. Kita mengambil sebuah kapal baru,

memiliki persediaan yang segar.

Ratu akan memberimu penghargaan.

Malam ini, kita akan makan daging kembali!

Ruanganku.

Aku lapar sendiri.

Untung saja. Teman-temanmu tidak menemukan pesediaan daruratku.

Sesuatu hilang.

Coba? Ah, racun?

Ugh!

Fennel!

Kau menggoda peliharaanku.

Jangan khawatir.

Rantai itu di tempa oleh tukang besi dari Lahore.

Siapa yang khawatir?

Butuh burung bayan yang besar untuk menakut-nakutiku.

Sekali ia terbang bebas di atas kota - Simbol dari era alasan.

Tapi sekarang kota ini debu, dia milikku.

Begitu banyak untuk pencerahan.

Kau ingin aku memilihmu. Mengapa?

Kau wanita yang sangat menarik.

Sedikit berat pada cat perang, mungkin.

Biar aku membantumu.

Kau berpikir bisa mengalahkan aku dan melarikan diri.

Hm?

Ya? Apa yang kau tunggu, Sinbad?

Tidak, kau punya ujung tongkat yang salah.

- Dia membuat dirinya terpilih. - Dia punya rencana.

Aku yakin begitu.

- Untuk menolong diri sendiri. - Aku akan melakukan hal yang sama.

- Kau mau? - Mengapa tidak?

Karena... Kupikir kita semua pada dasarnya terlibat!

Bahwa takdir telah membawa kita bersama?

Untuk hidup bersama bahagia selamanya? Sebuah kelompok petualang yang bahagia?

- Jadi apa? - Jadi... Malam ini mereka makan daging.

Kita?

- Sinbad akan datang untuk kita. Aku tahu itu. - Jika itu membantu, biarkan dia berharap.

Seperti kelinci dalam perangkap harapan.

Diam.

- Mengapa kau membawaku ke sini? - Untuk kesenanganku.

Mengapa kau ingin datang?

Ada percikan api.

Kau juga merasakannya.

Dan mengapa aku?

- Kau punya orang di sini. - Beberapa.

Aku harus tidak tersentuh bagi mereka. Tanpa keinginan. Tanpa kelemahan.

Aku mengerti.

Aku juga seorang pemimpin.

Namun, Kau meninggalkan temanmu!

Tidak, bukan teman-- Awak kapal.

- Oh. - Nasib buruk membawa kami bersama.

Nasib buruk mengikat orang bersama. Seorang pemimpin tahu ini.

Seorang pemimpin akan mengambil risiko untuk menyelamatkan anak buahnya,

tidak meninggalkan mereka di saat mereka sangat membutuhkan

untuk sebuah.. Oh! Apa itu?

- Percikan api. - Ya, sebuah percikan!

Tidak ada hubungannya sama sekali dengan menyelamatkan diri sendiri.

Menurutmu siapa aku ini?

Mungkin pencuri.

Jelas pengambil kesempatan.

Tidak pernah pemimpin.

Ada lagi, baik...

kau harus membuktikan.

Kau! Kau bertarung malam ini!

Dengan dia.

Tidak.

Erm... Maaf..

Jika ada pilihan, Aku sebaiknya tidak bertarung.

Kau akan bertarung malam ini atau aku membunuhmu sekarang.

Aku akan melawan anak itu! Ini pertandingan yang lebih adil.

Kita akan menemukan sesuatu yang lain untukmu.

Pemikiran bagus. Kami setuju dengan itu sampai kita dipersenjatai,

lalu kita akan berhenti darinya, benar 'kan?

Mengapa kau tidak ingin bertarung?

Kau takut padaku.

- Aku tidak takut. - Aku rasa tidak begitu.

Kau terlalu banyak peduli pada diri sendiri. Kau lupa akan teman-temanmu.

Ooh!

Membunuhku di tempat tidur dengan garpu tumpul.

Di saat kau merobek kulitku,

Aku sudah melubangi perutmu dengan ini.

Kau bermain denganku.

More Indonesian subtitles for Sinbad

Maoni

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left