Mistari 169 ya kwanza.
C'mon!
Running like a fugitive,
Being chased by something
Inside my heart is pounding
My throat dry like it's withering
For no single one,
To none does belong,
This time is ours, right now...
Unraveling the pain,
Unraveling our hearts,
Unraveling shadows
Stifling our breath,
Reaching for beyond,
Tearing through the dark
In fighting and in love
To the distant light above,
Yes, we are on the way
I wanna rock...
Rockin' my heart
Dia terlambat.
Naruto!
duduklah.
Kenapa hanya guru tim kita yang terlambat?
Tim lain sudah pergi dengan guru baru mereka.
Guru Iruka juga sudah pergi.
Jangan melihatku.
Hei, apa yang kau lakukan, Naruto?
Hey!
Akan kujaili dia karena terlambat.
Astaga. Kau yang bertanggung jawab.
Aku suka yang seperti ini!
Seorang Jounin tak akan termakan perangkap lemah itu.
Itu benar. Kau bodoh sekali.
Dia kena!
Maafkan aku, Guru.
Sudah kucoba menghentikannya, tapi Naruto tetap melakukannya.
Bagus!
Konyol. Benarkah dia seorang Jounin?
Bagaimana mengatakannya, ya?
Untuk kesan pertamaku kepada kalian...
Aku benci kalian.
SURAM "Lulus atau Gagal, Ujian Bertahan Hidup!"
LANGIT Baiklah.
Pertama, akan kuminta kalian memperkenalkan diri.
Memperkenalkan diri?
Apa yang harus kami katakan?
Hal yang kau suka dan benci, cita-cita, hobi. Hal-hal seperti itu.
Hei. Sebelum itu, tolong beri tahu tentang diri Guru.
Aku? Namaku Kakashi Hatake.
Aku tak ingin mengatakan tentang hal yang kusuka dan yang kubenci.
Aku tak pernah memikirkan tentang cita-citaku.
Untuk hobi, aku punya banyak.
Pada akhirnya, bukankah kita hanya tahu namanya?
Ya.
Berikutnya giliran kalian.
Ayo mulai darimu.
Namaku Naruto Uzumaki!
Kesukaanku adalah ramen instan,
tapi yang lebih kusuka adalah ramen dari Ichiraku
yang dibelikan Guru Iruka.
Aku benci menunggu tiga menit
setelah menuang air panas pada ramen instan.
Hobiku adalah makan dan membandingkan ramen!
Dan impianku
adalah melampaui Hokage!
Akan kubuat seluruh desa
mengakui keberadaanku!
Begitu rupanya....
tAnak ini tumbuh dengan menarik
Baik, berikutnya.
Aku Sakura Haruno.
Hal yang kusuka, maksudku, orang yang kusuka...
Lalu, hobiku, maksudku...
Cita-citaku adalah...
Apa lagi? Bagaimana dengan hal yang kau benci?
Naruto!
Perempuan di usianya mungkin lebih suka percintaan
daripada Ninjutsu.
Dan yang terakhir...
Namaku Sasuke Uchiha.
Banyak yang kubenci, tapi tak ada yang kusuka.
Oh...
Selain itu,
aku tak suka menganggap ambisiku sebagai cita-cita,
tapi aku memang punya ambisi.
Aku berambisi mengembalikan klanku dan berhasil
membunuh seseorang.
Tak mungkin...
orang itu aku, bukan?
Sasuke memang keren.
Sudah kuduga....
Bagus!
Kalian bertiga sangat unik dan menarik!
Kita punya misi besok!
Baik! Misi seperti apa?
Pertama, kita akan melakukan hal yang bisa dilakukan empat orang.
Apa?
Latihan bertahan hidup.
Latihan bertahan hidup?
Kenapa kita harus berlatih
padahal ini seharusnya misi?
Kami sudah melakukan latihan yang cukup di sekolah.
Ini bukan latihan biasa.
Kalau begitu, latihan seperti apa?
Hei. Apa yang lucu, Guru Kakashi?
Jika kukatakan, aku tahu kalian akan merasa takut.
Apa?
Dari 27 orang yang lulus,
hanya sembilan yang akan diakui sebagai Genin.
Sebanyak 18 orang sisanya akan dikembalikan ke sekolah.
Dengan kata lain, latihan ini adalah ujian yang sangat sulit
dengan tingkat kegagalan di atas 66 persen.
Lihat?
Kalian menjadi takut!
Itu gila!
Kami sudah berusaha keras!
Kalau begitu, kenapa harus ada ujian kelulusan?
Ujian itu
hanya untuk memilih mereka yang berpotensi menjadi Genin.
Apaaaa?
Ya, seperti itulah.
Aku yang akan menentukan kalian lulus atau gagal.
Bawa perlengkapan ninja kalian!
Kita bertemu pukul lima pagi!
Aku tak mau kembali ke sekolah lagi.
Aku harus membuat kekuatanku diakui.
Aku akan terpisah dari Sasuke jika gagal di ujian ini.
Ini adalah latihan cinta.
Baiklah. Kalian boleh pergi.
Oh... Dan jangan sarapan.
Nanti kalian muntah.
Selamat pagi.
Hai, Semuanya. Selamat pagi.
Guru terlambat!
Tadi ada kucing hitam yang melintas di depanku.
Baiklah.
Baiklah, alarm dipasang untuk pukul 12.00.
Tugas hari ini adalah mengambil lonceng ini dariku sebelum alarm berbunyi.
Yang gagal tak boleh makan siang.
Mereka akan diikat di sana
dan aku akan makan siang tepat di depannya.
Jadi, karena itu...
Karena itulah dia melarang kami sarapan.
Tapi tunggu sebentar.
Kenapa hanya ada dua lonceng?
Hanya ada dua, jadi, setidaknya
satu orang akan diikat di kayu.
Orang itu akan didiskualifikasi karena gagal dalam misi ini
dan kembali ke sekolah.
Setidaknya, satu orang akan gagal
atau mungkin kalian bertiga yang gagal.
Kalian boleh memakai shuriken.
Kalian tak bisa merebutnya kecuali menyerangku dengan niat membunuh.
Tapi itu berbahaya, Guru!
Ya, tentu saja!
Guru bahkan terkena jebakan penghapus!
Di dunia ini,
yang tak punya kemampuan cenderung banyak mengeluh.
Abaikan saja pecundang itu.
Mulai saat kuberi tanda.
Pecundang...
Jangan terlalu gegabah. Aku belum memberi tanda.
Mustahil!
Aku tak melihatnya bergerak.
Jadi, inilah kemampuan Jounin.
Tapi tak masalah.
Setidaknya, kau menyerang dengan niat membunuh.
Bagaimana mengatakannya?
Rasanya,
No comments yet. Be the first to leave one.