Mistari 200 ya kwanza.
Salam Hangat Dari Singkawang Kalimantan Barat
- Halo, Ibu! - Halo, Sayang.
- Ada hadiah untukku? - Kejutan.
- Apa? - Kau sudah tahu!
- Aku tidak tahu, apa? - Di mana dia? Dia melewatkan minum teh lagi?
Dia bilang perutnya sakit jadi dia merajuk di kamar.
- Sudah masanya. - Dia itu hama pengganggu!
Kau dulu juga begitu! Sekarang pergi bangunkan dia.
Dasar hama pengganggu!
Aku ingin kau bicara dengannya.
Sudah kulakukan. Aku sudah berusaha... Aku sudah ke atas menemuinya...
- Ya, tapi tidak... - Dia selalu bilang aku tidak mengerti dia.
- Oh, itu konyol sekali. - Yah, dia benar.
Menjauhlah!
Mereka menyuruhmu turun!
Kau harus keluar sesekali, kau tidak bisa merajuk selamanya!
Buka pintunya!
Buka!
Kau juga memakai lipstikku, kan!
Dasar hama pengganggu!
Lagipula apa yang membuatmu berbeda! Dasar tonggos!
Keluarlah, hama pengganggu!
Bukan karena aku mau, tapi ibu yang menyuruhmu!
Hama pengganggu, hama pengganggu, hama pengganggu!
Ucapkan selamat tinggal untuk kakakmu, agar kau tidak pernah melupakannya.
Tetap bersama Nenek, Nak.
Kunyahlah ini. Ini akan membuatmu tidak memikirkannya.
Manusia yang terlahir dari seorang wanita...
... hanya memiliki masa hidup yang singkat dan penuh dengan penderitaan.
Dia datang dan tumbang seperti sekuntum bunga...
... dia pergi seperti bayangan, dan tak pernah berada di tempat yang sama.
Di tengah-tengah kehidupan, kita berada dalam kematian.
Untuk semua amalnya yang telah menyenangkan Tuhan demi rahmat-Nya...
... yang membuat Dia sendiri yang datang menjemput saudari kita ini...
... untuk itu kami memasukkan jasadnya ke dalam tanah...
... dari bumi kembali ke bumi...
... dari abu kembali menjadi abu...
... dari debu kembali menjadi debu...
Kakakmu yang malang, sendirian di dalam hutan, dan tidak seorangpun yang menyelamatkannya!
Anak yang malang!
Mengapa dia tidak bisa menyelamatkan diri?
Kau tidak tahu tentang hal-hal ini, kau masih anak-anak!
- Ayah... - Sudahlah, Sayang.
Haruskah Ibu membawanya pulang ke rumah Ibu malam ini?
Keadaan ibunya belum bisa untuk menjaganya.
Ayo, Sayang.
Aku ingin tinggal bersama Ibu.
Ibu sedang tidak enak badan. Hanya untuk malam ini.
Ayo, Nak, ikut dengan Nenek.
Perjalanan cukup jauh melewati hutan, tapi aman saat siang hari.
Aman kalau kau tetap berada di jalan setapak ini...
Ini banyak terdapat di hutan,...
... kalau kau tahu di mana mencarinya!
Murbei!
Jangan menyimpang dari jalan setapak, Nak!
Kau tidak mendengar perkataan Nenek?
Begitu kau menyimpang dari jalan setapak, kau benar-benar tersesat!
Binatang buas tidak mengenal ampun.
Mereka menunggu kita di dalam hutan, di dalam bayang-bayang,...
... dan begitu kau salah melangkah...
... mereka MENERKAM!
Sudahlah, Sayang.
Jangan terlalu diambil hati.
Hal ini harus kau pelajari,...
... kalau tidak kau akan berakhir seperti kakakmu yang malang!
Nenek, aku boleh memakan satu?
Silakan saja.
Kau masih harus banyak belajar, Nak.
Jangan pernah menyimpang dari jalan setapak, jangan pernah memakan apel yang jatuh...
... dan jangan pernah mempercayai pria yang kedua alisnya bertemu!
Wol musim dingin yang terbaik, Sayang, ditenun sepanjang lembah ini...
... begitu lembut sehingga membuat Nenek ingin merajut selendang untuk kakakmu.
Tapi sekarang, kau tahu apa yang akan Nenek lakukan?
- Apa, Nek? - Nenek akan membuatkannya untukmu!
Selendang yang sangat istimewa untuk gadis yang sangat istimewa.
Selembut anak kucing.
Ada sesuatu yang harus Nenek katakan padamu.
Ya?
Tapi mungkin kau masih terlalu muda.
Katakan padaku, Nek!
Terlalu muda untuk mengerti.
Oh, ayolah, Nek, katakan padaku!
Mungkin tidak ada anak-anak yang terlalu muda.
Seekor serigala mungkin terlihat lebih dari penampilannya.
Dia bisa datang datang dengan banyak samaran.
Apa itu?
Serigala yang memakan kakakmu berbulu di luar.
Tapi saat dia mati, dia langsung pergi menuju surga.
Serigala yang terburuk adalah yang berbulu di dalam,...
... dan saat mereka menggigitmu, mereka menyeretmu ke Neraka!
Apa maksud Nenek, berbulu di dalam? Seperti mantel bulu?
Diamlah sekarang, anak bodoh, dan dengarkan.
Di masa yang lalu ada seorang wanita di desa,...
... dan dia menikah dengan seorang pria pengembara...
Mereka semua sudah pergi sekarang.
Sangat disayangkan keluargamu tidak datang ke pernikahan.
Mungkin begitu dan mungkin juga tidak.
Lelucon dari kakak laki-lakiku!
Mengapa kau memandang seperti itu?
Karena aku tidak pernah melihat sesuatu seperti dirimu sebelumnya.
Apakah tidak ada gadis di tempat asalmu?
Tidak ada yang seperti dirimu.
Keluarlah dari bayang-bayang.
Biarkan aku melihatmu, cintaku.
Apakah semua pengembara setampan dirimu?
Jadi menurutmu aku tampan?
Yang pertama aku lihat darimu...
... adalah kedua alismu yang bertemu.
Apakah itu merusak ketampananku?
Mendekatlah dan aku akan memberitahumu.
Sayangku?
Aku hanya harus... keluar ke halaman sebentar...
Untuk apa?
Panggilan alam.
Lalu dia menunggu...
... dan dia menunggu...
... dan dia menunggu lagi.
Dia benar-benar pergi lama sekali?
Tidak! Tidak mungkin!
Dia sudah lari, hanya itu.
Sudah menjadi sifatnya.
Bukankah dia seorang pengembara?
Ada kabar?
Tidak terlihat sehelai rambut dari dirinya.
Atau pun jejak kaki.
Apa itu, kalau aku boleh bertanya?
Aku sudah bilang aku mendengar serigala tadi malam!
Mereka datang dan menyerangnya saat dia sedang buang air,...
... di saat seorang pria dalam keadaan tidak berdaya.
Pembunuh! Mereka pembunuh!
Tapi dia masih muda...
... dan dia bersifat periang...
... dan dia menemukan suami lagi...
... yang tidak terlalu malu untuk pipis di dalam belanga!
Dan mereka hidup bahagia selamanya!
Tentu saja tidak!
Waktu pertama berlalu, cukup bahagia.
Kotor sekali!
Oh, jangan mulai!
Diam!
Ini.
Waktu berlalu, dan dia memberinya anak-anak.
Dan waktu itu begitu buruk untuk serigala, oh ya!
Tidak ada biri-biri dan sapi yang aman.
Tapi untuk dirinya, keadaan semakin membaik...
... sampai... di satu malam musim dingin...
Oh Tuhan...
Aku kelaparan.
Kau mau makan sesuatu?
Kau tidak mendengarku tadi!
Dari mana datangnya ketiga anak ini?
Keluar dari perutku!
Anak-anakmu... tapi bukan anak-anakku!
Pelacur!
Pezina!
Kau berharap aku tidak akan pernah kembali!
Aku pikir serigala telah membunuhmu!
Lebih baik menjadi serigala daripada pelacur!
Kalau aku menjadi serigala sekali lagi, aku akan memberi pelacur ini pelajaran!
Dia masih terlihat sama...
... seperti saat aku menikah dengannya!
Aku tidak akan pernah membiarkan seorang pria menyerangku.
Oh, mereka sangat baik sampai mereka ingin melakukan sesuatu padamu.
Tapi setelah masa indah itu hilang, oh, binatang buas muncul.
Ketika serigala-serigala itu, ketika serigala yang sebenarnya...
... ketika serigala yang sebenarnya bercinta, apakah anjing juga melakukan hal yang sama?
Binatang! Semua binatang liar!
Baiklah, sudah cukup banyak wol untuk malam ini.
Waktunya tidur.
Bagaimana kalau sebuah ciuman untuk Nenek?
Tidakkah Nenek layak mendapatkan ciuman untuk cerita Nenek?
Anak gadis yang terbaik!
Tentu saja kau tidak akan terus menjadi gadis kecil.
Ayah dan ibumu akan membutuhkan semua bantuan yang mereka bisa dapatkan.
Tumbuhlah dengan baik, pelajari semuanya, karena kakakmu sudah tidak ada.
Tertangkap!
Menangkap siapa, bocah nakal ingusan?
Aku menangkap Rosaleen!
Oh, tidak ada yang boleh menangkap tuan putri kecilku!
Ayo, Nak.
Terlalu banyak makanan sekarang sejak kita hanya bertiga.
Jangan bersedih.
Sedikit dibicarakan semakin baik.
Rosaleen!
Bolehkah kita bermain sekarang?
Bermain apa?
Sebuah permainan!
Aku tahu satu permainan yang bagus. Tutup matamu.
Sekarang, mendekatlah padaku.
Lebih dekat, lebih dekat. Ayo.
Lebih dekat.
Nah begitu!
Sekarang apa?
Olly olly, kau tidak bisa menangkapku!
h
ht
htt
http
http:
http:/
No comments yet. Be the first to leave one.