Mistari 200 ya kwanza.
Baiklah, sekian untuk hari ini.
Tahun depan ujian masuk.
Anggap saja tidak ada liburan musim panas tahun depan.
Jadi, jika kalian ingin ke pantai atau kolam renang,
pergilah tahun ini,
dan aku bisa menemani kalian kapan saja.
Sungguh?
Siapa yang mau pergi bersama guru?
Ishikawa, kau bercanda?
Kau pikir aku mau ke pantai dan kolam renang dengan pria?
Benar juga.
Apa mereka bodoh?
Yasuda tampan saat tidak bicara.
Pelajarannya juga mudah dipahami.
Abaikan saja pria seperti itu.
Hori, apa terjadi sesuatu antara kau dan Pak Yasuda?
Hari ini…
Hori, jangan hiraukan itu.
Ada apa? Mendadak sekail.
Kuberi tahu, aku suka gadis berdada rata.
Kau harus percaya diri dan positif!
Dia berusaha menyemangatiku.
Maafkan aku. Aku sungguh tidak mengerti.
Omong-omong, Hori.
Ada apa?
Seseorang dari sekolah lain menanyakan nomormu.
Bagaimana ini?
Boleh kuberi tahu?
Jika tidak bertanya sendiri, dia didiskualifikasi.
Tolak dia.
Yang ini juga?
Hei, ayo kita karaoke sepulang sekolah.
Karaoke?
Kupon diskonnya hanya sampai hari ini.
Setengah jam karaoke dengan setengah harga. Murah!
Ayo ikut, Hori.
Ayo.
Itu…
Maaf. Aku tidak mau.
Kau selalu menolak.
Aku sungguh minta maaf.
Hori.
Apa?
Ponselmu jatuh.
Terima kasih.
Miyamura tampak sangat muram.
Meski dia selalu seperti itu.
Mungkin dia kutu buku.
Sudut ini luar biasa.
Tipe yang berkata, "Imut"?
Ya. Semacam itu.
Benarkah itu, Toru?
Aku tidak begitu dekat dengannya.
Dia sepertinya selalu sendirian.
Maafkan aku. Aku pergi sekarang!
Hori selalu bergegas pulang, bukan?
Dia mungkin punya pacar.
Pacar?
Dia sangat populer.
Tak heran jika dia punya pacar.
Baiklah!
Halo, Ibu?
Baiklah. Aku akan memasak makan malam.
Apa boleh buat, Ibu harus lembur.
Baik.
Sudah waktunya ke sana.
KELAS SINGA
Sota.
Kak Kyoko!
Selamat datang kembali.
KARAOKE
Benar.
Ayo ke kafe yang ada di majalah itu.
- Kau serius? - Ya.
- Ayo! - Ayo makan steik malam ini.
Ide bagus!
Lembur dan bekerja di akhir pekan.
Dia tidak bisa menolak saat dimintai bantuan.
Tidak bisakah dia memperbaiki kepribadiannya?
Kak Kyoko!
Ya?
Ada apa?
MENETES
Sota!
Apa yang terjadi denganmu?
Aku terjatuh.
Sungguh? Kau tidak membawa saputangan?
Maafkan aku.
Dia tampak baik-baik saja sekarang. Aku permisi.
Aku sama sekali tidak melihatnya!
Baik…
Maaf sudah merepotkan.
Tidak apa-apa. Aku pergi sekarang.
Apa?
Sota?
Aku…
Permisi.
Jika kau tidak terburu-buru,
masuk dan duduklah.
Tentu, tapi…
Aku tetap ingin berterima kasih.
Silakan masuk.
Dia terkejut karena ada anjing lalu terjatuh.
Maaf kau harus mengantarnya pulang.
Tidak, maaf mengganggumu.
Kakak.
Apa kopinya pahit?
Ini sangat pahit.
Dia anak yang pintar.
Dia bisa mengeja namanya dengan jelas.
Tidak seperti itu.
Dia selalu ceroboh dan itu mengkhawatirkan.
Tapi aku tidak menduga kau mengurus semua pekerjaan rumah.
Ini sangat mengejutkan, Hori.
Bukan apa-apa.
Tunggu. Kau Hori, bukan? Dari Kelas 1.
Aku…
Ya, aku Hori.
Apa?
Kau satu sekolah denganku?
Apa maksudmu?
Aku teman sekelasmu, Miyamura.
Apa?
Apa?
Benarkah mereka orang yang sama?
Aku masih tidak percaya.
Hori, ekspresimu aneh.
Kau baik-baik saja?
Aku baik-baik saja.
Benarkah?
Tunggu, Hori?
Miyamura.
Aku ingin bicara denganmu.
Apa?
Aku boleh mengunjungi rumahmu lagi?
Bukan aku. Ini permintaan Sota.
Sota bilang dia ingin bermain denganmu lagi.
Benarkah?
Aku akan membelikannya buku gambar.
Kau tidak perlu melakukan itu.
Astaga, ini hebat!
Sota akan sangat senang.
Aku terkejut.
Kenapa?
Aku tidak menduga kau akan bicara kepadaku
atas kejadian kemarin.
Kupikir…
kau akan menghindariku.
Aku tak akan seperti itu.
Apa?
Ini memang agak canggung.
Aku juga terkejut.
Kau tampak sangat berbeda dari saat di sekolah,
tapi aku juga sama.
Secara pribadi, itu bukan alasan untuk menghindarimu…
Kenapa wajahmu memerah?
Tidak, aku hanya tak terbiasa dengan ini.
Rasanya agak memalukan.
Terima kasih.
Ada apa?
Ternyata begitu senyumanmu.
Apa?
Kau harus menata rambutmu
seperti kemarin
dan melepas kacamata juga.
Jika begitu, tindikanku akan terlihat jelas.
Kau punya beberapa tindikan, 'kan? Ada berapa?
Kurasa sembilan.
Empat di masing-masing telinga dan satu di bibir.
Banyak sekali.
Ibuku mengatakan hal yang sama.
Sejak Miyamura mulai datang ke rumahku,
aku menyadari beberapa hal.
Meski suka membaca komik, aku tidak akan bilang, "Imut."
Dia bukan kutu buku.
Aku membawa kue.
Keluarganya mungkin punya toko roti.
Sangat menyakitkan saat aku ditindik.
Dia ditindik dengan peniti saat SMP.
Satu hal lagi.
UTS BAHASA INGGRIS, 52 POIN UTS MATEMATIKA, 69 POIN
Jelek…
Dia bukan murid yang pandai.
Kau luar biasa, Hori.
Hampir semua nilaimu di atas 90.
Bukan apa-apa.
Bukankah orang pendiam berkacamata biasanya pintar?
Begitukah?
Setelah sering bersamanya,
aku menyadari bahwa kesan pertamaku
kepada Miyamura sangat berbeda dari dirinya yang sebenarnya.
Apa itu? Brosur toserba?
Ya.
Untuk besok, telur…
Bulu mata bagian bawahnya sangat panjang.
Hori?
Ada diskon untuk telur.
Tanpa batas pembelian dan sangat murah.
Tapi hanya sampai pukul 16.00.
Tidak apa-apa.
No comments yet. Be the first to leave one.