Mistari 200 ya kwanza.
Mereka tak mengetahui apa-apa, tak mengerti apa-apa
sebab matanya tertutup, sehingga tak bisa melihat
dan hati mereka tertutup, sehingga tak bisa memahami. -= Yesaya 44:18 =-
Iya, baiklah.
- Ayo pindahkan semuanya. - Baik.
Yang bersih ya.
Iya, iya.
Sudah siap ya?
- Iya. - Iya.
Mungkin lagi main di luar, coba kulihat dulu.
3 yang lain mana?
Benar-benar mirip. Wah.
Ah, biar kutulis namanya.
Apollo.
Byeol( Bintang ).
Dan Popeye.
Anak-anak cepat sini, para tamu segera datang.
Oh, itu Ibu.
Selamat datang.
Selamat datang.
Terima kasih.
Selamat datang.
Terima kasih.
Selamat datang.
Terima kasih.
Selamat datang.
Terima kasih.
~ Di akhir jalan yang kutempuh ~
~ ada jalan Juru Selamatku ~
~ Terbang menuju pintu yang terbuka ~
~ dan penuh harapan ~
Sel...
~ Selamatkan, dan bunyikanlah ~
1.
2.
3.
4.
5...
29...30.
31.
31 orang memerah.
Ajussi.
Ajumma.
Ibu juga merah.
Roh jahat
membuat Tuhan murka.
Penyebab perang.
Membutakan manusia.
Membuat hati selalu was-was.
Kau hantu.
Atas nama Jesus, kuperintahkan kau
keluar dari tubuh bocah ini.
Cepat keluar dari tubuh anak ini!
Kau akan membunuh 31 orang.
Membuat mereka yang tak berdosa berlumuran darah.
Mencoba menguasai negara ini dengan mudah.
Tolong!
D
Da
Dam
Damn
Damn!
Damn! S
Damn! Su
Damn! Sup
Damn! Super
Damn! Super
Damn! Super S
Damn! Super Su
Damn! Super Sub
Damn! Super Sub
Damn! Super Sub I
Damn! Super Sub In
Damn! Super Sub Ind
Damn! Super Sub Indo
Damn! Super Sub Indon
Damn! Super Sub Indone
Damn! Super Sub Indones
Damn! Super Sub Indonesi
Damn! Super Sub Indonesia
Diterjemahkan oleh : -- if ab ee --
Badan amal di bawah naungan satu agama
31 orang umat Kristiani diracuni secara masal.
Korbanpun bergeletakan.
Ada geomsa!
Ayo, ayo!
Geomsa-nim, mereka bunuh diri atau dibunuh?
Untuk mengetahui penyebab kematian mereka harus dilakukan autopsi.
Namun berdasarkan sebuah catatan yang ditemukan di lokasi
kemungkinan bunuh diri.
Apa isi catatan tersebut?
Kami akan ke Cheon Guk lebih dulu. Itu saja.
Tunggu hingga hasil autopsinya keluar.
Kami akan membuat laporan resmi.
Anda harus lihat ini.
Catatan?
Tapi
jumlah catatan dan jumlah mayat yang ditemukan tidak sama.
Berarti ada satu orang yang hilang?
Atau mungkin
ada satu yang selamat.
Jangan lihat belakang.
Jangan lihat apapun.
Itu...
Loncengnya terus bunyi...
Tolong!
- Dia mau mengambil anakku! - Wanita sialan! Kenapa tak diam saja?
Apa yang terjadi?
- Hei! - Apa yang kaulakukan?
Pergi sana!
Memangnya kau siapa?
- Dasar! - Hentikan!
Aih, dasar. Kau membiarkannya pergi!
Apa? Kau ini siapa sih?
Tidak, jangan.
Ah, sialan.
Sialan!
Tidak, jangan!
Berdiri!
Tunggu di sini!
Hei, sialan!
Tolong kembalikan anakku.
Tolong berikan.
Polisi!
Tolong berikan anak itu!
Lepaskan dulu pria yang kauborgol itu.
Kau temannya, ya?
Apa?
Kenapa menurutmu begitu?
Dia ditangkap karena menculik anak.
Bagaimana kau yakin dia menculik anak ini?
Di jidatnya tak tertulis kata "penculik".
Kau hanya lihat tampilan luarnya saja.
Orang itu tak begitu meyakinkan, tapi aku tak cocok.
Baiklah, tolong berikan anak itu.
Entah kenapa aku tak bisa berhenti memikirkan sebuah puisi.
Sebelum kupanggil nama anak itu
dia tak lebih dari isyarat.
Tapi, saat kupanggil namanya
dia datang padaku dan jadi utusan.
Jadi...
Hei, kau.
Kalau ada yang bicara harusnya kau dengarkan.
- Bayiku. - Tunggu!
Tunggu sebentar.
Ajumeoni, anak itu namanya siapa?
So Min, So Min.
Iya, So Min.
So Min berapa usianya?
15 bulan.
Tapi anak ini baru punya 4 gigi.
Beratnya 9kg.
Tingginya 65cm
Nak, sini ke Ibu.
Nak.
Berdasarkan perkembangan pertumbuhan usia anak ini 11 bulan, Ajumma.
Hari ini Anda bicara dengan Yu Na, namun Anda tak tahu.
- Cepat masuk! - Berikan anakku!
- Ayo ke kantor polisi. - Berikan anakku.
Jalan.
Tahun lalu, anaknya meninggal.
Kabarnya dia generasi ke-7 yang anaknya hanya satu.
Dia tengah dapat perawatan dari psikater.
Sudah 3x melakukan percobaan penculikan anak.
Ah, bodoh, bodoh, bodoh!
Oh, halo.
Anu, atas kejadian tadi aku benar-benar minta maaf.
Aku tak tahu kalau Anda juga polisi.
Satu tonjokan tadi?
Aku sudah melupakannya.
Lagian tak sakit sama sekali.
Tidak mungkin.
Tak apa-apa.
Kau bertugas di polsek mana?
Aku Kim Dan dari kantor polisi Hwaju.
Silakan bicara santai saja.
Seperti yang kau lihat, aku bukan tipe orang yang kasar.
Tapi setidaknya aku harus bertindak tegas.
Kenapa kau mudah curiga aku ayah dari anak itu?
Tapi sama sekali tak pernah curiga pada diri sendiri.
Orang cenderung berbohong.
Stereotype investigator akan menipu dirinya sendiri.
Menemukan fakta tidaklah mudah. Kadang terlalu kompleks.
Ajumma tadi berbeda dari penculik biasanya.
Artinya
yang kaulihat tidak semuanya begitu.
Aku sibuk, permisi.
Lihat apa kau sampai menganga begitu?
Dia...
pria dengan pesona yang mematikan
baru kali ini aku melihatnya.
Siapa sih dia?
Chun Jae In.
Selama 5 tahun berturut-turut dia peringkat 1 dalam menyelesaikan kasus berat.
Menyelesaikan 3 dari 10 kasus paling menggemparkan di Korea
Catatan prestasinya sangat fantastik.
Jadi aku tadi menonjok seorang legenda.
Chun Jae In kau tonjok?
Tidak.
Iya.
No comments yet. Be the first to leave one.