The War Below

The War Below

Pakua Manukuu ya Indonesian

Maelezo ya toleo

The War Below 2020 720p BluRay x[YTS MX]
Maoni na Kapten Kooky
Iseng doang... Pokoke hidup Pahe.in !

Lebo

BluRay
720p
720
TS
YTS
Yamechapishwa tarehe: 2021-08-16
Upakuaji: 102
Wenye Ulemavu wa Kusikia: No

Hakikisho la manukuu ya Indonesian

Mistari 200 ya kwanza.

September 1915. Great War, seharusnya usai sebelum Natal,

namun pembantaian masih berlangsung.

Di Inggris, pria dewasa bersiap² ikut bela negara.

Yang menolak mendaftar diberi bulu putih,

sebagai simbol pengecut dan pengkhianat.

Jerman bertahan di pantai.

Kapten Kooky - IDFL™ SubsCrew

Koran Morning Standard! Bacalah Morning Standard!

Koran Morning Standard! Bacalah Morning Standard!

Permisi.

Ayah.

Ayah!

Kau sedang apa? / Melaksanakan tugas. Seperti Ayah.

Kau anak baik. Kemarilah.

Yang terbaik.

Ayo masuk.

Ini dia!

Ayo, kalian semua gerombolan!

Raja sudah menunggu dan membayar pelatihan kalian!

Ayo, cepat!

Dokter sudah menunggu, raja yang membayar!

Bergerak!

Maju.

Palingkan kepalamu.

Maju.

L, D, X

Berikutnya.

Tarik nafas dalam².

Apa profesimu?

Akuntan.

Sejak kapan?

Sampai sekarang.

Aku paham.

Ada bunyi berderak di paru²mu.

Kau pasti menghirup terlalu banyak debu pensil.

Seringkali begitu.

Selain itu, ritme jantungmu tak teratur.

Pasti faktor turunan.

Sepertinya kau pun sudah tahu.

Ini bukan pertama kalinya seperti yang kau bilang.

Aku pasti bisa, hanya ingin melaksanakan kewajiban.

Kau sudah melaksanakannya.

Mereka yang di bawah sama pentingnya dengan yang di atas.

Kementerian Perang ingin seleksi…

…dengan kriteria tertentu.

Aku harus mematuhi aturan ini.

Kau tak perlu malu.

Aku paham, hanya ingin berkesempatan...

Berikutnya!

- Usia? - 25 tahun.

Aku bersumpah tunduk pada otoritas.

Pada Jendral dan semua atasanku.

Dan melayani hingga akhir perang.

Tuhan melindungi Sang Raja.

- Ayah. - Bagaimana hasilnya?

Aku diterima.

Tidak, simpanlah. Kau seorang pria sekarang.

Pertempuran Somme, 1916.

Kirim surat ini, teleponnya mati!

Ekstensi 113. Status penting!

Serangan belum berhenti!

Bergerak!

Prajurit, beri tahu mereka…

Ayo!

Tundukkan kepala!

Tim medis!

Serangan lain datang!

Bersiap untuk serangan balik!

Sedang apa kau di sini?

Pesan dari ekstensi 23.

Markas besar, ini ekstensi 299.

Infanteri gagal menembus garis depan.

Kami gagal merebut parit Jerman.

Berapa korban jiwa?

40.000, menurut perkiraan.

Bagaimana bisa?

Tujuh hari sudah kita hantam,

semua yang kita miliki ditembakkan ke garis depan mereka.

Berapa amunisi?

Satu setengah juta.

Satu setengah juta.

Namun tak ada laporan…

…kita berhasil menembus mereka.

Laporan menunjukkan…

Jerman menggali bunker mereka 10 meter di bawah tanah.

Dengan segala hormat,

pada kedalaman ini, semua artileri di dunia…

…takkan bisa berbuat apa².

Tampaknya begitu.

Kita boleh mundur.

Dan kehilangan wilayah? Tidak.

- Jendral... - Kita takkan mundur…

…satu sentimeter pun.

Bisa dipahami?

Untuk itu, mereka harus punya keyakinan.

Ini aspek penting, kita harus yakin…

…dengan tugas ini, oleh kapasitas kita sendiri.

Yakin pada kemenangan.

Jendral, kita tak bisa pertahankan garis depan. Kita butuh...

Serangan yang menentukan.

Aku setuju.

Jerman tahu kita punya prajurit terbaik.

Moral mereka akan rusak oleh serangan berulang.

Jendral, kalau boleh...

Jika kau bersikeras, Jack.

Serangan kita harus tepat sasaran. Itu saja.

Tapi untuk menerobos front Jerman,

kita harus berinovasi lain,

kita harus mengejutkan para Jerman itu.

Dan kau tahu caranya?

Sangat, Pak.

Beliau menunggu di kantornya.

Terima kasih.

Dengan segala hormat, jawabannya tidak.

Tanpa orang² ini, bisa kau bayangkan penurunan produksi kami?

Kau akan mendapatkan penggantian sepadan.

Biar aku yang memutuskan yang disebut dengan sepadan.

Apa ini periode penting untuk kita?

Memang, untuk seluruh Inggris Raya.

Pidatomu itu sebagai prajurit yang baik.

Semua punya kewajiban masing². Jika tak punya yang lebih baik,

aku sedang banyak kerjaan.

Kau benar sekali. Semua punya kewajiban masing².

Para prajurit di garis depan,

pria dan wanita sipil di bengkel dan pabrik,

Dan kau, bahkan kami tak tahu apa tugasmu.

Aku bahkan sangat membenci musuh…

… yang menginjak² mayat prajurit kita dan menyebut diri mereka patriot.

Aku tahu, beberapa bulan lalu,

seorang pria sombong, kepala wilayah kekuasaannya.

Kepercayaan dirinya bahkan melebihi perang itu sendiri.

Kami memutuskan untuk menunjukkan perang lebih dekat padanya.

Kau paham maksudku?

Untung ada orang² sepertimu,

yang paham bahwa persatuan itu diperlukan.

Sangat.

Jadi kuminta padamu dengan hormat,

untuk diberikan pada negaramu apa yang diminta.

Saat surat² ditandatangani, kantor kami…

…akan memastikan penerimaan dana.

Aku paham, ini tampaknya tak biasa.

Tapi aku harus bicara satu hal penting.

Kau keberatan?

Lebih baik seperti itu.

Jangan percaya koran bahwa kita kalah perang.

Jika tak bertindak, kita pasti bakal menyerah.

Begini…

…si bajingan itu akan menahan gaji kami.

Bisa kita selesaikan?

Baik.

Negara membutuhkan kalian.

Selama kalian tertawa seperti itu,

salah satu prajurit kita tertembak di kepala,

seorang ayah terpental oleh bom, yang lainnya,

mungkin temanmu, dihancurkan meriam.

Aku juga suka tertawa,

tapi biar kugambarkan situasi saat ini.

Mendekatlah.

Ini Somme.

Ini garis Sekutu.

Ini front Jerman.

Orang Jerman membangun bunker…

…di kedalaman 10 meter.

Kami coba segalanya melawan mereka.

Tapi tak ada hasil. Jerman punya begitu banyak peluang…

…untuk menikmati asinan kubis mereka dibanding menerima bom.

Saat pengeboman berhenti,

mereka keluar lalu “berlatih” menembaki orang² kita.

Moral pasukan berada di titik terendah.

Dan di Flanders, kita butuh kemenangan,

untuk menunjukkan pada orang², kita masih bisa menang.

Maaf, apa hubungannya dengan kami?

Jerman² itu sulit digerus dari atas.

- Ada pilihan lain. - Menggali.

Tepat sekali.

Kita akan menggali terowongan di bawah tanah tak bertuan itu,

dan mengirim musuh ke dunia lain.

Target pertama adalah bunker di garis depan ini.

Tempat bajingan² itu sedang asyik membantai orang² kita.

Terowongan pertama kami gagal.

Rubuh dalam 24 jam.

Itu tanah jenis apa?

Tanah liat.

Terus terang, kami tak punya keterampilan. Tapi kalian bisa.

Ada satu peleton di Salisbury.

Kita harus mengajari mereka menggali tanah liat,

dan menyiapkan bahan peledak.

Jadi...

…berapa lama waktu kita, Pak?

Sebulan.

Ya, Tuhan.

Peleton sudah 3 bulan di sana untuk menyelesaikan misi di Prancis.

Tak mungkin.

Kita tak punya pilihan lain.

Mereka juga.

Siapa namamu?

William Hawkin, Pak.

Tn. Hawkin, jika kau ingin bicara, sekarang waktunya.

Aku sudah bertemu banyak penggali…

selama hidupku, tapi aku ragu…

Maoni

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left