Mistari 200 ya kwanza.
Putramu mengutil di tokoku.
Kita tak boleh terus dimanipulasi.
Dia minta apa?
Korban tewas adalah Hideyuki Sakuma, 40 tahun.
Manajer Smile Sakuma di Mitsuba Minami.
Peluru dari jasad korban
ditembakkan dari pistol milik ayah Keisuke.
Aku sudah membunuh kakakku.
Pak Naoto Sakuma baru saja mengakui kejahatannya.
Karena kau teman sekelasnya,
kau dilarang ikut serta pada pemeriksaan.
Bisakah kau kemari?
Tolong ke sinilah sekarang, Junichi.
Apa dia bilang di mana menemukan pistolnya?
Katanya dia menemukannya
di hutan.
Aku membuka kapsul waktu, tapi pistolnya tak ada.
Aku pernah tanya kapan kau ambil pistol dari kapsul waktu.
Pistol yang tak ada Jumat malam, ada di sana Sabtu malam?
Apa kau sungguh menggali kapsul waktu itu Sabtu malam?
Aku pun
punya sesuatu yang kupikul.
Kenapa kau
tak hubungi Maki setelah kita lulus?
Bukankah itu karena kau memikul sesuatu
yang tak akan bisa kau hindari?
Kurasa kini sudah aman.
Kau bisa bebas dari perbuatanmu
23 tahun lalu.
Kau bicara apa sebenarnya?
Di hari ituโฆ
Aku melihatnyaโฆ
Aku melihatmu
menembak seseorang dengan pistol.
Hingga kini,
aku tetap menyimpannya dalam hatiku
dan akan menyimpannya selamanya.
Aku akan
melindungimu, Junichi.
Tobina. Hai.
Tobina.
Bisa kita bicara sebentar?
POLSEK MITSUBA
Masuklah.
Kau pasti terpukul karena Naoto Sakuma sudah menjadi tersangka.
Ini juga berat bagiku.
Apa?
Sebenarnya,
saat insiden 23 tahun lalu,
aku sudah bekerja di sini
dan melihat kalian berempat ditolong oleh polisi.
Aku mau masa depan yang cerah
bagi empat anak yang mengalami
pengalaman mengejutkan itu.
Itulah harapan tulusku.
Saat kau muncul di hadapanku sebagai seorang polisi,
aku sangat terkejut.
Aku bangga padamu
karena sudah menjadi polisi.
Pasti sulit bagimu untuk menerima teman sekelasmu
sudah berbuat kejahatan,
tapi kuharap kau tetap menjalankan
tugasmu sebagai polisi.
Ya, Pak.
Selamat pagi.
Selamat pagi.
Apa pun pesananmu, bayar masing-masing.
Oke.
Ada ada kau kemari?
Ada beberapa hal yang mengganggu pikiranku,
jadi sebaiknya kupikirkan dengan suasana berbeda.
Apa yang mengganggumu?
Pertama.
Menurut kesaksian Naoto Sakuma,
kakaknya, Hideyuki,
menemukan pistol di hutan,
tapi aku tak habis pikir bagaimana dia bisa menemukannya di sana.
Detektif Tobina, apa kau bisa bayangkan
kapan dan dalam situasi apa dia mengambil pistol Polisi Kiyohara?
Aku setuju, itu sulit dibayangkan.
Kedua.
Pada hari Hideyuki Sakuma dibunuh,
Makiko Iwamoto dan Keisuke Kiyohara dilaporkan bertemu di sini pukul 20.00,
lalu berpisah
dan bertemu kembali dua jam kemudian.
Tapi rasanya aneh kalau mereka
berjanji temu dua kali di restoran yang sama.
Tolong ambilkan itu untukku.
Tentu.
Selama dua jam itu,
Keisuke Kiyohara lapor masuk ke hotelnya
dan Makiko Iwamoto kembali ke salon rambut.
Kita sudah pastikan Keisuke Kiyohara lapor masuk ke hotel, 'kan?
Ya.
Mengenai Makiko Iwamoto,
ada dua saksi
menyatakan lampu menyala dan melihat seseorang di dalam.
Ada seseorang di dalam, ya?
Ya.
Ketiga.
Kita bicarakan itu
saat kukumpulkan lagi semua orang.
MA SAISON
Detektif Ayanokoji, apa kau mau juga?
Ayanokojiโฆ
Apa kau sengaja melakukannya?
Tapi aku tak keberatan.
Sebenarnya, aku agak menyukainya.
Ini sudah matang.
Ya. Aku, Nagai, dengan senang menerimanya.
Apa kau tahu
kalau dikupas tiga, kau adalah monyet?
Tapi kalau dikupas empat, kau adalah manusia!
Hanya bercanda!
Ini enak sekali.
Lezat.
Apa?
MIHO
Halo?
Bu Manajer.
Aku minta maaf!
Ada apa?
Aku
terkadang memakai salon di malam hari tanpa izinmu.
Apa maksudmu?
Di malam hari,
aku terkadang memotong dan mengecat rambut pacarku.
Begitu, ya.
Aku memakainya lagi hari ini
dan saat aku mau pergi,
polisi datang.
Apa?
Polisi bertanya padaku kapan aku di salon malam-malam
dan memberi tahu mereka.
Heiโฆ
Kapan terakhir kali kau memakainya?
Sabtu, tanggal 17.
Aku sungguh minta maaf!
Tidak apa-apa.
Maaf.
Dah.
Maaf, apa aku membangunkanmu?
Junichi.
Ini kopi tanpa kafeina.
Terima kasih.
Hiromi,
kenapa kau memutuskan menjadi perawat?
Apa?
Kurasa itu pertanyaan aneh.
Karena ini soal hidup dan mati,
kupikir kau mau menolong orang.
Kau tahuโฆ
Ya?
Aku tak pernah punya keinginan menolong
atau berempati pada pasienku sama sekali.
Apa?
Tapi aku
cukup ramah,
jadi aku sering dikira perawat yang sangat peduli pasiennya.
Tebakanku salah?
Ya.
Kalau kau, Junichi?
Kenapa kau menjadi polisi?
Seharusnya tak menjadi polisi.
Kenapa?
Aku berbuat kejahatan.
Seperti apa?
Menurutmu?
Kau memakan semua udang Alaska
di restoran susyi?
- Ada lagi. - Oke.
Ada gadis melakukan segalanya
untuk menyatakan perasaannya padamu, tapi kau berpura-pura tak tahu.
- Aku bersalah soal itu. - Sudah kuduga.
Aku juga makan puding sisa makan siang sekolah
padahal seharusnya lewat undian.
Aku bisa membayangkan kejadian itu.
Saat kelas dua SMAโฆ
Ya?
Aku kebetulan melihat poster ujian penerimaan anggota polisi.
Kau hanya kebetulan melihatnya? Makanya kau menjadi polisi?
Kau tahu,
ayahku meninggal saat aku TK.
Aku tak punya banyak uang,
jadi aku bekerja di bengkel mobil di siang hari
dan mengambil kelas malam di SMA.
Aku melihat poster itu di papan pengumuman sekolah
dan berpikir menjadi pegawai negeri
itu pekerjaan bagus dan stabil.
Tapi
saat aku SD,
ayahnya temanku bermain lempar tangkap denganku
dan mengajariku kendo.
Aku sangat menyayanginya
dan memanggilnya "Papa."
Orang itu seorang polisi.
Hebat.
Apa Papa tahu
kau menjadi polisi?
Tidak.
No comments yet. Be the first to leave one.