Mistari 200 ya kwanza.
Diterjemahkan oleh Kapten Kooky IDFL™ SubsCrew
Sersan Saunders dan aku dipanggil ke Divisi untuk tanya jawab.
Semua peleton diperintahkan tetap di tempat untuk beristirahat.
Terima kasih, Pak.
Saunders.
Sersan.
Coba minggir. Biar aku yang mengemudi.
Hey, Sersan.
Kudengar ada sebuah rumah sakit milik pasukan Inggris dekat Divisi.
Bawa beberapa perawat, bisa?
Dan jangan perawat laki-laki.
Tahan!
“Bidak Ratu.”
“Resign.”
Ok, Letnan. Kau boleh parkir di mana saja di dalam.
Kau tahu di mana kami bisa dapatkan makanan dan minuman layak di sini?
The Cave, tinggal lurus saja ke arah sana.
Kau mau ke sana?
Tempat tidur. Tidur di kasur lembut hanya itu yang kuinginkan.
Bangunan ketiga sebelah kanan. Minta saja pada Sersan Elwood. Dia akan membantu.
Terima kasih.
Dan jangan bangunkan aku kecuali benar-benar diperlukan.
Kau selalu mainkan lagu yang sama berulang-ulang.
Je nais parle... Apa ada sesuatu yang bisa dimakan?
Maaf?
Untuk makan!
Tidak, aku tidak minta anggur. Aku...
Sepertinya kau butuh sedikit bantuan, Letnan.
Terima kasih, sebelum aku mati kelaparan.
Kau mau pesan apa?
Ada menu apa?
Roti dan keju saja, sepertinya hanya itu.
Aku pesan keduanya.
Pesan juga anggurnya, Amy benar-benar bangga dengan itu.
Kau akan diberi lebih banyak roti dan keju jika kau melakukannya.
Kau dokter.
Perawat.
2 gelas... deux.
Tidak, terima kasih. Aku sedang menunggu seseorang.
Maaf.
Oh. Kalau begitu terima kasih atas bantuannya, perawat.
Sama-sama, Letnan.
Perawat. Aku harus bagaimana sekarang?
Tidak, jika makanannya sesuai.
Sesuai? Pangkatku hanya Letnan dua.
Jangan, tidak usah.
Jika kau tidak mau, dia akan ambil kembali keju dan rotinya.
Baiklah.
Jangan. Jangan bilang “Bersulang untuk para istri kami,
Jangan. Jangan bilang “Bersulang untuk para istri kami,
Tidak, aku hanya coba mengingat seorang teman Swedia di peleton yang mengajariku.
Mein Skol, a la volka Fleka Skol.
Apa artinya?
Bersulang hanya untukku. Dan juga untuk semua gadis cantik.
Itu sangat bagus, bukan?
David.
Oh, bagaimana kabarmu David?
Baik-baik saja. Terima kasih.
Aku sedang menunggumu.
Apa kau akan perkenalkan kami?
Kami hanya bertemu beberapa menit lalu. Aku bahkan tidak tahu nama Letnan itu.
Aneh sekali.
Setiap Yankee pasti sebutkan namanya pada para gadis, dari mana dia berasal, dan...
seberapa cepat dia akan memenangkan perang ini dalam 20 detik pertama.
Oh, David, sudahlah.
Aku tak bisa bahasa Perancis dan wanita ini hanya membantuku memesan makanan.
Sekarang kenapa tidak kita lupakan saja semua ini.
Baiklah, semua menyingkir dari jalanan.
Jangan khawatir, aku ada di belakangmu.
David, kau hanya akan berdiri di sana saja?
Ayo masuk.
Kenapa?
Itu gudang anggur bukan perlindungan. Bom meledak tetap saja sama parahnya.
Bagaimana jika meledak di dekat sini dan kau pasti terkena pecahan kaca atau puing.
Kalau begitu pergi saja ke bawah, kalian berdua.
Oh David, ayolah.
Ayo, kita masuk.
Suaranya tidak terdengar terlalu dekat.
Belum tentu.
Ada apa dengan teman Letnanmu itu. Apa dia tidak tahu tentang bom?
Ya, dia paham tentang bom. Dia paham sekali tentang bom.
Aku selalu lupa Inggris berperang sedikit lebih lama dari yang kami alami.
Hanya berlangsung 5 tahun, tapi seolah kami terus-terusan dalam perang.
Berapa lama kau terlibat perang ini?
Aku masuk ke pelatihan di tahun... 1941.
Dan Letnan itu?
Dia terlibat sejak awal, tanpa istirahat.
Sepertinya dia butuh, atau dia memang sudah dilahirkan dengan pangkat di bahunya.
Oh, itu cerita panjang.
Mungkin kita punya sedikit waktu. Kau ingin ceritakan?
Dia tidak seperti ini sebelum... Sebelum Tony tewas.
Siapa Tony?
Sahabatnya.
Mereka ada di barisan yang sama.
Tony gugur enam bulan yang lalu.
Seminggu kemudian David meninggalkanku. Tak pernah melihatnya lagi.
Bagaimana kau bertemu dengannya malam ini?
Kutanyakan pada seorang pria yang tahu dirinya.
Kuminta padanya untuk bilang pada David aku ditempatkan di rumah sakit di sini.
Omong-omong, aku Letnan Hanley.
Anne Farel, apa kabar?
Apa kabar?
Selamat tinggal Anne. Senang bertemu denganmu.
Selamat tinggal Letnan. Kau pendengar yang baik.
Semuanya baik-baik saja di bawah sana?
Ya semuanya.
Ada 150 yang terluka. Dan aku merawat mereka semua.
Kau mau wiski?
Dengan senang hati.
Kopral.
Siap, Pak.
Di mana bisa kudapatkan daging dan kentang untuk makan malam?
Tentu saja, dan sekotak rokok. Jl. Rudaberry 4, searah jalan dari Divisi.
Jamuan untukmu sepertinya sudah habis, nona.
Dan juga enak. Mengingatkanku pada jamuan ketiga. Ketika kubacakan puisi.
Di Limericks, seperti yang kuingat.
Kau tidak seharusnya mengingat.
Tidak yang itu.
Senang sekali bertemu lagi denganmu.
Anne, kau di desa saja untuk sementara, aku bisa dapatkan beberapa wiski lagi.
Aku tak yakin kau bisa. Aku diberitahu bahkan orang Amerika juga gagal.
Aku yakin itu tidak mungkin.
David kenapa kau begitu kesal pada orang Amerika?
Mereka banyak bicara untuk satu hal.
Dan mereka banyak yang mati.
Puisi.
Aku tidak yakin kau benci orang Amerika sama sekali.
Aku tidak yakin kau benci orang Amerika sama sekali.
Apa yang kau harapkan, Dr. Freud?
Jangan tinggalkan aku.
Jangan seperti waktu terakhir kali.
Apa benar?
Sepertinya begitu.
Maafkan aku, Sayang.
Kenapa kau meninggalkanku?
Karena aku tak ingin menikahimu.
Siapa bilang kau harus.
Suaramu, matamu, penampilanmu.
Setiap ciuman, setiap belaian, setiap bisikan dalam nuansa gelap.
Dan apa yang kau katakan padaku?
Ketika itu aku masih muda, tak sabaran dan sedang jatuh cinta.
Kuduga sudah katakan hal sama tapi itu di masa lampau.
Musim dingin terakhir.
Baiklah sayang.
Ini bukan hal yang sama.
Berapa lama kau pikirkan aku sudah meninggalkanmu, berapa lama?
Semua yang kau inginkan.
Kau punya waktu ambil cuti. Kenapa tidak diambil? Apa karena Tony sudah mati?
Bukan.
Karena 105 Tony telah mati.
Karena hanya aku satu-satunya orang dalam kelompok orisinil yang masih hidup.
Lalu kenapa mereka tidak biarkan dirimu lakukan sesuatu yang lain?
Sejalan tugasmu, perwira lainnya mati dan tidak ada hubungan di antaranya.
Kau tertarik kencang seperti busur panah.
Kau pikir aku tidak tahu hal itu?
Itulah kenapa aku ada di sini, di Lore.
Aku sedang dalam perjalanan kembali ke London.
Davidku sayang. Kenapa kau tidak bilang sebelumnya?
Karena takkan mengubah apa pun!
Aku akan kembali kencang seperti busur panah sebulan ini.
Apa kau datang malam ini untuk katakan hal itu padaku?
Ya... Berhentilah menungguku.
Tidak ada yang pantas ditunggu. Bukan untuk sesuatu di dunia ini.
Pergilah.
Tidak tanpa dirimu.
Anne, Pergilah.
Tidak.
David. David, ada apa?
Kedengarannya seperti bom yang tidak meledak.
Gagal meledak?
Entahlah.
David, bukan bom yang mengkhawatirkanmu. Kau sendiri bilang sedang cuti.
Secara teknis, berapa banyak petugas penjinak bom yang ada di daerah ini?
Mayor, di mana bom yang tidak meledak itu? / Di gereja!
Kopral. Berikan sentermu.
Bagaimana dengan tentara Amerika? Apa mereka bisa menjinakkan bom itu?
Yang ada hanya pos komando unit divisi anti-pesawat. Berhentilah khawatir.
Tidak ada alasan untuk menjinakkan bom.
Tak ada pabrik senjata besar sekitar sini. Aku hanya ledakkan posisi bom itu berada.
Tak bisakah orang lain yang melakukannya?
Takkan ada yang bisa.
Semua kerusakan di sana sini bahkan bom ini belum meledak.
Hanya membuat lubang kecil di atap. Kerusakan lain adalah ledakan berikutnya.
Boleh kupinjam sentermu, Mayor? Aku Letnan David Woodman, penjinak bom.
Tentu, Letnan.
Maaf bom ini menghantam gerejamu, Bapa. Tapi beruntung tak meledak.
Bom ini bukan tak meledak. Ini bom waktu.
Ya ampun. Apa yang bisa kau lakukan Letnan?
Kusarankan kita bersihkan area dan ledakkan bom ini oleh kita sendiri.
Dan terpaksa menghancurkan gereja.
Aku juga khawatir. Bapa, ini harus dilakukan.
Kupikir kau terlatih untuk menjinakkan bom tersebut.
Mayor, selain fuse (sekering) pengatur waktu...
ada juga fuse anti gangguan dalam bom ini. Goncangan bisa mengaktifkannya.
Sepertinya kesempatanku kurang baik.
Apa katanya?
Dia bilang satu nyawa lebih bernilai dari bangunan ini.
Dia bilang satu nyawa lebih bernilai dari bangunan ini.
Aku juga.
Apa yang kau butuhkan?
No comments yet. Be the first to leave one.