Maelezo ya toleo

Mandate of Heaven 13-HANrel-idn
Maoni na Delank
http://forum.idws.id/members/andinikurnia.821821/

Lebo

other
Yamechapishwa tarehe: 2016-12-29
Upakuaji: 42
Wenye Ulemavu wa Kusikia: No

Hakikisho la manukuu ya Indonesian

Mistari 200 ya kwanza.

Tuanku!

Tuanku!

Tidak! Aku tidak bisa membiarkannya mati!

Kalau itu terjadi, Aku takkan bisa hidup.

Tuanku!

Apa yang kau lakukan? Cepat bunuh dia.

Ya.

Perintah Rahasia Peony!

Tunggu.

Apa katamu?

Aku punya perintah rahasia dari Yang Mulia, Ratu.

Apa?

Pangeran masih belum ditemukan?

Cheon Bong menyampaikan pesan bahwa Pangeran sekarang aman. Yang Mulia jangan khawatir.

Apa Cheon Bong benar-benar mengatakan itu?

Benar.

Maka, dimohon cepatlah mulai upacara doa minta hujan.

Kenapa? Kau tidak percaya padaku?

Bagaimana bisa?

Ini ada padamu?

Itu adalah perintah dari Yang Mulia, Ratu.

Kalau kau penasaran, simpan dulu pedangmu itu.

Pergilah ke pavilion di belakang rumah singgah, kau akan menemui Yang Mulia disana.

Perintah rahasia peony itu...

Kalau kau penasaran, beritahu dulu perintah rahasia yang kau terima.

Dengan sengaja melukai tanganmu untuk menutupi bekas lukanya,

itu salah satu perintahnya.

Tidak buruk.

Sekarang aku tau mengapa Putra Mahkota menginginkan kau disisinya.

Kalau aku melakukannya dengan baik, Aku takkan dituduh dan melarikan diri.

Maka, kita harus membuat kesepakatan baru.

Kalau kau melepaskanku, kau dan putrimu...

akan pergi ke China, kan?

Tentu saja, kau pintar dan mampu mengerti dengan cepat.

Tidak.

Hari ini, semua kejahatanmu akan terbongkar.

Dan aku bisa membersihkan namaku.

tanpa harus membuat kesepakatan denganmu.

Aigoo, Aku juga korban!

Ada apa ini?

Cepat panggil saudagar Jang.

Saudagar Jang tidak ada disini.

Pria tua licik itu!

Kemana dia pergi?

Itu...

Apa yang kau lakukan? Cepat katakan yang sejujurnya!

Ya... Beliau bilang pergi ke upacara doa minta hujan.

Upacara minta hujan?

Ya... Tuanku. Tuanku, kau sekarang...

Hanya karena aku sudah dipecat, bukan berarti aku tidak boleh menangkap budak yang kabur.

Baiklah, anggap saja kau yang menangkapnya.

Tapi, kau tidak boleh membiarkannya kabur lagi.

Benarkah aku boleh mengaku kalau aku yang menangkapnya?

Terima kasih, tuanku.

- Ayo! - Apa?

Aku korban juga!

- Ikut! - Benar-benar...

Jangan kasar-kasar...

Kau menangkap penipu itu?

Tentu saja. Aku tangkap dia.

Aigoo! Hebat sekali!

Kau sangat berbakat. Kenapa tidak dari dulu?

Sekarang aku mengerti kenapa kau dipanggil Iblis Merah.

Tentu saja Iblis Merah lebih hebat dari orang kebanyakan.

Kalau begitu, Orabeoni-ku bisa membersihkan namanya,

dan aku tidak harus jadi budak lagi, kan?

Apa?

Lalu resepnya?

Itu tidak ada pada Mak Bong. Tapi, sudah ada ditangan orang lain.

L-Lalu...

Jangan putus asa.

Aku sudah tahu orangnya. Hanya masalah waktu saja untuk menemukannya.

Ini sungguhan.

Aku akan pergi ke upacara minta hujan untuk mencarinya.

Untuk sementara, awasi terus Mak Bong.

Upacara doa minta hujan?

Pangeran belum ditemukan, tapi mereka tetap melanjutkan upacaranya.

Putra Mahkota, sekarang kau menunjukan dirimu yang sebenarnya.

Kau bahkan mengabaikan adikmu.

Bagaimana?

Belum ketemu.

Kalau kau tak ingin dikubur disini, kau harus menemukannya.

Temukan dia!

Ahh... bukankah ini sia-sia?

Apa akan hujan jika melakukan itu?

Takkan. Ini semua sia-sia saja.

Yah...

Kalau bisa hujan, dengan melakukan itu, seharusnya sudah hujan dari dulu.

Tahan dia.

Kau ambil saja anak yang akan mati kelaparan ini sebagai pengorbanan untuk langit!

Kau memanfaatkan darah dan keringat rakyat.

Persembahan yang kau siapkan takkan mampu menggerakkan langit.

Bawa dia keluar.

Kau jadikan saja anak ini sebagai persembahan!

Jadikan anak ini sebagai persembahan!

Tahan dulu.

Ambilkan sup daging.

Ya, Yang Mulia.

Yang Mulia, ini tidak boleh.

Bagaimana bisa memberikan persembahan untuk langit...

Kalau langit marah karena ini,

maka, aku takkan memohon pada langit.

Yang Mulia.

Untuk siapa aku mengadakan upacara ini dan memohon pada langit agar turun hujan?

Bukankankah agar rakyat takkan mati kelaparan akibat kemarau?

Kasim Hwang.

Ya, Yang Mulia,

bawakan anak ini makanan.

Kumpulkan semua makanan dan bagikan pada orang yang kelaparan.

Cepat!

Kalau langit marah karena ini dan segan untuk menurunkan hujan,

bahkan jika harus mati, akan kugunakan air mataku agar turun hujan.

Cepat lakukan.

Ya, Yang Mulia.

Kenapa mereka ini?

Tetap saja, apa gunanya kalau tidak hujan?

Apa ini?

Bukankah ini hujan?

Ini...

Kebajikan Yang Mulia, Putra Mahkota pada rakyat,

telah menyentuh langit.

Yang Mulia, Putra Mahkota, Terima kasih sudah memperhatikan penderitaan rakyat!

Bagaimana bisa?

Berteduhlah dengan agassi dari hujan.

Ajussi, aku takkan memintamu menyelamatkan tuanku lagi.

Maka, ijinkan aku untuk kembali ke rumah singgah.

Kenapa kau mengatakan itu?

Apa kau tidak tahu, kau hampir saja kehilangan nyawamu?

Aku tahu.

Tapi, surat pengakuannya sekarang ada padamu. Mereka tidak akan...

Kau benar-benar...

Apa kau tidak tahu, bagaimana perasaanku memegang surat itu?

Aku tahu.

Aku tahu sekali.

Maafkan aku, Ajussi.

Ini untuk terakhir kalinya. Ijinkanlah aku pergi.

Setelah itu, aku takkan melawan perintahmu lagi.

- Hujan! - Hujan!

Langit telah menolong Hyeongnim.

Mereka membantu Hyeongnim.

Apa yang kau lakukan disitu?

Sebagai rakyat,

apa kau tidak senang melihat hujan?

Kebasahan karena hujan hanya akan memperburuk sakitku.

Kau tak pernah sakit sepertiku, jadi kau tidak tahu, kan?

Aku khawatir hujan akan masuk. Aku takut.

Tapi, meilhat orang-orang senang, aku juga ingin senang seperti mereka.

Dan ibu mungkin benci hujan yang deras ini.

Langit memihak kita dan Yang Mulia.

Langit membantu kita?

Kata mereka, "pir jatuh saat burung mulai terbang."

Putra Mahkota punya keberuntungan seperti itu.

Apakah ini keberuntungan?

Hujan ini membawa kejutan yang menggembirakan.

Bukankah Yang Mulia sudah tahu sebelumnya bahwa hari ini akan hujan?

Kau tahu?

Ya, Yang Mulia.

Yang Mulia memiliki prestasi yang bagus dalam astronomi.

Aku sudah tahu ketika kita pergi ke Gwansanggam.

Benarkah?

Dugaanku tidak salah. Sungguh melegakan.

Yang Mulia.

Yang Mulia, Putra Mahkota.

Orang yang ingin menemuiku diam-diam adalah Penasihat Kerajaan?

Kenapa Penasihat Kerajaan...

Surat Pengakuannya ada ditangan ketua saudagar, Jang Hong Dal.

Belum terlalu lama sejak dia meninggalkan rumah singgah.

Aku dengar dari Cheon Bong,

semuanya berkat dirimu, tidak ada setetes darahpun yang jatuh,

dan upacaranya berjalan lancar.

Ini semua berkat niat baik Pangeran untuk Yang Mulia.

Benar. Apa Pangeran baik-baik saja?

Ya.

Bukan hanya upacaranya yang berjalan dengan baik,

kita bahkan mendapatkan resep yang bisa menahan mereka.

Sepertinya, perintah mereka untuk membunuh Deok Pal,

telah membebani hatimu.

Apa kau benar-benar percaya kalau aku yang membunuh Deok Pal?

Sebagai tabib, Aku tak bisa membunuh Deok Pal henya demi menyelamatkan putriku.

Sampai saat terakhir Deok Pal, Aku telah melakukan yang terbaik.

Tapi,

untuk menyelamatkan putriku, aku harus pergi tanpa pamit padamu, Yang Mulia.

Apa itu cara yang terbaik?

Tidak. Bahkan jika kau hanya punya cara itu,

kau seharusnya tetap membeitahuku bahwa kau tidak punya pilihan lain.

Kalau aku melakukannya, itu hanya membuat Yang Mulia sedih.

Kau tidak mungkin sanggup bilang padaku, "bunuh putrimu demi aku."

Aku datang ke sini bukan hanya untuk menyelesaikan kesalahpahaman dengan Yang Mulia.

Hanya jika Yang Mulia berhasil menyelenggarakan upacara itu,

dan mendapatkan kepercayaan dari rakyat dan Baginda Raja,

kau bisa membatu membersihkan namaku.

Maka, inilah saatnya Yang Mulia menggunakan surat dan resep peninggalan Min Do Saeng,

untuk membantuku membersihkan namaku.

Tuanku.

Agassi, kau tidak boleh seperti ini.

Apa kau lupa, kau janji pada Tuan kalau kau hanya kembali ke rumah singgah?

Tidak mungkin terjadi sesuatu pada Tuanku, kan?

Kumohon katakan padaku.

Katakan padaku kalau Tuanku baik-baik saja.

Dia pasti sudah dihabisi oleh tuan Gim Chi Yong.

The Fugitive of Joseon subtitles in other languages

More Indonesian subtitles for The Fugitive of Joseon

Maoni

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left