Mistari 200 ya kwanza.
SINGKAT DAN KEJAM
Apa-apaan ini?
Apa yang kau lakukan?
Lepaskan aku!
Kau tak apa apa?
COSTA, YUNANI
Aku harus bicara denganmu./ Ya.
Aku dengar kau bekerja pada orang Albania.
Tentu saja tidak.
Jangan bohong padaku!/ Tidak, Paman. Kumohon!
Jangan pernah kembali lagi!
Demi mendiang ibuku, akan kupatahkan tulangmu.
BOBBY, SERBIA
GABRIEL, TURKI
Aku perkenalkan kakakku tersayang, Gabriel. Baru bebas dari penjara.
Mitra sekaligus sahabatku yang cantik dan berharga, Alice.
Halo.
Aku senang akhirnya bisa bertemu.
Berciumanlah.
Kami punya hadiah untukmu.
Belati Phurba.
Belati apa?/ Phurba.
Kepercayaan Budha, pembawa keberuntungan.
Menjauhkanmu dari malapetaka dan menuntunmu pada kebenaran.
Buatan kami sendiri./ Akan bermanfaat.
Terima kasih.
Kawan!
Muhammad Ali./ Bobby Capone.
Kau pulang!
Berpelukan! Luar biasa!
Kau kurus dan tampak seperti Gandhi. Kenapa kau?
Tak ada kebab di penjara.
Kebab? Lupakan itu!
Aku akan membuatmu gemuk sampai sulit berjalan!
Ayo, aku kenalkan seseorang.
Alice!
Alice, kau tahu siapa ini?
Ketahuilah.
Dia seorang legenda.
Pria paling pemberani di dunia!
Lupakan jagoan di TV. Mereka pengecut.
Dialah Gabriel, pembunuh sebenarnya.
Penjahat terkejam!
Hai.
Gabriel, kau tahu siapa ini?
Aku pria beruntung!
Tak ada lagi gadis pirang.
Dialah wujud impianku.
Lihatlah, sesosok malaikat.
Ibu dari anak-anakku, kelak.
Inilah gadisku. Lihatlah dia.
Alice, kita menari./ Baik, ayo.
Jadi?/ Apa?
Bagaimana menurutmu?
Kupikir tipemu gadis pirang berdada besar.
Waktu mengubahku. Yang kucari kecantikan dari dalam.
Kecantikan dari dalam?/ Benar.
Gabriel!
Apa ini?/ Apanya?
Ini.
Jaket bertudung.
Kau sudah bercermin?
Aku baik saja./ Kau tampak kacau.
Lihat pakaianmu lalu lihat pakaianku.
Kau tampak gagah.
Kau tak berpikir dirimu kacau?
Kenapa kau pikir aku kacau?
Kau tahu bila Cenk cuma akan menikah sekali.
Semoga saja.
Jangan bercanda.
Malam ini akulah yang jadi sorotan.
Kau tahu artinya?
Pernah lihat burung nasar hinggap di luar?
Mereka melihatmu tapi akan mendatangiku.
Lalu?
Kucium kau.
Kemari.
Apa yang kukatakan di telepon?
Aku lupa.
Kenapa kau lakukan ini, Costa? Kenapa kau tak menurutiku?
Kenapa harus kuturuti? Kau lebih baik dariku?
Takkan kulanjutkan. Aku sudah muak padanya.
Tapi aku bingung cara menyampaikannya.
Surati dia.
Menyuratinya? Terlalu kekanakan.
Aku akan terus terang, "Costa, aku ingin putus."
Beri dia kesempatan.
Dia amat mencintaimu. Apa jadinya dia tanpa kau?
Perasaanku padanya sudah hilang.
Ada yang lain?
Apa maksudmu?
Ada hal lain!
Pria lain?
Kenapa kau berpikir begitu?
Ada pria lain!
Siapa dia? Aku kenal? Katakan!
Tenang! Ya, ada pria lain.
Aku suka caramu menari./ Sungguh?
Caramu bergerak...
...membuatku bergairah.
Kau datang sendiri?/ Tidak, bersama suamiku.
Bersama suamimu? Katakan aku iri padanya.
Aku sungguh iri padanya.
Penampilanmu lebih baik.
Jasnya bagus!/ Ya.
Itu jasku!
Kau tampak gagah.
Begitupun kau.
Kita semua tampak gagah./ Dan kita berkumpul lagi.
Kita akan keluar sebentar.
Untuk apa?
Kami punya kejutan untukmu.
Kejutan kecil.
Kejutan kecil./ Sedikit besar.
Apa yang kau lakukan?/ Ini dan itu.
Dan lebih dari itu.
Apa maksudmu?
Aku masih mencuri./ Dan aku masih menjual.
Costa, kudengar kau perlakukan adikku sembarangan.
Kau mendengar itu?
Begitulah yang kudengar./ Di mana kau mendengarnya?
Di sekitaran./ Jadi sudah menyebar.
Jangan sampai kehilangan dia. Dia gadis baik.
Kenapa tak kau katakan padanya aku pria baik?
Kenapa kau tertawa?
Tidak, kau naif sekali.
Ke mana kita?
Kami akan mengejutkanmu.
Sebentar lagi kau akan...
...mendapatkan...
Ini dia!
Apa rencana kalian?
Si burung kecil akhirnya bebas!
Selamat bersenang-senang.
Halo.
Aku punya laptop.
Hip Hop!
Tip Top!
70 mark.
100 mark.
80 mark./ 100 mark.
Tak ada yang mau beli 100 mark.
Kau tahu itu. Jadi ini 80 mark.
Jangan berlagak pilon.
Baik, 90 mark.
Tolol, 80 mark.
Sialan! Berikan uangnya.
Berikan laptop-nya.
Kau mencurangiku? Ini cuma 70 mark!
Cuma 70 mark!/ Terkadang kau rakus.
Amat rakus.
Sahabat kita baru bebas dan kau tak mau sedikit menyumbang.
Kau menjebakku, dasar penipu.
Relakan saja. Sudah terjadi.
Sudah terjadi? Mana bisa begitu?
Aku harus bagaimana?
Baiklah, sekali ini saja.
Kau baik sekali!
Jangan ganggu dia. Kita sudah keluar uang.
Lebih baik berikan pada Miro yang selama ini mengurusmu.
Dari mana saja kau?
Saudaramu menikah kau malah menghilang.
Begitu bertemu teman-temanmu kau jadi lupa diri.
Itu cuma 15 menit.
Makanya beli jam tangan Jepang.
Sudah satu jam.
Maaf, Ayah.
Lupakan, jangan ulangi lagi.
Tuhan memberkatimu.
Semoga Tuhan bersamamu.
Selamat.
Semoga Tuhan bersamamu.
Tuhan memberkatimu.
Semoga Tuhan bersamamu.
Anak mami, tak bisa jauh dari ibunya.
Selamat kalian berdua.
Tuhan memberkati./ Terima kasih.
Kau tampak cantik./ Terima kasih.
Aku senang kau bebas./ Terima kasih.
Gaya rambutmu bagus, seperti bintang film.
Ini seratus mark.
Uang pemberian ibu?
Tentu saja.
Jangan mabuk./ Kenapa?
Besok kau akan mengemudi taksi.
Aku tak bisa, polisi menahan SIM-ku.
Aku menjaminmu.
Tapi sekali saja kau mengacau, kupenggal kepalamu.
Paham?/ Baiklah.
Kini bersenang-senanglah./ Baik.
Cenk, kau hebat!
Bobby, kau gagah!
Halo.
Ini dia. Aku akan hati-hati.
Aku takkan menusuk perutmu.
Meskipun itu layak.
Aku berharap yang terbaik bagi kalian.
Anak-anak, kesehatan, penghasilan. Entahlah, semuanya.
Bila kau butuh sesuatu, jual cincinnya padaku.
Tentu saja.
No comments yet. Be the first to leave one.