ひげを剃る。そして女子高生を拾う。
Mistari 190 ya kwanza.
Semua hidangannya sangat lezat.
Terima kasih telah mengajakku hari ini.
Yoshida.
Hmm... Nona Goto.
Maukah kau ke rumahku nanti?
Maaf, meski aku tak pernah membahasnya di kantor.
Sebenarnya aku sudah punya pacar.
Akhirnya aku pun patah hati.
Kalau sudah punya pacar,
harusnya bilang dari awal!
Yoshida, suaramu terlalu keras.
Maaf, dia sepertinya minum terlalu banyak.
Sudah cukup.
Bodoh.
Ini tak cukup untuk meredakan amarahku.
Aku tadi bingung mengapa kau tiba-tiba memanggilku keluar.
Ternyata patah hati.
Sialan, dia sudah punya pacar sejak lima tahun yang lalu
Aku tertipu! Kembalikan cintaku!
Beri aku segelas bir lagi!
Kau sudah minum terlalu banyak.
Biarkan saja, lagi pula besok libur!
Aku harus pulang dengan bus terakhir.
Istriku juga sedang menungguku.
Baiklah.
Goto Sialan.
Hei, siswi SMA yang duduk di sana.
Ini sudah larut, apa yang kau lakukan di sini?
Pulang sana! Cepat pulang!
Kereta terakhir telah lewat.
Kau akan duduk di sini sampai pagi?
Kalau begitu bisa kedinginan.
Jadi, apa yang kau mau?
Paman, izinkan aku menginap di rumahmu.
Paman…
Aduh, tak boleh sembarangan pergi dengan paman yang baru bertemu.
Tapi hari ini aku tak ada tempat tinggal lagi.
Kembali ke stasiun, ada toko seperti KTV atau warnet di sana.
Aku juga tak punya uang.
Apakah kau ingin aku membiarkanmu menginap secara gratis?
Kau boleh meniduri aku, jadi izinkan aku menginap di sana
Apakah siswi SMA sekarang seperti ini semua?
Tidak, mustahil!
Hanya dia yang terlalu aneh.
Jangan bercanda sembarangan!
Aku tak bercanda, ini benaran.
Tapi aku tak mau.
Siapa yang mau memeluk bocah?
Kalau begitu...
biarkan aku menginap secara gratis.
Permisi.
Sangat berantakan.
Rumah seorang pria memang berantakan.
Ada juga yang rapi.
Ada apa?
Tak apa-apa.
Jangan berurusan dengannya.
Apa pun kehidupan yang telah dia lalui? Mengapa dia sampai begini?
Tak ada hubungannya denganku.
Besok pagi, langsung usir dia keluar.
Jadi aku dan dia tak ada hubungan lagi.
Apakah kau sudah mau tidur?
Iya, kau bebas beraktivitas.
Yakin tak mau?
Mau aku bilang beberapa kali?
Aku tak suka bocah.
Begitu ya.
Ada hal lain yang ingin aku lakukan untukmu?
Sup miso.
Aku ingin minum sup miso
yang dibuat oleh wanita.
Gawat! Sebentar lagi terlambat...
Hari ini adalah hari Minggu.
Aroma apa ini?
Kau akhirnya bangun, selamat pagi.
Siapa kau?
Meski kau bertanya begitu,
Aku tetap hanya bisa bilang aku seorang siswi SMA.
Kenapa ada siswi SMA di rumahku?
Aku bilang ingin menginap, jadi kau membiarkanku tinggal di sini.
Siapa yang membiarkanmu tinggal di sini?
Kau, Paman.
Aku bukan paman.
Kau memang paman, konyol.
Hmm...
Aku tak berbuat apa pun,kan?
Bercanda.
Maaf, aku hanya ingin mengguraumu.
Orang ini…
Paman, kau bilang "aku tak mau dengan bocah" terus.
Aku menjawabnya dengan tepat kemarin.
Jadi aku tanya apa yang kau ingin aku lakukan untukmu.
Sup miso?
Aku selesai memasaknya.
Jangan memasak sup miso di rumah orang lain tanpa izin.
Apa yang kau menghela napas?
Paman, kau menyuruhku masak.
Aku bukan "paman".
Bukan paman, jadi apa?
Aku harus memanggilmu apa?
Panggil apa pun tak masalah.
Pokoknya, kau cepat keluar.
Kau benar-benar tak ingat sama sekali?
Aku sedang duduk di bawah tiang listrik kemarin malam.
Paman menghampiri dan berbicara denganku.
Kemarin malam? Tiang listrik?
Kau telah mengingatnya?
Yang pakai celana dalam hitam itu.
Mengapa mengingat yang itu?
Sangat memalukan.
Iyakah?
Paman, kau…
Jadi…
Siapa namamu?
Yoshida.
Tuan Yoshida.
Wah, enak didengar.
Kau memang terkesan seperti Tuan Yoshida.
Apaan ini.
Pokoknya, kau minum sup miso dulu.
- Kalau ada masalah kita bahas nanti saja. - Kenapa kau yang atur?
Ayo minum selagi panas.
Enak!
Sebenarnya kau ingin Nona Goto memasaknya untukmu, kan?
Kenapa kau tahu?
Kau dicampakkan kan? Kau menggigau kemarin.
Biarkan aku menghiburmu.
Aku sudah bilang kau jangan melakukan hal semacam ini.
Sangat tak jujur.
Bodoh, aku tak menyedihkan sampai butuh bodi siswi SMA untuk menghiburku.
Aku merasa
payudaraku lumayan besar.
Bagi siswi SMA, mungkin sudah cukup besar.
Tapi Nona Goto lebih montok.
Lebih montok, kira-kira beberapa cup?
Aku tak tahu.
Tapi mungkin ada F.
Aku juga F.
Kau ukuran segitu juga F?
Jika terlihat lebih besar dariku, seharusnya G atau H.
Cup H...
Begitu ya, cup H.
Sekali saja juga tak masalah, sangat ingin dijepit di cup H itu.
Tapi…
dibandingkan dengan cup H yang tak bisa disentuh.
Bukankah lebih baik cup F yang dapat disentuh?
Kau ini… kenapa terus menggodaku seperti ini?
Bagaimana jika aku benar-benar melakukannya?
Lakukanlah.
Apakah kau ingin melakukannya denganku?
Tidak, bukan begitu juga.
Jadi, apa yang kau mau?
Ada pria yang benar-benar akan melakukannya.
Justru aku yang ingin bertanya padamu.
Apa?
Ada gadis di depan matamu yang mengajakmu untuk melakukannya.
Mengapa kau tak melakukannya?
Mengapa menunjukkan ekspresi seperti itu?
Bukankah Tuan Yoshida aneh?
Selama ini, tak ada yang izinkan aku menginap dengan ramah dan tanpa syarat.
Apa kau orang bodoh?
Siapa namamu?
Namaku Sayu.
Kau berasal dari mana?
Tunjukkan kartu pelajarmu.
Asahikawa!?
Kau datang dari Hokkaido sendirian?
Kapan kau meninggalkan hokkaido?
Sekitar setengah tahun yang lalu.
Kau ada bilang pada orang tuamu bahwa kau datang ke sini?
Tak bilang.
Bodoh! Kalau begitu, cepat kembali...
Tak apa-apa.
Tanpa aku, mereka akan lebih baik.
Apa?
Dari ekspresinya tak mungkin tak apa-apa.
Kenapa kau tahu?
Aku memang tahu.
Kau tak ingin pulang
dan tak masuk sekolah.
Bagaimana kau bertahan hidup?
Berusaha untuk tinggal di rumah orang lain.
Dengan cara apa?
Jangan meremehkanku.
Aku tak tahu pria seperti apa yang telah kau temui selama ini.
Tapi aku sama sekali tak tertarik pada tubuhmu.
Jika aku mengusirmu, apa yang akan kau lakukan?
Aku akan berusaha untuk mencari orang lain.
Usaha yang seperti apa?
Hmm...
No comments yet. Be the first to leave one.