Mistari 200 ya kwanza.
"SEMUA STRATEGI PERANG DIDASARKAN PADA TIPU DAYA.
SERANG SAAT DIA TIDAK SIAP, MUNCUL DI TEMPAT TAK TERDUGA."
SUN TZU, SENI BERPERANG
HARI KE-01
PORULATHIKARAM
Aku sudah bicara dengan asistennya, Nayana.
Tapi dia menolak datang hari ini.
Kita coba undang dia minggu depan.
Hari ini sudah ada orang lain.
Kita tak punya pilihan.
Apa-apaan ini, Hari?
Kita siaran langsung satu jam lagi,
dan sekarang kau bilang tamunya diganti?
Berhari-hari riset dan persiapan terbuang sia-sia.
Aku akan mencecar menteri hari ini.
Namun, dia ketakutan dan kabur!
Nayana.
Menteri Ashok membatalkan wawancara ini karena dia takut padamu.
Dan ini saatnya pemilu.
Tak bisa salahkan dia.
Dia berusaha menghindari skandal lain.
Tapi aku punya tamu cadangan.
Aku tak mau tahu.
FIRE STAR SELURUH INDIA KLUB PENGGEMAR KAILASH CHETPET
KAILASH V CHENNAI
Apa?
Berandal ini?
Bukan berandal.
Dia calon megabintang sinema Tamil.
Rating kita akan melonjak.
Dan dia sangat ingin tampil di acara kita.
Aku tak bisa mewawancarai buaya darat, Hari.
Aku tak memintamu kencan dengan dia.
Hanya wawancara.
Wawancara tanpa sensor dan tanpa batasan.
Lakukanlah!
Dia tenggelam dalam kontroversi.
Dia memanfaatkan kita untuk menyelamatkan kariernya, Hari.
Aku tahu.
Dia akan datang ke sini untuk publisitas, mencari simpati orang-orang.
Dan kau tahu?
Minggu depan, dia dijadwalkan hadir di pengadilan untuk kasus penipuan.
Hari ini, kau akan menginterogasi dia di acaramu.
Kau akan melumatnya.
Buat dia menangis.
Buat dia mengaku.
Ini akan menjadi kontroversi yang menarik.
Semua orang suka kontroversi.
Itu yang diinginkan publik.
Apa yang kita lakukan, Hari?
Dulu kita jurnalis yang baik, bukan?
Benar. Dulu kita begitu.
Tidak lagi.
Kini kita di bisnis pertunjukan.
Bukan berita.
Sekarang, keluarlah
dan tunjukkan kenapa kau yang terbaik di bisnis ini.
KARTU PAS PENONTON
Apakah acaranya sudah mulai?
- Siapa tamunya hari ini? - Minggir.
- Berikan remotnya. - Ibu!
Siaran langsung dalam tiga, dua, satu.
PUKUL 19.00 SIARAN LANGSUNG
Halo, Semua!
Aku menyambut kalian semua di babak baru Porulathikaram.
Tamu kita hari ini adalah
seseorang yang kalian semua kenal.
Seorang model, aktor muda,
penggila kebugaran,
penggemar olahraga,
dan seseorang yang memainkan banyak peran.
Mari kita sambut
tidak lain dan tidak bukan superstar muda Sinema Tamilโฆ
Kailash.
UNMAI KURAL
BERITA 24/7 BERITA TERKINI
Sudah lebih dari setahun, tapi Kailash tak bisa masuk ke kanal kita.
Kalian tak berguna!
Pak, jangan khawatir. Aku akan mengurusnya.
Persetan!
Gadis itu merebut jatah rating kita.
Kau tak melihatnya?
Dengar, Karunesh.
Kau selalu kalah dari gadis itu.
Pak, aku bukan Karunesh, aku Jagadish.
Benar! Kau hanya akan berakhir sebagai nama belaka dan akhirnya mati.
Kau tak mampu menjalankan acara.
Tapi kau kesal karena aku salah sebut namamu.
Selamat datang di acara ini, Kailash.
Kailash, kami tahu kau aktor hebat.
Tapi kami tak ingin melihat aktingmu di sini.
Ribuan orang menontonmu secara langsung.
Jadi, jika berbohong di acara hari ini,
itu seperti berbohong di depan publik.
Kau menghadapi tuntutan penipuan.
Tolong katakan kebenarannya padaku.
Kebenaran?
Tak ada yang mau dengar kebenaran.
Jelas bukan media.
Mereka melabeliku sebagai penjahat tanpa penyelidikan.
Beberapa orang yang tak suka perkembanganku
mengincarku untuk mendapatkan publisitas.
Kau baru lima tahun di industri film.
Jadi, apa untungnya mereka mengincarmu?
Itu tak masuk akal.
Aku hanya anak laki-laki biasa dari keluarga kelas menengah tanpa dukungan.
Aku berada di sini sekarang, di hadapanmu
hanya karena cinta dan dukungan publik.
- Aktor payah. - Aku punya jutaan fan.
Dia tak hebat, tapi dia idolaku.
- Begitu, ya? - Aku fannya, Pak.
Mereka tak mendukungku karena penampilan atau kemampuan aktingku.
Kasus-kasus palsu ini takkan mengubah cinta mereka padaku.
- Tahukah kau kenapa? - Karena semua bodoh!
Apa yang terjadi?
Kau salah paham.
Karena aku salah satu dari mereka.
Semua orang yang menganggapmu pahlawan itu bodoh.
Nayana, apa ini?
Kailash, bukankah kau bicara pada fanmu?
Sekarang jawab mereka, Kailash.
Kami mendorong partisipasi penonton.
Silakan.
Tidak, kau tak bisa menyebut mereka semua bodoh.
Lalu, kenapa pemerintah negara bagian memberiku
penghargaan aktor terbaik untuk debutku?
Tolong jelaskan!
Dengan uang, seekor keledai pun bisa meraih penghargaan.
Sivaji.
Nagesh.
Kamal Haasan.
Raghuvaran.
Prakash Raj.
Nassar.
Mereka adalah aktor sungguhan.
Tapi kauโฆ
Nayana, minta dia untuk tetap duduk.
Pak, silakan duduk dan bicara dari sana.
Aku kasihan padamu.
Kau malang sekali harus tampil dengan orang sebodoh dia.
Siapa pria ini?
Berhenti merekam!
- Kailashโฆ - Cukup!
- Kau mengundangku ke acara ini. - Tolong duduk.
- Tolong minta Kailash duduk. - Aku seorang bintang
dan kau mempermalukanku.
Matikan kamera.
Cut.
Hentikan tayangannya.
Wawancara selesai.
Tayangan takkan dihentikan.
Kau juga tetap di sini.
Mulai sekarang, aku yang memutuskan.
- Pak, tenang. - Ya. Siapa kau?
- Enyahlah! - Biarkan aku menangani ini.
Pak, aku memintamu untuk kembali ke tempat dudukmu.
Kailash!
Ibu!
Siapa dia?
Dia menembaknya!
Diam!
Terima kasih.
Semuanya, tolong bekerja sama.
Aku lebih suka tak bersikap kasar atau membentak.
Tapi jika harus, aku bisa.
Aku takkan ragu.
Tak ada yang bisa keluar dari sini.
Aku sudah kunci semua pintu.
Tak ada yang bisa masuk.
Kembali ke tempat duduk kalian.
Ayo!
Bagus.
Hei!
Duduk.
Duduk.
Duduk.
Hari!
Biarkan kamera terus merekam.
Kalau kau hentikan siaran langsungnya,
aku akan tembak gadis ini.
Jangan paksa aku melakukannya.
Bukankah Nayana sahabatmu?
Baik.
Bagus.
Terima kasih.
Pak.
Kita butuh dokter.
Dia mengalami pendarahan hebat.
Itu hanya lecet.
Suruh dia menekannya. Itu sudah cukup.
Dia aktor, 'kan? Makanya berakting berlebihan.
Jangan khawatir, Tn. Pahlawan, kau takkan mati hari ini.
Ini. Balut lukamu dengan ini.
Balut.
Namun, hari ini, di sini,
dalam satu jam ke depan,
seseorang akan mati.
Hanya satu orang.
Polisi, militer, pemerintahโฆ
Siapa pun yang mencoba menyelamatkan, mereka tak bisa menghentikannya.
No comments yet. Be the first to leave one.