Mistari 200 ya kwanza.
Kurang bagus.
V-fib. -= ventricular fibrillation = irama jantung yang sangat tidak normal; mengancam kehidupan =-
Detak jantungnya berhenti.
Epinephrine.
Tenanglah.
Segera hentikan perdarahannya.
Baringkan pasien terlentang.
Bagaimana status pasien?
Kau tidak dengar kata 'arrest'?
Jika detak jantung tidak kembali, artinya kematian. -= (cardiac) arrest = kegagalan fungsi jantung yang terjadi secara tiba-tiba.=-
Meskipun detak jantung kembali lagi,
Aku sudah banyak melihat situasi seperti ini.
Sangat disayangkan.
Seandainya terdeteksi lebih dini, mungkin tidak akan memerlukan operasi sebesar itu.
Mulai lakukan pijatan.
Charging.
Singkirkan tanganmu.
1, 2, 3.
Kenapau kau tidak memijat?
Cepat hubungi spesialis Thorac. Aortanya sudah bolong. Apa yang sedang mereka lakukan?
Singkirkan tanganmu.
1, 2, 3.
Cepat pijat.
Mereka sudah melakukan upaya terbaik.
Sebesar apapun kekhawatiranmu, tidak akan mengubah keadaan.
Oke. Ada detak jantung.
Ganti sarung tangan!
Ganti sarung tangan!
Hei. Perdarahannya banyak sekali. Cepat hentikan perdarahannya!
Jika kita tidak bisa menghentikan perdarahannya, jantungnya akan berhenti berdetak lagi.
Siapkan Coda balloon. Siapkan skin-prep.
Ya.
Gunting.
Betadine swab.
Apa yang kau lakukan cuma berdiri disitu? Betadine swab.
Ya.
Berhenti.
Buang.
Siapkan C-arm.
C-arm.
C-arm disini. -= C-arm = Peralatan citra X-Ray yang bisa dibawa kemana-mana =-
Apa yang kau lakukan? Pindah ke samping!
Hubungkan ke kateter.
Pada hitungan, 1, 2...
Jangan ikut campur, anak kecil!
Pegang ini.
Baringkan pasien ke sisinya.
Kesini dan bantu.
Ini hanya peralatan darurat.
Jika kita terlambat, ususnya tidak akan bisa diambil. Akan jadi rusak.
Siap?
Ya.
Deaver.
Dr Lee, kau harus pegang ini, jangan terlalu banyak menggunakan tenaga.
Ya.
Kau ambil tabung penghisap.
Ya.
Ayo mulai.
Segera, segera, segera.
Cepat.
Hemostat panjang.
- Irigasi. - Irigasi.
- Pengisap. - Pengisap.
Irigasi.
- Pengisap. - Pengisap.
Sepertinya pendarahannya sudah berhenti.
- Pegang. - Ya.
Cepat.
Apa yang kau lakukan?
Maaf.
Jika seorang dokter menghindari darah
meskipun satu kali, semuanya akan berakhir, mengerti?
Lakukan lagi.
Karena kau menghindarinya, kita telah kehilangan kesempatan.
Sekali lagi kau menghilangkan kesempatan, berikutnya akan sangat sulit untuk didapatkan.
Dalam mencari kesempatanmu berikutnya, akan lebih banyak pendarahan.
dengan lebih banyak pendarahan, akan lebih susah untuk mencari.
Apa ini yang kau lakukan.
Mereka baru mulai disini, bagaimana bisa mereka tahu?
Jangan terlalu keras.
Pegang.
Ya.
Maaf.
Hemostat.
Jika daerah yang dijepit mulai pendarahan lagi,
pasien ini tidak dapat ditolong
karena kau bodoh dan keliru.
Ini sesuatu yang anak kecil kerjakan.
Ya, Aku mengerti.
Selesai.
Pegang.
Ligature.
Jangan pikir untuk menghindar, kau harus belajar bagaimana mengatasinya.
Kapan kau akan berhenti menghindarinya?
Lebih pendek. Apa gunanya itu tersisa di perut pasien?
- Aku mengerti. - Lanjutkan.
Potong.
Sungguh...
Maaf.
Kau sungguh tahu bagaimana membuat masalah.
Hemostat.
Ada batasan untuk pasien kita.
Aku hanya gugup, maaf.
- Lanjutkan. - Ya.
Ligature.
Lanjutkan.
Potong.
Potong lebih pendek lagi.
Ya.
Pengisap.
Cari lubang pada aorta nya.
Mulai sekarang ini akan menegangkan.
Ya.
Lanjutkan.
Kateter.
Sepertinya kita telah menemukannya.
Kenapa kau lihat pembuluh darah tulang belakangnya?
Aku takut ada lubang.
Lebih baik untuk memeriksa.
Ganti.
Pegang tabungnya.
Ya.
- Jahit untuk menutupnya. - Akan kami lakukan.
Hampir selesai, kita akan menyelesaikannya bersama-sama.
Ya.
Professor, Aku punya pertanyaan.
Masalahnya ada di dekat sumsum tulang belakang, bagaimana bisa mengetahui bahwa aortanya rusak?
Apa itu karena sekrupnya tidak bagus?
Hey. Apa kita tukang kayu? Menggunakan sekrup pada aorta?
Jika sekrupnya masuk ke tulang punggung, akan bertemu dengan aorta.
Ya.
Pada saat proses itu, dinding pembuluh darah akan rusak.
Pada awalnya bukan masalah besar.
Tapi jika aortanya rusak, setelah beberapa jam
tidak akan dapat menahan tekanannya, sehingga akan pecah.
Ah...
Potong.
Professor yang menyelamatkan pasien ini.
Selesai. Baringkan dia.
Ya.
Kau telah bekerja keras.
Kau telah bekerja keras juga.
Dan juga Professor, perut pasiennya membengkak daripada sebelum operasi.
Apa kita harus mentransfusi darahnya dengan jumlah banyak?
Aku lebih fokus pada pinggangnya,
dan juga aku telah mengamatinya.
Kenapa perutnya sangat keras?
Seperti batu.
Ada air kencing keluar?
Hampir tidak ada, pada saat operasi.
Tekanan darah?
Menurun.
Bawa sarung tangan kemari!
Bersihkan kuman.
Siapkan operasi.
Professor. Apa yang ingin kau lakukan?
Sindrom Kompartemen Perut. -= sindrom kompartemen perut = perut terkena tekanan berlebih yang menyebabkan gangguan fungsi organ =-
Apa?
Laparotomi?
Jika kau mengoperasi dimana ketua tidak menyentuhnya, sedikit...
Kenapa kita tidak lakukan CT dulu?
Apa kita akan tunggu sampai pasien meninggal?
Bersiaplah!
Apa yang dia lakukan?
Sepertinya Sindrom Kompartemen Perut.
Mereka bersiap untuk laparotomi.
Aku bahkan belum menyentuh perutnya.
Apa dia lagi percobaan?
Bagaimana dia dapat mengoperasinya tanpa diagnosa dan
CT?
Jika mereka tetap menunda, pasien akan sulit ditolong.
Bukan. Jika sesuatu terjadi, siapa yang akan tanggung jawab?
Dia harus bertanggung jawab.
Bersiaplah!
Ya.
Dr. Choe sekarang menanggung semua tanggung jawab.
Bukan lagi tanggung jawabmu, bagaimanapun yang terjadi.
Pisau bedah.
Bersiap untuk laparotomi.
Dia sungguh melakukannya tanpa pemeriksaan lebih lanjut.
Selamat.
Mari kita pergi.
Kalian semua telah bekerja keras.
Bagus.
Bagus, semuanya.
Bagus.
Bagus.
Bagus.
Kenapa perut pasien tidak ditutup semuanya?
Kita tidak dapat menutup perutnya ketika ususnya bengkak seperti ini!
Tugasmu adalah mencari tahu kenapa aku tidak menutup perutnya.
Apa?
Ya.
Kirim dia ke ICU.
Oke, Aku mengerti.
Bagus.
Kau telah kerja keras juga.
Bagus.
Melihat kalian seperti itu, sepertinya kalian berdua melakukan semua pekerjaan.
Apa yang kau lakukan?
No comments yet. Be the first to leave one.