Akin Ang Gabi

Akin Ang Gabi

Pakua Manukuu ya Indonesian

Maelezo ya toleo

Akin Ang Gabi 2025 WEBRip id
Maoni na Kudalumping
01:10:10

Lebo

webdl
manually_transcribed
Yamechapishwa tarehe: 2025-12-19
Upakuaji: 245
Wenye Ulemavu wa Kusikia: No

Hakikisho la manukuu ya Indonesian

Mistari 172 ya kwanza.

Alexa! Serius?

Kenapa kau lama sekali? Makanannya sudah dingin!

Tunggu! Sebentar!

Hey kau sedang apa?

Terima kasih, Tuhan, atas makanan hari ini. Dalam nama Yesus.

- Amin. - Amin.

Aku akan pulang agak larut nanti, oke? Aku akan meninggalkan makananmu di kulkas.

Kakakku yang cantik dan sangat baik hati...

Mm?

Kak, kau terlihat cantik sekali hari ini!

Apa kau punya lima ratus peso?

- Tidak! - Ayolah, Kak...

Untuk apa ini sekarang?

Kau tahu, aku sudah tidak percaya lagi dengan 'proyek hantu'-mu itu.

Terserah.

Makan saja. Cepat, nanti kau terlambat.

Hey?

- Kenapa kau terengah-engah? - Apa yang terjadi?

Eh, maaf. Aku harus pergi sebentar.

Aku terlambat karena jam di rumah kami rusak. Sialan!

Hei, apa? Kau masih mau makan? Ayo!

Tunggu sebentar. Aku mau bawa sebagian.

Lihat? Aku akan mengambil banyak.

- Wah, benarkah? Itu terlalu banyak. - Tentu saja.

- Seolah-olah kau ikut membayarnya. - Ya, benar.

Baiklah. Ayo. Ayo! Kita pergi.

- Ayo! - Sial! Aku bahkan tak dapat gigitan sama sekali.

- Sampai jumpa, Krista! - Sampai jumpa!

Aku menyayangimu, Kak! Muah!

Ini dia makanannya! Nah, ini dia.

Ya! Aku butuh tenaga otak sekarang.

Untunglah aku bawa makanan dari rumahmu.

Ya, benar.

Oh! Apa kau sempat belajar?

- Tidak banyak. - Aku juga tidak.

Ayo kita duduk di sebelah Galvez agar kita bisa lulus.

Dia? Apa dia mengizinkan orang lain nyontek?

Tentu saja! Dia naksir aku!

Duh? Kau tahu betapa cantiknya aku.

Wow! Benarkah?

Mungkin dia akan ambil keperawananmu, Dee, hati-hati. Kuperingatkan kau.

Tidak mungkin!

Mungkin jika dia izinkanku mencontek empat kali lagi, maka tidak apa-apa.

Aku akan membiarkan dia mencapai base ketiga selama lima menit.

Terserah!

Hei, lihat!

Kau ketahuan, ya?

Persetan dengan tatapan-tatapan itu!

Energi kinetikku berhasil. Dia memperhatikanku!

Miggy tidak tertarik padamu.

Dia menyukai pemandu sorak, atau yang bermain tenis, yang bertubuh tinggi.

Kau merusak suasana hatiku!

Tentu saja, aku temanmu! Aku hanya menjalankan tugasku.

- Ups! Hati-hati! - Yang terakhir jelek.

- Wah! - Hei!

Astaga! Serius?

Hei! Maaf. Temanku agak ceroboh. Dia tidak memperhatikan jalannya.

Eh... tidak apa-apa.

Eh, aku selalu memperhatikanmu di sekitar sini.

Hah?

Aku?

Tentu saja, kau.

Ngomong-ngomong, siapa namamu?

Alexa.

Miggy.

Baiklah.

Baiklah, aku duluan.

Aku mencintaimu.

- Alexa? - Apa?

- Alexa? - Apa?

Ayo, kita makan! Aku lapar sekali!

Aku mau belanja bahan makanan besok. Buatlah daftar barang yang kau butuhkan.

Ya, tentu. Tapi, Kak, boleh aku pinjam lima ratus?

Apa aku celenganmu?

Itu kenapa aku meminjam. Bagaimana kalau tiga ratus?

Apa kau karyawanku? Kau pikir kau seberuntung itu?

Aku cuma mencoba! Aku cuma menguji seberapa baik kau.

Apa aku seorang Ayah?

Hm? Dia memanjakanmu, bukan aku. Kau anak kesayangannya.

Ngomong-ngomong... minggu depan peringatan kematian Ayah.

Jangan membuat rencana lain.

Aku memesan makanan untuk makan malam dan Bibi Nida juga akan datang.

Hah? Tapi aku dan Dee sudah punya rencana.

Tidak, tidak.

Tapi itu penting!

Aku sudah bilang tidak!

- Nah? Apa? Bisa kau mengangkatku? - Tentu saja.

- Ayo, kita lihat! - Baik.

- Ayo! - Lumayan! Kau punya kekuatan.

Ah!

- Hai, Miggy! - Alexa.

Aku mau mengundang kalian ke pesta nanti. Kalau kalian ada waktu luang.

Eh, namaku Dee.

Miggy.

Ini temanku, Anton.

Hai.

Kami menang bola basket antar fakulutas tadi. Jadi...

Wow!

Kami berencana mengadakan pesta di rumah Miggy nanti.

Eh... Tentu, tentu!

Semoga kalian bisa datang.

Ehm... Kita lihat saja nanti. Benar kan, Alexa?

Eh, ya. Tapi kami masih ada ujian.

Tidak masalah.

Kau tahu, pesta jarang ada. Ujian selalu ada.

Benar?

- Ya, benar! - Kurasa begitu.

- Baiklah. Sampai jumpa. - Eh, ya. Sampai jumpa!

- Sampai jumpa! - Sampai nanti.

Ups, salah!

- Oh, sial! - Maaf, Nona. Maafkan aku.

Astaga, Alexa. Aku perlu ke kamar mandi.

Jangan tinggalkan aku di sini.

Aku akan segera kembali.

Tunggu aku. Tetap di sini.

Mungkin sebaiknya kita pulang saja?

Kau serius? Kapan terakhir kali kita diundang ke pesta seperti ini?

Tetap di sini. Tunggu.

Kawan!

Kau datang!

- Hai! - Hai!

- Dee baru ke kamar mandi. - Aku akan memperkenalkanmu, ayo!

Hai semuanya! Ini Alexa.

Mereka teman sekelasku.

Ini Alexa, kawan-kawan.

Apa terlalu berisik?

Tidak apa-apa.

Apa kau mau bersantai di balkon?

- Tentu. - Ayo.

Kalian brengsek!

Yah, kemenangan tetaplah kemenangan, 'kan?

Bagaimana dengan Dee?

Aku penasaran apa yang terjadi padanya?

Jangan khawatirkan dia. Kulihat dia bersama Anton.

Dia aman.

Oke, baguslah. Kukira dia tersesat di rumahmu yang besar.

Ini milik ayahku, bukan milikku.

Wow! Rendah hati.

Kau dan Dee sungguh tak terpisahkan, ya?

Kurasa begitu.

Dia sudah jadi teman terbaikku sejak SMA.

Dan bayangkan, kami masih berteman sampai sekarang.

Itu... sungguh manis.

Apa kau akan menciumku?

Aku sangat tegang sekarang.

Bisa kau merasakannya?

Ya, aku bisa.

Cium aku.

Hah?

Sepong kontolku.

Tidak ada yang melihat.

Hei, aku pulang ke rumah tadi malam.

Apa yang kau lakukan?

Kubilang, aku pulang tadi malam.

Kenapa kau tiba-tiba menghilang?

Kau takut, 'kan?

Uh...

Apa yang kau bilang?

Hei! Apa kau pakai narkoba? Ini Dee!

Aku tahu!

- Kita ada ujian, 'kan? - Ya!

Serius? Rasanya seperti aku bicara dengan AI.

Hai, Miggy!

Apa kau sudah bangun?

Kenapa tadi kau menghindariku?

Aku tidak melihatmu. Benarkah?

Ya, aku sudah bilang hai, hmp!

Baiklah. Aku sudah tak marah lagi.

Kirimkan foto selfie. Aku merindukanmu.

Oh, kenapa kau menelepon?

Kirimkan aku foto telanjang.

Hah?

Maoni

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left