Annie Hall

Annie Hall

Pakua Manukuu ya Indonesian

Maelezo ya toleo

All Releases (BRRip, DVDRip, HDTV)
Maoni na AngelTouch
"La-de-dah" Manual Translate

Lebo

DVD
DVDRip
dvdrip
dvdr
HDTV
hdtv
brrip
HD
Yamechapishwa tarehe: 2013-02-03
Upakuaji: 97
Wenye Ulemavu wa Kusikia: Yes

Hakikisho la manukuu ya Indonesian

Mistari 200 ya kwanza.

Diterjemahkan oleh Hermes AngelTouch

Film ini meraih 4 Oscar pada tahun 1977 untuk kategori: Film Terbaik, Sutradara Terbaik, Aktris Terbaik (Diane Keaton), dan Skenario Orisinal Terbaik.

Serta Nominasi untuk kategori: Aktor Terbaik (Woody Allen).

Ada sebuah lelucon kuno. 2 wanita tua berada di resor Gunung Catskill.

Wanita satu berkata, "Makanan disini tak enak."

Wanita lainnya berkata, "Ya, dan porsinya sedikit."

Itulah yang kurasakan tentang kehidupan:

Kesepian, kesedihan, penderitaan dan ketidakbahagiaan...

dan semuanya terjadi begitu cepat.

Lelucon lainnya yang berarti bagiku... orang bilang dari Groucho Marx,

tapi nampaknya berasal dari karangan Freud, "Wit and lts Relation to the Unconscious."

Bunyinya seperti ini: "Aku tak mau terlibat dengan klub

yang ingin menjadikanku anggota."

Lelucon itu berkaitan erat dengan masa dewasaku dalam berpacaran.

Belakangan ini banyak hal aneh merasuki pikiranku.

Umurku sudah 40, dan sedang dalam krisis hidup.

Aku tak cemas mengenai umur. Aku bukan orang seperti itu.

Tapi kepalaku mulai botak. Mungkin itu hal terburuk-ku.

Aku merasa, semakin aku tua, maka aku semakin lebih baik.

Dengan botak, aku merasa seperti tipe pria yang kuat,

bukan sekedar pria ubanan.

Kecuali aku adalah tipe pria yang mengeluarkan liur dari mulut...

yang pergi ke kafe memakai tas belanja,

berbicara tentang sosialisme.

Aku putus dengan Annie, dan masih belum bisa melupakannya.

Aku coba memikirkan kembali,

menganalisa kembali dimana letak kesalahannya.

Setahun lalu kita saling jatuh cinta.

Aku bukan tipe pemurung. Aku bukan tipe depresif.

Dulunya aku anak yang bahagia.

Aku pindah ke Brooklyn saat Perang Dunia II.

Dia depresif. Kerjanya hanya diam saja.

- Mengapa kau depresif, Alvy? Katakan pada Dr. Flicker.

Karena dia membaca sesuatu.

Membaca sesuatu, hmm?

- Dunia ini membesar. - Membesar?

Dunia adalah segalanya, dan jika dunia membesar,

suatu saat dunia akan hancur, dan segalanya akan berakhir.

Memangnya itu urusanmu?

Dia berhenti mengerjakan PRnya!

- Memangnya kenapa? - Memangnya kenapa dunia membesar?

Kau ada di Brooklyn. Brooklyn tidak membesar!

Tak akan membesar hingga milyaran tahun!

Nikmatilah hidupmu selama disini!

Psikologku berkata aku terlalu melebihkan memori masa kecilku,

tapi memang benar aku hidup di bawah kereta halilintar ,

di Pulau Coney di Brooklyn.

Mungkin karena itu kepribadianku sedikit gelisah.

Imajinasiku hiperaktif.

Pikiranku cenderung gonta-ganti.

Aku sulit membedakan antara khayalan dengan kenyataan.

Ayahku bekerja sebagai penjaga bom-bom car .

Itu ayahku,

dan itu aku.

Mobilku selalu terhimpit mobil lainnya.

Aku ingat para guru di Sekolah Negeriku.

Ada ungkapan, "Yang tak bisa bekerja, mengajar...

dan yang tak bisa mengajar, mengajarkan senam."

Dan yang tak bisa apa-apa, mengajar di sekolah kami.

Aku selalu merasa teman-teman kelasku bodoh.

Melvyn Greenglass dengan wajah gemuknya.

Henrietta Farrell, Nona Perfeksionis.

Dan Ivan Ackerman, jawabannya selalu salah. Selalu!

7 + 3 = 9.

Aku tahu mereka hanyalah orang bodoh.

Pada tahun 1942 aku sudah jatuh cinta dengan wanita.

Dia menciumku!

Ini kedua kalinya di bulan ini! Maju ke depan.

- Apa salahku? - Maju ke depan.

Seharusnya kau malu.

Aku hanya mengungkapkan hasrat seksualku.

Bocah 6 tahun tak mungkin membayangkan gadis dalam pikirannya.

Aku punya.

Freud punya pendapat tentang latency period !

Aku tak punya latency period (masa anak-anak mengenal seks).

Kenapa kau tak bisa bersikap seperti Donald? Dia contoh anak yang baik.

Katakan dimana kau berada hari ini, Donald.

Aku menjalankan Perusahaan Pakaian yang menguntungkan.

Aku penasaran dimana teman-teman kelasku saat ini.

Aku Direktur Perusahaan Pipa Ledeng.

Aku menjual rumus-rumus.

Dulunya aku pecandu heroin, sekarang aku pecandu metana.

Aku menjadi kulit.

Entah dimana mereka sekarang. Aku sendiri menjadi komedian.

Mereka tak menerimaku masuk tentara. Aku adalah 4-P.

Dalam perang, aku adalah tawanan.

Pikiranmu selalu saja negatif terhadap semua orang.

Kau takkan pernah bisa punya teman di sekolah.

Kau selalu menjauhi dunia.

Bahkan saat kau terkenal, kau masih saja mencurigai dunia.

Aku mendengarnya dengan jelas. Saat bernafas dia bergumam, "Yahudi."

- Kau gila. - Tidak.

Dia, aku, dan istrinya berjalan keluar dari lapangan tenis.

Dia menatap istrinya, kemudian mereka menatapku... dan saat bernafas dia berkata, "Yahudi."

Kau benar-benar paranoid.

Aku paranoid? Memang kenyataannya begitu.

Aku makan bersama karyawan NBC dan bertanya, "Kau sudah makan?"

Tom Christie menjawab, "Belum. Jew (Yahudi) ?"

Bukan " Did you (kalau kau) ?"

Bukannya "kau sudah makan?", tapi "Yahudi sudah makan?", kau paham?

- Max... - Berhenti memanggilku Max.

Kenapa? Itu nama yang bagus. Kau selalu mencurigai segalanya.

Aku ada di toko kaset. Ada pria tinggi, rambut pirang pendek, menatapku dengan sinis.

Dia bilang, "Ada obralan minggu ini di Wagner."

Wagner, Max. Aku paham apa maksudnya. Sangat bermakna. Wagner (Orang Anti Yahudi).

Oke, Max.

Kalifornia, Max.

- Pergilah dari kota gila ini. - Lupakan.

Kita pindah ke L.A. Semua bisnis hiburan ada disana.

Kau selalu mengatakan itu, tapi aku tak mau tinggal di kota...

yang keuntungannya hanyalah bisa belok kanan saat lampu merah.

Oke, lupakan saja. Kau tak terlambat menemui Annie?

Kami akan bertemu di depan Beekman. Masih cukup waktu, oke?

Kau orang yang di TV?

Yeah, kadang-kadang.

- Siapa namamu? - Kau tak kenal. Lupakan saja.

Kau di acara Johnny Carson, kan?

Tak sering.

Siapa namamu?

Aku Robert Redford.

Ayolah!

Alvy Singer. Terimakasih untuk segalanya.

Ini Alvy Singer!

Pria yang di TV. Alvy Singer, kan? Benar?

- Hentikanlah. - Pria yang di TV.

Andai aku punya palu polo yang besar.

- Siapa orang di TV? - Dia, di acara Johnny Carson.

Apa ini pertemuan supir truk?

- Acara apa? - Boleh minta tandatangan-mu?

- Kau tak ingin tandatangan-ku. - Aku mau! Ini untuk pacarku.

Tulislah, "Untuk Ralph."

- Nama pacarmu Ralph? - Itu untuk saudaraku.

Sungguh kau Alvy Singer, si bintang TV?

Alvy Singer disini!

Tenanglah, kawan.

Ya, Tuhan, darimana saja kau? Apa kau lewat Terusan Panama?

- Aku lagi bad mood. - Aku disini bersama pemain film Godfather.

- Belajarlah untuk menghadapinya. - Aku menghadapi 2 pria bernama Cheech.

Tolonglah, kepalaku sakit.

Kau sedang bad mood. Kau pasti lagi datang bulan.

Setiap kali hal aneh terjadi, kau selalu mengira aku datang bulan.

Suaramu sedikit keras. Semoga mereka tak mendengarnya.

- Filmnya sudah dimulai? - Dari 2 menit lalu.

Habis sudah. Lupakanlah. Aku tak mau menontonnya.

- Baru 2 menit, Alvy. - Kita sudah ketinggalan.

Sudah setengah film berjalan, aku tak mau menontonnya.

Setengah? Baru judulnya saja. Film ini berbahasa Swedia.

- Mau minum kopi dulu selama 2 jam? - 2 jam? Tidak. Aku akan masuk.

- Pergilah. Dadah. - Daripada kita berdebat, lebih baik kita masuk.

Jangan berdebat di muka umum. Aku jadi malu.

Oke. Jadi apa maumu?

Entahlah. Nonton film lain?

Ayo nonton "The Sorrow and the Pity."

Aku tak mau nonton film Dokumenter selama 4 jam tentang Nazi.

Ya maaf. Aku harus melihat film dari awal sampai akhir,

karena aku anal (dubur).

Sungguh kata yang sopan untuk suatu ungkapan.

Selasa lalu kami nonton filmnya Fellini. Itu bukan film terbaiknya.

Ceritanya berantakan.

Seakan dia tak yakin pada ucapannya.

Sebelumnya aku mengira dia itu sutradara perfeksionis.

"Granted La Strada" adalah film yang hebat. Hebat dalam menggambarkan perumpamaan dari sisi negatif.

Aku akan kena stroke.

Tak usah dengarkan dia.

Dia meneriakkan pendapatnya di telingaku.

Dan "Juliet of the Spirits" atau "Satyricon."

Aku merasa dia... sangat sabar.

Dia adalah salah satu sutradara paling sabar.

Kata kuncinya adalah "Sabar."

- Mengapa kau depresif? - Aku melewatkan terapi. Aku ketiduran.

- Kenapa kau ketiduran? - Karena alarm jam.

Kau tahu apa yang membuatku depresif?

Aku tahu. Masalah seksual kita, kan?

Apa semua orang disini harus tahu masalah seksual kita?

Itu seperti Samuel Beckett.

Aku kagum dengan tekniknya, tapi tak cukup "menghantamku" (mengesankan).

- Aku ingin menghantamnya dengan cukup. - Hentikan.

Saat dia bicara, ludahnya tersembur ke leherku.

Kau sangat egois, Jika aku melewati terapiku,

kau hanya berpikir dampaknya padamu!

Mungkin ini kencan pertama mereka.

Bertemu karena menjawab sebuah iklan di bagian "New York Review of Books."

"Akademisi 30-an berharap bertemu dengan wanita...

yang tertarik dengan Mozart, James Joyce dan sodomi."

"masalah seksual kita"? Aku ini normal dibandingkan pria lainnya yang besar di Brooklyn.

Maafkan aku. Masalah Seksualku. Oke? Masalah seksualku!

"Masalah Seksualku", apa itu judul buku barunya Henry James, "Turn of the Screw?"

Itu pengaruh televisi.

Marshall McLuhan menggunakannya supaya mendapat intensitas tinggi.

Kau mengerti? Sebuah perantara.

Andai aku bisa memberinya kaos kaki besar berisi pupuk kuda.

Apa tindakanmu jika berada di antrian film dengan pria seperti itu?

Apa aku tak boleh berpendapat? Ini negara bebas!

apa perlu bicara dengan keras? kau tak malu mengajar seperti itu?

Dan kau tak tahu sama sekali tentang Marshall McLuhan.

Aku pernah mengajar di Columbia berjudul "TV, Media dan Budaya."

Kurasa pengertianku tentang Pak McLuhan sangat tepat.

Oh, ya? Pak McLuhan ada disini.

Biarkan aku... Kemarilah. Bilang padanya.

Aku dengar apa yang kau katakan.

More Indonesian subtitles for Annie Hall

Maoni

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left