Mistari 152 ya kwanza.
Aiden?
Serra, kau butuh bantuan?
Serra?
Serra?
Aiden?
Aiden!
- Serra! - Aiden!
- Serra, kau tak apa? - Aiden!
- Aiden! - Serra, Kak Aiden sudah tiada.
Aiden...
- Serra... - Aiden!
Namun, Aiden tadi di sana. Aku melihatnya.
- Ayo kita masuk ke dalam. - Aiden...
Ser, aku tahu ini berat bagimu.
Namun, Kak Aiden sudah tiada.
Lalu, kau harus mengikhlaskannya.
Tidak. Itu tadi jelas Aiden.
Aku melihatnya sendiri.
Aku tahu.
Aku memahami perasaanmu.
Namun, kau tak boleh terus begini.
Kak Aiden pasti tak mau melihatmu begini.
Dia pasti mau melihatmu berbahagia.
Kau tahu kenapa Kak Aiden memilih jepit rambut bunga matahari?
Karena bunga matahari adalah lambang kesetiaan.
Bunga matahari selalu setia mengikuti arah matahari bersinar.
Lalu, warna kuningnya melambangkan kehangatan dan kebahagiaan.
Jadi, pasti Kak Aiden mau melihatmu bahagia seperti dulu lagi.
Jangan terus berlarut dalam kesedihan.
Aku hanya terlambat beberapa detik.
Jika aku mau bertemu dengan Aiden, mungkin ini semua takkan terjadi.
Jika aku tahu keadaan akan seperti ini,...
aku akan menghabiskan sebanyak mungkin waktuku dengan Aiden.
Namun, aku tak tahu akan kehilangan dia seperti ini.
Ya. Inilah hidup, Ser.
Sama seperti dua sisi koin.
Hidup tak hanya tentang kesedihan.
Jadi, bersabarlah saat musibah tiba.
Hidup juga tak hanya tentang kebahagiaan.
Jadi, bersyukurlah saat kau sedang berbahagia.
Ini akan menjadi titik pertama.
Lalu, pindah ke sini.
Ke sini.
Kita akan mendatangi semua markas itu.
Tak boleh ada yang terlewat.
Kita tak boleh terlalu lama menunggu. Kita harus segera bergerak.
Aku tak mau ikut...
jika kalian masih lebih memilih otot daripada otak...
Apa? Di mana solidaritasmu?
- Apa ini sudah tak berarti bagimu? - Sudah, Mor!
Mor!
Jika kalian mau pembunuh Aiden diadili,...
kita harus bersatu.
Namun, aku tak menyukai caramu yang seperti ini.
Kau harus berhati-hati, Res. Kita tak boleh lengah.
Calderioz tak boleh terpecah!
Dia sudah tak peduli lagi tentang Aiden.
- Aku pulang lebih dulu. - Baik.
Cha.
Ada apa?
Aku dengar Calderioz akan mendatangi semua markas geng motor...
untuk mencari pembunuh Aiden.
Bagaimana dengan Ardhan?
Ponselnya tidak aktif.
Apa yang harus aku lakukan? Aku amat mengkhawatirkannya.
Aku tak melihatnya hari ini di sekolah.
Aku takut. Apa yang harus aku lakukan?
Lebih baik kalian pulang.
Sudah cukup masalah dari kalian.
Apa?
Tentang Aiden?
Retro tak mungkin melakukan hal itu.
Mengerti?
Calderioz!
- Kenapa kalian kemari? - Kenapa?
Aku mau tahu apakah anggota De Lasga...
yang membunuh anggota Calderioz.
Jadi, kau mau langsung menuduh kami?
Aku tak bisa menerimanya!
Ares!
Sudah!
Bagaimana jika bukan mereka pelakunya?
Bukan kami yang membunuh anggotamu.
Jangan menuduh jika tak ada bukti!
Jika ternyata kalian yang mencari masalah dengan Calderioz,...
kalian takkan tenang.
- Jangan sembarangan menuduh. - Jangan mencari masalah dengan kami!
Aku tak pernah merasa takut kepadamu dan Calderioz.
Kami juga tak pernah melakukan kesalahan kepada kalian.
- Biasa saja. - Kau yang biasa saja!
Aku tak tahu apakah kalian merasakan ini atau tidak.
Namun, menurutku Calderioz mulai menjadi brutal.
Ya, benar. Aku setuju denganmu.
Dia menuduh semua orang tanpa ada bukti.
Calderioz merasa mereka yang paling hebat...
hingga bertindak semaunya.
Kematian Aiden, salah satu petinggi Calderioz,...
tentu menjadi pukulan luar biasa di antara geng motor yang lain.
Hingga saat ini, kita tak tahu siapa dalang di balik kematiannya.
Namun, tak berarti Calderioz bisa menuduh tanpa ada bukti.
Lalu, mendatangi setiap markas kita.
Itu adalah tanda ketiadaan rasa hormat.
Kode etik kita sangat jelas, saling menghormati!
Ya!
Kita harus saling menghormati.
Jika kita tak bertindak, mereka bisa makin semaunya.
Mereka bisa melakukan apa pun.
Ini saat yang tepat untuk menghancurkan Calderioz.
Lalu, membalas dendam!
Aku setuju denganmu.
Kau mau apa?
Hentikan!
Apa yang kalian inginkan?
Aku kita duduk bersama di tempat yang netral.
Bukan di markas siapa pun.
Kita harus melakukan musyawarah.
Pertikaian seperti ini takkan menghasilkan solusi.
- Cari tahu siapa pelakunya. - Baik.
Pelat nomornya adalah B 1775 SUB.
Halo, Kak Bara?
Halo, Zea?
Bagaimana keadaan Wolves?
Itu dia, Zea.
Sejak tak dipimpin Aeros, Wolves menjadi berbeda.
Terasa seperti ada dua kubu di dalamnya.
Dua kubu? Apa maksudmu?
Kubu yang masih mempertahankan nilai-nilai Wolves,...
dan kubu yang lebih ekstrem.
Tunggu.
Jangan bilang bahwa Kak Lionel ada di kubu ekstrem.
Itu dia. Akhir-akhir ini, aku menjadi bingung dengan sikap Lionel.
Sudahlah, tak perlu membahasnya.
Aku saja yang memikirkan masalah Wolves.
Kondisi Aeros sudah banyak menyita pikiranmu.
Baik.
Namun, tolong catat ini. B 1775 SUB.
Tolong cari pemilik pelat nomor itu.
- Bolehkah? - Tentu saja.
- Tentu saja. - Terima kasih.
Hati-hati.
Calderioz mengalami masalah.
Salah satu anggotanya dibantai di jalanan.
Kami sedang mencari tahu siapa pelakunya.
Apa kalian siap membantu Calderioz?
Sudah selesai berolahraganya?
Aku tahu kau sedang berduka.
Aku hanya mau mengingatkan agar kau jangan gegabah dalam bertindak.
Ares adalah orang yang sangat baik, walau terlihat galak.
Itu penyebab dia disegani dan disayangi oleh banyak orang.
Itu yang dikatakan Kak Aiden kepadaku.
Aku yakin dia tak hanya mau kau disayang banyak orang,...
tapi kau juga sayang kepada dirimu sendiri.
No comments yet. Be the first to leave one.