Msimu wa 1

Maelezo ya toleo

[๐—–๐—ผ๐—ณ๐—ณ๐—ฒ๐—ฒ๐—ฃ๐—ฟ๐—ถ๐˜€๐—ผ๐—ป] ๐— ๐—ฌ ๐—ฅ๐—ข๐—ฌ๐—”๐—Ÿ ๐—ก๐—˜๐— ๐—˜๐—ฆ๐—œ๐—ฆ ๐—ฆ๐Ÿฌ๐Ÿญ๐—˜๐Ÿญ๐Ÿฐ ๐—ก๐—™๐—ซ ๐—ช๐—˜๐—•
Maoni na Coffee_Prison
๐‘ซ๐’–๐’“๐’‚๐’”๐’Š : ๐ŸŽ๐Ÿ:๐Ÿ๐Ÿ’:๐Ÿ๐Ÿ || ๐‘บ๐’–๐’ƒ๐’•๐’Š๐’•๐’๐’† ๐‘น๐’†๐’•๐’‚๐’Š๐’ ๐‘ต๐‘ฌ๐‘ป๐‘ญ๐‘ณ๐‘ฐ๐‘ฟ || *๐‘ช๐’“๐’†๐’…๐’Š๐’• ๐’•๐’ ๐˜™๐˜ฆ๐˜ป๐˜ฌ๐˜บ ๐˜š๐˜ช๐˜ฉ๐˜ข๐˜ญ๐˜ฐ๐˜ฉ๐˜ฐ (๐‘ท๐’†๐’๐’†๐’“๐’‹๐’†๐’Ž๐’‚๐’‰) || เชกเฑฟแฅฃษ‘แƒษ‘๐— ๐–ฌเฑฟ๐“ฃ๐—ˆ๐“ฃ๐—๐—ˆ๐“ฃ

Lebo

webdl
official_release
netflix_synced
Yamechapishwa tarehe: 2026-06-21
Upakuaji: 29
Wenye Ulemavu wa Kusikia: No

Hakikisho la manukuu ya Indonesian

Mistari 200 ya kwanza.

MY ROYAL NEMESIS

- Itu orang? - Sepertinya begitu.

- Apa-apaanโ€ฆ - Hei!

Permisi!

- Darah. Astaga. - Halo? Kami butuh ambulans.

Ada yang pingsan di sini.

Tusukan di perut. Darah tak berhenti.

Siapkan transfusi dan tim trauma.

Cha Se-gye!

Jangan mati, Cha Se-gye.

Jangan menangis.

Aku harus bangun.

Aku tak boleh meninggalkannyaโ€ฆ

Tetaplah sadar, Pak!

- Tekanan darah masih turun. - Tidak seperti iniโ€ฆ

Detak jantung, 120. Mulai menginfus.

Mulai CPR.

Kalian pasti lelah setelah perjalanan panjang.

Ini surat kerajaan dari Yang Mulia.

Ibu Suri juga mengirimkan sup pemulih.

Aku menanti titah kerajaan,

bukan surat dan sup.

Sepertinya aku belum ditakdirkan mati.

Minumlah.

Mati sebagai pendosa.

Maka gadis itu akan hidup.

Aku harus menyerahkanmu pada janji yang tak pasti.

Jika ini akhirnya, aku tidak bisa berkata hidup ini buruk.

Bangsawan kerajaan yang tidak akan berkuasa.

Aku tidak ditakdirkan menjalani hidup sepenuhnya.

Namun, mengakhiri hidup dan tahu orang tersayang akan amanโ€ฆ

Bukankah itu akhir yang tepat bagi pria?

Apa maksud semua ini?

Kau akan mati juga.

Cara kematian ini keinginan Yang Mulia.

Pangeran buangan jatuh ke tangan bandit

dan hilang tanpa jejak.

Begitu sejarah akan mengingatmu.

Dasar bajingan!

Kali ini,

aku akan menyelamatkanmu.

EPISODE 14 MUSUH BEBUYUTAN KERAJAANKU

Hei, Dan-sim.

Kang Dan-sim.

Ini

istana.

Hei, kau baik-baik saja?

Aku kembali.

Ke Joseon.

Yang Mulia bisa menyelamatkannya.

Jika Yang Mulia memutus rantai takdir.

Rantai takdir?

Kekasih Yang Mulia ditakdirkan mati,

baik di Joseon maupun di sini.

Jadi, kembalilah dan selamatkan Pangeran Agung.

Maka takdir ini tidak akan terulang.

Yang Mulia hanya perlu membayar harga yang kecil.

Hei, kenapa terus melamun?

Kauโ€ฆ

Dasar kau.

Kenapa kau di sini?

Pakaianmuโ€ฆ

Kau juga dari masa lalu?

Tunggu. Kau tertidur?

Aku tak mengenalnya di Joseon.

Apa ada yang berubah?

Aku jelas di dalam istana.

Di mana kita?

Di mana lagi? Kediaman Ibu Suri.

BALAI JAGYEONGJEON

Beraninya kau.

Bisa-bisanya dayang istana tertidur.

Kediaman Ibu Suri.

Dayang istana.

Masa lalu telah berubah.

Kalau begituโ€ฆ

Aku bisa mengubah hal lain juga.

Yang Mulia tiba!

Itu dia.

Jangan diam saja.

Segera buka pintunya.

Ya, baik.

Kau juga masuk.

Dia menjadi raja saat ini.

Ibu Suri masih hidup.

Ini belum setahun dari pengangkatan Raja.

Ibu Suri sakit setelah kematian Pangeran Agung,

lalu tak lama meninggal.

Jika Ibu Suri masih hidup,

dia pasti masihโ€ฆ

Di waktu-waktu ini, Pangeran Agung

akan selalu sakit.

Mengingat kesulitan

yang harus dia pikul di tempat keras ituโ€ฆ

Aku bersyukur Yang Mulia

mendengar hati seorang ibu.

Itu membuatku sedih juga.

Aku ingin mengirimkannya surat nanti.

Aku juga akan memberikan

sup pemulih yang Ibu siapkan untuknya.

Dia akan mengantarkannya dengan aman.

Yang Mulia

ingin mengirimku kepada Pangeran Agung?

Ya. Kudengar kau pernah ditugaskan di Paviliun Seonghyeon.

Antarkan dengan aman.

Aku yakin wajah yang dia kenal akan membuatnya tenang.

Pastikan kau memperhatikan keadaan Pangeran Agung dengan teliti.

Dia masih hidup.

Aku bisa selamatkan.

Dia ditusuk di perut, ginjalnya rusak.

Kami melakukan operasi darurat, tetapi dia mengalami syok hemoragik.

Kini, dia harus bisa melewati malam ini.

Kau datang.

Kalian pasti lelah setelah perjalanan panjang.

Dia masih hidup.

Ini surat kerajaan dari Yang Mulia.

Ibu Suri juga mengirimkan sup pemulih.

Aku menanti titah kerajaan,

bukan surat dan sup.

Sepertinya aku belum ditakdirkan mati.

Aku akan segera menyiapkan meja.

Kenapa kau menjadi diam?

Aku merindukan banyak ocehanmu.

Yang Mulia

tidak berubah sedikit pun.

Seolah-olah waktu berhenti.

Namun, kauโ€ฆ

Tampaknya telah berubah.

Sorot mata dan semangatmu makin kuat.

Namun, kenapa kau datang?

Aku terkejut

mendengar Ibu Suri mengirimmu, bukan dayang lain.

Dia akan mengantarkannya dengan aman.

Anjong pasti punya alasan mengirimku.

Apa isi suratnya? Dia bertanya kabarmu?

Itu bukan urusanmu.

Bahkan jika aku pendosa,

aku tak akan menunjukkan surat dari Yang Mulia ke dayang istana.

Aku menjadi umpan.

Dia mengirimku sebagai umpan.

Kalau begitu,

itu pastiโ€ฆ

Jangan minum itu. Itu racun!

Racun?

Beraninya kau memfitnah Yang Mulia Ibu Suri.

Apa kau tak tahu?

Aku dijadikan umpan.

Agar kau minum racun dan mati.

Apa?

Umpan?

Kau pikir kau siapa?

Hanya karena pernah bercanda sebagai "teman",

kau pikir kau berharga bagiku?

Aku bahagia.

Aku hanya dayang istana

tanpa teman berbagi kecuali anjing liar.

Aku bahagia kau menawarkan menjadi temanku.

Kau yang pertama

memahami hati dayang istana rendahan ini.

Tahan dirimu.

Aku tak pernah peduli padamu.

Aku tak butuh kasih sayang dari dayang istana.

Jadi, kuburlah.

Aku.

Juga kenanganmu.

Apa kau tahu?

Aku menyukai hujan sekarang.

Aku mensyukuri kesejukannya yang membersihkan.

Itu mengingatkan bahwa aku hidup.

Sekarang rasakan sendiri.

Kesejukan yang membersihkan.

Aku hidup.

Aku selamat.

Saat kupikir aku ingin mati, aku sebenarnya ingin hidup.

Aku tak ingin hidup seperti sebelumnya.

Namun, aku tak ingin mati.

Itu

yang kau bangkitkan pada diriku.

- Keinginan untuk hidup. - Kauโ€ฆ

Jika hidup ini tak tertahankan, ada cara lain untuk hidup.

Kau harus temukan dunia baru.

Di Qing atau di tanah lain. Bukan di sini.

Kau harus kabur dari sini.

Kukira bibirmu berat karena diam,

ternyata amat ringan.

Kau berbicara sembarangan.

Namun, itulah dirimu.

Selalu sama.

Apakah kakakku mengirimmu?

Dia memintamu membawa kepala adiknya?

Anggap kami bandit

yang tak dapat hasil setelah mengikuti

prajurit dan dayang istana ke gunung.

Bukankah itu lebih menenangkan?

Tidak.

Ini kesempatanmu kabur.

Kita harus bersama.

Tidak ada waktu. Sembunyi.

Bukankah sudah kubilang?

Aku akan selamatkan kau.

My Royal Nemesis subtitles in other languages

More Indonesian subtitles for My Royal Nemesis

Maoni

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle โ€” sync, quality, typos.500 characters left