Mistari 175 ya kwanza.
BERDASARKAN NOVEL KARYA ISAAC ASIMOV
Kaisar.
Bisa kita lanjutkan?
Detailnya...
sempurna.
Cocok denganku, Master Landell.
Ada baiknya kita mengukurnya.
Kau menjaga posturmu lebih baik dari yang lain.
Nanit tambahan yang bekerja keras untuk menguatkanku.
Itulah perhentianku selanjutnya hari ini.
Mereka akan melepaskannya.
Semoga aku tak mengempis seperti anggur yang diperas.
Tentu tidak.
Terima kasih, Temanku.
Bakatmu telah memberiku martabat yang tak selalu pantas kuterima.
Selamat bepergian, Saudara Darkness.
Zagreus,
bisa kita katakan hari ini aku cukup usia untuk menyusuri lorong sendirian?
Apakah Kaisar ditahan?
Cleon.
Kau membawa sesuatu.
Kau benar.
Kegelapan akan tiba. Entah untuk siapa, tetapi pasti akan tiba.
Di Mycogen, mereka percaya ada orang yang bisa menghentikannya.
Dan mereka sudah lama menantinya.
Mereka sudah lama menunggumu.
Ketika aku tegang, aku biasa menghitung bilangan prima.
Itu menenangkanku. Menjagaku tetap fokus.
Mencegah agar penglihatanku tak menguasai diriku.
Tetapi aku tak hanya berhitung.
Aku membangun benteng dalam pikiranku.
Semua orang yang telah tiada.
Orang tuaku.
- Salvor. - Putriku.
Mentorku.
Mereka adalah dinding tempat ini.
Merekalah yang menjagaku tetap aman.
Mereka yang mendorongku untuk melanjutkan hidup.
Dari sini, aku melihat masa depan sesuai keinginanku.
Pertarungan dengan si Bagal pasti terjadi, tetapi tidak di medan perang.
Tetapi di sini...
di mana aku memegang kendali.
Waktunya bersiap.
Bayta mungkin ada di stasiun.
Jika begitu, aku butuh kau membantuku mendapatkannya kembali.
Kita akan selamatkan dia jika bisa.
Dia tak akan ada di sini jika bukan karenamu.
Rekoil karabin. Bidik rendah. Remas pelatuknya. Jangan ditarik.
Kau tahu aku dibesarkan oleh pedagang, 'kan?
Remas, jangan tarik.
Aku ingat kau bilang bahwa pembunuhan adalah kegagalan.
Tahu apa aku?
Tak ada ucapan perpisahan?
Tentu ada.
Kita bisa mati.
Sendok?
Sendok.
Dia datang.
Dan dia membuat orang tua itu bergerak.
Mereka siap.
Mari kita bunuh.
- Mundur! Mundur! - Bersiap di posisi!
Mundur!
Tembak!
Jangan jauh-jauh. Jagalah penghalang mental kita.
Si Bagal ada di kantor Indbur, dua lantai di bawah.
Temukan dia, bunuh dia, lalu mimpi buruk ini berakhir.
Seldon akan menangani sistem keamanan
dan membuka semua pintu menuju kantor Indbur.
- Kita akan bertemu di sana. - Kau mau ke mana?
Menyelamatkan orang yang bisa diselamatkan.
Yang lain ikut denganku.
Ada apa? Apa yang kau dengar?
Banyak suara sepatu bot murah.
Kau tahu...
mungkin kita sedang diserang.
Maksudku, setidaknya kita harus mencoba kabur, 'kan?
Tak ada penjaga.
Ayo. Ayolah, Kaisar.
- Kita bisa... Kita bisa... - Aku tak bisa.
Aku tak bisa!
Kakiku.
Sial. Astaga.
Meski sambil duduk, ini perlawanan terakhir yang terhormat.
Selamat tinggal, Kaisar.
Haruskah aku menunduk atau...
Tidak. Larilah.
Kukira kami semua sudah dihancurkan selain aku.
Dijadikan pupuk di ladang, dijadikan makanan pepohonan.
Lihatlah yang kami lakukan padamu.
Kau tak ada alasan untuk menyayangi kami, tetapi jika dinasti tumbang,
apa kau masih akan membantu kami?
Day,
- aku dibuat untuk membantu spesiesmu. - Baguslah.
Karena kupikir kau bisa.
Kau bilang kau bisa terhubung dengan robot lain.
Kau pikir kau harus membuat robot lain untuk bisa melakukannya...
Sekarang tak perlu.
Pemikiran bagus, tetapi yang ada di dalam sini hanya mesin saja.
- Tak bernyawa. - Aku mendengarnya bicara.
Seperti memanggilku. Mencoba untuk terhubung.
Tak bisa kubiarkan diriku untuk percaya itu. Itu berlebihan.
Kenapa? Karena jika kau terhubung dengannya,
kau akan terbebas, bukan?
Itu akan menimpa pemrograman Cleon I, dan aku tak bisa biarkan itu.
Aku tak bisa membuat keputusan yang melangkahi arahanku.
Aku paham.
Namun tak ada keputusan yang harus kau buat.
Setidaknya sampai kita tahu apakah benda ini masih bernyawa, 'kan?
Ini bukan pilihan.
Belum waktunya memilih.
Hanya...
...tunjukkan padaku caranya melihat.
Bisa kau lakukan itu?
Halo, Saudara-Saudaraku.
Sekarang, siapa yang pertama?
Di sini?
Ya.
Ada yang terjadi di tangki klona.
Aku harus ke sana.
Tunggu. Berhenti!
Berhenti!
- Tunjukkan cara menyelesaikannya. - Aku tak bisa.
Hierarki pemrogramanku mengharuskanku... Aku harus pergi.
Adik lainnya
Dan kau, Pak Tua, matilah.
Semua adik
Yang tak akan punya otak
Tetapi adik terakhir
Harus ikut denganku
Ya.
Halo.
Halo.
Nona Demerzel, apa yang terjadi?
Kau harus pergi.
Pergilah ke perpustakaan. Cari kepala pustakawan.
Aku meninggalkan buku segitiga di kamarku.
- Berikan padanya. Dia akan membantumu. - Aku tak paham...
Jika Seldon ada di sini,
dia akan bilang itu jalan terbaik menuju masa depan. Percaya padaku.
Baiklah.
Apa yang terjadi?
Terlalu banyak hal yang terjadi secara bersamaan.
Tidurlah.
- Kapten? - Jangan berkeliaran di tempat terbuka.
Ikutlah denganku.
Toran?
Dia masih hidup.
Aku bisa memberimu jalan ke hanggar, tetapi aku tak bisa pergi denganmu.
Aku tak bawa sepatu tambahan.
Aku tak masalah dengan apa pun yang kau pilih.
Tunggu.
Tunggu, si Bagal di dekat sini.
Si Bagal memutus aliran listrik.
Kita tak akan bisa membuka pintu antiledakan Indbur.
Kecuali...
Ikuti aku.
Indbur punya kamar mandi pribadi yang terhubung dengan kantornya.
Dan seharusnya
ada
di sini.
- Ebling, sebaiknya kau benar. - Percayalah padaku.
Ayo. Bergegas.
Sembunyi.
Kau kelelahan.
Kau lelah, Gaal.
Lelah akan pertempuran ini,
lelah mencemaskan semua yang telah kau lakukan
hanya berujung pada momen yang tak akan bisa kau ubah.
Dan sekaranglah saatnya.
Tenanglah. Semua akan segera berakhir.
Beri tahu aku di mana mereka, Gaal.
Fondasi Kedua.
Harus seberapa dalam kugali pikiranmu untuk menemukannya?
Jangan melawan, Gaal.
No comments yet. Be the first to leave one.