முதல் 200 வரிகள்.
Ibu!
Moon Se Guk mungkin telah membohongimu,
tapi kalau aku,
aku bisa menyembuhkan penyakit Min Seo.
Semua orang itu
menerima pengobatan dariku.
Kamu lapar, bukan? Ayo, cepat masuk.
Ibu, bisakah kita mampir ke toserba sebentar?
Ada yang sangat ingin aku makan.
Astaga. Baiklah. Ayo.
Permisi. Apa kamu...
Apa kamu Kang Sang Woo?
Benar, itu aku.
Benarkah?
Kamu siapa?
Begini...
"Rawa Sang Penyelamat"
"Pembunuhan Berantai, Mutilasi dan Penelantaran Jenazah Kota Guam"
"Kejaksaan"
Aku Cha Yi Yeon dari Unit Kejahatan Kekerasan Satu.
Langsung ke intinya. Kami sudah menemukan jenazah semua korban.
Tapi terus terang, bukan kami yang menemukan,
melainkan Lee Woo Gyeom yang mengakuinya.
Di mana kamu membuang korban lainya?
Di tengah lereng Gunung Cheonggye, 100 meter ke arah tepi sungai.
Apa dia mencoba mendapatkan keringanan hukuman?
Benar. Dia menanyakan tentang perjanjian pengakuan kepadaku.
Aku tidak mencoba mendapatkan keringanan hukuman.
Aku ingin membuat kesepakatan lain.
Jumlah korban, identitas mereka, lokasi penelantaran jenazah,
tidak satu pun dari itu yang pernah dia kemukakan dengan mudah.
Bahkan saat ini pun, dia sedang mempermainkan kita.
Tanpa menghargai nyawa manusia
dan dengan menipu publik yang mengawasi,
selagi memandang rendah kita.
Lalu, apa rencanamu?
Sekarang giliranmu untuk melewati batas, Jaksa Cha.
Berpihaklah padaku.
Akan kutunjukkan langsung di pengadilan.
Caraku menyelamatkan nyawa tanpa pisau bedah.
Dasar bajingan gila...
Aku akan menuntut hukuman mati.
"Penegakan Hukum dan Ketertiban"
Hari ini kamu terlihat lebih santai.
Aku baru saja bertemu Sang Woo.
Begitulah dirimu, Pengacara Park.
Apa maksudmu? "Begitulah diriku"?
Kamu pikir kamu mengenalku?
Setidaknya kamu ayah yang baik yang hanya mencintai Min Seo...
Jangan seenaknya bicara tentang putriku.
Astaga, itu pujian. Kamu berlebihan.
Apa kamu benar-benar yang menyembuhkan Sang Woo?
Apa kamu tidak melihatnya berjalan?
Bahwa Sang Woo sembuh karena kamu mengobatinya, hal itu...
Bagaimana bisa aku memercayainya?
Baiklah.
Kamu harus terus meragukanku.
Karena dengan begitu, kamu makin ingin melihat kebenaran.
Pengacara Park,
saat orang kembali dari kematian,
mereka lebih banyak menyadari hal yang tidak kasatmata.
Aku koma selama tiga tahun akibat kecelakaan mobil.
Aku bahkan tidak tahu bagaimana aku bisa siuman,
apalagi alasannya.
Dokter bilang aku mengalami mutasi darah baru,
tapi aku tidak bisa memercayai perkataannya begitu saja.
Saat itu aku hanyalah mahasiswa kedokteran biasa.
Namun, ada masalah lain.
Sebagai efek lanjutan dari kecelakaan itu,
rasa sakit datang menyerang tanpa kenal waktu.
Rasa sakit yang sama persis seperti saat kecelakaan mobil.
Aku tidak tahu penyebabnya.
Jadi, karena aku mendapat kesempatan hidup kedua,
aku mulai bereksperimen dengan tubuhku sendiri.
Aku melakukan segalanya, tanpa peduli akan mati.
Semua yang berpotensi menjadi obat sudah kumasukkan ke tubuhku.
Tapi suatu hari,
rasa sakitnya menghilang.
Aku berhasil membuat obat untuk penyakit yang tidak tersembuhkan.
Penyakit yang katanya tidak bisa diobati di mana pun.
Rasa sakit, efek pascakoma... Semuanya menghilang.
Kamu menemukan obatnya?
Ya. Ternyata metode itu bisa menyembuhkan penyakit lain juga.
Kamu benar-benar...
Kamu bisa menyembuhkan penyakit Batten, benar?
Awalnya tidak ada yang percaya kepadaku.
Namun, mereka semua selamat
dan semua yang sadar kembali berterima kasih kepadaku.
Kehidupan dan kematian
bukan apa-apa bagiku.
"Pengadilan"
- Terapkan kembali hukuman mati! - Terapkan kembali!
- Terapkan kembali! - Hukum berat penjahat keji!
- Hukum berat! - Hukum berat!
- Itu Lee Woo Gyeom! - Pembunuh!
- Pembunuh! - Pembunuh!
- Lee Woo Gyeom, dasar pembunuh! - Pembunuh!
Hei, hei!
- Terapkan kembali hukuman mati! - Terapkan kembali!
Setelah pembunuh berantai Lee Woo Gyeom ditangkap,
dukungan publik untuk terapkan lagi hukuman mati meningkat tajam.
Berdasarkan hasil survei, sebanyak 74,3 persen responden
setuju akan penerapan kembali eksekusi hukuman mati.
Di tengah situasi ini, pengacara yang menangani sidang Woo Gyeom,
Park Han Jun, juga terus menuai kontroversi.
Pengacara Park adalah mantan jaksa dari Unit Investigasi Pusat,
lalu menjadi pengacara HAM. Namun, akhir-akhir ini...
Terdakwa telah membunuh 17 orang. Benar begitu?
Ya.
Anda membunuh mereka saat bereksperimen untuk membuat obat?
- Ya, benar. - Dengan asumsi itu benar,
proses yang mengakibatkan kematian 17 orang.
- Di mana catatan penelitiannya? - Yang Mulia.
Bukti 23 berisi catatan penelitian terhadap 17 korban.
Yang Mulia.
Namun, karena semua jasadnya rusak parah,
forensik melaporkan bahwa mereka tidak bisa memastikan identitasnya.
"Jaksa"
Terdakwa!
Jika tujuan Anda penelitian, kenapa korbannya dimutilasi sadis?
Jika memang tujuannya penelitian,
kenapa Hong Jae Gwang harus dibunuh dengan sangat mengenaskan?
"Terdakwa"
Yang Mulia.
Jika niat Terdakwa benar-benar untuk penelitian,
perlukah dia merusak jasad korban sampai sejauh itu?
Menarik.
Oleh karena itu, kami menganggap kasus ini
sebagai pembunuhan demi kepuasan oleh pembunuh gila.
Yang Mulia!
Pernyataan pihak kejaksaan tentang pembunuhan demi kepuasan
hanyalah klaim emosional yang sama sekali tidak berdasar.
Keberatan diterima. Jaksa, apakah ada dasarnya?
Ya. Saya akan menunjukkannya.
Terdakwa.
Anda kenal Jo Gyeong Chan, bukan?
Ya.
Lima tahun lalu, Anda ditabrak mobil yang dikendarai Jo Gyeong Chan,
dan Anda koma selama tiga tahun. Bagaimana perasaan Anda saat itu?
Anda pasti marah, bukan?
Anda kesal atas kejadian itu. Seiring berjalannya waktu,
terhadap pelaku yang menyebabkan kecelakaan itu,
Anda pasti merasakan amarah dan dendam.
- Bukan. - Bukan?
Ya, saya bilang bukan.
Kalau begitu, kenapa Anda mencari dan membunuh Jo Gyeong Chan?
Jo Gyeong Chan?
Yang Mulia. Kejahatan terdakwa
adalah pembunuhan berencana yang didasari amarah dan dendam.
Dengan mengincar orang dewasa yang jarang dicari jika hilang,
kejahatannya jelas merupakan pembunuhan berantai yang terencana.
Saya mengajukan rekaman kecelakaan lalu lintas mereka sebagai bukti.
Kecelakaan antara Terdakwa dan korban, Jo Gyeong Chan.
- Lihat dia. - Astaga... Dia seperti monster.
Jangan memprovokasi.
Aku tidak memprovokasi. Ini benar-benar konyol.
- Lihat dia. Astaga. - Harap tenang!
Jika tidak, aku akan mengeluarkan kalian dari ruang sidang.
"Terdakwa"
Pengacara pembela, silakan sampaikan sanggahan Anda.
"Pengacara Pembela"
Yang Mulia.
Argumen dari pihak kejaksaan
memang ada benarnya.
Itu karena sampai sekarang, Anda semua belum pernah mendengar
penjelasan tentang cara pengobatan Terdakwa.
Maksud Anda, Anda bisa menjelaskan proses pengobatannya?
Bukan sekadar penjelasan.
Saya akan menunjukkannya secara langsung.
Saya mengajukan saksi, enam orang dengan penyakit akut
yang menurut Terdakwa telah dia sembukan.
Siapa saja saksi yang akan datang?
Aku baru akan mencarinya.
Apa?
Kalau begitu, kamu hanya asal bicara?
Aku harus mengubah suasana persidangan.
Karena sejak awal, suasananya sudah berpihak pada Jaksa Cha.
Kamu mengatakannya seolah-olah ini salahku.
Ini memang salahmu.
Apa alasanmu memutilasi jenazahnya sampai separah itu?
Kamu menyebutnya "mutilasi" karena menganggap itu pembunuhan.
Itu sama seperti pertanyaan,
"Kenapa membedah katak dengan begitu kejam?"
Hong Jae Gwang adalah kasus berbeda.
Sebab eksperimenku berhasil padanya.
Itukah sebabnya kamu mengambil semua darahnya?
Ya, saat itulah aku tahu cara membuat obatnya.
Demi eksperimenmu,
kamu menganggap pembunuhan sebagai hal yang wajar.
Kalau gagal dengan Hong Jae Gwang, tidak akan berhenti di korban ke-17?
Jujurlah padaku.
Jangan berbohong.
- Berbohong tentang apa? - Karena kamu ingin membunuhnya.
Itulah sebabnya kamu membunuhnya.
Itu alasanmu membunuh Jo Gyeong Chan lebih dahulu, bukan?
Akui motif kejahatanmu dengan jujur padaku,
lalu fokuslah untuk membuktikan kemampuanmu.
Kalau berbohong di pengadilan dan ketahuan,
kamu tidak akan bisa lolos dari hukuman mati.
Aku tidak peduli.
No comments yet. Be the first to leave one.