முதல் 192 வரிகள்.
Kau adalah karsinogen,
begitu kataku padanya.
Kau adalah tumor,
yang keganasannya menentukan
pasang surut semua yang kulakukan,
semua yang kucoba lakukan.
Namun, terlepas dari itu,
apa kau tahu seberapa besar ruang yang kau isi
di seluruh diriku?
Hanya sebegini.
Kau menentukan hidupku,
tapi hanya sebeginilah artimu bagiku.
Jika kau tidak muncul di depanku pagi ini,
aku akan dengan senang hati melewati sisa hidupku
memikirkanmu sesekali,
tapi dari kejauhan,
terlempar dari orbitmu.
Namun kini...
kau di sini
dan kemarahan ini meluap menjelma menjadi kata-kata.
Arti kata-kata ini adalah,
aku tak pernah tahu
begitu eratnya cinta dan benci terikat
selain saat memikirkanmu dan menyadari
kau tak pantas mendapatkan keduanya.
Aku tak bertemu dengannya selama lebih dari 10 tahun.
Namun aku tahu dia akan datang dari kejauhan.
Bahkan lebih jauh lagi.
Ribuan mil.
Pagi itu aku terbangun dengan rasa di mulutku
yang bertahun-tahun tak kurasakan.
Apa ini... agak terlalu kaku di bagian pinggang?
Bagaimana perasaanmu? Kau baik-baik saja?
Ya. Aku hanya... Ini...
- Aku suka modelnya yang berani. - Ya.
Penampilan baru untukmu.
Kuhilangkan perasaan itu dari pikiranku,
namun seiring berjalannya hari,
rasa itu hilang dari mulutku
dan berpindah ke area di belakang mataku,
menetap di sana dan terasa pekat.
Saat penerbangan malam dari LAX ke Heathrow
mulai mendarat,
aku merasa seolah kembaran rahasia tumbuh di kepalaku.
Ada apa? Kau baik-baik saja?
Suara itu memanggil,
berteriak,
menjerit,
memberitahuku
dia akan datang.
Dia akan datang.
Dia sudah di sini.
Permisi. Ada yang bisa kubantu?
Aku mencari Sam.
Maaf, Sam sedang tak bisa diganggu sekarang.
Apa kau...
Apa Sam tahu kau akan datang?
Tidak.
Baiklah...
Kalau begitu, bisakah kau tunggu sebentar...
Sam?
Sam?
Ehm...
- Sam? - Maaf, kau tidak boleh...
Sam?
Sam tidak menerima tamu
- sekarang. - Sam?
Sam, maaf sekali.
Aku tak sempat menahannya, dia langsung masuk.
Sam, aku butuh gaun.
Baru mendarat?
Ya. Dari LA?
Ya, aku baru saja...
Kau mau makan sesuatu?
- Tidak, aku... - Hilda,
apa kita punya makanan di sini?
Sepertinya tidak ada.
Baiklah. Itu dia.
Apa ada yang tahu kau di sini?
- Tidak. - Aku...
Harus kuakui, kuharap kau menelepon dulu.
Kau mungkin sadar kami sedang sangat sibuk
- saat ini. - Apa kau akan menjawabnya?
Tidak, tapi orang lain akan menjawabnya.
Dan mereka bisa memberitahumu kami sangat sibuk.
Sam akan mengadakan peragaan busana.
Oh.
Maaf.
Karena tak menelepon atau karena tiba-tiba datang?
Secara umum.
Apa kau tidak ingin lebih spesifik?
Aku tak pernah sempat mengatakannya sebelumnya,
- jadi... - Jadi sekarang tanggung jawabku,
untuk menyebutkan kesalahanmu satu per satu
dan mencocokkannya
dengan semua ucapan maaf darimu?
Oh, begitulah.
Sepertinya itu sia-sia, kan?
Membuatku melakukan semua pekerjaan,
- seperti yang selalu kau lakukan. - Aku bisa pergi
jika kau mau.
Jika kau ingin pergi, pergilah.
Jika kau ingin tinggal, tinggallah.
Jika kau ingin meminta maaf, lakukan saja.
Tapi jika kau tinggal,
tolong berhenti
mondar-mandir seperti yang selalu kau lakukan,
karena itu membuatku sangat gugup.
- Maaf. - Kau sudah mengatakannya.
- Aku sungguh-sungguh. - Katakan dua kali lagi,
agar aku mempercayaimu.
Tapi jangan sekarang.
Kejutkan aku dengan ketulusanmu.
Sekarang, mulailah dengan alasanmu kemari.
Aku sangat butuh gaun.
Apa kau tak punya sepasukan penata gaya
untuk mengurus hal itu?
Punya. Tapi ini tidak...
berjalan lancar.
Kapan acaranya?
Tanggal 31.
- Hari Minggu nanti? - Ya.
And hari ini?
Kamis.
Itu mustahil.
Apa masalahnya dengan gaun yang kau miliki?
Kuduga kau pasti punya.
Semuanya salah.
Boleh kulihat?
- Jadi itu gaunnya? - Ya.
Itu sama sekali bukan gaun.
Siapa pembuatnya?
Saracen & Pare.
Hmm.
Sebutkan tiga hal yang salah dengannya.
Rasanya tidak seperti diriku.
Baik. Rasanya tidak seperti dirimu. Itu satu.
Hanya itu.
Hanya itu?
- Ya. - Jadi kau,
yang pernah didandani oleh semua orang
dan memakai segalanya,
yang pernah berjalan di karpet merah
hanya berbalut madu segar,
entah bagaimana bisa menemukan
satu-satunya pakaian di dunia
yang rasanya tidak seperti dirimu?
Ya.
Dan kau datang memohon padaku
karena tahu aku bisa membuat yang lebih baik?
- Ya. - Karena aku, dibanding yang lain,
mengenalmu?
Karena aku tak tahu harus pergi ke mana lagi.
Sungguh?
Ya.
Kau akan membiarkanku melakukan apa pun yang kusuka?
Ya, tapi...
Apa kau akan menuruti semua kataku?
Ya, asalkan...
Dan apa kau akan memakai buatanku?
Ya.
Dan apa kau bisa menghentikan waktu?
Baru saja kulakukan.
Ini butuh kerja keras
jika kita ingin berhasil.
Katakan saja yang bisa kubantu.
Kau cukup terus bicara.
Begitulah caranya.
Ceritakan perasaanmu padaku,
dan kuubah perasaan itu menjadi sebuah gaun.
Pengalihan wujud perasaan.
Itulah yang kita lakukan di sini.
Kita sampai.
Kini, seperti yang kau lihat,
aku memasuki masa Nona Havisham-ku
jauh lebih cepat dari jadwal.
Di sinilah aku menangis sepuasnya dalam kegelapan.
Berdirilah di sini.
Sekarang...
Aku sudah lama tak punya ide baru.
Setidaknya yang bagus.
Jadi jika kita ingin melakukan ini,
aku harus menempelkan berbagai hal padamu
sampai inspirasi datang.
Nah, begitu.
Boleh kuambil swetermu?
Ya.
- Terima kasih. - Ya.
Jadi...
Ceritakan lebih banyak tentang gaun yang kita buat ini.
Apa yang kau bayangkan?
Hanya...
No comments yet. Be the first to leave one.