No Tail to Tell

No Tail to Tell (오늘부터 인간입니다만)

Indonesian வசனம் பதிவிறக்கம்

சீசன் 1

வெளியீட்டு விவரம்

[𝐂𝐨𝐟𝐟𝐞𝐞𝐏𝐫𝐢𝐬𝐨𝐧] 𝐍𝐎 𝐓𝐀𝐈𝐋 𝐓𝐎 𝐓𝐄𝐋𝐋 𝐒𝟎𝟏𝐄𝟎𝟓 𝟐𝟎𝟐𝟔 𝐍𝐅 𝐖𝐄𝐁
கருத்துரை வழங்கியவர் Coffee_Prison
𝑫𝒖𝒓𝒂𝒔𝒊 : 𝟎𝟏:𝟎𝟏:𝟐𝟎 || 𝑺𝒖𝒃𝒕𝒊𝒕𝒍𝒆 𝑹𝒆𝒕𝒂𝒊𝒍 𝑵𝑬𝑻𝑭𝑳𝑰𝑿 || *𝑪𝒓𝒆𝒅𝒊𝒕 𝒕𝒐 𝘙𝘢𝘵𝘯𝘢 𝘞𝘢𝘳𝘥𝘢𝘯𝘪(𝑷𝒆𝒏𝒆𝒓𝒋𝒆𝒎𝒂𝒉) || ડ౿ᥣɑოɑ𝗍 𝖬౿𐓣𝗈𐓣𝗍𝗈𐓣

குறிச்சொற்கள்

webdl
வெளியிடப்பட்ட தேதி: 2026-02-02
பதிவிறக்கங்கள்: 53
காது கேளாதோருக்கானது: No
FPS: 25

Indonesian வசனங்களின் மாதிரிக்காட்சி

முதல் 200 வரிகள்.

NO TAIL TO TELL

Terima kasih.

Kau tidur?

Dia pasti kelelahan.

Apa yang sedang kupikirkan?

Hei, bangun.

Hei.

Apa ini?

Kenapa aku tiba-tiba…

- Kau! - Kenapa kau ini?

Bukankah katamu kau kehilangan belati bergagang kayu itu?

Bukan hilang. Memang tidak ada di sana.

Lalu, kenapa ada di tanganmu?

Sudah kubilang tak ada padaku. Apa maksudmu?

Aku melihatnya. Barusan kau gunakan itu…

Barusan? Aku melakukan apa memangnya?

Kau menggunakan itu untuk…

Kau tertidur pulas sampai beberapa detik yang lalu.

Kenapa tiba-tiba mencerocos tentang belati?

Apa kau habis bermimpi aneh?

Mimpi?

Kau baru bangun tidur dan langsung bicara aneh-aneh.

Bukan mimpi. Itu ramalan…

Tidak… tunggu.

Aku bukan rubah ekor sembilan lagi. Aku manusia biasa.

Kekuatan dan kemampuan spiritualku telah hilang.

Lalu tiba-tiba lihat masa depan?

Itu mustahil.

Jadi, itu benar-benar mimpi.

Serius, kau ini kenapa?

Itu membuatku takut sesaat.

Mungkin karena diriku tak berfungsi baik.

Mimpi yang sangat buruk.

Memangnya kau bermimpi apa?

Bukan urusanmu. Aku bahkan tak mau memikirkannya.

Mimpi atau bukan, aku tetap jengkel.

Kau berani sekali.

Aduh.

Kenapa dia ini?

Dia memang luar biasa. Benar-benar sulit diatur.

Si-yeol.

Tunggu aku.

PENGINAPAN BERMALAM DENGAN BULAN

Hanya ada satu kamar tersisa?

Jangan konyol.

Mana mungkin? Siapa yang mau tinggal di tempat kumuh seperti ini?

Hanya "tempat kumuh" macam ini yang masih punya kamar tersisa.

Kau datang di malam sebelum libur panjang.

Kalau begitu, pergilah ke tempat lain.

Beri kami waktu.

Ikut denganku.

Ada apa?

Kita sudah mencari berjam-jam dan hanya ada ini.

Kita punya pilihan lain? Tidur di jalanan?

Kenapa harus begitu?

Daripada tempat kumuh ini, ayo kita pergi ke hotel bintang lima.

Astaga, dari mana kita dapat uangnya?

Sebaiknya kita bermalam di sini saja.

- Tidak. - Kenapa?

Tempat ini kotor, sempit, dan yang terpenting…

Terasa mencurigakan.

Apa yang mencurigakan?

Apa? Aku?

Apa yang kau pikirkan?

Kau pasti bercanda.

Kau berabad-abad lebih tua dariku. Sudahlah.

- Bukan itu. - Lalu apa?

Begini…

Itu karena tadi…

Ya sudah. Ayo.

Tadi aku mimpi buruk, tetapi mungkin bukan apa-apa.

Ayo.

Serius, ada apa dengan dia?

Kenapa tiba-tiba aku bermimpi seperti itu?

Karena Si-yeol terus menggangguku, pantas saja aku bermimpi seperti itu.

Menyebalkan.

Apa… Apa itu?

Apa? Ini?

Kau mau apa dengan itu? Membalas dendam kepadaku atau apa?

Apa maksudmu?

Pemiliknya bawakan ini agar kita bisa makan buah.

Begitu, ya?

Aduh.

Kurasa kau masih punya sedikit hati nurani.

Apa?

Entah apa yang kau mimpikan,

tetapi mungkin itu hanya rasa bersalah atas perlakuanmu kepadaku.

Bukan begitu.

Pasti begitu.

Lihat? Rasa bersalah selalu akan menghantuimu.

Jika itu mengganggumu, kurasa kau memang manusia.

Ini.

Apa benar begitu?

Menjadi manusia itu sangat merepotkan.

Aku kehilangan nafsu makan.

Astaga.

Kau serius merasa sanggup mendaki lagi besok?

Entahlah.

Apa itu?

Diam saja.

Itu bagian dari menjadi manusia.

Otot yang jarang dipakai akan menjadi pegal.

Kau akan terbiasa.

Tidak perlu begitu.

Akan kulakukan apa pun demi mendapatkan kehidupan lamaku.

Ini juga.

Jangan ragu-ragu. Beri yang banyak.

- Dingin dan nyaman, kan? - Ya.

Telapak kakiku juga.

Bukan di situ, dasar bodoh.

PENGINAPAN BERMALAM DENGAN BULAN

Aduh.

Kau belum tidur?

Badanku sakit sekali sampai tak bisa tidur.

Sedang apa kau di luar selarut ini dengan raut menyedihkan?

Aku selalu ingin mencoba ini.

Minum bir malam-malam seperti ini.

Aku tak akan bisa melakukan ini setelah hidupku kembali normal.

Kenapa tidak? Lakukan saja yang kau mau.

Hidup ini cukup singkat.

Sekarang kau sudah tahu seperti apa tubuh manusia.

Jika hanya melakukan apa pun yang kau mau,

yang sungguh kau inginkan akan terlewat.

Itu hanya sekaleng bir. Perbedaannya akan sebesar apa?

Besar sekali.

Tubuh seorang atlet ibarat mesin yang disetel dengan sangat presisi.

Semua yang dimakan, seberapa sering, dan kapan dimakan,

bahkan pola tidur, semuanya penting.

Semuanya akan terlihat saat berada di lapangan.

Kau terlalu dramatis.

Apa semua manusia sepertimu?

Tidak. Karena itulah aku yang terbaik di dunia.

Apa?

Beri aku satu.

Karena kini aku manusia, aku ingin mabuk.

Kenapa kau tak pernah minum alkohol?

Alkohol melemahkan kekuatan spiritual rubah ekor sembilan?

Seandainya saja.

Minum sebanyak apa pun, aku tidak bisa mabuk.

Kau pernah lihat rubah ekor sembilan lain?

Kau pasti kesepian.

Pernah.

Makanya, aku tak begitu kesepian.

Hanya ada kami berdua untuk waktu yang lama.

- Lalu di mana… - Dia meninggal

setelah menjadi manusia.

Begitu rupanya.

Jadi, begini rasanya mabuk, ya?

Agak dingin saat malam.

Dasar manusia rapuh, tetapi masih berusaha terlihat kuat.

Tampaknya kau terus lupa, tetapi kini kau hanya wanita manusia.

Oh, aku paham.

Ini adalah pria menggoda perempuan. Namanya merayu.

Merayu… Kau gila?

Kembalikan.

- Hei, tak bisa kembali. - Kembalikan…

Ini nyaman dan hangat.

Dengar, biar kuperjelas.

Ini bukan merayu.

Ini namanya sopan santun, oke?

Jangan malu-malu.

Dengan penampilan dan pesonaku,

tentu saja kau akan suka kepadaku.

Lagi pula, aku rubah ekor sembilan.

Kau ini keterlaluan.

Oke. Aku akan pura-pura tak menyadarinya.

Menyadari apa?

Seharusnya tak kuberikan jaket itu.

Hangat sekali.

Kau tahu nama rasi bintang itu?

- Tidak, apa itu? - Aku tanya karena tidak tahu.

Cantiknya.

EPISODE 5 - SANG PENGUBAH, YANG DIUBAH, DAN YANG TIDAK MEMADAI

Woo-seok.

Sedang apa kau selarut ini?

Aku hanya tidak bisa tidur.

Tak bisa tidur? Kenapa?

Karena aku takut.

Seolah saat aku bangun tidur,

semuanya akan lenyap begitu saja.

Seperti mimpi.

Seperti fatamorgana.

Kita sekarang bisa dianggap sebagai pendaki gunung, kan?

Tentu saja. Semoga kita tersesat.

Kenapa ada begitu banyak orang di sini?

Pemilik penginapan itu bilang hari ini awal akhir pekan panjang.

Mustahil tersesat dengan orang sebanyak ini.

Satu jeritan kecil, orang akan berdatangan untuk menyelamatkan kita.

Permisi.

Menyebalkan.

Ini tak akan berhasil.

Kita harus pergi ke tempat yang sepi.

Astaga, rasanya mau mati.

Masih sejauh apa?

Menurut pengalamanku,

kita akan berada di tengah hutan jika pergi lebih jauh.

Kita bisa istirahat di sana sampai malam tiba.

Kau tak apa?

Apa?

Ya.

No Tail to Tell subtitles in other languages

கருத்துகள்

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left