முதல் 100 வரிகள்.
Ah, selamat datang! Silakan, ini.
Aki.
"Ini adalah pertama kalinya dia melihat putrinya sangat ceria..."
"Ayahnya Aki tidak bisa menyembunyikan rasa kagetnya."
AMACHAN
Minggu 2 "Aku tidak ingin kembali ke Tokyo!"
Penulis: KUDO Kankuro
Musik: OTOMO Yoshihide
'Amano Aki' NOUNEN Rena
'Amano Haruko' KOIZUMI Kyoko
'Kurokawa Masamune' OMI Toshinori
'Adachi Hiroshi' KOIKE Teppei
'Young Haruko' - ARIMURA Kasumi 'Hibiki Ichiro' - MURASAGI Seminosuke
'Osanai Rokuro' DENDEN
'Adachi Isao' (Foto) HIRAIZUMI Sei
'Osanai Katsue' KINO Hana
'Kumagai Misuzu' MIHO Jun
'Anbe Sayuri' KATAGIRI Hairi
'Amano Natsu' (Narator) MIYAMOTO Nobuko
Aki! Cepat cuci keranjangnya dan bawa kepadaku.
Oh, oke!
Ini pertama kalinya aku melihat senyumannya seperti itu.
Jika aku tidak pergi ke Tokyo, dan tinggal di sini...
Aku bertanya-tanya apakah aku akan tersenyum seperti itu?
"Selamat datang! Silakan silakan datang mendekat."
"Apa benar?"
Tidak, itu tidak mungkin! Aku takkan mungkin melakukannya.
Aku bertaruh.
Jika bukan aku...
Aku bertanya-tanya apa Aki melakukannya demi aku.
Jika begitu, bagaimana pun dia rumit.
Lihatlah uni di sini! Di sini!
Jangan pergi ke sana!
Tapi aku datang dari tempat yang jauh, aku juga ingin makan uni juga.
Jika dia melihatmu sekarang, dia akan kembali ke dirinya yang murung.
Hari ini, lihatlah dirinya dari kejauhan.
Oke.
Semua orang, memancing ala ama hanya dilakukan di....
...Jepang dan Korea selatan di dunia ini. - Sungguh?
"Sebenarnya, ada satu pria lagi..."
"...yang melihat senyuman bahagia Aki..."
"...dari kejauhan."
Dengan kata lain, ama di bagian paling utara di dunia...
..adalah Ama utara di sini.
- Sungguh~! Itu keren. - Yah.
Arah, selamat datang!
Oh... Anakmu bekerja keras.
Dia luar biasa, bukan begitu?
Seorang murid SMA yang ingin menjadi seorang Ama.
Hmm, tapi ya, ini hanya untuk liburan musim panas saja.
- Oh, itu benar. - Ya.
Silakan.
- Apakah Sensei tidak apa-apa? - "Sensei"?
Kau tahu, aku dulunya murid ayahmu.
Oh, Ayah, ya... Dia tampak sehat.
Tampak?
Maaf tapi sejujurnya, kami sudah tidak bicara selama bertahun-tahun.
- Selamat datang! - Hah?
Kita menjadi kedai kudapat pada pukul 7:30, apa kau ingin memesan minuman?
- Bir kalau begitu. - Oke, ini birnya.
Kau punya pekerjaan di hotel di Tokyo bukan?
Kenapa kau berhenti?
Oh maaf, tidak apa-apa jika kau tidak mau memberi tahu.
Aku tidak begitu tertarik.
Bagaimana pun, aku bertanya-tanya tentang itu, juga.
Kau tidak cocok di Tokyo?
Bagaimana pun, aku bertanya-tanya apa ada tempat di mana...
...di negara ini yang aku bisa cocok.
Aku juga tidak suka Kitasanriku...
Bahkan Morioka, aku tidak menganggapnya menarik.
Setelah aku pergi ke Tokyo... setrelah memikirkannya kembali, ternyata tidak membawaku ke mana pun.
- Aku bisa mengerti. - Eh?
Aku benci desa dan aku tidak sabar untuk pergi...
Bahkan ketika aku di Tokyo, tidak ada gunanya. Bahkan sebaliknya...
...ketika orang yang suka pedesaan pergi ke Tokyo...
..mereka malah akan sukses. Tentu.
Akhir-akhir ini aku telah berpikir...
...kurasa ini bukannnya tempatnya tapi adalah orangnya sendiri.
Selamat pagi!
- Aki! - Ayah.
Aku datang untuk mengucap selamat tinggal.
Jaga baik-baik dirimu. Aku akan kembali ke Tokyo.
- Kau masih di sini. - Ya, masih di sini.
Aku merasa buruk jika kita tidak pergi bersama.
- Apa kau pernah makan mamebu? - Mamebu?
Oh, sup yang kau tidak bisa mengatakan apa itu manis atau asin?
Tidak apa-apa. Enak walau pun kau tidak bisa mengatakannya.
Yah. Kau tampak hebat.
Apa kau telah menyelam untuk mencari uni?
Obaa-chan bilang aku belum boleh karena masih beresiko.
Aku mengerti.
Aku harus pergi sekarang, Ayah.
Apa kau merasa kesepian tanpa aku?
Aku tidak apa-apa karena ada Ibu.
Apa yang kalian bicarakan ketika berdua?
- Kau. - Tak mungkin!
- Membicarakanku apa? - Banyak sekali, jeleknya.
- Mungkin dia menulisnya di surat. - Aku mengerti.
Jadi, kurasa aku akan pulang dan membaca suratnya.
- Aku akan datang kembali. - Kau akan datang kembali kapan?
No comments yet. Be the first to leave one.