Spring Fever

Spring Fever (스프링 피버)

Indonesian வசனம் பதிவிறக்கம்

சீசன் 1

வெளியீட்டு விவரம்

[𝐂𝐨𝐟𝐟𝐞𝐞𝐏𝐫𝐢𝐬𝐨𝐧] 𝐒𝐩𝐫𝐢𝐧𝐠 𝐅𝐞𝐯𝐞𝐫 𝐒𝟎𝟏𝐄𝟏𝟏 𝐏𝐕-𝐀𝐌𝐙𝐍 𝐖𝐄𝐁
கருத்துரை வழங்கியவர் Coffee_Prison
𝑫𝒖𝒓𝒂𝒔𝒊 : 𝟎𝟏:𝟎𝟏:𝟏𝟗 || 𝑺𝒖𝒃𝒕𝒊𝒕𝒍𝒆 𝑹𝒆𝒕𝒂𝒊𝒍 𝑷𝑹𝑰𝑴𝑬 𝑽𝑰𝑫𝑬𝑶 || *𝑪𝒓𝒆𝒅𝒊𝒕 𝒕𝒐 𝘈𝘪𝘴𝘺𝘢𝘩 𝘠 (𝑷𝒆𝒏𝒆𝒓𝒋𝒆𝒎𝒂𝒉) || ડ౿ᥣɑოɑ𝗍 𝖬౿𐓣𝗈𐓣𝗍𝗈𐓣

குறிச்சொற்கள்

webdl
வெளியிடப்பட்ட தேதி: 2026-02-10
பதிவிறக்கங்கள்: 28
காது கேளாதோருக்கானது: No
FPS: 25

Indonesian வசனங்களின் மாதிரிக்காட்சி

முதல் 200 வரிகள்.

EPISODE 11

Kumohon,

jangan merokok di dekat Han-gyul.

Bocah.

Beraninya kau memelototi ayahmu begitu.

Bawakan alkohol, cepat!

Sial.

Baiklah.

Biar kubelikan.

Sial, kenapa lama sekali?

Han-gyul.

Han-gyul.

Jae-gyu.

Jae-gyu.

Hentikan, Ayah!

Dasar tak tahu terima kasih. Beraninya kau membantah!

Bajingan!

Jika melihatmu,

aku langsung naik pitam.

Bajingan.

Jae-gyu.

Jae-gyu.

Aku bisa menyelamatkannya. Bukan.

Seharusnya kuselamatkan dia.

Namun, aku…

Pergi meninggalkannya di sana.

Sayang sekali kau tak menyelamatkannya, tetapi itu bukan salahmu.

Tuhan memberiku luka ini…

Agar aku tak berpikir begitu.

Agar aku tak lupa dosa itu.

Ini adalah buktinya.

Dengar, Bu Bom.

Aku tak menutupinya karena jelek.

Setiap kulihat luka ini…

Aku ingat tatapan mata ayahku.

Aku teringat akan itu

dan tak bisa memperlihatkannya.

Jae-gyu.

Saat berlari keluar membawa Han-gyul,

aku sadar.

Suatu hari…

Aku akan mendapat balasannya.

Aku terus gelisah

memikirkan kapan hari itu datang.

Rupanya itu sekarang,

saat aku paling bahagia bersamamu.

Aku saja tak bisa memaafkan diriku.

Siapa yang bisa memaafkanku?

Jika kau tak bisa memaafkanku,

aku tak akan menyalahkanmu.

Itu juga…

Beban yang harus kutanggung.

KONSER AMAL HBM

- Hari itu… - Hari itu…

Maafkan aku.

Aku terbawa emosi saat itu

dan mengatakan hal tak seharusnya.

Aku juga terlalu keras denganmu.

Aku ingin melihat wajah putriku

sampai datang ke Shinsu. Mendengar hal itu

membuatku kebingungan.

Aku mengerti.

Jika aku tahu putriku berpacaran dengan pria seperti itu…

Tutup mulutmu.

Bu Jeong. Apa kabar?

Kita terus bertemu belakangan ini.

Karena aku ke stasiun TV, penayangan perdana, dan lainnya.

Katanya ada proyek baru bersama Sutradara Bong Chan-ho.

Kau tahu saja.

Kutunggu kabar baiknya.

Aku permisi.

Kenapa? Siapa itu?

Orang yang menanyaiku soal Bom di konferensi pers.

Reporter Park, Disfact.

Anehnya, aku melihatnya di segala tempat belakangan ini.

Seolah-olah dia mengikutiku.

Shinsu.

- Menghiburnya? - Ya.

Aku tak tahu bagaimana caranya.

Jika terlalu serius, kurasa akan menyakitkan.

Jika berlebihan, dia akan waspada.

Kenapa harus menghiburnya? Apa dia digugat lagi?

Bukan begitu.

Han-gyul terkena masalah, ya?

Mana mungkin Han-gyul begitu.

Bu Bom, cepat kemari.

Ada apa?

Hasil UAS sudah keluar.

Han-gyul pilih nomor tiga untuk setiap soal sejarah Korea.

Pasti ada kesalahan.

Coba lihat.

Apa dia gila?

Ada apa sebenarnya?

Matematika juga semua nomor tiga.

Ilmu hayati juga begitu.

Kenapa dia begitu?

Han-gyul, kau sudah selesai?

Baru sepuluh menit.

Ya.

Biar kucoba bicara dengannya.

Apa yang dia pikirkan?

Bisa jelaskan apa yang terjadi?

Menurutku itu tidak adil.

Apa?

Bu Bom.

Se-jin amat giat belajar.

Dia belajar lebih giat dariku. Kenapa selalu aku yang peringkat satu?

Bukankah yang bekerja keras seharusnya menang?

Lagi pula, aku tak ingin kuliah

dan hasil ujian tak perlu bagus.

Han-gyul.

Jadi…

Aku paham bahwa kau memikirkan temanmu,

tetapi keadilan tak tercipta dengan melukai dirimu sendiri.

Kalian harus berusaha sebaik mungkin dan menghormati hasilnya.

Selain itu, jika orang pintar sepertimu

ingin keadaan adil,

kau tak boleh menahan diri,

tetapi harus membantu orang mengejarmu.

Sebagai wali kelas, aku harus beri tahu pamanmu.

Biar aku yang beri tahu.

Aku tak berpikir panjang.

Beri aku kesempatan

untuk memberitahunya sendiri kali ini.

Han-gyul.

Sejak kapan waktu makan begitu sunyi di sini?

Han-gyul, bukankah Bos aneh belakangan ini?

Dia berkata keluarga harus tatap muka

alih-alih menatap ponsel saat makan,

tetapi sudah berhari-hari terus melihat ponsel.

Makan.

Bukankah Han-gyul juga agak aneh?

Dia kaget jika mendengar namanya

dan gugup seperti sedang berbohong.

Ada yang ingin kau katakan?

Tak ada apa-apa.

Makanannya enak.

Hei.

Makanlah lagi.

WANITA ITU

Berkas sudah kukirim. Apa lagi?

Di mana?

Kenapa mengajakku kemari?

Kau tak tahan berada di sini,

makanya kau pergi.

Ya, aku tak tahan.

Setiap aku kemari, aku ingat dipukuli,

juga betapa miskinnya kita.

Memikirkan Ayah sebagai bagian tempat ini

membuatku muak. Aku tak tahan dengan semua itu.

Wanita itu mendatangiku.

Siapa?

Yoon Bom.

Maaf aku datang mendadak.

Aku dapat alamatmu dari Han-gyul.

Soal itu…

Begitu, ya?

Kenapa kau menemuiku?

Belum lama, Pak Sun memberitahuku…

Soal ayah kalian.

Aku tak punya tanggapan soal itu.

Tolong jangan cari aku jika untuk itu.

Dia berkata begini,

"Aku saja tak bisa memaafkan diriku. Siapa yang bisa memaafkanku?"

Lantas siapa

yang bisa memaafkan dia?

Maksudmu, itu aku?

Pak Sun masih mengurung diri dalam rasa bersalahnya.

Kurasa dia harus dimaafkan

agar bisa lepas dari ingatan itu.

Dan itu

hanya bisa diberikan oleh orang yang mengalami

penderitaan yang sama.

Aku…

Aku orang yang membuang anak demi hidupku sendiri.

Kemiskinan? Aku sudah muak.

Dipukuli?

Aku tak tahan lagi.

Kulimpahkan rasa bersalah dan kewajibanku kepada Jae-gyu,

lalu lari tanpa menoleh ke belakang.

Rasa sakit?

Memberi maaf?

Kau pikir aku tak berkata begitu

kepada Jae-gyu karena aku tak sempat?

Bukan.

Itu karena aku malu.

Jika begitu, kau tak boleh lari lagi.

Aku mohon kepadamu.

Dasar bodoh.

Menyedihkan.

Tak tertolong.

Aku kabur meninggalkan anak dan masa laluku,

lalu hidup dengan percaya diri.

Kau salah apa hingga merasa tersiksa?

Kau bunuh siapa?

Bukan.

Ayah kita itu

bukan dibunuh olehmu, tetapi Tuhan.

Jae-gyu.

Bekas luka di lenganmu itu…

Spring Fever subtitles in other languages

கருத்துகள்

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left