முதல் 200 வரிகள்.
Kau sudah melewati fase
yang memungkinkan untuk aborsi.
Lantas bagaimana?
Kau ingin aku melahirkan pembunuh?
Sebenarnya ini bagus.
Bunuh saja aku.
Cepat bunuh aku.
Dasar wanita gila.
Baiklah, jika itu maumu.
Kenapa kau menyelamatkanku?
Kenapa tak membiarkanku mati saja?
Harusnya kau membiarkanku mati!
Kenapa?
Lahirkan anakmu.
Kenapa kau menyelamatkanku?
Kau harusnya membiarkan kami berdua mati saja.
- Terjadi pembunuhan di Suseong... - Terjadi lagi di Suseong.
Dalam waktu dua tahun, sepuluh pembunuhan berantai...
Pembunuh berantai Suseong akhirnya tertangkap.
Kim yang bekerja di pabrik peleburan mengaku...
Kim, tersangka kasus pembunuhan berantai Suseong
dipenjara seumur hidup tanpa pembebasan bersyarat.
MOUSE
PEMBUNUHAN BERANTAI SUSEONG
KIM DA BIN
HAN SEO IN
KORBAn 6: SONG HYEONG MI
SHIM SANG AH
KIM YEONG HWA
KORBAN KE-10 DITEMUKAN
PEMBUNUHAN BERANTAI SUSEONG, KIM BONG CHEOL
DITEMUKAN 5 HELAI RAMBUT
TERDAPAT KADMIUM DI DARAH GOLONGAN O
Kau tak penasaran kenapa Bong Yi dibebaskan?
Detektif Shin menemukan alat untuk membunuh Kang Duk Soo.
Bukan pisau Bong Yi, tapi senjata asli yang digunakan.
Alat yang dipakai untuk memotong kemaluan Kang.
Rupanya karena itu Bong Yi bukan lagi tersangka.
- Benarkah? - Ya.
Moo Chi yakin dia melihat sesuatu.
Apa yang dia lihat?
Dia tak mungkin melihat wajahku.
Aku tak bisa biarkan dia dan Yu Na bertemu.
Ada apa? Kami sudah kirim semua buktinya.
Pakaian yang dipakai Bong Yi saat dia datang ke rumah sakit
berbeda dari yang dipakainya dalam video dasbor Bu Choi.
Nona Oh Bong Yi,
kau dipanggil ke kantor polisi.
Apa yang kau lihat?
Itu kau, 'kan?
Bong Yi belum bicara?
Ya, dia masih bungkam.
Dia bisa terancam jika tak mau bicara.
Tapi bagaimana jika pisau miliknya tak dipakai untuk membunuhnya?
Bukankah sebaiknya kita memeriksa lebih jauh?
Kami tak menemukan apa pun di tepi sungai.
Hari itu arus airnya kuat karena hujan deras.
Jika senjata yang asli mengalir ke sungai,
gaya sentrifugal bisa saja membuatnya terseret di tepi sungai
yang berarti senjatanya mungkin ada di sungai.
Moo Chi, aku menemukannya.
Aku tak percaya senjatanya ada di sini.
Tuhan benar-benar membantu kita.
Kami mendeteksi DNA orang lain dari noda darah di mantelnya.
Apa?
Hasil yang kami terima sulit dipercaya.
Aku tak tahu bagaimana menafsirkan situasi ini.
Tahanan yang dikurung di penjara.
Apa? Apa maksudmu?
DNA yang terdeteksi dari pisau yang dipakai membunuh Kang Duk Soo
milik tahanan yang saat ini mendekam di penjara.
DNA tahanan di penjara?
Bagaimana DNA tahanan bisa terdeteksi dari pisau ini?
Itu sebabnya aku sangat bingung.
Pelakunya mungkin sengaja melakukan ini.
"Sengaja"? Pelakunya? Kenapa?
Bukankah sudah jelas? Dia mengejek kita.
Tahanan memiliki alibi yang pasti
dan fakta bahwa DNA-nya ada pada pisau ini
artinya dia ingin mengatakan, kita takkan bisa menangkapnya.
Dia ingin tunjukkan pada polisi bahwa dia percaya diri.
Dia mencoba mengejek kita.
Apa menurutmu
memang itu alasannya?
Kenapa uang itu sangat berharga bagimu?
Tak apa-apa.
Bong Yi.
Kini semua sudah berakhir.
Mimpikanlah hal-hal bahagia.
Omong-omong, apa impianmu?
Impianku?
Aku tak pernah cukup santai untuk memimpikan apa pun.
Kau bisa mulai sekarang.
Hal yang buat jantungmu berdebar dan membuatmu bersemangat.
Apa kau selalu ingin menjadi produser TV?
Tidak, itu impian orang lain.
Tapi suatu hari, itu menjadi impianku.
Benar juga. Kau mau bekerja di timku?
Aku?
Tidak...
Aku tak pernah kuliah.
Aku bahkan tak lulus SMA.
Latar belakang pendidikanmu tak penting.
Tidak.
Kurasa aku tak pantas mendapatkannya.
Aku tak layak untuk pekerjaan ini.
Pikirkanlah dan hubungi aku.
Baiklah.
PRODUSER CHOI HONG JU
Kenapa Yu Na belum pulang?
Apa dia pergi menemui polisi?
Astaga, kuharap tidak.
Ponsel ini dimatikan.
Rupanya kau di sini.
Aku mencarimu ke mana-mana.
Aku harus bertemu Yu Na.
Tapi aku tak bisa menemukannya.
Dia sudah pindah.
Dia sudah pindah?
Yu Na memintaku menunjukkan ini padamu.
Bong Yi, maaf aku pergi tanpa berpamitan.
Itu kau, 'kan?
Aku melihat ini
saat kau menutup pintunya.
Terima kasih.
Jika bukan karena kau, aku tak mungkin ada di sini.
Aku mungkin sudah mati.
Aku akan merahasiakannya sampai aku mati.
Aku takkan memberi tahu ibuku atau Bong Yi.
Aku berjanji.
Aku akan melupakan semuanya.
Menghilang!
Terima kasih banyak.
Aku ingin menemui Bong Yi,
tapi polisi bilang kami tak boleh menemuinya.
Pak, boleh pinjam ponselmu?
Bong Yi, maaf aku pergi tanpa berpamitan.
Aku akan pindah ke lingkungan lamaku.
Ibu.
- Aku suka kamarku. - Kau suka?
Yu Na, bantu ibu membawa ini.
Ibuku berjanji takkan mabuk-mabukan lagi,
bahkan berjanji akan menjalani terapi.
- Ini barangmu. - Aku juga akan bersekolah
setelah pindah.
Kini aku punya impian.
Saat besar nanti, aku ingin menjadi seperti Bong Yi.
Aku akan tumbuh dan menjadi orang dewasa sepertimu.
Bong Yi lebih berani daripada Goat Man
atau Lady Bug. Dia akan jadi pahlawanku selamanya.
- Sampai jumpa, Bong Yi. - Sampai jumpa.
Astaga, dia terlalu memujiku.
Aku ingin menjadi orang dewasa yang selalu dikagumi Yu Na.
Proposal macam apa ini?
Ada apa denganmu?
Kau harus bekerja dengan baik sebagai orang baru.
Maafkan aku.
Aku sudah berusaha sebaik mungkin.
Maafkan aku.
Ada meja di dekat pintu masuk.
Itu kursiku.
Letaknya di sebelah toilet, jadi, sangat bau di sana.
Karena itu tak ada yang mau duduk di sana.
Kursi itu tentu saja diberikan pada orang baru.
Tapi aku suka mejaku.
Kenapa?
Memang kenapa jika sedikit bau?
Aku sangat senang bisa bekerja di stasiun penyiaran.
Kau begitu senang?
Tentu saja. Itu impianku sejak lama.
Impianku adalah menjadi produser TV
yang selalu menyatakan kebenaran
dan menciptakan dunia yang adil.
Tapi sepertinya
aku tak bisa lagi meraih impian itu.
Tidak.
Kita bisa selamat dan pergi dari sini.
Ayo menyelamatkan diri dan keluar dari sini.
Baiklah.
Hyun Soo, aku berjanji padamu.
Apa pun yang terjadi,
aku akan menyelamatkanmu dari sini.
Maafkan aku.
Aku selalu ingin
membantumu meraih impianmu,
tapi aku tak pantas melakukan itu.
Ya, Bong Yi?
Aku ingin menerima pekerjaan itu.
Aku ingin mencari impianku.
Kenapa wajahmu seperti itu?
Kupikir semua berjalan lancar.
Aku hampir membunuh anak kecil itu.
Tapi kau tak melakukannya.
Karena dia berjanji padaku akan merahasiakannya.
Itu hanya alasan.
Kau tak bisa membunuhnya.
Aku tak bisa membunuhnya?
Aku yakin kau takkan membunuhnya.
Jika menurutku kau akan membunuhnya,
aku pasti akan mencegahmu.
No comments yet. Be the first to leave one.