முதல் 200 வரிகள்.
Kita saling membuat menderita.
Kita berdua tak berani mengakuinya,
Tapi setiap kau mencoba membuat rencana terlebih dahulu,
Yang bisa aku pikirkan adalah, mungkin kita sudah putus duluan.
Kebenaran yang menyakitkannya adalah,
Aku rasa aku tidak menyukaimu sekarang,
Dan aku rasa kau juga tidak suka aku.
Menurutku hal yang paling logis...
...yaitu agar kita putus sebelum kita menjadi sangat berbahaya.
Tapi aku harap kita masih bisa berteman?
Yang benar saja.
Apa?
Ingatkan aku agar tak pernah biarkan kau jadi orang...
...yang sampaikan kabar buruk padaku.
Itu harus blak-blakan.
Ya, tapi "mari tetap berteman", itu kejam,
Seperti mencabik hatinya.
Kau yang bilang padaku agar putus dengan dia sejak lama.
Itu benar, tapi bukan menghancurkan dia.
Aku rasa aku harus buat dia membenciku.
Rasanya itu satu-satunya cara untuk membuatnya meyakinkan,
Maksudku, aku sudah pernah coba putus dengan dia sebelumnya.
Kau mau?
Oke, kau butuh itu.
Isaplah, kau membutuhkannya.
Kau butuh itu.
Bajingan.
Apa yang kau lakukan? Nathan?
Mencoba memikirkan ini.
Bandnya terlihat bagus.
Berapa lama waktu yang kau butuhkan untuk penuhi dinding ini?
Aku tidak merencanakan itu.
Dan itu selalu berubah.
"Semua bisa diganti".
Mantra pribadi.
Kebanyakan dari band ini sudah meninggal dan pergi.
Itu drumernya Joe.
Berarti itu artinya ada ruang yang tersedia di dindingmu.
Kau tak mau ini menjadi hubungan kasual?
Aku pikir kau tertarik.
Aku harap tidak begitu membuatmu jenuh.
Aku tahu ketertarikan bukan pembahasan menarik, tapi...
Kau tidak menjemukan.
Apa, ini untuk membuktikan jika aku tidak menjemukan?
Bukan, ini aku bersikap ramah.
Tentu. Terserahlah.
Jadi jika aku pajang kau di dindingku, aku bisa dipajang di dindingmu?
Tentu saja. Tapi aku tipe orang yang suka dinding bersih dari bingkai foto.
Kau pikir bisa menerima itu?
Ini baru sehari dan kau sudah mencoba mengubahku.
Aku suka bokongmu.
Kita bisa melakukan kencan kedua, dan lihat ke mana ini membawa kita.
Astaga.
Kau punya kamar sendiri. Pakai itu.
Dia ada benarnya.
Semua bisa diganti.
Jangan berubah pikiran.
Aku bisa lihat kau merasa ragu.
Matikan itu!
Tidak. Tidak.
Matikan...
Reaksimu terlalu berlebihan.
Kekasih?
Axel, apa itu kau?
Ya. Ya, ini aku.
Mereka izinkan aku pulang lebih cepat.
Aku mau muntah!
Aku akan bawakan kau teh.
Mungkin cukup obat kumur.
Apa?
Apa yang akan kau katakan?
Jangan katakan itu.
Aku tak bisa melakukannya selagi dia seperti ini.
Dia memang ratu drama.
Dia terlalu berlebihan.
Dia tak mau bicara denganku. Dia mendengar suaraku.
Dia berbohong dan bilang, "Aku sakit."
Menurutku ini seperti perban.
Kau hanya harus mencabutnya.
Mencabutnya.
Ada apa dengan "Menghancurkan dia"?
"Jangan merusak itu"?
Dia sudah besar. Dia bisa menangani itu.
Aku akan menyampaikannya,
Itu terasa tepat sekarang.
Itu bagus.
Aku sangat menyayangimu, tapi lihatlah dirimu sendiri.
Kau membuat teh dari teko air panas.
Dimana kau pasti menertawai...
...kegiatan orang hipster itu dua tahun lalu.
Aku suka teko ini.
Ini bukan soal teko, 'kan?
Aku akan menyampaikannya.
Hanya saja ini bukan waktu yang tepat.
Aku tak mau kau berumur 20 tahunan...
Lihat aku.
Aku tak mau kau berumur 20 tahunan,
Dengan anak banyak dan seorang suami.
Hanya karena kau tak bisa temukan waktu yang tepat, oke?
Baiklah.
Setelah dia membaik, aku akan sampaikan itu, mengerti?
Ya.
Mau aku tetap di sini?
Tidak, dia takkan membaik jika kau berkeliaran di sini.
Oke. Kalau begitu aku akan pergi.
Baiklah, SMS aku setelah kau melakukannya. Oke?
Ya.
Aku menyayangimu. Tetap kuat, oke?
Pasti. Terima kasih untuk semuanya.
Dah, jalang.
Aku menyayangimu.
Astaga, kekasih, kau terlihat sangat buruk.
Terima kasih.
Kau merokok?
Aku membuangnya keluar jendela.
Baunya harusnya sudah hilang pada waktu kau kembali,
Hanya saja kau pulang lebih cepat.
Aku sangat berharap kau tidak melakukan itu.
Aku bilang itu tidak masalah.
- Itu tanggung jawabku. - Tidak.
Kau sudah begitu baik dengan berhenti merokok.
Jika dia teman yang baik, dia takkan merokok di depanmu.
Maaf. Kondisiku sedang tidak baik sekarang, dan aku...
Oke.
Terima kasih untuk tehnya.
Sama-sama.
Kau merawatku dengan baik, kekasih.
Bisa kita bicara?
Tentu.
Situasi kita sedang tidak baik.
Aku menyadari itu, dan aku yakin kau juga menyadarinya.
Kita tak punya waktu untuk dihabiskan bersama,
Dengan jam kerjamu yang tidak menentu.
Jam kerjaku tidak menentu...
- ...karena aku punya tiga pekerjaan. - Dan ini yang aku maksud.
Kita selalu berusaha melihat perjuangan dari orang lainnya.
Oke. Baiklah.
Mungkin jangan mulai dengan jadikan itu salahku.
Aku tak bilang itu salahmu.
Oke.
Reset.
Aku minta maaf.
- Aku minta maaf. - Tidak, aku yang minta maaf.
Maksudku adalah,
Kita berdua harus untuk saling berusaha.
Apa itu adil?
Apa yang kau lakukan?
Meluangkan waktu untuk kita.
- Kau sedang sakit. - Kumanku adalah kumanmu.
Ayolah.
Aku mohon?
- Oke. - Oke.
Berapa banyak pria yang pernah tidur denganmu?
Apa, kau benar-benar ingin tahu?
Entahlah, menurutmu?
Apa?
Aku salah bicara?
Maksudku, menurutku kau tak ingin benar-benar ingin tahu.
Pria mengatakan ingin tahu, tapi...
Itu tidak penting.
Tentu.
Dengar, aku sudah tahu itu pasti lebih dari sekedar aku.
Aku menjalani dua hubungan jangka panjang, lalu kau,
Jadi itu tiga, termasuk kau.
- Kenapa kau ingin tahu? - Aku tidak perlu tahu.
Aku hanya berpikir kita bisa membicarakan soal itu.
Kau tahu, aku tak pernah suka istilah "pacar".
Dari mana datangnya itu?
Apa kau menemui orang lain?
Kurang lebih.
Tidak terlalu.
Lalu ini apa?
- Apa kita sesuatu? - Sesuatu?
Entahlah, apa kita mengarah ke sesuatu?
Apa kita perlu bicara?
Apa maksudmu, bicara?
Kau akan mengisap itu?
Maksudku, ya. Menurutku kita perlu bicarakan itu.
Atau tidak.
- Lupakan saja. Kita bisa hanya... - Tidak. Tunggu dulu...
Maaf. Itu hanya menakutkan untukku.
Maksudku, aku tidak nyaman mengakui pada diriku sendiri...
...betapa aku menyukaimu.
- Kau menyukaiku? - Sangat menyukaimu.
Jadi jika kau tak mau disebut pacarku,
Kau mau disebut apa?
Pasanganku?
Jelas tidak.
- Tidak? - Terlalu menjemukan.
Terlalu informal.
Aku mau sesuatu yang lebih bergairah.
Kau tahu istilah yang menurutku terlalu diremehkan?
- Apa? - "Kekasih".
- Apa? - Tidak. Aku serius.
"Kekasih".
- "Kekasihku". - "Kekasihku".
Aku akan sangat suka seorang wanita cantik...
...untuk menyebutku kekasih mereka.
"Aku pergi liburan akhir pekan bersama kekasihku."
- Kekasih. - Ya, kekasihku.
No comments yet. Be the first to leave one.