முதல் 200 வரிகள்.
Ketua Hyun Dae-ho telah memimpin LJ Group sejauh ini.
Namun, setelah pengumuman mendadaknya,
satu kejadian diungkit kembali.
Yaitu kecelakaan yang menewaskan mendiang CEO Hyun Su-hyeon.
Meski ada kesaksian bahwa ada yang mengejar mobilnya
pada saat kecelakaan,
kasus itu ditutup sebagai kecelakaan fatal.
Kami menerima hasil investigasi.
Masih ada keraguan tentang proses investigasinya.
Ada yang bilang selingkuhannya terlibat.
Beberapa orang bilang suaminya, mantan wali kota Seoul,
adalah orang yang mengejarnya saat itu.
Namun, keraguan ini mereda
saat dia menyangkal ada konflik di antara mereka.
Namun, yang paling aneh tentang ini
adalah Ketua Hyun.
Meski banyak gosip yang beredar,
dia tetap bungkam.
Jadi, kenapa dia tiba-tiba mengungkapkan cucu ketiganya?
Apa yang sebenarnya terjadi saat itu?
- Astaga. - Jika suka...
Kita sudah menonton banyak!
Kukira kita hanya akan memeriksa siapa mereka.
Sepertinya
menikah dengan keluarga kaya tak semuanya bagus.
Bagaimana jika terjadi sesuatu pada A-jung di sana?
Dia menutupi kebenarannya saat putrinya meninggal.
Itu semua hanya gosip.
Mereka hanya membuat video tentang gosip yang beredar.
Algoritma adalah takdir.
Kita melihat video itu
berarti sesuatu.
- Kau tahu? - Tae-min!
Kau mau mengutuk A-jung? Kau mau sesuatu terjadi kepadanya?
Orang kaya tak berbeda. Mereka juga manusia.
Lagi pula,
meski mereka melakukan hal gila,
apa yang akan mereka lakukan kepadanya?
Aku bertanya untuk berjaga-jaga.
Apa kau menyukaiku?
- Tidak. - Lalu kenapa bilang begitu?
Kedengarannya seperti kau suka aku.
Aku hanya
berkata jujur.
Aku tak menyukaimu, tapi berencana mencurimu.
Kenapa?
Jika jatuh cinta kepadaku, kau tak akan menikahi Kakak.
Tercengang
dan berdebar-debar.
Sekarang giliranku membuatmu begitu.
Pada akhirnya, kau akan jatuh cinta kepadaku.
Tekadku sudah bulat.
Aku akan merayumu
dan mencampakkanmu.
Akan kuterima.
Kenapa kau terkejut?
Kakek bilang tak akan setuju.
Aku tak pernah bilang begitu.
Aku tanya apa yang akan kau lakukan kalau tak kuizinkan.
Dengar. Kakek bilang akan izinkan.
Berterima kasih saja.
Apa masalahnya?
- Benar. - Kurasa dia terkejut.
Selamat. Aku turut bahagia untukmu.
Selamat.
Selamat.
Baiklah.
Ambil barang-barangmu dari New York sebelum pernikahanmu.
Hei, Berandal.
Kau harus jawab Kakek dan menurutinya. Kenapa...
Namun, kenapa dia pindah kemari?
Apa maksudmu "kenapa"?
Dia harus belajar bekerja.
Aku belum berubah pikiran. Meski dia akan menikah,
aku akan membuatnya mengelola perusahaan.
Ji-han.
Apa jantungmu pernah berdebar karena aku?
Apa?
Katamu sekarang giliranmu membuatku merasa seperti itu.
Itu berarti
kau pernah merasa begitu karena aku.
Bukan hanya itu yang kukatakan.
Kau membuatku kesal.
Memang benar
aku terkejut karenamu,
tapi jantungku
tak berdebar karenamu.
Kau tak perlu berpura-pura tak pernah.
Wajahku,
suaraku.
Aneh jika jantungmu tak berdebar.
Aku tak berpura-pura.
Sungguh.
Kurasa kau terlalu gugup sebelumnya. Tunggu saja.
Kau akan merasakannya nanti.
Sungguh tidak sama sekali.
Kurasa itu karena cuacanya dingin.
Tidak. Bukan begitu.
Jantungmu berdebar, 'kan?
- Kau berbohong. - Apa kau sudah gila?
Kau kenapa?
Aku kemari hari ini untuk mendapat izin menikahi Do-han.
Menurutmu kau tak gila?
Sikapmu tadi di dalam?
Pilih-pilih, membantah,
menepuk bokongnya?
Terserah. Aku tak mau bicara kepadamu.
Kembalilah ke dalam.
Kau tak bisa jadi istri baik baginya.
Aku tahu itu
- lebih dari siapa pun, - Dengar,
kau sendiri bukan adik yang baik baginya.
Ditambah lagi, kau bilang akan merayuku?
Aku tak yakin aku akan jatuh cinta pada orang tak tahu malu dan tercela.
Namun, jika percaya diri, coba saja.
Aku penasaran akan jatuh cinta kepadamu atau tidak.
Ini keterlaluan.
Cucu Kakek bukan dia saja.
Aku juga cucu Kakek
dan aku yang tertua!
Aku selalu di sisi Kakek dan memimpin perusahaan selagi dia hidup seenaknya.
Sayang.
Lepaskan! Apa aku salah?
Kalian pergilah. Aku lelah.
Terus terang, Kakek hanya memungut dia dan Ji-han.
- Apa? - Ibu meninggal
karena dia...
Astaga!
Sayang.
Beraninya kau...
Mari kita perjelas ini.
Aku yang memimpin perusahaan dan membereskan kekacauanmu.
Aku lelah. Pergi.
Kakek.
Sayang, kau tak apa-apa?
Coba kulihat.
Astaga!
Sial.
Sayang!
Sial...
Sayang.
Itu untuk Do-han.
Kakakku juga ditampar. Jadi, ini adil.
Ji-han.
Mari jaga semuanya tetap adil.
Kau merebut ibu kami. Jangan rebut perusahaan kami juga.
Benar, 'kan?
Kau seharusnya tahu diri.
Aku hanya
membiarkanmu
karena kau bukan tandinganku.
Namun,
kau jadi makin serakah tanpa tahu terima kasih.
Kak Min-woong ditampar, jadi kau juga harus ditampar.
Kau yang menyebabkan semua ini.
Lepaskan aku.
Lepaskan.
Kakek
mengizinkan
pernikahan kita.
EPISODE 4
Halo, Pak.
Dia memecat tujuh direktur yang mendukung Ketua
dan merekrut yang mendukungnya.
Dia berusaha menarik orang ke pihaknya karena anak-anaknya
mungkin tak mewarisi perusahaan.
Jika lebih dari setengah anggota dewan memihaknya,
dia bisa melawan Ketua.
Dia datang.
Sampah.
- Apa? - Bersihkan.
Ada di lantai.
Oh, sampah...
Aku kaget.
Dia bisa membuangnya sendiri.
Sahamnya paling banyak setelah Ketua.
Kenapa dia menyuruhnya membuang sampah?
Kau tak bisa bekerja yang benar?
Kenapa Lee Ji-han masih di sana?
Dia harus ada di sana untuk melihat
betapa mustahil mimpinya.
Ayah, aku tak perlu khawatir, 'kan?
Bukan hanya satu anak perusahaan.
Menyerahkan hak pengelolaan tidak mudah.
- Sial... - Para pemegang saham
tak akan membiarkan orang tua pikun itu
berbuat seenaknya.
Kakek selalu berbuat seenaknya.
Dia bahkan menamparku seperti ini.
Jika kau menunggu,
semuanya akan jatuh kepadamu.
Jadi, sampai saat itu, jangan menyebabkan masalah lagi.
Benar. Pikirkan apa yang kau lakukan hingga bertahan sampai sekarang.
Apa maksudmu?
Ingat kenapa SIM-ku ditangguhkan?
Aku yang menanggung kesalahanmu saat kau mengemudi sambil mabuk, Kak.
Hei. Hati-hati dengan ucapanmu.
Jika bukan karena itu, pasti aku yang dipilih!
Aku kehilangan kesempatanku!
- Hei! - Apa?
No comments yet. Be the first to leave one.