முதல் 200 வரிகள்.
Tim Satu, menyebar.
Tim Dua, menyebar.
Tim Tiga, menyebar.
Tim Empat, menyebar.
Kau baru mengungkap dirimu kepada musuh.
Saat penembak runduk terungkap, dia mati.
Penembak runduk tak pernah di tempat aman.
Atasi semua variabel
dan bunuh target dengan peluru pertama.
Tahan napasmu.
Menyatulah dengan senapan, 27.
Lama tidak berkabar.
Kau tak lupa kepadaku, bukan?
Minseo, apa kau lelah?
Ayo tidur, ini sudah malam.
Ayo tidur sekarang.
Ayo.
Ya.
Aku tak dapat menemukan 404.
Laporan terakhirnya tiga jam lalu.
Dia di luar jangkauan.
Beri tahu Tim B tentang hilangnya 404.
Lupakan prosedurnya.
Suruh mereka menemukan 404 dahulu.
KWON DOHOON
Maaf.
Aku sibuk.
Nama kode 404.
Gagal membunuh Target G395.
Lokasi pelacak N425142.
GARDEN TRADING
Itu luka baru.
Yang ini?
Ini jahitan Jaeyeol.
Bagus, bukan?
Dia lebih cekatan darimu.
Entah kenapa saat kau menjahitnya,
itu menjadi berkerut.
Tak hanya meluputkan target, kau bahkan terluka.
Kau harus fokus.
Baguslah kau membahasnya.
Mari hanya fokus pada pekerjaan.
Kau harus berhenti menyelidiki istriku.
Kau harus berhenti menggeledah ruanganku.
Kita dapat tersangka atas kasus Wolfe. Jangan dipikirkan lagi.
Kau sengaja mengecualikanku.
Bagaimana bisa tak khawatir?
Kepala Oh.
Tato di Carly Young dan Wolfe,
simbol apa itu?
Kenapa bertanya? Itu bukan hal baru.
Mereka membuat organisasi
dan menyatakan takdir mereka sama. Hanya itu.
Jadi, apa takdir bersama mereka?
Itu tugasku.
Fokus saja ke pekerjaanmu.
Laporkan target yang luput darimu.
Dia pembunuh bayaran.
Bekerja seperti makanan cepat saji.
Selesai dengan cepat dan pasti.
Petarung pisau Jepang.
Astaga, semoga dia tak menyebabkan masalah di suatu tempat.
Setelah keluar jaringan, keadaan jadi buruk.
Sulit memprediksi mereka.
Berapa nomor kasusnya?
G395. Namanya Koo Inbo.
Koo Inbo?
Kenapa?
Kau mengenalnya?
Tidak.
Kau mau ke mana?
Pelacak yang kau pasang.
Itu di Osan satu jam lalu
dan sekarang di Yangsu-ri.
Aku saja. Tembakanku luput, jadi, biar kuselesaikan.
Tidak apa-apa.
Kau bisa apa dalam kondisi itu?
Luput lagi?
Biar kuperingatkan.
Baik Koo Inbo maupun tato
bukan urusanmu sekarang.
Jaga saja keluargamu.
Jangan terlibat masalah.
Oh Chunryun.
Kepala Oh.
Dohoon.
Kenapa kau kemari?
Tidak apa-apa.
Apa kau senang tiba-tiba melihatku?
Tentu saja.
Aku sangat senang.
Siapkan tiket ke Korea untukku.
Secepat mungkin.
Apa kau ingin pindah?
THE UNBREAKABLE BOND
EPISODE 6
Dohoon.
Sayang.
Minseo.
Sayang, Minseo.
Minseo. Sayang.
Sayang. Minseo.
Minseo!
Minseo...
Minseo.
Minseo?
Minseo.
Sayang.
Masuklah.
Berjanjilah kau akan olahraga setiap pagi, ya?
Lepaskan sepatumu.
Kemarilah.
Tidak...
Kenapa tak bilang kalau mau keluar?
Aku khawatir.
Mandilah.
Mandi.
Apa yang terjadi?
Kenapa Ibu kesal?
Ayah, hidungku.
Baik, tiup.
Bagus. Lagi.
Tiup.
Kau sudah bersih sekarang.
Karena burger.
Salah satu hal yang paling dia benci adalah kita makan burger.
Salah.
Lalu?
Apa dia cemberut
karena kau dan Ayah dekat?
Salah.
Pergilah ke Ibu dan tanyakan
kenapa dia kesal.
Tapi aku sudah tahu.
Kau tahu? Apa itu?
Kenapa Ayah tak tahu apa-apa?
Jadi, kenapa dia marah?
Itu tentang pesta ulang tahun ke-80 Kakek.
Pesta ulang tahunnya.
Kau benar.
Sayang, apa yang kau lakukan?
Apa itu?
Untuk pesta ulang tahun Ayah?
Kau bekerja sangat keras untuk itu.
Biar kulihat.
Pesan kue lima tingkat untuk pesta.
Itu sempurna untuk Jihoon.
Di Korea... Tidak.
Tak ada yang suka menghabiskan uang melebihi dia di dunia.
Baik. Serahkan itu pada Jihoon.
"Mencoba prasmanan di tempat acara."
Itu sempurna untuk Mirim.
Dia selalu berpikir tentang makan apa.
Serahkan itu kepada Mirim.
"Song Gain"? Untuk itu,
Jihoon dan aku bisa menggantikannya setelah beberapa kali latihan
di karaoke. Kau mengenal kami.
Song Gain selesai.
Aku bisa mengirim undangan
saat pergi ke kantor pos hari ini.
Selesai.
"Membujuk Ayah."
Itu yang sulit.
Dia tak akan mudah berubah pikiran.
Jika tahu alasannya, setidaknya aku bisa membujuknya.
Tapi dia tak mau memberitahuku.
Baik. Serahkan itu kepadaku.
Aku akan menyelesaikannya.
Bagaimana?
Percayalah kepadaku. Tak perlu bertanya.
Akan kuwujudkan semua persiapanmu
untuk pesta ulang tahunnya,
jadi, jangan khawatir.
Tenang saja.
Terima kasih, Sayang.
Terima kasih? Apa yang kau lakukan ketika bersyukur? Beri ciuman.
Cepat, cium.
- Cium aku. - Hentikan.
Beri aku ciuman.
Aku anak baik, bukan?
Waktu yang tepat.
Waktu yang tepat.
Aku ingin membantu.
Baik, kemarilah.
Lihat amplop kosong ini...
Kunyah dengan baik.
Apa kau ingin berjalan-jalan?
Aku sibuk.
Aku tak tahu apakah pas dengan Wonyoung.
Kuitansinya ada di dalam. Tukarlah jika terlalu kecil.
Ini hadiah untukmu dari Nenek.
Terima kasih, Nenek.
Terima kasih telah membawa Wonyoung.
Aku tahu kau tidak mau.
Aku tak punya dendam kepadamu.
Tidak semua anak angkat itu sama.
Kemarahan dan kerinduan kepada ibu kandung yang menelantarkanku
semua sudah berlalu.
Kuharap
ini kali terakhirmu mengunjungi Wonyoung.
No comments yet. Be the first to leave one.