முதல் 200 வரிகள்.
BERDASARKAN KISAH NYATA.
FILM UNTUK PAHLAWAN TANPA PAMRIH PEMBERANTAS PERDAGANGAN SEKS.
Halo? Ini kantor polisi.
Pak. Aku...
- Hei. - Ya, Bos?
- Saatnya makan malam. - Ya, Bos.
- Beri gadis itu makanan. - Baik, Bos.
Tenang. Tunggu disitu. Polisi segera datang.
Baik, Pak.
Terima kasih.
Bos, gadis itu kabur.
Hei. Sialan, kalian payah mengawasi dia.
- Cepat cari dia. - Baik, Bos. Ayo cari.
Pokoknya aku butuh gadis itu besok pagi.
POLISI
POLISI KOTA HYDERABAD
Pak.
Aku yang tadi menelpon kantor polisi.
Oh begitu. Ada apa, Nona?
Pak, mereka... Aku...
Jangan panik. Ada aku polisi.
Minum dulu, Nona.
Ayo naik mobil.
Naiklah. Jangan cemas. Ada aku. Naiklah.
Naik mobil, Nona.
Turun, Nona. Jangan takut. Ini rumahku.
Polwan tak bertugas malam. Jadi, kita kesini.
Turun.
Kenapa pulang telat?
Di jalan..,
..aku lihat gadis ini dalam masalah.
Nanti kujelaskan. Antar dia ke kamar.
Kemari, Nona.
Masuk, Nona.
Kemari.
Ini kamar untukmu. Masuk.
Tunggu. Mau kemana?
Ada aku. Jangan takut. Kemari, Nona.
Kemari, Nona.
Kau menyuruhku cari dia? Kau payah mengawasi dia.
Gadis ini menggairahkan dan manis.
Aku butuh dia 2 hari dan uang banyak.
Uang darimu tadi kurang.
Sudah kutangkap dia. Beri aku uang banyak.
- Terima kasih, Pak. - Nona.
Duduk.
Sampai jumpa, Nona Sayang.
Pak.
- Aku bukan pelacur. - Jangan cemas, Nona.
- Kau takkan disakiti. - Bebaskan aku.
Cukup. Minggir.
- Tenang. Nanti aku kesini. - Bebaskan aku.
- Pak, tolong aku. - Jangan kabur.
Pak, tolong aku.
Ingat, kalau kabur lagi, akan kubunuh.
Aku bukan pelacur, Pak.
Kumohon bebaskan aku.
- Hei, Jaffer. - Ya, Bos?
Biar dia tersiksa kelaparan dan haus.
Baik, Bos.
Pak, aku bukan pelacur.
Kumohon bebaskan aku.
- Ramu. - Ya, Bos?
Bawa dia ke rumah Gandipet.
- Baik, Bos. - Besok pagi. Jangan kesana.
Bawa dia ke rumah Shamirpet.
- Kumohon. - Baik, Bos.
Kebanggaan sekolah kita dan..
PRESTASI AKADEMIK 2010-2011 UNTUK DURGA SREENIVASAN
..sekolah negeri sedaerah yaitu ranking Durga bagus.
Durga adalah inspirasi guru dan murid.
Di saat biaya sekolah swasta mahal.
Sementara sekolah negeri kurang fasilitas..
..dan banyak murid tak lulus.
Itu menurut berita.
Namun Durga malah dapat ranking bagus.
Semoga di masa depan..,
- ..Durga sukses. - Dimana dia?
Mari sambut Durga..
..untuk menerima penghargaan.
Kalian memuji ranking saya sukses.
Namun ini bukan hanya kesuksesan saya.
Di balik kesuksesan, ada seorang pendukung.
Begitu juga..,
..ada seorang pendukung kesuksesan saya.
Saat saya sedih, dia juga menangis.
Dia bisa meredam amarah saya.
Dia memberi saya keberanian saat takut.
Dia menghibur saya saat bosan.
- Dia teman, kasih sayang. - Turun disini.
Dia segalanya dan menemani hidup saya.
Dia memberi saya kebahagiaan.
Dia kakak penyayang.
Dia ibu penyayang.
Dia adik yang menghibur.
Dia saudari ramah. Dia ayah pendukung.
Dia berperan jadi semua orang.
Makanya saya tak kekurangan kasih sayang.
Saya tak bisa balas kebaikannya.
Semoga di reinkarnasi..,
..saya dapat teman sepenyayang dia.
Dia pendukung dan penyemangat kesuksesan saya.
Tak masalah bila kita hanya sendirian..
..saat menghadapi kegagalan atau kesedihan.
Namun bila pendukung kesuksesan kita..
..tak hadir saat kita sukses..,
..maka sukses sama saja gagal.
Teman dan penyemangat saya..
..serta pendukung kesuksesan saya..
..adalah..
..ayah saya.
Kalian memuji ranking saya sukses.
Namun ini bukan hanya kesuksesan saya.
Juga kesuksesan ayah saya.
Para Guru disini yang terhormat..,
..izinkan ayah saya yang menerima penghargaan.
Sreenivasan ayahnya Durga dimohon ke panggung.
Biar kupegang tasmu.
Ayo kemari, Nak.
Selamat.
Terima ini, Pak. Berikan, Nak.
'Naa Bangaaru Talli' .
KISAH NYATA BELUM PERNAH DICERITAKAN
NAA BANGAARU TALLI "Putriku Tersayang"
"Kuingin basuh arca Shiva dengan sungai Ganga"
"Namun Dewa Shiva menolak karena sungai dikotori ikan"
"Oh Beo mungil, jiwa muda lugu"
"Dengan ceria, ayo berdansa"
"Masa muda membara, rintik hujan pertama"
"Di taman berbunga, ayo bersamaku berdansa"
"Mata dan hidupmu harus selalu bahagia"
"Biar dihujani susu dan madu manis"
"Semua harus bahagia menyanyi dan berdansa"
"Oh Beo mungil, jiwa muda lugu"
"Dengan ceria, ayo berdansa"
"Masa muda membara, rintik hujan pertama"
VN.R- varisnova.riskila
VN.R- varisnova.riskila
VN.R- varisnova.riskila
VN.R- varisnova.riskila
"Kau gadisku yang manis"
"Kau anak kesayangan ibu"
"Aku temanmu, pembimbingmu"
"Aku bayanganmu selamanya menemani hidupmu"
"Hatiku bahagia bersamamu menemanimu sukses"
"Hidup kita susah payah meraih bahagia dan sukses"
"Semua harus bahagia menyanyi dan berdansa"
"Oh Beo mungil, jiwa muda lugu"
"Dengan ceria, ayo berdansa"
"Di ombak sungai Godavari"
"Kau bermain seceria anak kecil"
"Kau kebahagiaan nyataku di rumah"
"Aku takkan pernah meninggalkanmu"
"Kupastikan hidupmu takkan susah"
"Semua harus bahagia menyanyi dan berdansa"
"Oh Beo mungil, jiwa muda lugu"
"Dengan ceria, ayo berdansa"
"Masa muda membara, rintik hujan pertama"
"Di taman berbunga, ayo bersamaku berdansa"
"Mata dan hidupmu harus selalu bahagia"
"Biar dihujani susu dan madu manis"
"Semua harus bahagia menyanyi dan berdansa"
"Oh Beo mungil, jiwa muda lugu"
"Dengan ceria, ayo berdansa"
"Masa muda membara, rintik hujan pertama"
- Ember taruh dimana? - Disini.
- Jangan diambil. Ayah. - Kertas apa ini?
- Bukan apa-apa, Ayah. - Tunggu. / - Kembalikan.
- Jangan kuliah di Hyderabad. - Astaga.
Pilih, banyak kampus bagus di desa.
Bisa pulang-pergi tiap hari.
Mereka bertengkar lagi.
Kehidupan orang bisa rusak di kota.
Memangnya orang kuliah di Hyderabad, hidupnya rusak?
Pokoknya kuliah di desa.
Ibu, ayahku melarang. Suruh ayahku setuju.
Ibu tak mau mencampuri urusan kalian.
Urus saja sendiri.
Kumohon, Ayah Tersayang. Setujuilah.
Meski kau memohon, dilarang kuliah di kota.
- Ayah. - Pokoknya kuliah di desa.
Halo? Apa, Murugan? Tidak. Aku akan datang.
Sial.
Sudah kuduga formulir dirobek ayah.
Untung ada formulir cadangan.
- Hei, mau kemana? - Ayah, aku mau pergi.
Tak mau bicara dengan Ayah.
- Hei, kemari. - Tak mau.
- Jangan. - Kusuruh kemari.
- Tak mau. - Kemari.
- Tak mau. - Ada apa, Nak?
- Jangan teriak. - Tak mau.
- Tak apa-apa. - Jangan.
Ada apa ini?
Jangan. Akan kuadukan ke ibuku.
- Kakak. - Apa-apaan ini?
Apa-apaan kau?
Masih bocah, kau mesum. Dasar nakal.
- Jangan ganggu. - Tunggu.
- Bocah nakal. Kupukul kau. - Minggir.
No comments yet. Be the first to leave one.