முதல் 200 வரிகள்.
OUR UNWRITTEN SEOUL
Kau yakin mau keluar?
Begitu kau keluar pintu...
FIRMA HUKUM WONGEUN
...kita tak lagi satu tim.
Kau tahu aku curang, 'kan?
Tak mudah masuk ke firma yang layak.
Aku tak bicara baik tentang orang
yang berpaling dariku.
- Aku akan temukan pekerjaan. - Bukan itu masalahnya.
Kau tipe orang yang pilih-pilih pekerjaan.
Yang penting kau akan ke mana.
Sejak dari kampus hingga firma hukum,
kau pikir afiliasimu menentukan nilai dirimu, 'kan?
Tinggal dua tersisa dari tiga firma hukum terbaik.
Seberapa rendah kau mau turun setelah itu?
Jika itu tak memenuhi standarmu,
pasti kau berganti karier sepenuhnya.
Aku penasaran...
seberapa rendah...
kau bersedia jatuh.
Aku akan menolongmu.
Kasus laporan pelanggaran yang tak pernah kau selesaikan.
Aku akan menolongmu.
Siapa yang minta bantuanmu?
Kubilang, aku sudah melupakannya.
Saat itu aku masih di firma, jadi tak bisa menangani kasus itu sendiri.
Kini aku bisa menangani tuntutan hukum atau apa pun.
Dengar...
Kubilang, tak usah.
Tunggu, kau berhenti bekerja? Mengapa tiba-tiba mengundurkan diri?
Kenapa tidak?
Itu bukan satu-satunya firma hukum.
Aku bisa pergi ke mana pun... Tidak, tempat yang lebih baik.
Itu yang akan kulakukan.
Tentu.
Apakah kau... mabuk?
Tidak.
Pikiranku paling jernih saat ini,
dan tak kusesali keputusanku.
- Aku akan membantumu. - Kubilang, aku tak butuh.
Aku tetap akan membantu.
Akan kulakukan apa pun.
Aku harus.
Tiap binatang punya cara bertahan hidupnya sendiri.
Mi-ji telah membolos hampir dua bulan.
Jika sakit, dia seharusnya menyerahkan surat dokter.
Dia hampir tak memenuhi kehadiran minimum.
Jika terus begini, dia tak akan lulus.
- Lee Da-yeon. - Hadir.
- Yu Mi-ji - Hadir.
Saat merasakan bahaya pemangsa,
bunglon berubah warna untuk mengelabui musuh.
DAFTAR IZIN PERLUASAN BALAI KOTA
Bukankah Mi-ji mendapatkan semacam cuti terakhir?
- Maaf? - Kecuali dia masuk militer,
kenapa dia pergi selama ini?
Dia pergi ke Seoul.
Ke rumah kerabat.
Kerabat macam apa yang menerima orang tinggal
lebih dari setahun?
- Ini. - Baik. Terima kasih.
- Dah. - Baiklah. Jaga diri.
Beberapa binatang, seperti burung pegar, sembunyikan kepala agar tak terlihat.
Omong-omong, Mi-ji belum kembali?
Sudah dua tahun sejak dia pergi! Apakah dia pindah selamanya?
Pindah?
Bukankah dia pergi ke Seoul untuk memulihkan kakinya?
- Apa-apaan! - Gurita dan cumi-cumi...
- Kau gila? - ...mengeluarkan tinta...
- Apa itu? - ...untuk lolos dari bahaya.
Dan manusia,
di saat krisis,
sering berperilaku dengan cara-cara
yang tak dilakukan binatang lain.
Astaga.
Sulit memasak tiga hidangan di rumah tiap hari.
Tak ada kiriman makanan, makan di luar...
Selalu makan di luar itu tidak baik.
Lebih murah dan sehat makan di rumah.
Kau dapatkan bawang putih?
Tunggu, apa aku beli bawang putih?
EPISODE 4 MUSUH BEBUYUTANKU
3 LOWONGAN
New York? Atau London?
Astaga!
New York?
London?
Memilih cabang London atau New York?
- Tidak. - Jangan berdiri.
Layak kau dapatkan.
Kau mengatur pertemuan dengan pemilik tanah Restoran Rosa.
Ya, itu diatur untuk Jumat sore.
Harapanku tinggi, dan kau berhasil wujudkan.
Nn. Yu melampaui harapan kita, 'kan?
Yah...
Pemilik tanah belum setuju menjual. Hanya ada jadwal pertemuan.
Mengatur pertemuan dengan orang yang menolak bicara sungguh mengesankan.
Hei, Semuanya!
Beri tepuk tangan pada Nn. Yu untuk kerja kerasnya.
Tak usah. Tetaplah duduk.
Terima kasih.
Jangan terlalu cemas, Tn. Choi.
Akan kupastikan tim kita yang peroleh penghargaan, bukan dia.
Tak mungkin. Raih hal lebih besar.
Undang Tim Urusan Umum.
Dan tekankan, "Nn. Yu mewujudkan pertemuan ini."
- Maaf? - Kini jadikan dia sorotan.
Saat ada yang tak beres, semua memperhatikan dia.
Kau tahu para pemilik tanah.
Mereka bilang mau datang lalu menghilang di menit terakhir.
Namun, jika secara ajaib, Mi-rae mewujudkan akuisisi tanah...
- Tn. Shin. - Ya.
Siapa memimpin proyek kantor pusat baru?
Kepala Ahli Park...
Jadi, meskipun Mi-rae berhasil,
akhirnya dia akan mundur.
Pak, kau sepuluh langkah di depan.
Aku belajar banyak darimu.
Kepala Ahli Park?
Menghilang dariku?
Tak mungkin.
Tidak.
Kumohon, itu tak mungkin benar.
DILARANG MASUK
SEMUR JEROAN AYAM
Dia sungguh menghilang?
Bu, kumohon. Itu tak mungkin benar.
Kumohon, Bu.
Jangan lakukan ini padaku.
Nn. Ro-sa.
Bu.
Astaga, tiba-tiba ada kebocoran? Ini mengerikan.
Apakah kau menahanku di sini sebelum pertemuan?
Apa? Tidak!
Aku tadi mau pulang dan...
Harus kubilang berapa lama kau akan tutup?
Sampai lusa.
Tidak.
Tulislah tiga hari.
Astaga, tiga hari?
Perlu selama itu untuk memperbaiki kebocoran?
Aku juga perlu kulkas baru.
Ya ampun.
Kulkas lama sudah kuno, tidak ada suku cadangnya lagi.
Kulkasnya korsleting dan terbakar.
Di mana kau akan beli kulkas baru? Aku akan menemanimu.
Apakah perusahaanmu tidak memberimu tugas?
Aku sedang bertugas saat ini.
TUTUP SEMENTARA
Setelah selesai memeriksaku, bawa ini.
- Taruh di panci dan didihkan. - Ya!
Kudapat satu untuk dibawa pulang?
Terima kasih.
Tak usah bayar.
Kuberikan padamu agar tidak terbuang.
Dan berikan ini pada pria itu.
Ho-su, Hose, atau siapa pun namanya.
Maksudmu Lee Ho-su?
Dia mendapat sup ayam ginseng?
Dia pasti cemas karena berhenti bekerja.
Setidaknya, dia harus makan dengan baik.
Antarkan, dan periksa keadaannya.
Jangan khawatir.
Dia mungkin punya daftar kegiatan di hari-hari liburnya.
Orang seperti dia bisa berakhir
seperti balon kempis di saat seperti ini.
Sungguh? Ho-su?
- Masuklah. - Baik.
- Mau minum? - Air saja.
Apa itu?
Ini sup ayam ginseng.
Nn. Ro-sa menyuruhku mengantarnya.
Kau belum makan, 'kan? Makanlah sedikit.
- Tak apa-apa. Aku akan makan nanti. - Makanlah sekarang.
Rasanya tak enak kalau sudah masuk kulkas.
- Aku akan makan nanti, janji. - Tidak!
Astaga.
- Maaf, biar kuambil. - Tidak, minggirlah.
Akan kubersihkan.
Kau sentuh dengan tangan langsung?
Duduklah di sana. Akan kutangani.
Terakhir kali melihatmu, kau begitu bersemangat untuk menolongku.
Kenapa kini kau tampak putus asa?
Apakah kau sakit?
Aku lelah berganti pekerjaan.
Berganti pekerjaan?
Kau mundur beberapa hari lalu.
Kapan kau mulai pekerjaan baru?
Lamaranku ditolak di mana pun sejauh ini.
Pasti ada lowongan pekerjaan mendesak.
Namun, itu bagus! Kau belum pernah istirahat, 'kan?
Kini kau bisa.
Pergilah piknik atau tekuni hobi.
Aku tidak punya hobi.
Tidak harus hobi yang besar, hal biasa saja yang kau nikmati.
Apa kegiatanmu kalau tidak bekerja?
Aku tidur...
atau urus rumah.
Bukan itu.
No comments yet. Be the first to leave one.