முதல் 200 வரிகள்.
diterjemahkan oleh: D A N D E R
Banjarmasin, 10 Mei 2014.
Harinya hujan.
Jangan main di luar.
Terlalu becek.
Jika jatuh, nanti kamu kotor.
- Main di dalam. - Okay.
Dan jangan berjalan di dekat pohon.
Ada pohon yang jatuh kemarin,
jembatan runtuh, sampai2 masuk berita.
Tapi hujannya sudah berhenti.
Nanti bisa hujan lagi.
Sudah sampai!
Tunggu!
Tunggu sebentar!
Sudah kau masukkan semua bumbunya?
Belum Bi, satu lagi.
Ketahuan dari aromanya!
Ambil ini.
Makasih, Bi.
Jangan banyak2.
Okay.
Resep ini akan berhasil.
Kau yakin?
Jika kau meragukanku,
kita lihat saja nanti.
Yum... sempurna!
Banyak omong, nanti kau akan dibuatkannya Taj Mahal.
Taj Mahal adalah makam.
Aku tahu!
Sudah kumasukkan.
Fernandes.
Fernandes, ini Shaikh. Shaikh, Tn. Fernandes.
Shaikh pernah bekerja di Saudi Arabia sebagai kepala akuntan untuk perusahaan kecil.
Dia akan menggantikan posisimu ketika kau pindah bulan depan.
Dia punya referensi yang sangat bagus.
Senang berkenalan denganmu, Pak.
Tn. Shroff banyak cerita tentangmu.
Kusuruh dia bergabung lebih cepat agar kau bisa melatihnya membuat tagihan.
Semoga berhasil.
Tn. Shroff bilang kau sudah 35 tahun di sini.
Rekan-rekanmu akan merindukanmu.
Untuk apa itu?
Ini awal dari masa keemasanm, bagaimana menurutmu?
Luar biasa.
Menakjubkan!
Bisa kita mulai latihannya?
Tentu.
Tapi sekarang waktunya makan.
Kembalilah jam 4:45.
Ok, Sampai jumpa.
Makasih banyak, Pak! Senang berjumpa denganmu.
Hari ini resep kesukaanku seumur hidup:
"Paneer do Pyaza."
Bibi!
- Kau sedang tidur? - Ada apa?
Bibi, kotak makannya sudah kembali.
Lalu?
Kosong.
Sungguh?
Semuanya!
Sambalnya juga!
Apa kubilang? Dan ini baru permulaan!
Bi, matikan radionya, Rajeev sudah pulang.
Ok.
Bagus kalau kau pulang lebih cepat.
Kau suka makan siangmu?
Enak.
Baik... itu saja?
Seperti sebelumnya.
Kotak makannya kosong, dan kupikir...
Kembang kolnya sangat enak.
Enak sekali.
Aku baru sampai.
Aku menunggu teleponmu.
Membosankan bukan?
Aku juga berangkat lebih awal
Ada masalah, pak?
Aku akan pensiun.
Aku mau pulang dulu.
Ok, pak, akan kucatat.
Akan kubayar kau di akhir bulan.
Ok, pak, tak masalah.
Siapa yang memasak hari ini?
Kami, kenapa?
Enak sekali!
- Sunggu? - Enak sekali.
Lanjutkan prestasimu.
Mau apa dia?
Dia suka kembang kolnya.
Masak lagi besok.
Antarkan ini.
Sedang apa kalian?
Om Fernandes, bola kami masuk ke tempatmu. Bisa om ambilkan?
Tolong om!
- Apa wajahku seperti pembantu? - Tidak.
Tolong Om Fernandes, kami takkan main di sini lagi. Kami akan cari tempat lain.
Jika kalian main di sini lagi, akan ku kejar kalian ke mana pun.
Tolong!
Kami akan main di tempat lain!
Aku di sini, bi.
Apa kau memanggilku?
Ya.
Aku mengganti popoknya Tonton.
Apa yang Rajeev bilang?
Tak ada.
Apa?
Bi, kotak makannya dikirim ke orang lain.
Kupikir bukan Rajeev yang menerimanya.
Orang lain yang memakannya.
Tapi itu tidak mungkin, mereka tak pernah salah.
Ada apa?
Met pagi, pak, apa kabar?
Met pagi.
Ketika aku kembali, kau sudah tak ada.
- Kau terlambat. - Aku datang tepat 4:45.
Aku ada, kau yang terlambat.
Tak masalah.
Apa itu tagihannya?
Ini kantor pajak.
Kapan kita mulai latihanku?
Ayo.
Sekarang?
Setelah makan.
- Jadi aku kembali setelah makan? - Ya.
- Kau yakin? - Ya.
Kau di sini saja'kan?
Makasih, pak.
Terimakasih sudah menghabiskan makanan kemarin.
Kubuat masakan ini untuk suamiku.
Melihat kotaknya yang kosong,
kupikir aku senang jika membuatnya lagi.
Kupikir, setelah beberapa saat
untuk mengenyangkan perut, harus membujuk hati dahulu.
Sebagai terimakasih
kuberikan beberapa paneer.
Kesukaan suamiku.
Bi, surat ini aneh.
Ila, berterimakasihlah padanya.
Bagaimana jika Rajeev yang menerimanya?
Itu lebih baik.
Dia memakan makanan orang lain.
Dia menyadarinya hari ini!
Aku tak perlu menulis lagi?
Tidak, biarkan seperti itu!
Bi, kau sedang tidur?
Apa?
Kotak makannya kembali.
Kosong lagi, tapi ada balasannya.
- Balasan? - Ya.
Bacakan.
Ini bukan tulisan Rajeev.
Jadi apa isinya?
"Yang terhormat Ila. Makanan hari ini asin sekali."
Terus apa lagi?
"Yang terhormat Ila. Makanan hari ini asin sekali."
Apa? Tanpa ucapan terimakasih?
"Yang terhormat Ila. Makanan hari ini asin sekali."
Mau apa dia? Menghabiskan semuanya terus mengeluh?
Sebentar.
Ini, masukkan ini.
Tidak, aku tak mau.
Nanti kubilang pada pengirimnya ada kesalahan.
Seharusnya dia berterimakasih!
Tidak, aku benar2 tidak menyukainya.
Kenapa? Lagi pula kau tak mengenalnya.
Met sore, pak. Apa kabar?
Baik.
Kau tak ada di mejamu, jadi aku ke sini.
Kau membaca di kantin, aku tak mau mengganggumu.
Aroma makananmu enak sekali.
Aku bisa merasakannya hanya dengan menciumnya!
Istrimu...
punya sihir di tangannya.
Istriku sudah meninggal.
Yang terhormat Ila, hari ini garamnya pas.
Walaupun sedikit pedas...
tapi dua pisang bisa membantuku mengusir pedas di mulutku.
Dan itu juga baik untuk cuci mulut.
Ada banyak orang di kota
yang biasa makan 1 atau 2 pisang setelah makan.
Selain cocok, harganya juga murah.
Hello.
Suamiku pulang malam tadi.
Dia tak berkata apa pun.
Pagi ini, dia berangkat kerja, dan putriku berangkat sekolah.
Dan aku memasak bersama Bibi Deshpande.
Dia adalah tetangga kami.
Suaminya sudah koma selama 15 tahun.
Suatu hari dia bangun dan memperbaiki kipas angin.
Dia memperbaikinya tiap hari
dan tertidur di malam hari.
Ketika dia bangun, dia memperbaikinya lagi.
Dia tak berkata apa pun.
Selama 15 tahun.
Bahkan dokter pun putus asa.
Ini adalah kipas model lama.
Tak pernah dimatikan.
Bibi pikir itu untuk membuatnya tetap hidup.
Suatu hari terjadi pemadaman listrik.
No comments yet. Be the first to leave one.