முதல் 200 வரிகள்.
Mira, aku tak ikut. / Kenapa tidak?
Ayolah, Layla, kumohon! Ini akan menyenangkan.
Kau selalu bilang begitu dan kita selalu terkena masalah.
Kali ini berbeda.
Aku janji ini menyenangkan.
Semua orang ikut pergi. Ada musik, api unggun...
Nasser juga ikut, jadi... / Itu alasan aku tak mau ikut.
Hubungan kami berakhir.
Dia akan berpikir aku datang karena kangen padanya.
Kalian siap berpesta malam ini? / Kau juga?
Kita bisa bersama. Petra berbahaya saat malam.
Apa maksudmu?
Kau tahu, karena jin.
Mereka seperti vampir, hanya muncul saat malam.
Aku dengar salah satunya mengincar Layla, jadi, hati-hati!
Dewasalah, Hassan.
Jadi, kalian sudah berpisah? / Aku membencimu.
Kau ikut dengan kami hari ini.
Kalian dapat salinannya? / Ya.
Beri aku sepuluh dinar untuk semua salinan ini.
Aku belum tentu lulus dengan ini. / Bagaimana jika kuberi hasis gratis?
Lalu kita impas? / Setuju. Malam ini akan hebat!
Ayo, semuanya. / Yassin berengsek.
Jika dia mengadu ke Ibu Ola, dia habis.
Dia pasti akan mengadu.
Perjalanan kita masih jauh.
Ayo.
Apa? / Aku hanya tak sabar malam ini.
Aku juga.
Hanya itu alasan aku ikut perjalanan ini.
Pastikan tak ada yang tertinggal. Jaket dan barang lainnya.
Ada yang ketinggalan? / Berhenti.
Kenapa? / Kau harus belajar tutup mulut.
Kau bilang apa kepada Ibu Ola? / Tak ada, dia sudah tahu.
Berhenti. / Apa?
Kau akan menyesal mengadukanku. Lihat saja.
Apa Tareq akan berhenti bersikap jahat? / Kau tahu dia seperti apa.
Abaikan saja dia. / Baik, Hassan.
Apa kau tahu dahulu tempat ini dikuasai jin?
Apa? / Dulu Jin pemilik Petra.
Lalu manusia mengusir mereka.
Sungguh? Lalu ke mana jin pergi?
Entahlah.
Aku tak tahu. Tak pernah kupikirkan, tetapi...
Aku yakin mereka ke tempat yang lebih baik.
AKADEMI SEVEN HILLS
Orang bilang, sejak manusia mengusir para jin,
para jin terus mencoba masuk ke dunia kita.
Seiring waktu,
jin bergabung dengan orang dan kita bisa terhubung dengan mereka.
tapi di saat yang sama,
banyak jin yang coba menghancurkan manusia dan cara hidup mereka.
Selamat pagi.
Selamat pagi. Selamat datang di Petra.
Aku beri harga khusus.
Orang Nabatea hidup di daerah ini sejak abad pertama Masehi.
Mereka sadar daerah ini strategis,
jadi, mereka memahat rumah,
kuburan, dan kuil mereka di bukit batu ini.
Mereka dahulu menyembah dewa.
Salah satunya adalah Dushara... / Aku punya pertanyaan.
Ya. / Ke mana jin pergi?
Para jin masih di sini.
Mereka tinggal di sini, seperti kita.
Mereka bisa melihat kita, tetapi kita tak bisa melihat mereka.
Saat mereka memanggilmu...
kau akan mendengarnya.
Tempel telinga di sini. / Di mana?
Di dinding batu. / Mustahil.
Kau jelas mau. / Aku tak mau.
Kau tak mau mendengar mereka? / Tidak.
Kalau begitu aku saja.
Dahulu karavan mereka berkeliling dunia.
Ayolah, Mira! Kita tak mau dia membuat teori konspirasi baru!
Hassan, aku mendengarnya. / Mira, hentikan.
Ayolah! Kau tak mau mendengarnya?
Aku bisa mendengarnya. Kemari.
Dengar itu? / Tidak.
Mereka bilang bahwa Hassan...
adalah penakut!
Penakut atau aneh? / Hentikan itu.
Tunggu. Ayo foto bersama.
Layla, tidak sekarang. / Ayolah!
Apa kabar? / Hai.
Ibu Ola tahu soal salinannya. / Kita harus hapus.
Aku tahu itu Yassin. / Dia akan menyesal.
Kenapa kau tak senyum? / Sudah. Dalam hati.
Sekali lagi. / Pertanyaan lain.
Apa benar jin bisa menyamar dalam bentuk hewan?
Ya. Mungkin kucing, anjing, keledai, bahkan manusia.
Satu lagi. Mata mereka...
seperti ini, vertikal dan rata.
Tidak seperti mata manusia.
Kau percaya omong kosong ini? / Bukan omong kosong. Aku percaya.
Hati-hati dengan anjing! / Mira!
Sampai nanti, Layla.
Aku akan berswafoto denganmu. / Aku tak mau.
Kenapa tidak? / Aku hanya tak mau.
Yassin! Kembali kemari!
Aku tidak bilang apa-apa.
Bohong.
Kau melakukannya. Aku melihatmu berbicara dengan Ibu Ola lagi.
Kau tahu aku apa yang aku mau?
Aku mau menguburmu di sini. / Cukup, Bung.
Ayo kembali. Kau sudah menghajarnya.
Ayo pergi. / Lepaskan. Aku belum selesai.
Tareq!
Sialan!
Ke mana dia?
Tunggu. Biar kulihat.
Biarkan saja. Tareq, lihat aku.
Bisa kita pergi?
Ayo kembali sebelum Ibu Ola sadar.
Yassin?
Di sini gelap. / Perhatikan langkahmu.
Yassin? / Omar! Di bawah sini!
Tolong aku.
Kau pengecut.
Lihat dia. / Teman-teman, tolonglah...
Mampus kau.
Kau dalam pengampunanku.
Omar, kumohon, tolong aku. / Berikan tanganmu.
Hei, apa yang kau lakukan? / Kenapa kau?
Ayo pergi saja. / Kau membuat kami lelah.
Omar... / Kau akan menikmati ini!
Ayo kita pergi saja.
Apa yang kau lakukan, Bodoh? / Apa yang kau lakukan?
Apa kau bodoh?
Kau memang hebat, bukan? Sudah selesai?
Hentikan, Berengsek! / Ayo pergi.
Ayo cepat pergi. / Diam kau.
Kecuali kau mau bersamanya.
Ayo.
Omar, kau tak bisa meninggalkanku! / Kau takkan keluar.
Kau akan bermalam di sini dengan bau kencing.
Aku harap kau jatuh dan lehermu patah, Berengsek!
Omar...
Maaf.
Kau mengencingiku. / Lupakan saja.
Tunggu aku.
Di mana ponselku?
Aduh!
Ada orang di sana?
Ada orang?
Apa yang kau lakukan di sana?
Aku melihat-lihat gua ini dan menjatuhkan ponselku.
Jadi...
Lalu kenapa tidak pakai baju?
Apa kau akan menolongku?
Bagus.
Maaf, aku...
Aku mencoba...
membuat tali dengan bajuku.
Aku Vera.
Yassin.
Kita satu sekolah, bukan?
Perjalan ini membosankan.
Kau tak menikmati perjalanannya?
Kau senior, bukan? Aku pernah melihatmu.
Terima kasih.
Aku kira akan mati di sini.
Bagaimana jika kita mencarikanmu baju?
Dua muridku hilang. Aku tak tahu keberadaan mereka.
Bagaimana aku bisa tahu? / Di mana Yassin?
Ibu Ola sangat cantik saat dia marah.
Dia seumuran ibumu. / Itu lebih bagus.
Wanita lebih tua lebih berpengalaman. / Berhenti berpikir jorok!
Ayolah, Bung. / Apa nanti malam jadi?
Malam ini. Aku juga akan melakukan hal yang kubilang padamu.
Dengan Omar?
Bukan dengan Omar, Bodoh. Dengan Mira.
Mira hanya membual. Tidak akan ada yang terjadi.
Mau taruhan?
Besok kau akan memohonku mengajarimu.
Nasser!
Fahed. Di mana Yassin?
Mungkin sedang kencing.
Itu dia.
Ada yang mencium bau kencing?
Siapa yang mengompol?
Yassin?
Apa yang kau lakukan padanya? / Tak ada.
Dia melakukannya sendiri, bukan kami.
Kau berengsek, seperti ayahmu. / Mira!
Kau pikir aku takkan memukulmu? / Ya?
Ikut aku. / Aku akan memukulmu!
Aku akan menghajarmu. / Silakan.
Aku akan melakukannya. / Coba saja.
Santai, Bung. / Hentikan!
Kau sangat jantan! / Hentikan. Cukup.
Hentikan. Tenang. / Aku peringatkan.
Tenang. / Sebaiknya kau sopan.
Dari mana kau? / Bu, jangan begini.
Ada apa?
Yassin, beri tahu aku. Ada apa?
Kita tak bisa terlihat bicara berdua.
Apa ini? / Bukan apa-apa.
Apa yang terjadi? / Tidak ada.
Aku bukan pengadu.
Bukan mengadu jika seseorang menyakitimu. Apa yang terjadi?
No comments yet. Be the first to leave one.