முதல் 200 வரிகள்.
Untungnya, tidak ada cedera serius.
Hanya memar ringan.
- Kemari! - Baik.
Seandainya memeleset sedikit saja,
ini bisa jauh lebih buruk.
Kau benar-benar beruntung.
Mungkin karena kau sedang berbuat baik.
Kurasa Surga menjagamu.
Ya, benar.
Namun,
orang bilang alam semesta tak punya belas kasihan.
Kau tak pernah tahu apakah kau akan seberuntung ini lagi.
Maaf?
Aku hanya mengatakan kau harus berhati-hati.
Begitu.
Terima kasih.
Dokter?
Apa…
Sedang apa kau? Astaga!
Kupikir kau ada di dalam.
Tidak, aku baru kembali dari luar.
Apa? Namun, pria itu baru selesai sesi pemeriksaan denganmu.
- Si-yeol! - Kau mau ke mana?
Si-yeol!
Si-yeol!
Di mana Si-yeol?
Kau mencariku?
Orang akan mengira aku sudah mati.
Kenapa memanggilku seperti itu? Aku di sini.
Aku sungguh mengira kau sudah mati.
Kau takut?
Eun-ho.
Kau bilang aku harus cemas.
Kau bilang aku harus mencemaskanmu!
Aku sungguh baik-baik saja.
Sejak kapan kau mau mendengarkan kataku?
Kalau kau mati, aku akan membunuhmu!
Kau terlalu serius dengan kekhawatiranmu.
Kau tak apa? Kau terluka?
Katanya aku beruntung. Hanya goresan kecil di sini.
Kau membuatku takut.
Seharusnya kau ada bersamaku saat aku siuman.
Aduh, sakit sekali.
Kau di mana tadi?
Aku mengambil hasil tes.
Kita berdua baik-baik saja.
Begitu? Syukurlah.
Ayo pergi.
Ke mana?
Menurutmu? Pulang ke rumah.
EPISODE 7 PEMBALASAN MEMORI
Kenapa suasananya jadi begini?
Canggung sekali. Kenapa dia diam saja?
Oh…hanya tadi
ada daun di rambutmu.
Oh.
Oke.
Astaga, menyebalkan! Kenapa aku ini?
Kenapa aku canggung sekali?
Dia hanyalah bocah manusia, bisa dikatakan masih bayi.
Kau selalu setampan ini?
Apa?
Lihat-lihat jalan!
Apa… Untuk apa itu tadi?
- Ada sepeda di belakangmu… - Si-yeol!
Kau.
Jangan jalan terlalu dekat denganku lagi.
- Kenapa? - Karena…
Serius, haruskah kujelaskan?
Ya.
Itu…
Itu karena…
Hei, lihatlah mereka.
Lihat? Kita dapat tatapan seperti itu karena dirimu.
Maksudmu itu karena aku?
Jelas.
Aku merasa bersalah rupamu begitu setelah menyelamatkanku.
Kau mirip pengemis, hanya tidak bawa kalengnya saja.
Pengemis?
Hei, aku hampir mati tadi!
Maksudku, seburuk itulah penampilanmu saat ini.
Jadi, jangan dekat-dekat denganku.
Tak akan ada bedanya.
Apa?
Maksudku, penampilanmu tak lebih baik dari penampilanku.
Maksudmu aku juga terlihat seperti itu?
Aku tidak sendirian di sana. Kau jelas sama buruknya denganku.
Astaga, bagaimana ini?
Aku hampir tak punya pakaian sama sekali.
Aku juga tak bisa jalan-jalan di kota dengan pakaian mendaki gunung.
Mengingat situasinya,
ayo kita beli baju sebelum pulang.
- Serius? - Ya.
Kita tak tahu sampai kapan terjebak seperti ini.
Jadi, kau butuh beberapa pakaian.
Betul.
Sebenarnya aku memang memikirkannya.
Kalau begitu,
boleh kubeli beberapa barang lain sekalian?
- Ya, tentu. - Bagus, ayo berangkat!
TOSERBA RODDE
Kau tahu berapa harga semua ini?
Dompetmu sudah kembali.
Ya, tetap saja.
Aku bahkan tak yakin dengan keadaan keuanganku.
Katamu kau akan belikan. Kenapa mundur sekarang?
Maksudku beberapa kaos polos dan celana jin.
- Bukan barang mewah ini… - Setelah kembali, kita berdua kaya.
Jangan pelit. Gesek saja kartunya.
Namun…
Ini baru terasa seperti biasa. Kenapa tadi aku bertingkah aneh sekali?
Dia Si-yeol yang sama dengan biasanya.
Piama sutra? Di saat seperti ini?
Beli saja setelan olahraga yang bisa kau pakai ke toko
dan di rumah.
Apa kau tidak tahu pentingnya kualitas tidur?
Bagaimana jika aku terlalu lelah untuk bertindak benar?
Kau tidak ingin hidupmu kembali?
Kau benar. Kualitas tidur sangat penting.
Tak bisa pakai sabun mentimun yang murah saja?
Itu juga baunya enak.
- Apa? - Lupakan.
Untuk apa repot-repot mengingatkanmu?
Kau beli bom mandi, padahal tak ada bak mandi.
Oke, belilah semua yang kau mau.
Itu!
- Ponsel? - Tak punya ponsel itu merepotkan.
Punyaku masih di Gunung Myohyangsan.
Kau bahkan tak punya siapa pun untuk dihubungi.
Kau. Aku akan meneleponmu.
Bagus. Kita beli ini.
Apa? Kau mau beli ini?
Kenapa kita butuh TV sebesar ini untuk rumah sekecil itu?
Aku tidak tahan melihat layar kecil.
Kau belum pernah dengar? Makin besar TV-nya, makin bagus.
Bagaimana bisa rubah ekor sembilan begitu materialistis?
Seperti katamu, kita tak tahu sampai kapan akan terjebak begini.
Gesek saja.
Maaf, Pak. Tertulis danamu tidak mencukupi.
Kau lihat, bukan? Sudah kubilang kita tidak punya uang.
Ayo kita kembalikan semuanya.
Hei. Tunggu!
Sial.
Hei, kau gila?
Yang benar saja.
Apa? Kau mengatakan sesuatu?
Aduh. Lihat ini. Labelnya terlepas.
Halo.
PENANDATANGANAN SEJUTA KOPI TERJUAL
Terima kasih. Kau tampan sekali.
- Boleh minta foto? - Tentu.
- Kau keren sekali. - Tunggu sebentar.
Ini untukmu.
Terima kasih.
- Semangat! - Terima kasih.
Halo. Siapa namamu?
Apa ini? Kenapa kau membawa benda seperti ini?
Lee Yoon.
Hanya satu suku kata.
Margaku Lee, namaku Yoon.
Namaku hanya satu suku kata.
Margaku Lee,
namaku Yoon.
Kau.
Jadi, kau ingat aku?
Itu sudah lama sekali. Ingatanmu pasti bagus.
Keparat!
Hei, Woo-seok. Woo-seok!
Aduh… Hei!
- Sial! - Astaga!
Sakit sekali!
Ini baru benar.
- Sukar dipercaya. - Rumahku istanaku.
Jika ini memang layak disebut rumah.
Bisa-bisanya terjebak dengan orang macam ini.
Aku hanya beli barang-barang penting.
Kita harus bagaimana sekarang karena sudah kehabisan uang?
Kau punya rencana?
Kita selalu bisa menghasilkan uang.
- Siapa? Kau? - Ya, aku.
Yang kau tahu hanya sepak bola. Kau punya keahlian lain?
Kau serius?
Aku sudah hidup berabad-abad. Menurutmu aku menyia-nyiakan waktu itu?
Aku punya banyak keahlian.
Aku mahir dalam segala hal yang kulakukan. Jadi, jangan khawatir.
Aku sungguh bisa memercayaimu?
Tentu.
Pernah dengar istilah "kaya karena hobi"?
Aku sudah mencoba setiap hal yang terlihat menyenangkan.
Mungkin kau tidak tahu, tetapi aku bahkan bisa berbahasa Inggris.
Kau bisa berbahasa Inggris?
Aku lulus dari Akademi Yejeong.
Tidak hanya itu.
Dari pertukangan kayu dan pembuatan kopi hingga memanggang dan merajut,
sudah kupelajari semuanya.
Menghidupimu sangatlah mudah.
Aku sangat ingin memercayaimu.
Namun, entah kenapa aku tidak bisa.
Lagi pula, meskipun nasibmu berubah, kenapa kau begitu miskin?
Tak masuk akal satu kali belanja bisa menghabiskan seluruh isi rekeningmu.
No comments yet. Be the first to leave one.