Hocus Pocus

Hocus Pocus

Indonesian வசனம் பதிவிறக்கம்

வெளியீட்டு விவரம்

Hocus Pocus 1993 BluRay 720p 650MB Ganool com
கருத்துரை வழங்கியவர் lontongbalap
Enjoy!

குறிச்சொற்கள்

BluRay
720p
720
ganool
வெளியிடப்பட்ட தேதி: 2016-08-02
பதிவிறக்கங்கள்: 62
காது கேளாதோருக்கானது: No

Indonesian வசனங்களின் மாதிரிக்காட்சி

முதல் 200 வரிகள்.

Emily?

Emily!

Ayo, anak2

akan kubawa kalian pergi

- ke negeri - Emily!

ajaib

Ayo, anak2

- Waktunya telah tiba untuk mengatakan - Elijah! Elijah!

- Kau melihat adikku Emily? - Tidak.

Tapi lihat. Mereka sedang menyihir.

Oh, astaga. Hutan!

Emily!

- Dia tamat riwayatnya. - Belum!

Kau bangunkan ayahku. Panggil para tetua. Cepat!

Emily!

Ayo, nak.

- Ahh. - Oh ya.

- Emily. - Hah?

Oh lihat. Sebuah pagi indah yang lain.

Itu membuatku muak!

- Saudari2! - Ya, Winnie. - Kami datang, Winnie.

Segera. Maaf.

Pasti seorang anak nakal.

Sayangku. Buku kecilku.

Kita harus melanjutkan mantra kita sekarang karena tamu kehormatan kita telah tiba.

Bangun. Bangun, Sayang.

Ya. Oh, ayo, Sayang. Disana kau rupanya.

- Mary! - Di sini, Winnie, di sini.

- Maaf. - Halo. Halo.

- Kuperhatikan adik Sarah tidak membantu. - Aku yang memikat anak itu kemari.

Jangan pedulikan dia. Dia telah menjalankan tugas-nya.

- Kau benar, aku yang salah. - Mmm.

Baiklah.

Sekarang waktu-nya!

Ini dia: "Aduk sampai mendidih. Tambahkan dua tetes minyak mendidih."

Ah-ah-ah. Aku paham. Ini sulit. Kau lakukan yang itu, aku yang ini.

"Campur demgan darah burung hantu dengan ramuan merah.

Aduk tiga kali, cabut sehelai rambut dari kepalaku.

Tambahkan sejumput cacar dan jari kaki orang mati."

- Jari kaki orang mati, dan yang masih berdaging. - Jari kaki orang mati!

Jari kaki orang mati Tambahkan jari kaki orang mati

Jari kaki orang mati, jari kaki or...

Mati, mati, mati, mati Mati, mati, mati, mati

M... Ooh!

- Uh oh. Jari kaki orang mati - Yang masih segar.

- Jari kaki, jari kaki - Jari kaki orang mati, tambahkan...

Berhenti kalian! Aku perlu konsentrasi!

Maaf, eh...

Dia perlu konsentrasi.

"Air liur kadal hijau."

- A-aku mencium bau seorang anak. - Ehh, kau sebut apa itu?

- Anak. - Hmph!

Saudari2, kumpul.

- Satu hal lagi, dan semua tuntas. - Ya?

Tambahkan sedikit lidahmu sendiri.

Oh, Winnie, karyamu sungguh mulia.

Siap untuk dicicipi.

Satu tetes ini dan hidupnya akan menjadi milikku.

- Maksudku, kita. - Ya.

Baiklah, nak.

Buka mulutmu.

- Jangan! - Anak cowok!

- Tangkap dia, bodoh! - Akan kutangkap dia. Aku tahu aku mencium bau pria!

Aku tangkap dia. Ayo. Ayo.

- Menyingkir! - Di sini kau rupanya.

- Menjauhlah dari ramuanku! - Ohh!

Ohh!

- Winnie! - Ramuanku!

Emily!

Hmm. Hmm.

Winnie. Winnie.

- Lihat. - Ahh!

Saudari2, persiapkan diri kalian.

Kekuatan hidupnya. Ramuan ini bekerja!

Pegang tanganku. Kita akan berbagi.

Oh, Winnie, sungguh murah hati engkau.

Saudari2, lihatlah!

Aku cantik! Cowok akan mencintaiku!

Kita kembali muda!

Yah, lebih muda.

Tapi ini sebuah awal!

Saudari2!

Winifred, kau seorang gadis.

Pembohong! Tapi aku akan jadi gadis selamanya,

setelah kuhisap seluruh kehidupan anak2 di Salem!

Mari kita seduh ramuan lainnya!

Kalian tua bangka! Tak akan cukup anak2 di dunia untuk membuat kalian muda dan cantik!

- Tua bangka. - Uh oh.

Saudari2, kalian dengar kiat dipanggil apa?

Apa yang akan kita lakukan dengannya?

Mari kita barbekyu dan kuliti dia.

- Gantung dia dia di atas kait dan biarkan aku bermain dengannya? - Tidak!

Buku, Sayangku, datanglah ke bunda.

Ya. hukuman-nya harus lebih berat,

lebih lama.

Hibur aku, sayangku.

Mari kita lihat: Amnesia, radang bengkak, kaligata, kolera.

- Kita bisa lakukan lebih baik dari itu, kurasa. - Ya.

Mari kita lihat apa yang kita miliki. Oh!

Ahh. Sempurna.

Seperti biasa.

- Hukuman-Nya tidak akan mati, - Tidak?

Tetapi untuk hidup selamanya dengan rasa bersalah.

- Sebagai apa, Winnie, sebagai apa? - Sebagai apa, Winnie, sebagai apa? - Mundur!

Putar tulang dan tekuk punggungnya.

Itch-it-a-cop-it-a, Mel-a-ka-mys-tic-a.

Pangkas jadi lemak bayinya.

Itch-it-a-cop-it-a, Mel-a-ka-mys-tic-a.

Beri dia bulu, hitam bagaikan kelam.

- Seperti... - Ini... - Saja.

- Buka! - Penyihir!

Putri kegelapan! Buka pintu ini!

- Sembunyikan anaknya! - Anaknya! - Ayolah!

Penyihir? Eh, tak ada penyihir di sini, Pak!

Jangan salah paham!

Kami hanyalah tiga perawan tua yang terhormat!

Uh, yang menghabiskan waktu malamnya dalam rumah!

Yang menghisap kehidupan dari anak2 kecil!

- Winifred Sanderson? - Ya?

Aku bertanya padamu terakhir kalinya.

- Ya? - Apa yang telah kau lakukan dengan anakku Thackery?

- Thackery. Mmm. - Jawab aku!

- Yah, aku tidak tahu. - Bicara!

Kucing memakan lidahku.

Ini... ini sungguh tidak nyaman.

Saudari2, bernyanyilah.

Tiga kali aku memurnikan air raksa dan diludahi 12 tabel

- Jangan dengar! Tutup telinga kalian! - Jangan dengarkan mereka!

Ah! Bodoh! Kalian semua!

Buku durhaka-ku berbicara pada kalian.

Pada malam Haloween saat bulan purnama,

seorang perawan akan memanggil kami dari bawah tanah.

Ohh! Ohhh! Kami akan kembali!

Dan kehidupan semua anak2 akan menjadi milikku!

Pergi!

Pergi, binatang!

Thackery Binx yang malang.

Baik ayahnya, ibunya, maupun orang lain...

tidak pernah tahu apa yang terjadi padanya...

300 tahun yang lalu.

Dan Sanderson bersaudari...

digantung oleh warga kota Salem.

Nah, ada yang mengatakan bahwa pada malam Halloween...

seekor kucing hitam masih menjaga rumah tua Sanderson,

memperingatkan bagi siapa saja yang mungkin membuat para penyihir itu...

bangkit kembali!

Yang benar saja.

Aha. Nampaknya kita ada yang skeptis di antara kita.

Mr Dennison, maukah kau berbagi...

sudut pandang dasi-celup yang santai California-mu?

Baiklah.

Memang itu, uh, kalian di sini di Salem...

semua percaya pada, uh, kucing hitam dan penyihir dan semacamnya.

- Semacamnya? - Baik.

Tapi semua orang di sini tahu kalau Halloween diciptakan oleh perusahaan permen.

- Ohh! - Ini persengkokolan.

Kebetulan juga bahwa Halloween didasarkan...

pada pesta kuno yang disebut All Hallows Eve.

Itu adalah suatu malam dalam setahun di mana roh2 orang mati bisa kembali ke Bumi.

Ucapan yang bagus, Allison.

Nah, kalau Jimi Hendrix muncul malam ini, ini nomor-ku.

Ayo pergi.

- Hei, tunggu. - Dia menelpon-mu?

- Ya. - Nah, dia bilang apa?

Max. kesempatan besar.

- Allison. - Hai.

Hai. Dengar, um, aku minta maaf. Aku tidak bermaksud mempermalukan kau di kelas.

Gak kok.

- Namaku Max Dennison. - Ya aku tahu. Kau baru pindah ke sini, ya?

- Ya, minggu lalu. - Pastilah sebuah perubahan besar bagi-mu.

Ya, itu sudah pasti.

- Kau tidak suka di sini? - Oh, daun2-nya indah, tapi...

- Ak--aku tidak tahu. Hanya semua hal Halloween ini. - Kau tidak percaya itu?

Apa, maksudmu, seperti, Sanderson Bersaudari? Tidaklah.

- Bahkan pada hari Halloween? - Terutama pada hari Halloween.

Trick or treat.

- Hei, Christie, tunggu aku. - Tidak, kukira tidak. - Aku datang!

Berhenti! Kamu siapa?

Max. Aku baru pindah ke sini.

- Dari mana? - Los Angeles.

- L.A? - Ohh!

- Wah! - Hebat.

Aku Jay. Ini Ernie.

Berapa kali harus kubilang, namaku bukan Ernie lagi.

- Melainkan Ice. - Oh. - Ice.

Ini Ice.

Jadi, ayo kita merokok.

Ah, tidak, terima kasih. Aku tidak merokok.

Mereka sangat sadar akan kesehatan di Los Angeles.

Kau punya uang tunai...

Hollywood?

- Tidak. - Waduh.

Kami tidak dapat rokok darimu, kami tidak dapat uang tunai.

Apa yang harus kulakukan sore ini?

Mungkin kau bisa belajar bernapas lewat hidung.

Whoa!

Periksa sepatu kets baru ini.

Keren. Biar kucoba.

Ah-ah.

- Sampai nanti, teman! - Sampai jumpa, Hollywood!

More Indonesian subtitles for Hocus Pocus

கருத்துகள்

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left