முதல் 200 வரிகள்.
Kepala Oh.
Ada perlu apa kemari?
Kau menyuruhku datang.
Pesan antar.
Hei.
Tunggu.
Siapa kau?
Ada serangan. Lokasi di Byeonju-ro 17.
Apartemen Seo 704.
Situasi ditangani.
Meminta tim pembersih.
Melihat keterampilan pisaunya, dia dari Vladivostok.
Kau tak mengusik mereka belakangan ini.
Dahulu aku menyelidiki mereka.
Mereka diam sesaat, lalu membuntutiku.
Jadi, mengapa kau membuat dia mengikuti ke sini?
Tim pembersihan sedang menanganinya.
Bukan masalah besar. Jangan cerewet.
Apa yang mereka bicarakan?
Hidup Yura kini berubah
sebelum dan sesudah bertemu Kepala Oh.
Dia benar.
Ketika dia melihatnya bekerja besok,
segala macam pikiran akan muncul.
"Kenapa dia memakai baju biru?"
"Karena Kepala Oh suka itu?"
"Dia mandi tadi malam."
"Kenapa dia mandi lagi?"
"Kenapa dia semir sepatunya?"
"Dia suka bokser. Kenapa pakai celana biasa?"
Semua yang dia lakukan
akan mengarah ke Kepala Oh yang seksi.
Dia tidak akan tahan.
Aku tidak akan.
Siapa? Yura?
Biar kulihat.
Andai itu Jun Jihyun sekali pun,
dia bahkan tidak akan bergeming.
Ayah, hidup itu semua sama.
Jika kekurangan di sini,
kau jadi malu.
Kau merasa sedih.
Obsesi...
Yura.
Kepala itu pasti cantik.
Apa yang masih kau lakukan di sana?
Ayah.
Apa ini?
Pulang ke rumah!
Cepatlah, Berandal.
Apa yang membuatmu begitu lama?
Keluargamu menunggu. Ayo.
Ke mana? Kau mengacaukan semuanya.
Masuk ke dalam mobil. Pergilah.
Kenapa? Aku tidak sabar melihat istrimu yang menyuruh bos suaminya
untuk datang tengah malam.
Jangan mengganggu Yura.
Dia rapuh. Jika bicara denganmu,
dia akan terluka.
Jika salah paham, akan kuselesaikan.
Jika dia kecewa, akan kuhibur.
Akan kuselesaikan semua.
Selesaikan apa? Keberadaanmu itu masalah.
Jadi, pergilah.
Apa ini?
THE UNBREAKABLE BOND
Episode 2
Halo. Aku Oh Chunryun.
Astaga. Tuan Kwon.
Kau terlihat awet muda jika dilihat langsung.
Aku akan percaya jika kau bilang kakaknya Dohoon.
Tidak.
Kau kecewa aku melewatkan pernikahanmu?
Jadi, aku mengirim banyak uang.
Senang bertemu denganmu, Mirim.
Kau pasti Minseo.
Lihatlah pipi bulatmu yang manis.
Senang bertemu denganmu.
Aku Oh Chunryun.
Kita akhirnya bertemu.
Semuanya, ayo duduk.
Tuan Kwon, silakan duduk.
Baiklah.
Kau mungkin penasaran untuk apa semua ini.
Ini adalah hadiah yang kusiapkan
untuk dibawa pulang Dohoon setiap kali terjadi sesuatu.
Aku mendesaknya untuk mengambilnya,
tapi dia selalu menolak.
Semua ini hadiah tulusku
yang tidak bisa kusampaikan.
Kepada keluarga.
Silakan dilihat.
Ini sangat mahal.
Terima kasih banyak.
Aku selalu ingin memainkan ini.
Bukankah ini edisi terbatas?
Kenapa begitu berdebu?
Kepala Oh.
Kau menyiapkan begitu banyak bahkan saat selarut ini.
Tidak masalah.
Saat orang beri hadiah,
pasti ada alasannya.
Apa ini amal untuk keluargaku?
Amal? Bukan.
Aku mencoba menyenangkan hatimu.
Ini semacam suap.
Untuk melupakan semua yang terjadi,
ini tidak pernah cukup.
Tentu saja.
Ini hanya permulaan.
Mulai sekarang,
aku akan...
Kepala Oh?
Saat ayah mertuaku di antara hidup dan mati
di atas meja operasi dingin,
anak nakal ini tak pernah mengunjunginya.
Berapa harganya itu?
Sayang. Aku dalam perjalanan bisnis.
Kau tahu aku sibuk.
Itu masalahmu.
Kau selalu dalam perjalanan bisnis saat terjadi sesuatu dengan keluarga.
Sejujurnya,
itu hanya operasi lutut, bukan hidup dan mati.
Hei.
Pikirmu anestesi itu lelucon?
Ayah, sudahlah.
Lalu...
saat Jihoon wajib militer,
kau tidak pernah berkunjung.
Itu benar.
Kau bilang selalu sibuk karena Kepala Oh.
Kekecewaan yang kurasakan saat itu, berapa harganya itu?
Mungkin seharga rumah.
Astaga.
Apa kau kecewa?
Jangan memancingku.
Ini gila.
Hei.
Astaga.
Buat apa mengunjungi pegawai dinas sosial yang pulang pergi setiap hari?
Bagaimana aku bisa mengunjungimu?
Lucu juga bagimu, 'kan?
Bagaimana?
Omong kosong.
Kesalahpahamanmu lebih serius
daripada yang kuduga.
Selain itu, masalah terus muncul
siang dan malam.
Siang dan malam!
Dia tidak bisa mengendalikannya. Paham?
Ini pekerjaan. Apa kau mengerti?
Maksudku adalah
apa kau harus bekerja
di perusahaan seperti itu?
Benar, 'kan, Kepala Oh?
Kepala?
Semua itu salahku.
Ini semua terjadi
karena ketidakmampuanku.
Aku ini bos yang tak kompeten
dan payah.
Aku tidak punya alasan.
Aku malu.
Itulah pekerjaan.
Menjadi bos itu yang paling sulit, Kepala Oh.
Ya. Itu sebabnya aku tidak mencari pekerjaan.
Ya.
Bos bijaksana yang peduli dengan juniornya.
Dia cantik.
Karena semua hierarki pekerjaan itu,
Dohoon
tidak pernah menolak.
Dia terima dan tuntaskan pekerjaan.
Tanpa Dohoon,
perusahaan ini akan bangkrut.
Perusahaan dan aku
berutang banyak kepada kalian dan Dohoon.
Aku malu.
Tidak, jangan katakan itu.
Dia tidak bekerja secara gratis.
Dia dapat gaji. Dia harus melakukannya.
Hei.
Bekerjalah lebih keras.
Baik, akan kulakukan.
Tidak apa. Jangan menangis.
Aku juga ingin menangis.
Aku tidak tahu tentang itu.
Ibu, apa kau menangis?
Sayang.
Itu semua salahku.
Sayang, pasti sangat sulit mencari nafkah.
Kafe tidak berjalan dengan baik.
Aku menghabiskan banyak uang untuk renovasi.
Maaf, aku tidak bisa membantu.
Ayah.
Andaikan
aku membelikanmu sepatu mendaki edisi terbatas,
kau tidak akan tersandung di gunung.
Aku minta maaf.
Tidak, jangan katakan itu, Yura.
No comments yet. Be the first to leave one.