A Legend

A Legend (传说)

Indonesian வசனம் பதிவிறக்கம்

வெளியீட்டு விவரம்

A Legend 2024 CHINESE WEB-DL VIU
கருத்துரை வழங்கியவர் tedi
Murni Retail VIU Belum sinkron versi apapun

குறிச்சொற்கள்

webdl
வெளியிடப்பட்ட தேதி: 2025-06-06
பதிவிறக்கங்கள்: 173
காது கேளாதோருக்கானது: No

Indonesian வசனங்களின் மாதிரிக்காட்சி

முதல் 200 வரிகள்.

Berhenti!

Berhenti!

Huajun, tentara Xiongnu!

Nona, ke belakangku.

Tidak usah melawan dan ikut kami!

Kakak.

Ada apa ini?

Nanti saja bicaranya.

Awas!

Awas!

Sudah berakhir.

Nona, ada masalah apa ini?

Anak panahku habis.

Bagaimana ini?

Kejar dia!

Tak usah dikejar!

Kak, tentara Xiongnu sebentar lagi akan datang.

Nona, ini kukembalikan.

Sebaiknya kau pergi.

- Bagaimana kalian? - Tak perlu cemaskan kami.

Bawalah kudaku.

Larinya sangat cepat. Namanya Lei Zhen.

Hati-hati.

Jaga dirimu.

Kenapa memegang dandelion?

Terima kasih telah menolongku.

Mengyun berterima kasih.

Kau suka dandelion?

Cantik.

Untukmu.

Profesor!

Lihat ini.

Laporan genetik kuda perang sudah muncul.

Kuda itu berdarah panas.

Tak heran. Ukuran kuda itu begitu besar.

Wang Jing, apa yang kau dapat?

Profesor.

Sebagian kuda perang ini telah kugali.

Bagian kekang hidung terbuat dari logam berharga.

Pelananya diberi bantalan.

Asumsiku...

...ini jenderal kavaleri dari Dinasti Han Barat.

Aneh.

Ukiran totem dan relief topeng pada liontin giok ini...

...sangat umum dalam budaya kaum Xiongnu.

Bagaimana liontin giok Xiongnu yang berharga ini...

...bisa berada pada kuda Han?

- Mungkin harta rampasan? - Mungkin saja.

Mungkin liontin giok ini dirampas pasukan Han.

Atau kuda perang ini yang dirampas kaum Xiongnu.

Bagaimana?

- Sangat mirip. - Apanya?

Tadi kulihat di mimpiku...

...seorang pria yang sangat tampan.

Kau tak sejantan dia.

Aku juga bermimpi seorang gadis cantik.

Berarti aku.

Jangan mengarang.

Kau tak dapat sesuatu darinya? Ambil sana.

Cepat, waktu kita tak banyak. Pergilah.

- Prof.. - Tetap kerjakan temuan kuda ini.

Akan kubawa ini ke kantor.

- Baik, Prof. - Aku lupa.

Profesor.

Xinran demi membelikan hadiah ini...

...harus menempuh delapan jam...

...bolak-balik ke kota di bawah bukit.

Kau buang waktu kerja selama itu?

Cuma untuk memberiku ini?

Nanti kutransfer uangnya.

Kalau kau sendiri tak kerja berlebihan...

...kenapa juga aku repot-repot membelikanmu ini.

Xinran, aku juga punya sesuatu untukmu.

- Apa? - Terimalah.

Profesor, makan siang ada di meja laboratorium.

- Jangan lupa dimakan! - Aku tahu.

Dia memberimu apa?

Apa lagi? Daftar uji lab.

Cinta satu arah itu sulit.

Dia memang tak peduli padaku, ya?

Mudah bagi wanita mengejar pria.

- Semudah apa? - Lihat dirimu.

Mengenakan pakaian yang sama setiap hari.

Kenapa tak sedikit berdandan?

Kenapa harus berdandan di situs penggalian?

Selain itu, kurasa dia tak sedangkal itu.

Jangan belikan aku masker wajah lagi.

Saat kupakai, lengket di wajah. Tidak nyaman.

Hidrasi itu bagus untuk kulit.

Juga, temannya Wang Jing mengajak kita makan malam.

Liontin giok ini...

...adalah simbol tempat suci.

Nilai terbesar tempat suci itu...

...bukan harta karun di dalamnya.

Melainkan, dia melindungi tanah...

...yang paling suci dan luhur di dunia...

...yang menyimpan keberkahan leluhur dan para dewa.

Ini akan melimpahkan keberkahan padamu.

Terima kasih, Dukun Agung.

Kuharap kau akan menjadi penggantiku.

Ini semua untuk mendoakan kesehatan Ayah.

Dukun Agung, mohon bawa semua ke tempat suci.

Paduka putra mahkota, anggap saja sudah terlaksana.

Cepat jalan!

Jalan!

Cepat!

- Ayo! - Jalan!

Satu per satu!

Ayah. Kakak.

Aku...

...menyerang kaum Han lalu merampas emas dan sutra mereka.

Kubantai semua orang di kota.

Aku juga memenggal...

...jenderal yang mengawal benteng.

Kubawa ini pulang sebagai hadiah untuk Ayah.

Kau menunjukkan pengabdian yang luar biasa.

Sebagai ayahmu, kau harus kuberi hadiah apa?

Ayah, aku tak mau apa-apa...

...selain berharap Ayah...

...mengizinkan Mengyun menjadi istriku.

Mengyun?

Ayah.

Ayah.

Mengyun?

Ayah sudah memberikan dia...

...untuk adikmu.

Begini saja.

Semua wanita Han yang kau bawa...

...kuhadiahkan semua untukmu.

Bagaimana?

Baik!

Aku turuti apa yang kau katakan.

Bagus.

Ayah kurang sehat.

Istirahatlah.

Aku permisi pergi.

Ayah, istirahatlah.

Kakak.

Kau selalu membantai kaum yang kau taklukkan.

Itu terlalu kejam.

Takutnya, kaum Han akan balas dendam.

Bisa membawa malapetaka bagi kaum kita.

Terima kasih atas petunjuknya, Putra Mahkota.

Ibu, tunggu aku di tempat yang kita sepakati.

Aku akan datang dan ikut denganmu.

Kita pergi saja sekarang.

Aku harus membalaskan dendam ayahku.

Biarlah kulakukan.

Pergilah.

Hati-hati.

Putriku.

Kau telah membunuh ayahku.

Aku merasa sangat menyesal...

...atas kejadian di masa lalu itu.

Namun, yang kulakukan setelahnya...

...karena sayangku padamu dan ibumu.

Waktuku sudah hampir usai.

Lakukanlah.

Pergilah. Biar kuselesaikan untukmu.

Pikirkan ibumu.

Siapa pun, datanglah!

Ayah, maafkan aku.

Kakak.

Ayah!

Kenapa Ayah?

Kakak..

Inilah putra mahkota pilihanmu.

Lepaskan dia.

Demi kau...

...aku bertempur mempertaruhkan nyawa.

Tetapi dia...

...mati begitu saja.

Kau monster.

Putraku!

Dahulu, Dukun Agung...

...membuat ramalan...

...yang mengatakan, aku tak bisa menjadi raja.

Ayah.

Kenapa kau malah percaya ramalan...

...daripada aku?

Maafkan aku, Ayah.

Aku bukan putra yang baik.

Namun...

...kulakukan ini...

...demi bangsa kita!

Pembunuh!

Bawa ke sini Mengyun!

Prof, ini temanku, Lei Zhen.

- Penyelenggara pesta ini. - Terima kasih.

- Aku hargai. - Cuma ini yang bisa kulakukan.

Penemuan besarmu layak dirayakan.

Perusahaanku telah mengembangkan satu gim baru...

...berjudul "Legenda Han-Xiongnu".

- Menarik. - Saat di Beijing...

...aku ikut kuliahmu tentang "Perang Han-Xiongnu".

Menginspirasiku untuk mengembangkan gim ini.

Kau adalah mentorku.

- Profesor Fang. - Direktur Wang, apa kabar?

Perkenalkan...

...bocah ini yang menemukan liontin giok.

More Indonesian subtitles for A Legend

கருத்துகள்

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left