முதல் 200 வரிகள்.
zbr182 IDFL™ Subs Crew
Ayo Tuhan kita mulai lagi. Aku Raj Mathur.
Kau mengenaliku? Aku Raju.
Kupikir kau melupakanku.
Aku membawa trisula ini untukmu. Terimalah.
Cepat!/ Kapan ya giliran kita!
Apa yang terjadi di sini? Ini kuil apa motel?
Siapa yang ada didalam. Belum keluar-keluar.
Kau mengerti?
Raju, apa yang kau lakukan?
Jangan ganggu kita, kita sedang bicara.
Cepatlah, ada banyak orang mengantri.
Baiklah, kau pergilah.
Kau belum pergi?
Cepat.
Tuhan, perantaramu sangat menggangguku.
Aku lupa apa yang kukatakan.
Tuhan, kau tahu apa keinginanku.
Aku ingin menjadi insinyur terkenal.
Jadi dalam hidupku harus ada jalan-jalan besar, Gedung besar ...
Bangunan besar, rumah besar. Kota ini sangat kecil, Tuhan.
Aku tak bisa melakukan apa pun di sini, Tuhan.
Bakatku akan sia-sia, kau tahu itu.
Aku merasa terkekang di sini.
Tolong kirim aku ke Bombay bagaimanapun caranya.
Tuhan, jika aku mencapai Bombay, hidupku akan dimulai.
Jadikan aku orang kaya, Tuhan. Hasil tes akan diumumkan hari ini.
Berikan aku nilai bagus.
Sebentar.
Tolonglah Tuhan. Bombay.
Hatiku sangat gembira
Teman-teman aku pergi
Hatiku sangat gembira
Teman-teman aku pergi
Tujuanku sangat jauh, tapi aku harus pergi
Selamat tinggal teman-teman!
Hatiku sangat gembira
Teman-teman aku pergi
Hatiku sangat gembira
Teman-teman aku pergi
Mataku terus mimpikan masa depan
Tujuanku sangatlah tinggi
Jangan menghentikanku teman-teman
Hatiku tak terkendali
Tujuanku sangat jauh, tapi aku harus pergi
Selamat tinggal teman-teman!
Hatiku sangat gembira
Teman-teman aku pergi
Hatiku sangat gembira
Teman-teman aku pergi
Aku telah berangkat dengan harapan
Dan sejuta keinginan dalam hatiku
Suatu hari bintang keberuntunganku
Pasti akan bersinar
Tujuanku sangat jauh, tapi aku harus pergi
Selamat tinggal teman-teman!
Hatiku sangat gembira
Teman-teman aku pergi
Hatiku sangat gembira
Teman-teman aku pergi
Tujuanku sangat jauh, tapi aku harus pergi
Selamat tinggal teman-teman!
Hatiku sangat gembira
Teman-teman aku pergi
Hatiku sangat gembira
Teman-teman aku pergi
Pak! kau tahu di mana Ram Mohan tinggal?
Aku tak punya waktu./ Sepertinya tak ada yang punya waktu di bombay.
Apa kau tahu di mana Ram Mohan tinggal?
Abdul, kau mau kerja gak sih?/ Tentu saja Pak.
Kau selalu pergi. Sajikan teh untuk Pandey.
Paman Pandey, teh. Pesan apa lagi?
Tidak./ Kau sudah dapat pekerjaan?
Belum. Begini ya aku .../ Assalamualaikum.
Walaikum salam./ Apa ini Azad Nagar?
Ya. Siapa yang kau cari?
Dimana rumah Ram Mohan?/ Ram Mohan siapa?
Orang yang istrinya kawin lari dengan penjual sayur.
Bukan, dia bahkan belum menikah./ Diam! kau selalu cerewet.
Dia bekerja di Raj Mills./ Gulu Dada kenal semua orang.
Bawa dia ke Gulu Dada./ Ya benar.
Berikan padaku tangan-tangan itu, Thakur.
Dialog apa ini, Amjadbhai. Aku penggemar beratmu.
Boss, ada orang yang mencarimu.
Berapa orang?/ Cuma lima, Boss.
Tapi di Film "Sholay" mereka cuma dua.
Mengapa aku takut? Aku tak takut.
Kalian cepat pergi. Sudah jam 10:00. Jika Didi melihat kalian akan disiram.
Boss, kita sedang taruhan. Ijinkan main sekali lagi.
Cuma sekali putaran lagi./ Satu orang melawan empat pria.
Itu sangat tidak adil!
Gulu Dada, begini. Anak ini datang dari Darjeeling.
Dia ingin bertemu Ram Mohan. Katakan padanya di mana dia tinggal.
Gulu Dada, tak ada yang bisa menghindari matamu
Aku tahu, tapi tak bisa membantu./ Tapi kenapa, Gulu Dada?
Aku tak bisa, itu saja./ Tapi mengapa?
Dia telah meninggalkan kelompoknya. Aku penasaran apa dia masih hidup.
Tuhan. kau memberiku hujan sendiri di Bombay.
Kau takut?/ Ya.
Kau orang baru di sini?/ Ya.
Tak ada tempat untuk pengecut di Bombay. Kembalilah!
Jika tetap disini, kau takkan sadar jika kau dibohongi.
Tunggu dulu. Aku takkan pernah kembali.
Aku akan membuat sesuatu dan menunjukkannya padamu.
Apa katamu?/ Aku takkan pergi.
Kemarilah./ Aku mengambil tas dulu.
Jaibabu, makan malammu.
Kau?/ Jaibabu, dia orang baru.
Pria malang ini tak punya siapa-siapa begitu masuk Bombay.
Kau tahu patung disana itu. Orang-orang menyebutnya Tuhan.
Aku pernah mendengar dia yang menciptakan dunia.
Dan pencipta dunia ini juga tak punya siapa-siapa.
Kau ada pembandingnya.
Kau bertemu DIdi? Ambil ini.
Ini cuma sisir./ Sisir? kupikir itu pisau.
Ayo, mari kita makan./ Tapi ...
Jika dan tapi adalah kata-kata tak berarti.
Kau punya tempat tinggal?
Baiklah, kau bisa tinggal denganku.
Kau tahu cara hidup di Bombay?/ Bagaimana?
Untuk makan, makan jatah orang.
Buka matamu dan membodohi orang. Buang rokokmu dan bakar kemiskinan.
Maksudku ingin berkata, kemarilah semua.
Anak-anak, kalian punya uang?/ Tidak.
Ya sudah pergilah! Hey baik-baik, lihatlah.
Aku tak berharap 'namaskar' dari orang Hindu, 'salaam' dari Muslim ...
Atau 'selamat pagi' dari orang-orang Kristen.
Karena aku tak ingin menciptakan masalah komunal.
Benar, kan?/ Ya.
Kalian pasti berpikir aku akan merayu kalian untuk membeli obatku.
Tidak, itu bukan pekerjaanku, itu pekerjaan dokter.
Lalu kalian menganggapku akan menjual bubuk gigi pada kalian.
Aku tak menganggap kalian seperti orang bodoh.
Apa juga gunanya punya gigi kuat?
Tidak saudara-saudara, aku bahkan tak bisa meramalkan nasib kalian.
Karena orang jalanan dan pendengarnya sama bernasib buruk.
Kalian pasti penasaran apa yang akan kujual
Yang tidak kalian dapatkan di Bombay.
Dengar teman-teman, di kota ajaib ini
Dari ayam goreng sampai ayam bakar. Yang murah dan yang mahal semua ada.
Kalian hanya perlu uang untuk membelinya.
Dan itu yang tidak kalian punya. Kalian semua bokek.
Setiap orang yang ada di sini ingin bepergian dengan mobil ...
Dan menari dengan wanita di hotel bintang lima.
Tapi tak punya uang.
Aku akan beritahu cara menghasilkan uang. Ingin tahu?
Ya!/ Lihat! Semua ingin tahu.
Semua orang ingin berkembang, semua orang ingin menjadi kaya.
Tapi ini adalah Bombay, kalian tak bisa dapatkan sesuatu secara gratis di sini.
Semua butuh uang. Kalian takkan mendapat nasihatku secara gratis juga.
Ayo, semua membayar 1 Rupee.
Dengar, pertama-tama kalian harus belajar melihat keatas.
Di sini hanya yang melihat keatas yang akan bertahan.
Mereka yang ... Kau melihat ke bawah lagi!
Mereka yang melihat ke bawah tak berhak hidup di Bombay.
Hanya orang yang punya tujuan yang bisa sukses disini.
Dan jangan pernah berfikir siapa yang dia hancurkan di bawah kakinya.
tak ada tempat untuk orang yang melihat ke belakang.
Maju terus dan buat jalanmu sendiri.
Ini pelajaran pertama. Ayo pergi.
Hallo Paman Pandey./ Tuhan memberkatimu.
Halo Jaibabu. Mengajaknya berkeliling Bombay?
Minum teh dan pulanglah./ Baik.
Rafiqbhai, aku sangat lelah./ Abdul, teh spesial untuk Raju.
Mengapa kau memukuliku?/ Kau mencuri kue dari toko roti!
Tidak, ini rotiku sendiri.
Diam! Rafiqbhai, kau selalu membelanya.
Dia mencuri kue dari tokoku setiap hari.
Upahnya 10 Rupee sehari, dan dia makan kue harganya 15 Rupee.
Ya sudah naikkan gajiku./ Kutampar kau!
Baiklah kunaikkan! Cepat kerja!
Rafiqbhai aku minta teh./ Sekarang jangan marah lagi.
Abdul, ambilkan teh.
Setengah./ Beri dia setengah cangkir.
Ini./ Ini uangnya Rafiqbhai.
Hebat! Joseph lihat dia memberiku uang.
Jangan repot-repot. Bayar Aku saat kau sudah dapat penghasilan.
Abdul, layani daging dan roti di sana.
Hallo Rafiqbhai./ Hallo Sister. Silahkan.
Bagaimana kabarmu?/ Baik Paman Joseph.
Kau pesan apa?/ Empat telur dan sepotong roti.
Abdul, ambilkan telor 4.
Rafiqbhai, jika Raju mau dia bisa kerja di toko rotiku.
Dia akan digaji juga./ Ide bagus.
Raju, bekerjalah di toko rotinya. Setidaknya kau dapat penghasilan.
Tidak Rafiqbhai, aku tak ingin merusak masa depanku ini.
Begini Paman Josep, jika aku bekerja paruh waktu, aku takkan berkembang.
Jadi kau pikir setiap orang yang bekerja paruh waktu takkan sukses?
Tidak, aku tak bilang begitu./ Memang tidak.
Tapi begitulah maksudmu./ Tidak, kau keliru.
Maksudku orang bekerja paruh waktu pikiranya akan sempit.
Bahkan ambisi hidup menjadi kecil.
Bahkan keinginanmu menjadi kecil.
Apa kau tahu ada banyak orang di dunia ...
yang melakukan pekerjaan biasa dan belum puas?
Lalu kau siapa berani memutuskan yang besar dan yang kecil?
Rafiqbhai, Aku sedang bicara denganmu. Aku tak memintanya ikut campur.
Pernyataanmu seolah-olah .../ Aku tak ingin berdebat denganmu.
Suatu hari akan kutunjukkan siapa Aku dan akan menjadi apa aku disini.
Telur.
No comments yet. Be the first to leave one.