முதல் 200 வரிகள்.
Yakin putrimu pergi nonton sepakbola?
Jika dia tidak ke sana, bagaimana saudara-saudaranya bisa tahu?
Tuhan tahu apa yang akan mereka lakukan untuk menemukan dia.
Kuharap aku bisa menemukan dia sebelum mereka.
Mereka akan menyakitinya.
Kau akan menemukannya.
Permisi.
Tidak apa-apa.
Kau bisa mengejar minibus itu?
Ayo, suruh bis itu berhenti.
Terima kasih.
Cepat, blokir jalannya!/ Tunggu sebentar.
Hei, katakan padanya untuk berhenti.
Katakan padanya untuk berhenti.
Potong jalannya. Terima kasih. Bagus.
Pintunya macet.
Terima kasih. Aku tidak akan lama.
Masuklah. Ayo, masuklah.
Kau mau apa?
Ada apa? Apa yang kau inginkan?
Aku tadi pergi menjemput putriku dari sekolah.
Mereka bilang dia pergi ke stadion.
Kau tidak ingin pergi ke sana?/ Ya, aku harus menemukan dia.
Cepat masuklah./ Kau akan ke sana?
Masuklah./ Terima kasih.
Duduklah./ Terima kasih.
Apa yang terjadi?/ Aku mencari putriku.
Lihatlah, mungkin dia ada di dalam bus itu.
Hidup Iran!
Kalahkan Bahrain!
Lihatlah.
Siapa?/ Dia.
Kenapa?/ Dia perempuan.
Bukan urusanmu.
Kau tahu kalau dia itu perempuan?/ Ya, tapi aku diam saja.
Ketika kau melihat seorang gadis, abaikan saja.
Jangan ganggu atau kau akan mengacaukan rencananya.
Tetap tenang dan dia akan masuk./ Masuk?
Seolah-olah ayahnya adalah pemilik stadion!
Tahu apa yang akan terjadi jika dia sampai tertangkap?
Kemari.
Lihat minibus itu?
Ya, kenapa?/ Lihatlah di belakang.
Mereka berdua adalah perempuan.
Kau bercanda./ Aku bersumpah.
Mereka sudah mahir. Mereka tahu cara untuk masuk.
Mereka tahu semua trik-nya.
Tapi gadis itu baru pertama kali.
Tenang!
Kenapa kalian ini?!
Apa yang sedang terjadi?
Aku akan menurunkan kalian di jalan.
Silakan jalan kaki ke stadion!
Lakukan apapun yang kalian suka. Aku akan memanggil polisi.
Sopirnya pergi! Ayo susul dia!
Tolong kembalilah, Tuan. Kita tidak akan sampai di sana tepat waktu!
Tolong kembalilah, Tuan.
Itu salahku. Aku minta maaf.
Kita bisa ketinggalan pertandingan.
Kembalilah kalian semua. Kembali!
Kita bisa terlambat. Kembali.
Apa yang kau inginkan?/ Tidak ada.
Berhenti menatapku atau mereka akan melihatku. Ini tidak mudah untukku.
Kau akan mengacaukan rencanaku.
Kuharap kau bisa masuk. Jujur.
Pelankan suaramu.
Jangan khawatir, aku akan membantu kalau kau mendapat masalah.
Berhentilah sok pahlawan. Aku tahu cara untuk masuk.
Kau tidak akan pernah berhasil.
Ada banyak polisi berjaga di semua tempat.
Semua orang bisa mengenalimu,
kau benar-benar terlihat seperti perempuan.
Mari semua bersolawat.
Permisi, Pak, aku tak bermaksud menyinggung perasaanmu.
Sudahlah, lupakan saja.
Aku sudah terbiasa begitu. Reza memang gampang marah.
Aku cuma heran, apakah kau benar-benar akan masuk kesana.
Kenapa?
Kau bisa saja menonton pertandingan itu di rumah.
Menonton di stadion itu rasanya beda.
Bisa bersorak, menyanyi, mengikuti iring-iringan.
Tapi yang terbaik adalah...
kau bisa mengutuk segala sesuatu dan semua orang,
mengatakan apa pun yang kau suka, dan tidak ada yang melarangmu.
Jadi, kau bukan suporter?
Kau memang pria baik.
Diam semuanya. Aku punya sebuah lelucon yang bagus.
Baiklah, aku tak akan mengatakannya. Aku tahu kita harus hormat.
Kami ingin lelucon! Ayo!
Lupakan lelucon itu.
Siapa punya tiket lebih?
Ayo, aku butuh tiket!/ Aku butuh tiket.
Kau mau? Aku tidak bisa menurunkan harganya.
4.500 dan tidak lebih.
5.000. Ambil atau tinggalkan.
Baiklah, aku akan mengambilnya.
Jangan bilang siapa-siapa di mana kau mendapatkannya. Kau mau poster siapa? Ali Karimi?
300 toman.
Aku mau beli tiket.
Apa yang kau lakukan di sini?
Pergilah atau aku akan dapat masalah.
Pergi./ Kau baru saja menjualnya pada pria itu.
Terus kenapa? Aku tak mau menjualnya padamu.
Aku akan dapat masalah./ Tidak akan ada yang tahu.
Aku tidak akan membiarkanmu pergi ke kerumunan para pria!
Aku bukan bajingan. Kau bisa menjadi adikku.
Bagaimana kalau 6.000?
Bagaimana caramu melewati para polisi?
Tahu apa yang akan mereka lakukan jika mereka menangkapmu?
Berikan saja tiket itu. Aku akan mengurusnya.
8,000.
Cepat!/ Baiklah.
Ini.
Kau mau ke mana?
Kau juga harus beli poster.
Aku tidak ingin beli poster.
Tidak beli poster, kembalikan saja tiketnya.
Baiklah./ 500 toman.
Tadi kau bilang 300./ Sekarang 500.
Kau mau ke mana? Berhenti.
Apa yang kau lakukan di sini?
Tunjukkan tiket kalian.
Ayo, cepat!
Tunjukkan tiket kalian.
Tolong, jangan periksa aku.
Kenapa kau masuk ke sini?
Kau bisa ke sini?
Siapa yang membiarkanmu masuk?
Hei, kembali.
Tangkap dia!
Berhenti! Kenapa kau masuk tanpa izin?
Petugas itu menyuruhmu untuk berhenti. Jangan berdiri di sini.
Ayo.
Cepat.
Biarkan aku masuk. Aku akan berbaur dengan penonton. Tidak akan ada yang memperhatikanku.
Tidak./ Tolong biarkan aku masuk.
Tidak. Terus jalan.
Memangnya apa bedanya? Tak akan ada yang tahu.
Tentu saja mereka akan tahu. Pak Kepala memiliki daftar nama semua orang.
Hei, berikan itu padaku!
Setidaknya biarkan aku menelepon orang tuaku.
Tidak boleh.
Baiklah, aku akan mematikannya./ Berikan padaku.
Aku tidak akan menggunakannya. Aku akan mengeluarkan baterainya.
Boleh aku menelepon pakai ponselmu?
Terima kasih.
Bisa kau menjauh sedikit?
Hai apa kabar?
Apa yang kau lakukan?
Aku baik-baik saja, terima kasih.
Apa orang tuamu di rumah?
Di mana mereka?
Apakah ayahmu sudah cerita bahwa semalam dia bertemu denganku?
Tidak, di sudut jalan.
Dia terlihat marah.
Dia bertemu denganku di dekat rumahmu.
Dia melihatku dengan pandangan jijik. Kurasa mungkin ...
Baiklah.
Aku akan meneleponmu dari markas. Sampai jumpa.
Terima kasih./ Boleh aku menelepon sekarang?
Tidak./ Supaya mereka tahu.
Berikan saja padaku.
Tolong biarkan aku menghubungi mereka.
Siapa ini?
Halo.
Apa yang kau mau?
Ini untukmu, Prajurit./ Untukku? Dari siapa?
Kenapa kau menelepon balik?
Tentu saja tidak.
Aku bersumpah aku sedang di stadion.
Dia seorang tahanan.
Aku bersumpah demi Tuhan.
Tidakkah kau dengar suara riuh penonton itu?
Jangan mulai lagi.
Tidak, tentu saja tidak.
Lupakan Farideh.
Farideh adalah kisah lama.
Aku akan meneleponmu dari markas. Sampai jumpa.
Kenapa dimatikan? Aku ingin menelepon.
Dia akan menelepon lagi. Aku tak bisa menjauh darinya.
Bagaimana dengan baterainya?/ Nanti akan kukembalikan.
Apa yang kau lakukan di sini?
Masuklah. Berhenti membuat masalah.
Dia tanggung jawabmu.
Ayo masuk.
Apa lagi yang kau tunggu?
Pertandingannya sudah dimulai?/ Mana kutahu. Pergi dan lihat saja sendiri.
Kau berdirilah di sana dan kalian berdua di sini.
Tolong biarkan aku pergi.
Kemana? Pertandingannya baru saja dimulai.
Berdirilah di sana.
Biarkan kami melihat pertandingannya. Setelah itu silahkan bawa kami.
Kubilang, berdiri di sana.
Biarkan aku pergi. Aku sudah tidak tahan lagi.
Aku sudah bilang berdirilah di sana!
Apakah dia dari daerahmu?/ Tidak, dia dari Masyhad.
Mau rokok?
Aku tidak merokok, terima kasih.
Berapa lama lagi kau harus bertugas?
4 bulan.
No comments yet. Be the first to leave one.