முதல் 200 வரிகள்.
Ayo!
Lihat lampu-lampu itu?
Kita akan berada di sana paling lama tiga hari lagi.
Lalu kita hanya perlu menemukan rumah itu.
Chloe...
Kau tahu?
Kita juga akan meminta kolam renang pada mereka.
Tunggu, aku belum lihat!
Mereka bisa menggalinya di halaman. Mereka berutang banyak pada kita.
Aku akan memegangimu dan mengajarimu berenang, kau akan lihat nanti.
Jangan, Chloe!
Jangan bergerak.
Jangan bergerak.
Aku tidak akan menyentuhmu.
Aku tidak akan menyentuhmu.
Tidak apa-apa!
Kamu ikut denganku.
Ayo!
Duduk.
Sudah kubilang jangan menyentuhnya.
Berdua diterlantarkan saat lahir,
di jalanan Marseilles...
Kalian akan akan pergi ke sana?
Kalian berpisah saat masih enam bulan.
Saudara perempuanmu dikirim ke sebuah panti dan kau ke sebuah keluarga asuh.
Saat usia lima tahun, kau meminta dia.
Sejak usia enam tahun, kau mulai melarikan diri untuk pergi dengannya.
Kau pindah dari panti ke panti sampai sebuah tempat menampung kalian berdua.
Kemudian semua baik-baik saja selama dua tahun atau lebih.
Permisi.
Lalu, empat bulan lalu, kau menghilang.
Aku tidak mengerti. Kau sudah bersama saudarimu.
Lalu kenapa kau pergi?
Aku di sini, Chloe.
Jangan khawatir. Mereka tidak akan memisahkan kita.
Mereka menaruh kita di sebuah panti di dekat sini sampai hakim menemui kita.
Kita akan segera pergi lagi.
Apa yang kau lakukan, Sarah? Kemari!
Jangan jauh-jauh dariku, Chloe.
Catherine, aku membawa anak-anak itu.
- Mereka sudah makan? - Ya, sebelum berangkat.
Duduk.
Kau bisa mandi dan istirahat sekarang.
Damel akan menunjukkan kamarmu.
Chloe memiliki kamar sendiri.
Besok, kau akan menemui Dr. Doran, psikiater anak.
Dia akan menentukan jadwal untuk saudarimu.
Kamu bisa pergi ke sekolah.
Kamu harus berpikir tentang pekerjaan
yang ingin kamu lakukan.
Apa yang kamu suka?
Pohon.
Sangat bagus. Aku akan menempatkanmu pada jurusan pertukangan.
Hakim yang mengirimmu ke sini
memberi kalian berdua kesempatan lagi.
Kesempatan terakhir, maksudku.
Apakah kalian menyadari itu?
Joseph?
Siapa yang akan merawat dia?
Tunggu sebentar. Sylvie!
Ini hanya untuk malam ini.
- Gadis yang sudah kuceritakan. Chloe. - Baik.
Dan saudaranya.
Jangan menyentuhnya. Jangan pernah!
Dan selalu katakan apa yang harus dia lakukan atau dia tidak akan melakukannya!
Di dalam kamar, katakan apa saja barang miliknya!
Tidak apa-apa, aku sudah tahu.
Pergilah ke kamar mandi, anak-anak! Ayo, Chloe.
Ikutlah dengan dia.
Ayo.
Jangan keras-keras!
Butuh dua minggu untuk memperbaiki pintu ini.
Ini tempat tidurmu dan itu lemarimu.
Pastikan lemarimu terkunci.
Bergabung dengan kami di kamar mandi. Lewat situ. Cepat.
Ayo, cepat. Segeralah tidur.
Brengsek, uangku telah dicuri!
Aku meninggalkanmu sendirian.
Lalu kenapa? Tidak ada pintunya!
- Aku juga! - Kau yang melakukannya, Ali?
Bukan aku!
Dimana kalungku, bajingan?
Hentikan!
Cukup! Franck!
- Ada apa? - Pencurian lagi.
Awas kau, Ali!
Keluar, kalian berempat.
Semuanya membicarakan kau dan saudarimu.
Aku pelarian juga. Aku mendobrak ke rumah-rumah.
Lalu?
Lalu? Aku juga mau keluar dari sini.
Aku boleh tidur di kasurmu.
Aku ingin tidur di bagian bawah karena saudariku.
Ayolah. Dua rokok.
Kau punya rokok?
Tidak sekarang. Aku akan memilikinya besok.
Kau akan lebih baik.
Tidak, Chloe...
Jangan sekarang...
Tidurlah.
Kita akan pergi besok.
Halo, Joseph... Chloe...
Duduklah kalau mau.
Hentikan!
Dia tidak gila.
Aku tahu.
Aku sudah memeriksa berkasmu. Dia membuat kemajuan yang baik denganmu.
Selamat.
Aku serius. Kau melakukannya dengan baik.
Selalu mencari orang tuamu?
Mereka membuang kami seperti sampah!
Kau memiliki imajinasi yang cukup bagus.
Kau pasti memiliki seribu alasannya.
Bagian tersulit adalah bagaimana menemukan mereka.
Kau tak tahu.
Suatu hari, saat mengumpulkan barang-barangnya,
Chloe menggambar sebuah rumah.
Rumah.
Kau tidak punya hak!
Benar, aku memang tak punya hak.
Mimpimu adalah mimpimu.
Kau berpikir dia ingin menemukannya juga.
Bahwa dia akan sembuh sana.
Itulah apa yang kau inginkan, bukan?
Orang tua, rumah dan seorang saudara perempuan yang tidak akan berteriak saat kau menyentuhnya.
Itu semua impianmu, Joseph. Bukan impiannya.
Kau mengarangnya.
Tidak, Joseph.
Aku ingin kau meninggalkan kami sekarang.
Tidak. Memangnya kenapa? Aku ingin tetap di sini!
Pergilah ke halaman.
Lihat, dia menginginkanku.
Bukan kau.
Rautan pensilnya.
Tahu kenapa? Sulit baginya bisa percaya itu.
Dia benci sesuatu yang lembut, itu membuatnya takut.
Aku sudah tahu!
Baik.
Ikutlah dengan kami.
Kau bisa jadi kiper lebih baik daripada Ali.
Oke, Sabrina?
Kau sudah gila?
Dia cuma pura-pura!
Pergilah dari sini!
Joseph...
Kami sudah menantimu.
Sekolah ada sebelah. Kalau mau, antar dia ke sana.
Tinggalkan itu di sini.
Tempatnya ada di sini.
Itu akan tetap di sini lain kali kau datang.
Terima kasih. Sampai jumpa besok.
Satu orang lagi yang berpikir kalau kau itu bodoh.
Bahwa kau tanpa harapan.
Tahu di mana ruang kelasnya?
Maka cepatlah!
Bagaimanapun kami akan lari.
Tunggu, jangan bergerak!
Ingin kutemani?
Tidak apa-apa, terima kasih.
Kalau kau membawanya, aku akan bunuh diri!
Kau mau bunuh diri?
Lalu apa?
Dia membutuhkan aku.
Dia tak akan melakukan apa-apa tanpa aku.
Dia bahkan tidak akan makan!
Dia bisa mati.
Ayolah...
Apa yang kau takutkan? Ayo.
Tak bisa kupercaya! Kubilang jangan ada musik.
Halo, Francois.
Ini Joseph.
Pelan-pelan, Joseph.
Dia bisa memberitahu bahwa kau gugup.
Itu sebabnya Chloe membuat mosaik menunjukkan sebuah rumah.
Dia tahu itu membuatmu tenang sehingga menentramkan hatinya.
Itu tidak benar!
Dia sangat takut.
Dari apa?
Segala sesuatu.
Kau, aku, tubuhnya sendiri.
Hidup membuatnya takut.
Dan karena hidup ada di sekitar kita...
Ketika dia tersenyum, itu bukan benar-benar dia yang kau lihat.
Itu hanya tipuan, sebuah kedok, agar kita meninggalkannya sendirian.
Dia menunjukkan wajah sebenarnya hanya ketika kau menyentuhnya.
Ketika dia berteriak ketakutan.
Jika tidak, dia hanya bersembunyi di balik tubuhnya.
Hari dimana dia menerima dunia, ketika dia berbicara dan tertawa,
itu akan menjadi semacam kelahiran yang sesungguhnya.
Dia akan mulai hidup.
Bukankah itu berharga?
Joseph...
Tidak ada kolam renang, Chloe. Tidak pernah ada.
Dia benar! Kau membuatnya karena aku bilang begitu.
Apa yang akan kita lakukan sekarang?
Apa yang kau tunggu?
Akan kuhajar jalang itu! Lihat apa yang telah dia lakukan?
Awas!
Cobalah dan kau akan mati!
Tapi kita akan bercinta dulu. Kita akan berusaha.
No comments yet. Be the first to leave one.