முதல் 200 வரிகள்.
Ibu, di sini.
- Ibu harus berbaring. - Ini, Bu.
Hati-hati melangkah.
Ibu baik-baik saja?
Kak Hyo Jun.
Kita harus bicara.
Tentu.
Ada apa?
Kakak sudah gila?
Bagaimana Kakak bisa menyebabkan masalah seperti ini
setelah semua yang kami lakukan untuk mendukung Kakak?
Bukannya kakak ingin membuat masalah.
Kakak menyiksaku!
Kakak pikir aku akan melunak kepada Kakak hari ini?
Tamat riwayat Kakak hari ini.
Sakit. Berhentilah memukuli kakak.
- Aku tidak percaya pada Kakak. - Pukulanmu sakit.
- Kenapa Kakak... - Hei.
- Kakak tidak akan lolos dengan ini. - Sungguh?
Lihat siapa yang bicara.
Sial.
Astaga, pukulanmu kuat.
Kakak hanya merasakan sakit tanganku?
Kakak tidak sadar menyemprotkan semprotan merica ke jantung kami?
Kamu bersikap dramatis.
Aku menahan impianku hanya untuk mendukung Kakak selama ini.
Kakak ingin masuk sekolah hukum,
jadi, aku berhenti kuliah
dan bekerja keras di pusat kebugaran.
Itu membayar kelas, buku, dan apartemen studio Kakak.
Tapi kini Kakak akan punya anak?
Kakak akan segera mengikuti ujian advokat untuk kali terakhir,
tapi Kakak membawa pulang seorang gadis yang mengandung anak Kakak.
Selain itu, dia tetangga Kakak, Mi Rim.
Dasar bodoh, Kakak fokus belajar atau tidak?
- Sial. - Kenapa kamu...
Kakak mau ke mana?
Kamu...
Aku tidak percaya harus merelakan makan telur goreng
dan bisa berjalan di tengah hujan dengan payung.
Kakak selalu bisa punya ransel baru,
tapi aku harus puas dengan ransel lama Kakak.
Seolah-olah hidupku sia-sia.
- Kamu... - Hei!
Kakak akan membayarmu kembali.
Kakak akan membayarmu kembali setelah lulus ujian advokat!
Sungguh? Kakak sudah mengatakan itu selama sepuluh tahun.
Aku tidak pernah meminta uang itu kembali.
Apa yang akan Kakak lakukan karena kini Ibu patah hati?
- Hyo Sim. - Astaga, Mi Rim.
- Kurasa itu cukup. - Mi Rim, tunggu.
Aku akan menafkahi Hyo Jun sendiri.
Selain itu, aku akan pindah ke sini
untuk membantu Hyo Jun belajar
dan membuatnya lulus ujian advokat.
Mi Rim, tunggu. Kamu akan pindah ke sini?
Ya.
Apa yang bisa kulakukan?
Jika aku kembali ke rumah orang tuaku saat hamil,
aku akan dipukul seperti Hyo Jun.
Jadi, satu-satunya pilihanku adalah tinggal dengan ibu mertuaku.
Kamu bercanda? Kenapa kamu juga bersikap seperti ini?
Maafkan aku.
Kami tidak tahu ini akan terjadi.
Kamu pasti bercanda.
Sulit dipercaya.
Apa?
Kamu di sini.
Bukankah Bu Choi ada di rumah?
Tidak.
Kamu tidak meneleponnya?
Aku hanya mengirim pesan kepadanya
untuk mengatakan bahwa aku mengunjungi ibumu.
Dia tidak ada di rumah.
Di mana dia?
Bagaimana hasilnya?
Kacau sekali.
Itu bukan masalah besar.
Itu bisa terjadi.
Kak Hyo Jun adalah harapan dan impian ibuku.
Ibu menjalani hidupnya, menunggunya menjadi pengacara.
Alih-alih lulus ujian advokat,
dia akan menjadi ayah lebih dahulu.
Tentu saja, itu akan menghancurkan hati Ibu.
Hidup adalah tentang menghadapi apa yang dilemparkan kepada kita.
Tidak semudah itu jika menyangkut keluarga kami.
Yang benar saja. Keluargaku bahkan lebih rumit.
Keluargaku sendiri melaporkanku atas kejahatan
dan aku dipenjara karena itu.
Di saat seperti ini, aku tidak ingin punya keluarga.
Apa seseorang harus tinggal dengan keluarga mereka?
Apa kita membutuhkannya?
Astaga. Bukan itu yang seharusnya dikatakan
oleh seseorang yang namanya berarti "cinta berbakti".
Tolong bicara dengan cara yang sesuai
dengan caramu menjalani hidupmu sejauh ini.
Aku terluka, kecewa,
dan sedih karena keluargaku.
Ini tidak benar.
Lebih baik aku hidup sendiri.
Hyo Sim.
Bahkan setelah semua itu,
kamu masih menginginkan keluargamu sendiri?
Kamu sudah melihat keluargaku.
Kamu sudah cukup kesulitan dengan keluargamu,
tapi kamu juga harus menangani drama keluargaku
jika kamu menikahiku.
Aku juga akan begitu.
Selain itu, aku khawatir dan takut
tentang reaksi ibuku terhadap latar belakangmu.
Lalu?
Tidak bisakah kita tetap berkencan saja?
Apa itu tadi?
Seseorang sudah hamil,
tapi kamu hanya ingin berkencan?
Aku datang jauh-jauh kemari dalam cuaca dingin,
tapi gagal bertukar kata dengan ibumu.
Kakakmu menyela, dan aku bahkan tidak bisa makan malam.
Apa aku harus mendengarmu mengatakan itu sambil duduk di atap ini?
Siapa yang makan
pollack setengah kering rebus yang lezat itu?
Mi Rim.
Apa itu nama tunangan kakakmu?
Ya.
Sulit dipercaya.
Astaga.
Ini.
Kelihatannya enak sekali.
- Enak? - Ya.
Makanlah lagi. Makanlah.
Enak sekali.
Bagaimana nasinya bisa selezat ini?
- Begitukah? - Ya.
Biar kucoba.
Ini enak. Makanlah ini juga.
- Kamu mau ini? - Ya.
Aku masih ingin berkeluarga denganmu.
Terkadang hidup bisa sulit.
Tapi merekalah alasan
kita bekerja dan ingin menghasilkan lebih banyak uang.
Itu membuat kita ingin
membeli bakpao dan jeruk dalam perjalanan pulang.
Kami ingin bangga pada mereka dan juga dihibur oleh mereka.
Perlahan, meski hidup sulit,
kita akan menemukan makna di dalamnya.
Bagaimanapun,
hidup akan berjalan lancar.
Ada apa?
Di saat seperti ini, kamu terdengar seperti pria berusia 100 tahun.
Apa? Tidak. Usiaku baru tujuh tahun.
Pollack setengah kering rebusku.
Kamu tertawa. Tunggu sebentar.
Pollack setengah kering rebusku.
Hentikan itu.
Bagaimana kalau kita beli pollack setengah kering rebus?
"Vila Uicheon"
- Ya? - Di mana kamu sekarang?
Aku di paviliun untuk menemuimu, tapi kamu tidak ada di sini.
Kenapa kamu ingin menemuiku?
Kita harus membicarakan orang tuaku.
Sebutkan syaratmu.
Aku akan menerima sebagian besar permintaanmu.
Kamu menyarankan Nenek sebagai alat tawar-menawar?
Atau kematian orang tuaku yang ingin kamu tawar-menawar?
Kamu akan setuju jika berada di posisiku?
Tidak, aku tidak akan membuat kesepakatan atau negosiasi.
Aku akan menuntut ibumu
atas pelalaian tugas dan penggelapan.
Dan ayahmu?
Aku akan meminta insiden Jalan Tol Daegwallyeong
diinvestigasi ulang dengan dia sebagai tersangka utama.
Tunggu saja.
Tae Ho...
Tolong pergi dari gedung itu sebelum aku pulang.
Kalau begitu...
Selamat datang.
I...
Ibu.
Benar.
Ini ibumu.
Kamu baik-baik saja?
Ibu.
Maafkan aku.
Maafkan aku.
Aku harus mati atas perbuatanku.
Aku mengurung Ibu,
lalu mengadakan pemakaman seolah-olah Ibu sudah mati.
Sebagai putra Ibu,
aku melakukan hal yang tidak boleh dilakukan anak ke orang tua mereka.
Lebih baik Ibu membunuhku karena itu.
Ibu...
Ibu datang untuk menanyakan sesuatu.
Ayah Tae Ho.
Adikmu, Jun Bum.
Kenapa kamu membunuhnya?
Aku...
Aku tidak membunuhnya.
Aku tidak membunuhnya, Ibu.
Saat masih kecil,
ayahmu akan memukulimu tanpa alasan.
No comments yet. Be the first to leave one.