முதல் 200 வரிகள்.
Cashback 7% Rollingan Casino 1%
Jeng Kreng!/ Hati-hati.
Itu pasti di sekitar sini.
Berikan pisaumu.
Jeng Kreng!
Kita siap berbisnes.
Ayo.
Dan ini untukmu, Jibai!.
San Juan, Puerto Rico.
Silakan./ Terima kasih.
Silakan./ Terima kasih.
Hidangan pencuci mulutmu, Tuan
Apa ini?
Pai istimewa pesananmu.
Pai apel. Aku memesan pai apel.
Akan segera kuganti, Tuan Maaf.
Hei./ Hei.
Jadi, kau datang malam ini?
Puan, dia bukan Ibumu. Dia tak boleh beritahu kau harus buat apa.
Dia bahkan takkan tahu. Lagi pula...
Aku menjarah almari miras orang tuaku.
Kita akan sangat bersenang-lenang malam ini.
Akan kulihat jika aku boleh menyelinap keluar.
Hei, gadis. Kau tak apa?
Ya. Maaf. Hanya melamun.
Bagaimana dia memperlakukanmu?
Dia orang baik. Tak ada masalah.
Dia membenciku.
Kau saudarinya. Itu memang tugas dia.
Semua akan baik saja, Maddie.
Tapi dia melalui waktu yang sangat berat sekarang, kau tahu itu kan.
Entah kenapa aku mengatakan itu. Tentu saja kau tahu.
Baiklah.
Apa itu?
Itu pai. Kau memakan itu.
Terima kasih kembali.
Sayang, kau tahu kau boleh oyap denganku.
Seperti yang lelaki itu lakukan?
Pelanggan? Sayang, beberapa orang memang kasar.
Dia Cilake.
Jangan oyap begitu, sayang./ Kenapa tidak?
Kerana kau tak oyap begitu?
Mungkin kita tak seharusnya pindah ke sini.
Mungkin kau sebaiknya berhenti dari pekerjaan buruk ini...
...dimana para Cilake boleh merendahkanmu...
Seseorang harus membayar pampasan, Emmy.
Aku mau pulang.
Baiklah. Sifku sebentar lagi selesai./ Ayolah.
Aku suda remaja. Aku boleh jaga diri.
Kau 16 tahun./ Terserahlah.
Lori 16 tahun, dan dia boleh melakukan apapun yang dia mau.
Dia bukan kau.
Kau bukan Ibu.
Baiklah, biar aku ambilkan kau susu.
Selesaikan PR-mu.
Hei, kau tak apa? Emmy.
Emmy, kau baik-baik saja?
Hei. Di mana inhaler-mu?
Di rumah./ Tak apa. Tak apa.
Kita punya masalah yang lebih besar ketimbang wajahmu.
Benda ini perlu kata sandi.
Bagaimana dengan ini?
Entahlah. Buang itu. Tunggu, tunggu, tunggu...
Soal ponsel itu...
Hal bagusnya aku punya aplikasi untuk itu.
Membuka kunci.
Apa-apaan? Semua isinya dalam bentuk kode.
Hanya inisial.
Lihat.
Kau lihat? Di sana.
Dia mengirim pesan ke ekstensi 596.
Itu departemen kepolisian./ Bajingan!
Dia pengadu!
Apa isinya?
Entahlah. Hanya alamat. Mungkin titik pertemuan.
Kita harus temukan dia.
Sebelum Cilake itu beritahu mereka di mana kita berada.
Mungkin kita sebaiknya biarkan dia.
Apa?
Dengar, aku akan kirim dia titik pertemuan baru.
Dengan begitu, kita tak harus temukan dia, tapi sebaliknya.
Hei, Steve.
Letnan, ayolah.
Aku mengabaikanmu, Tony./ Tidak hari ini, Steve.
Apa kau penguntitku?
Aku baru selesaikan sif ganda. Tak bolehkah ini menunggu?
Tidak boleh. Aku baru menerima pesan dari Gonzales,
Informan kita di flatlands .
Jimmy Gonzo?
Itu tak masuk akal.
Aku oyap dengannya hari ini.
Dia bilang akan membatasi komunikasi.
Dia tidak membatasi komunikasi.
Dia baru saja mengirimku pesan untuk tempat pertemuan.
Dan kenapa dia ingin menjauh?
Dia ingin tidak mencolok./ Kau percaya dia?
Tentu saja tidak. Dia bandar dan informan.
Paranoia adalah sifat keduanya.
Dia menghubungi. Mungkin ini darurat.
Mungkin.
Ya, mungkin dia ketahuan.
Kita harus memeriksanya, Steve.
Kau yang periksa pertemuan itu.
Aku akan pergi ke tempatnya.
Maaf, Dokter, aku tak tahu dia tinggalkan itu di rumah.
Kau harus lebih teliti. Ini ketiga kalinya terjadi dalam bulan ini.
Benar. Aku minta maaf. Ini takkan terulang lagi.
Adikmu masih muda.
Terlalu banyak kesenangan atau trauma boleh sebabkan hiperventilasi.
Itu akan memicu asma.
Semakin dia dewasa,
Semakin berkurang peluang dia memicu serangan ini.
Hingga itu terjadi, dia mengandalkanmu, mengerti?
Ya.
Jadi bagaimana keadaanmu? Apa kau menikmati Puerto Rico?
Ya./ Tetap sibuk bekerja?
Aku mau kau tahu, jika kau kewalahan,
Kau perlu teman untuk oyap, kami punya profesional di sini.
Terima kasih, Dokter, aku tak apa.
Aku hanya ingin pastikan adikku baik-baik saja.
Ini bodoh.
Tidak, yang bodoh adalah meninggalkan inhalermu di rumah.
Aku tak suka itu. Anak lain mengolokku karena itu.
Kenapa mereka mengolokmu?
Mereka anak-anak. Itu yang mereka lakukan.
Kapan kita boleh pulang?/ Mereka ingin kau di opname semalam.
Lagi?
Ya.
Tetap di sini bersamaku.
Sayang, aku tak boleh. Aku harus kembali bekerja.
Jam besuk sudah habis,
Dan aku harus kembali untuk sif gandaku.
Aku tak mau di sini sendirian.
Kau akan baik-baik saja.
Aku akan kembali besok pagi, dan kau sudah memiliki ini.
Hei. Hei, hei.
Aku mohon?
Sayang, aku tak boleh.
Itu karena kau tak suka rumah sakit.
Tak ada yang suka rumah sakit.
Kecuali bagi orang sakit.
Orang sakit justru paling membenci rumah sakit.
Maddie, apa dia baik-baik saja?/ Hei.
Ya, dia baik.
Dia sangat membuatku ketakutan.
Dengar, aku segera ke sana.
Ya, sayang. Tak perlu terburu-buru.
Apa kau baik-baik saja? / Ya, aku baik.
Mereka mengopname dia semalaman.
Dan kau tak tetap di sana?
Entahlah.
Hanya saja setelah kecelakaan Ibuku, itu hanya..
Habiskan waktu di rumah sakit, kau tahu?
Jika kau tak ada kegiatan setelah sifmu,
Datanglah ke tempatku. Kita boleh minum anggur kotak,
Mungkin menonton acara TV sampah.
Baiklah. Kita lihat nanti.
Astaga. Kapan aku menjadi begitu tua?
Aku merasa hal serupa.
Baiklah. Sampai nanti.
Terima kasih, sampai nanti.
Astaga!
Buka pintunya, Jimmy. Ini aku.
Jimmy!
Ayolah! Cepat!
Bajingan. Astaga.
Halo. Kami sedang tidak tersedia. Silakan...
Sialan.
Ayo, angkat teleponnya, sialan.
Angkat teleponnya, aku...
Pergilah dari sana!
Pergi dari sana! Ini jebakan!
Pierce, kita harus pergi.
Ayo.
Kita harus pergi sekarang!
Hei, berhenti.
Berhenti!
Bajingan!
Tidak.
Astaga.
Jangan bergerak. Jangan bergerak. Kau mengalami luka tembak.
Tunggu, apa?/ Kau akan baik saja.
Siapa namamu? Kau tahu namamu?
Madison Taylor.
Kenapa ada polisi?
Hanya prosedur standar saat seseorang tertembak, mengerti?
Siapa yang tertembak?/ Kau. Tapi jangan khawatir.
Kau tak apa. Kau akan baik saja.
Retak klavikula, hatinya tergores.
Komplikasi terbesarnya kehilangan darah.
Kami perlu empat kantung darah untuk membuatnya stabil.
Aku turut prihatin, Detektif.
Kau sudah menangkap pelakunya?
Masih belum.
Di mana gadis itu?
Apa yang kau pikirkan?
Aku melihat saksi mata. Kau mau aku bagaimana?
Senjatamu. Senjatamu!
Kau sadar kita terlibat ke masalah seperti apa?
Aku tak melihat solusi berasal darimu.
No comments yet. Be the first to leave one.