Sounds of Winter

Sounds of Winter (冬のなんかさ、春のなんかね)

Indonesian வசனம் பதிவிறக்கம்

சீசன் 1

வெளியீட்டு விவரம்

[𝐂𝐨𝐟𝐟𝐞𝐞𝐏𝐫𝐢𝐬𝐨𝐧] 𝐒𝐎𝐔𝐍𝐃𝐒 𝐎𝐅 𝐖𝐈𝐍𝐓𝐄𝐑 𝐒𝟎𝟏𝐄𝟎𝟓 𝐍𝐅 𝐖𝐄𝐁
கருத்துரை வழங்கியவர் Coffee_Prison
𝑫𝒖𝒓𝒂𝒔𝒊 : 𝟓𝟎:𝟏𝟕 || 𝑺𝒖𝒃𝒕𝒊𝒕𝒍𝒆 𝑹𝒆𝒕𝒂𝒊𝒍 𝑵𝑬𝑻𝑭𝑳𝑰𝑿 || *𝑪𝒓𝒆𝒅𝒊𝒕 𝒕𝒐 𝘐𝘯𝘥𝘳𝘢 𝘕𝘶𝘨𝘳𝘢𝘩𝘢 𝘗𝘶𝘵𝘳𝘢 (𝑷𝒆𝒏𝒆𝒓𝒋𝒆𝒎𝒂𝒉) || ડ౿ᥣɑოɑ𝗍 𝖬౿𐓣𝗈𐓣𝗍𝗈𐓣

குறிச்சொற்கள்

webdl
வெளியிடப்பட்ட தேதி: 2026-02-21
பதிவிறக்கங்கள்: 3
காது கேளாதோருக்கானது: No
FPS: 25

Indonesian வசனங்களின் மாதிரிக்காட்சி

முதல் 200 வரிகள்.

Kelihatannya enak.

Selamat makan.

Selamat makan.

Enak.

Benarkah tak apa-apa?

Apanya yang tak apa-apa?

Novelmu masih belum selesai, 'kan?

Aku yakin bakal dapat ide sambil berpiknik begini.

Menurutmu begitu?

Aku tak keberatan ke sini.

Andai di rumah pun, aku pasti akan bersantai saja seharian.

Aku senang jika kau tak keberatan.

Ya.

Saat kuliah dulu,

aku juga pernah membuat makan siang untuk pacarku,

lalu kami pergi berkencan ke kebun binatang.

Dia sangat baik hati

dan terbuka,

tapi kami akhirnya putus.

Maki.

Jangan temui orang seperti dia lagi.

Putuskan dia sekarang juga.

Ikuti saja apa kataku ini.

Putuskan dia.

Ayana, kau tahu apa tentang Ashita hingga bisa berkata begitu?

NOVEMBER 2018

Aku memang tak tahu apa-apa tentangnya,

tapi maksudku, kenapa kau masih terus bertahan

dengan orang yang kau tangkap basah tidur dengan gadis lain di rumahmu?

- Kalian bahkan tak berpacaran, 'kan? - Ayana.

Dia tak tidur dengannya.

Mereka hanya berbaring bersama.

Astaga.

Kau dengar itu? "Mereka hanya berbaring bersama."

Memangnya kenapa?

Kau pulang dan melihat mereka,

- lalu hanya berdiam diri saja? - Jangan kasar begitu.

Aku hanya mau berada di dekat Ashita, itu saja.

Aku suka dia.

Aku sudah merasa cukup dengan hanya bisa terus melihatnya.

Aku tak peduli jika dia sudah menikah atau tidur dengan gadis lain di rumahku!

Dia sudah menikah?

Memangnya kenapa kalau sudah?

Beda cerita artinya.

Paling buruknya, kau bisa dituntut.

Kau memang bisa lakukan apa saja yang kau mau.

Jika memang ini yang kau mau, tak apa-apa,

tapi kau mau menjadi apa dengan orang itu?

Apa?

Tidak ada masa depan dengannya.

Masa depan apa?

Maksudku, masa depan seperti

menjalin hubungan yang awet

atau menikah,

atau pergi berkencan tanpa harus sembunyi-sembunyi.

Tapi bukankah masa sekarang lebih penting daripada masa depan?

Astaga. Apa maksudmu?

Giliranku yang bertanya sekarang.

Apa kau berpacaran dengan berproyeksi untuk menikah?

Ya, kurasa begitu.

Serius? Kau tak kerepotan memikirkannya?

Jadi, kau berpacaran untuk masa depan, bukan untuk sekarang, ya?

Tapi untuk sekarang pun, kau tak terlihat bahagia!

Apa? Aku bahagia!

Dengar, Maki…

Ada apa denganmu?

Kenapa malah kau yang terlalu repot memikirkannya?

Aku suka Ashita

dan Ashita mau menghabiskan waktu denganku. Apa salahnya?

Padahal aku tak keberatan, tapi kenapa malah kau yang tak terima?

- Itu karena Ayana sayang padamu. - Apa?

Ayana sayang padamu dan kau penting baginya,

makanya dia mengkhawatirkanmu. Itu sudah jelas, 'kan?

Aku tak pernah minta dikhawatirkan olehnya.

Baiklah.

Ya, kau benar. Kau memang tak pernah minta.

Sudahlah. Kita akhiri saja pembicaraan ini.

Lagi pula, Ashita memang tampan.

Jadi, nikmati saja.

Dah.

Nanti minta maaflah padanya.

Aku juga sebenarnya agak iri padamu

karena kau bisa mencintai seseorang sedalam itu.

Bagaimana pendapatmu, Tsukuda?

Aku?

Kalian dengar semuanya, 'kan?

Ya, sedikit banyak…

Begini,

kurasa semua yang dikatakan Tsuchida itu benar.

Tapi semua tak sesederhana itu.

Kalau begitu, jangan minta pendapatku.

Benar, 'kan?

Dah.

Apa?

- Ini siap disajikan. - Baik.

Terima kasih sudah menunggu. Ini ramenmu.

Kotaro.

- Ya? - Bersihkan ruang tatami.

- Baik. - Terima kasih.

Baiklah.

GIOZA

Terima kasih untuk hari ini.

Terima kasih.

Hei…

Ada apa?

Ada apa dengan rambutmu?

Kau baru bertanya sekarang?

Padahal kita bekerja sama-sama seharian ini, 'kan?

Aku ragu mau menanyakannya.

Saat di kursus tadi,

kami praktik langsung

dengan saling mengeriting rambut satu sama lain.

Lalu, gagal?

Jangan bilang "gagal".

Orang yang kau keritingkan rambutnya

akhirnya juga kribo begitu?

Tentu saja tidak.

Rambutnya sangat bagus.

Berarti rambutmu…

Ya, memang gagal, memang salah.

Kurasa juga begitu.

Omong-omong, Ayana, apa aku pernah cerita

tentang gaya rambut Pak Bos?

Gaya rambut Pak Bos?

Lebih pada tipe rambutnya.

Aku belum pernah bercerita, ya?

Belum.

Aku tak tahu. Ada apa?

Tempo hari,

saat aku masuk sif pagi,

sebelum kedai ini buka,

Pak Bos bercermin sangat lama

di wastafel depan toilet.

Aku tak yakin apa dia bercerita padaku karena tahu aku ikut kursus kecantikan,

tapi kau tahu usianya 42 tahun, 'kan?

Jadi,

dia terus membetulkan rambutnya,

lalu coba tebak apa katanya padaku?

Entahlah…

Dia bilang ubannya sekarang lebih banyak?

Hei, Kotaro.

Aku baru sadar kemarin

saat bercermin setelah mandi.

Kurasa rambutku aslinya keriting.

Apa maksudnya?

Setelah 42 tahun, dia baru sadar rambutnya keriting.

Memangnya dia tak pernah tahu itu?

Memangnya dia baru pertama kali bercermin?

Dia benar-benar bilang begitu?

Ya.

Dia bahkan memberi tahu tamu langganan kita.

Kenapa begitu?

Memangnya dia mau dijawab seperti apa?

Entahlah.

Mungkin dia mau orang-orang bilang, "Tidak, rambutmu lurus."

Memangnya berambut keriting sejelek itu, ya?

- Halo. - Halo.

Taruh saja tasmu di situ.

Terima kasih.

Jadi…

Kau mungkin sudah bisa menebak

dari pesan yang kukirim kemarin…

Ya.

Kurasa

kau bisa menebak apa maksud semua ini

karena aku memanggilmu datang ke ruang kelas kosong.

Ya.

Apa itu?

Begini…

Aku…

Suka padamu.

Aku suka padamu.

Jadi, kumohon

terimalah aku.

Kau tertawa.

Tidak, bukan begitu.

- Maaf. - Tidak apa-apa,

- aku mengerti. - Tidak, bukan begitu.

- Maaf. - Sebentar.

Tidak apa-apa.

Tapi…

Boleh kutanya apa alasannya?

Alasannya?

Benar juga.

Pertanyaanmu bagus.

Ya…

Itu…

Aku memang suka padamu…

Apa yang kau suka dariku?

Padahal kita jarang mengobrol, 'kan?

Kita pernah mengobrol,

tapi jika kita satu kelas,

atau saat kerja kelompok, 'kan?

Kita tak pernah mengobrol berdua saja, 'kan?

Ya.

- Lalu, apa alasannya? - Alasannya?

Alasannya, ya?

Apa yang membuatmu suka padaku?

Apa yang membuatku suka padamu?

Jadi, itu…

Sounds of Winter subtitles in other languages

கருத்துகள்

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left