Pulang

Pulang

ดาวน์โหลดคำบรรยายIndonesian

ข้อมูลรุ่น

Pulang (2018) NF WEB-DL 720p/1080p
ความคิดเห็นโดย Drafeir
Untuk versi NF WEB-DL berdurasi 01:58:49.

แท็ก

Web-DL
web-dl
web
WEB-DL
720p
720
1080
เผยแพร่เมื่อ: 2018-12-03
ดาวน์โหลด: 40
ผู้พิการทางการได้ยิน: No

ตัวอย่างคำบรรยาย Indonesian

200 บรรทัดแรก

Sub by NETFLIX Uploaded by Drafeir

FILM NETFLIX ORIGINAL

TERINSPIRASI DARI KISAH NYATA

Aku berjanji akan menjaga hatimu

hingga akhir hayatku.

Aku ingin melihatmu berhias.

Izinkan aku pergi, Thom.

Thom, kau dan Omar adalah hidupku.

Aku akan kembali.

Ahmad!

Tenang, Nek. Aku di sini. Tenanglah.

Ayo kita ke rumah sakit, Nek.

Tidak.

Jika Nenek pergi,

Nenek takkan pernah kembali lagi.

Nenek kehabisan waktu.

Nenek takkan di sini lebih lama lagi.

Jangan bicara seperti itu, Nek.

Nenek ingin tahu, Ahmad.

Sebelum maut menjemput,

Nenek ingin tahu

apa yang sebenarnya terjadi.

Dengarlah kisah yang Nenek simpan selama ini,

dari awal hingga akhir.

Nenek tak pernah percaya cinta pada pandangan pertama,

SERKAM, MALAKA

tapi perasaan ini datang dengan tiba-tiba.

Silakan lihat, pilihlah.

Semua baru ditangkap.

Semua ikannya masih segar.

Lihatlah ikan segar ini.

Ada ikan kembung, sarden, senangin.

- Silakan lihat-lihat. - Nona.

- Lihat saja dulu. - Ikan ini masih segar.

Thom, jika ingin yang bagus,

pergilah ke sana.

Ayo, ada banyak ikan segar.

Aneh, mereka selalu berakhir di kedai Othman.

Benar.

Salmah!

Ikan kembung, Man. Biasa. Yang besar-besar.

- Yang biasa, Salmah? - Benar, yang biasa.

Ini temanku Thom. Cucu kemenakan Che Puteh.

Che Puteh sakit. Thom kemari untuk merawatnya.

- Salmah! - Apa maumu, Karim?

Terima kasih, Man.

Apa?

Aku minta yang sama.

Semuanya satu ringgit.

Itu berlebih.

Tak apa, ambillah.

Untuk Che Puteh.

- Terima kasih. - Sama-sama.

Che Thom.

Sudah selesai?

Kami pergi sekarang.

- Che Thom. - Che Thom.

Keranjangmu tampak sangat berat.

Ikan segar, silakan pilih!

Itu tampak berat. Hati-hati atau pinggul itu patah.

Salmah!

Taib, aku akan ambil ikan lagi.

Man.

Jangan terlalu lama menatap rumah itu.

Bagaimana jika dindingnya jebol?

Kepada Che Thom yang...

Yang Terhormat...

Kepada...

Othman.

Astaga.

Terima kasih.

Lama tak kemari.

Che Puteh sakit.

Tak bisa ditinggalkan.

Salmah sedang menjaga dia.

Kau pernah ke laut?

Sebenarnya aku takut laut dalam.

Takut tenggelam.

Laut lebih tenang daripada pantai.

Bagaimana mungkin?

Pejamkan matamu.

Pejamkanlah.

Bayangkan kau sendirian di tengah laut.

Lihatlah langit.

Biru.

Bersimbah sinar matahari.

Sejauh mata memandang.

Tataplah lautan.

Hijau...

dan juga dalam.

Pandangan tak berujung.

Sunyi.

Tanpa suara...

kecuali debar jantungmu.

Itu ketenangan bagiku.

Tapi laut tak selalu tenang, bukan?

Jika tidak...

kapal ini takkan seperti ini.

Rusak.

Ditinggalkan.

Lebih baik daripada tak berlayar.

Kapal tak diciptakan hanya untuk bersauh di pantai.

Che Puteh!

Astaga!

Nenek!

- Che Puteh! Thom! - Nenek!

- Astaga! Sudah kuperingatkan! - Nenek!

Nenek!

Bagaimana bisa jatuh? Nenek? Nenek Puteh?

Kematian Nenek Puteh

membuat Nenek merasa kehilangan dan sendirian.

Nenek kehilangan sandaran dan sosok untuk dicintai.

Che Thom.

Berapa lama lagi kau akan di sini?

Che Thom, jangan pergi.

Che Thom, kau tak perlu pergi, tetaplah di sini.

Jika aku...

Che Thom, berapa lama...

- Kapan kau harus pergi? - Ada apa, Othman?

Kapan kau akan pergi?

Berapa lama lagi kau di sini?

Satu dua hari.

Tak ada alasan bagiku tetap di sini.

Tak ada siapa pun lagi.

Sebelum kau pergi...

Aku tahu

aku tak memiliki kekayaan

maupun keluarga. Aku terlalu biasa.

Tapi aku tak malu memimpikan...

menjadikanmu istriku.

Aku akan bekerja keras.

Aku akan berusaha.

Selama aku masih kuat, aku akan berusaha keras memberi...

Kau tak tahu malu.

Kenapa kau kira aku lebih utamakan kekayaan?

Kita sama.

Aku juga tak punya apa-apa, Othman...

kecuali hati.

Hati yang mencintai.

Aku berjanji...

Aku berjanji akan menjaga hatimu...

hingga akhir hayatku.

Kami pun menikah setelah itu.

Nenek tak pernah sebahagia itu, Ahmad.

Tapi dua tahun kemudian, Jepang menyerbu Malaya.

JEPANG MENYERBU MALAYA

Lekas, terus jalan!

Jepang segera menduduki seluruh negeri.

Hari demi hari, kehidupan kami menjadi makin sulit.

Bergerak, lekas jalan!

Jalan!

Ayo jalan!

Bebas dari Inggris!

Cepat!

Kawan menjadi lawan.

Pengkhianat di mana-mana.

Semuanya tenang. Mereka datang membebaskan kita dari penjajahan Inggris.

Seluruh pria harus membantu Jepang.

Melayu dan India duduk di sini.

Tionghoa duduk di sana. Cepat!

Asia untuk Asia!

Jepang sekutu kita dan ingin membantu kita.

Ayo jalan!

Aku harus pergi.

Man, jangan pergi. Jangan.

Jangan cemas.

Akan kucari jalan pulang.

Tak perlu takut.

Ikuti saja dia!

Itulah kali pertama Othman meninggalkan Nenek.

Ayo, lekas bergerak!

Perang Tiongkok-Jepang yang berasal dari Tiongkok Daratan merembet kemari.

Jepang lampiaskan dendam terhadap Tionghoa di Malaya.

Terima kasih.

Berhenti, kita tukar kendali.

Kita bergerak satu jam lagi.

Semua dengar. Satu jam lagi kita akan bergerak.

Kita akan menuju ke balik gunung untuk membangun lapangan terbang.

Lekas memasak.

Hei.

Ucapkan, "Asalamualaikum, Omar."

Asalamualaikum, Omar.

- Asalamualaikum, Omar. - Alaikum salam.

Aku tak mengira melihatmu di sini. Sudah takdir.

Jepang keparat!

Orang Tionghoa diburu dan dibunuh dengan kejam.

Kau telah ketahuan.

Orang itu Tionghoa.

Larilah sekarang.

Kenapa kau memberi tahu ini?

Tak apa-apa, tenanglah.

Hadapilah dan lakukan sekarang.

Tenang.

Kejar dia! Tangkap dia!

Temukan mereka!

Aku tahu di mana kalian bersembunyi.

Tak ada tempat bersembunyi di sini.

Cari di sana!

Kalian takkan bisa lari!

Keluar!

ความคิดเห็น

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left