157 บรรทัดแรก
Bumi.
Api.
Udara.
Air.
Hanya Avatar yang bisa menguasai keempat elemen
dan membawa keseimbangan pada dunia.
ZainuddinAri mempersembahkan
Avatar menghilang.
Setelah presiden Raiko menolak permintaan Korra,
untuk membantu suku selatan dalam perang suku air,
dia kemudian pergi ke negara api
untuk mencari sekutu baru untuk melawan Unalaq.
Tapi teman yang tak dikenalnya,
roh kegelapan menyerang Korra dan menyeretnya ke dalam lautan.
Dia terdampar di pulau terpencil
tanpa ingat siapa dia sebenarnya.
Permulaan, Bagian 1
Permulaan, Bagian 1
ROH
ROH \
Kami menemukan Avatar terdampar di pantai,
tapi dia tak mengingat apa pun.
Raava.
Raava.
Raava.
Energi kegelapan telah menginfeksinya.
Kita harus menyucikannya sebelum energi itu menghancurkan roh Avatar miliknya.
Semoga air ini dapat membersihkan kegelapan yang meracuni rohmu.
Siapa kau?
Aku adalah kau.
Siapa aku?
Kau adalah Avatar.
Aku tak tahu itu apa.
Agar kau bisa mengingatnya,
kau harus mendapatkan kembali koneksimu dengan roh Avatar-mu.
Kalau tidak, kegelapan akan menyelimuti dunia ini.
Kau akan mati, dan zaman kita akan berakhir.
Bagaimana caraku mendapatkan koneksiku kembali?
Kembali. Kembalilah ke permulaan.
Cari Raava.
Apa kau Raava?
Bukan, tapi aku bisa membantumu menemukannya.
Namaku adalah Wan, dan aku akan menunjukkan padamu
bagaimana aku bisa menjadi Avatar yang pertama.
Tak ada yang boleh mencuri dari Chou bersaudara!
Benarkah? Karena aku sudah mencurinya.
Kau akan mati, Wan.
Sebenarnya, aku merasa lebih hidup.
Hei, berhenti!
Hei, teman-teman.
Kau datang saat waktunya makan siang!
Oh!
Sudah kubilang, tak ada yang boleh mencuri dari kami.
Apa kau mencuri milik Chou lagi?
Ya, dan aku tak membawa apa-apa
kecuali sedikit roti kotor dan beberapa luka lecet.
Hei, Yao, aku membawa makanan untukmu.
Mmm. Lezat.
Terima kasih, Wan.
Kalian juga lapar, ya?
Wan, kau juga harus makan.
Mereka lebih membutuhkannya daripada aku.
Lagi pula, aku sudah bosan memakannya.
Seandainya saja ada cara lain
untuk mendapatkan makanan milik Chou yang lebih lezat.
Kita bisa makan seperti... Ya, seperti Chou.
Kalau pimpinan Chou menangkapmu ketika menyusup ke dalam istananya,
kau bisa mati.
Atau yang lebih buruk lagi, dia akan mengeluarkanmu ke dunia roh yang liar.
Tidak, jangan sampai kau diusir.
Kau tak akan mau tahu bagaimana roh-roh itu memperlakukan manusia.
Mereka akan merasuki tubuhmu, mengacaukan pikiranmu,
dan menjadikanmu seperti ini, monster!
Jangan berbuat hal gila, Wan.
Kau hanya perlu menerima dunia apa adanya.
Sebagian orang punya kekuatan. Sebagian lagi tidak.
Dan kau tidak.
Aku rasa belum.
Apa kau kuat? Apa kau pemberani?
Apa kau punya apa yang dibutuhkan untuk melawan para roh?
Kalau begitu bergabunglah dalam perburuan ini.
Aku ikut.
Kita akan berada di alam liar selama seminggu.
Kau tak akan bertahan dalam dua detik.
Aku bisa mengurus diriku sendiri.
Kita semua akan mendapat api, 'kan?
Ya, tapi apa kau tahu cara memakainya?
Ya, belum sih, tapi aku...
Ah, biarkan dia ikut.
Tak biasanya kita mendapat relawan yang ingin bergabung.
Baiklah. Selamat datang dalam perburuan.
Singa-Kura-kura.
Penjaga agung kota kita.
Kami akan menjelajah alam roh yang liar
untuk membawa makanan bagi rakyat kami.
Kumohon, berikan kami kekuatan api.
Jaga kekuatan ini
sampai kau kembali.
Kau duluan, Nak.
Semoga elemen api
melindungimu dari para roh.
Wah!
Pastikan kau mengincar roh, bukan kami, oke?
Tentu saja.
Semuanya tetap dekat.
Roh senang menyerang mereka yang sendirian.
Eh, semuanya?
Kurasa aku tak bisa melakukan ini.
Berhentilah mengeluh.
Kita bahkan belum melihat satu roh pun sama sekali.
Aku ingin pulang saja.
Aku tahu kau ini tak lebih dari sekadar pengecut.
Kembalikan apimu kepada Singa-Kura-kura,
dan jangan pernah memperlihatkan wajahmu lagi di depanku.
Wan, kau sudah pulang.
Makanan apa yang kaubawa kali ini?
Apa yang sudah kaulakukan?
Kau tak boleh mencurinya dari Singa-Kura-kura.
Benarkah? Karena aku sudah mencurinya.
Kau tahu, kita tak boleh
membawa kekuatan elemen ke dalam kota.
Kumohon, kembalilah ke Singa-Kura-kura dan kembalikan api itu.
Jaya, inilah saatnya untuk berhenti takut pada Chou
dan tunjukkan pada mereka kekuatan yang dapat mengubah segalanya.
Hei, Chou! Buka gerbangnya, dan biarkan kami masuk.
Apa yang mereka lakukan di sini?
Jangan khawatir, Ayah. Biar kami yang mengurusnya.
Berikan semua makanan yang kalian punya,
dan kami tak akan membawa masalah.
Kalian tak akan bisa melewati kami.
Kami punya senjata. Kau tak berdaya.
Tak berdaya, ya?
Ikuti aku!
Bawa makanan sebanyak yang kalian bisa.
Mungkin kau benar.
Mungkin kita punya kekuatan untuk mengubah segalanya.
Berhenti!
Sepertinya Chou sudah membawa bala bantuan.
Semuanya pergi dari sini.
Aku akan menahan mereka.
Tidak, kumohon. Kasihani aku.
Wan?
Meksi kau punya kekuatan, kau terlalu takut untuk menggunakannya.
Katakan padaku siapa lagi yang terlibat dalam keributan itu,
dan aku akan mengampunimu.
Aku tak akan mengatakan apa-apa.
Kalau begitu, tak ada pilihan lain.
Wan, secara resmi kau diusir.
Ya! Dan kembalikan api yang sudah kaucuri.
Tidak! Tunggu.
Singa-Kura-kura yang agung, aku minta maaf
karena telah mencuri api ini darimu, dan aku menerima apa pun hukumannya.
Tapi kumohon, aku membutuhkannya untuk bisa
melindungi diriku sendiri di alam liar.
Jangan pernah menunjukkan wajahmu di kota ini.
Tapi aku akan mengizinkamu
untuk tetap memiliki kekuatan elemen.
No comments yet. Be the first to leave one.